The Visitor Series

The Visitor Series
The Guardians



             The Guardians


  "Jadi... kekuatan macam apa sebenarnya yg kau dapatkan?" tanya Orochi.


"Sebagaimana aku tidak bertanya untuk apa 'mana' yg kau anggap 'memori' Ame no Habakiri dan kau akan gunakan untuk apa. Kurasa pertanyaanmu itu tidak relevan untuk kujawab." ujar Ayame.


"Kau tersinggung?" tanya Orochi.


"Tidak juga." ujar Ayame, sambil memajukan salah satu bidak miliknya.


"Chekmate" tambah Ayame.


"Hebat...dari semua pertandingan yg kita lakoni. Kau terus mendominasi tanpa satupun kekalahan" ujar Orochi tersenyum.


Ayame mengamati bercak di leher Orochi dan di lehernya sendiri mulai pudar.


"Prosesnya sudah hampir selesai,baiklah. Bersiaplah. Setelah ini kita akan keluar dari tabir dan membantu Izuna-sama untuk mengakhiri pertempuran konyol akibat kesalahpahaman ini" ujar Ayame.


"Hampir selesai? Tidak ini sudah...."


  *DDHUUUUUAAAAARRRR*


Orochi dengan gerakan kilat menyerang Ayame dengan sebuah belati ungu beracun yg berusaha dia tusukkan.


*Bwaasshhh*


Ayame tak bergeming dari tempatnya. Mengeluarkan 'danku' miliknya. Kali ini bukan hanya sekedar pelindung.


Namun tangan Orochi dan belatinya menguap seolah 'terurai' akibat menyentuh medan pelindung yg dibuat Ayame.


Tetap tak bergerak. Hanya duduk di kursi dan menyandarkan dagunya ke tangan kanan yg diletakkan di meja. Ayame hanya menatap Orochi dengan pandangan malas.


*Zzzuuuuunggg*


Tubuh Orochi tiba-tiba terasa berat. Akhirnya dia langsung jatuh terduduk.


"Kau... benar-benar menjadi jauh lebih kuat ya..." ujar Orochi.


"Kau menguji ku? Kroco seperti mu tidak pantas untuk mencoba." ujar Ayame yg kemudian berdiri.


Ayame kemudian mengusap lehernya dan leher Orochi. Kedua bercak itu kemudian menghilang seolah tanpa bekas. Namun tanda bercak di leher Ayame kembali muncul. Pertanda bahwa dia masihlah seolah 'Havoc'.


Ayame dengan santai kemudian menggendong tubuh Yue yg pingsan di pundaknya dan membuka tabir buatannya.


"Ikuti perintahku" ujar Ayame.


"Kalau tidak? Apa yg terjadi" balas Orochi.


*Ctakk*


Ayame menjentikkan jarinya.


"Kau akan benar-benar dieksekusi oleh 'dia' " ujar Ayame.


Seorang sosok roh samurai berbadan besar jauh lebih besar dan memiliki aura pekat yg lebih banyak ketimbang sebelumnya muncul tiba-tiba dari jentikan tangan Ayame.


"Sialan...yg versi sebelumnya saja aku sudah kesulitan. Apalagi yg sudah berevolusi. Mungkin sebaiknya kuikuti dulu kata2nya. Jika dia lengah aku bisa mendapatkan kesempatan untuk membunuhnya." gumam Orochi.


Ayame memandang tajam tatapan Orochi.


*Ctaaakk*


Ayame lagi-lagi menjentikkan jarinya.


"Lupakan...berbuatlah sesukamu,asal kau tidak dekat2 denganku..." ujar Ayame sambil menghilangkan sosok roh raksasa itu.


"Hah? Kau berubah pikiran? Kenapa?" tanya Orochi keheranan.


Ayame tak menjawab. Dia beranjak meninggalkan Orochi sendirian keheranan.


"Oh iya. Sebaiknya kau hindari para 'guardians'. Bahkan sekelas Catasthrope akan lebih memilih mundur jika harus menghadapi mereka." ujar Ayame memperingatkan tiba-tiba.


"Apa maksudmu?" tanya Orochi.


"Perang ini berlangsung terlalu lama. Izuna-sama sepertinya sudah dianggap 'gagal' dalam menormalisasi situasi kembali.


Terlalu banyak pihak yg terlibat, kejadian ini juga bisa dimasukkan kedalam kategori 'aib' organisasi. Jd sebaiknya ku sarankan kalian segera kembali ke dunia kalian masing-masing. Aku sendiri tak mau terlibat dengan mereka.


Mereka adalah sosok poros/pelindung terakhir yg hanya akan di turunkan jika seorang Catasthrope dianggap terlalu lama atau gagal melaksanakan tugasnya.


Berbeda dengan Catasthrope yg mencari kekuatan walau harus dikontrol. Mereka adalah orang-orang yg menyukai keteraturan dan rela dikontrol walau sejak awalnya mereka sudah sangat kuat."ujar Ayame.


"Jadi mereka ini kebalikan Catasthrope? Informasi baru..." ujar Orochi.


"Jadi apa saranmu? Sebagai seorang Havoc yg memiliki kasta dibawah Catasthrope satu tingkat. Yg mana berarti kalian dua tingkat lebih rendah dari yg saat ini kau bahas?" tanya Orochi.


"Tepat" balas Ayame tegas.


"Apa saranmu? Lari? Kabur melarikan diri?"


  "Bagus kalau itu bisa. Kalian sudah jadi target" jelas Ayame sebelum akhirnya melompat tinggi dan jauh sehingga terlihat seperti terbang.


  "Guardians? Siapa mereka?" gumam Orochi.


"Guardians? Apa yg dia maksud 'Guardians' seperti dunia asalku? Rupanya ada kemiripan istilah juga antara dunia ku dan dunia ini... menarik." gumam Orochi sambil berjalan santai melihat-lihat sekitar.


    Setelah berjalan-jalan sebentar, Orochi memutuskan untuk duduk beristirahat sejenak di padang pasir yg hancur akibat bekas tembakan laser Jormungand yg sangat dahsyat yg menyebar kemana-mana.


Orochi masih penasaran dengan 'guardians' yg Ayame maksud. Merasa percaya diri dengan kemampuan tempur dan kemampuan negosiasi liciknya. Orochi berharap bertemu dengan salah satu "The Guardians itu.


*Zuuunggg*


Baru saja diingat-ingat oleh Orochi. Kejadian aneh langsung terjadi disekitarnya.


Orochi tiba-tiba entah kenapa merasa kaget. Dia refleks melihat sekeliling tapi tak ada sesosok pun dia temukan/lihat.


Insting hewani nya mengatakan dia sedang dalam bahaya besar. Namun panca indra manusiawi nya mengatakan hal sebaliknya. Dia tidak melihat satupun ancaman di sekitarnya saat ini.


"Halo kakak yg disana." ujar tiba-tiba suara perempuan dari belakang Orochi.


*Bwaaatsss*


Orochi refleks memukul kebelakang dengan sangat cepat dan kuat. Namun perempuan itu langsung lompat menghindari pukulan Orochi.


"Uwaahhh...hati-hati kak, kakak yg tampan ini bisa melukai wajah adik yg imut ini loh... atau Jangan-jgn kakak suka genre sadis2, kalau begitu aku juga bisa loh jd masokis" ujar si cewek itu sambil menunjukkan wajah menggoda dan sedikit membuka bagian dadanya.


Perempuan didepan Orochi memiliki rambut merah sepundak, mengenakan jaket putih berlapis hitam, mengenakan celana pendek dan stocking hitam panjang dari paha hingga ujung kaki. Kakinya dibalut sepatu boots tentara yg terlihat cukup modis dan dikedua tangannya mengenakan sarung tangan yg masih memperlihatkan jari-jarinya.


Uniknya dia ini sosok yg sangat berbeda dari keumuman orang-orang yg berasal dari dunia ini. Seandainya Orochi tak melihat keberadaannya dengan mata kepalanya sendiri. Dia tidak akan percaya bahwa ada orang didepannya.


Saking lemahnya aura kehidupan yg dia miliki, bahkan untuk melihatnya dengan jelas butuh kemampuan ekstra.


"Siapa kau?" tanya Orochi.


Berbeda seperti saat melawan Ayame yg memiliki aura pekat yg dapat atau sangat gampang dia deteksi. Perempuan di depannya kali ini justru sama sekali tak memiliki aura.


Seharusnya dia sosok yg sangatlah lemah karena tak memiliki aura, tp gerakannya yg sangat gesit dan justru dia memancarkan hawa misterius serta tak bisa ditebak. Membuat Orochi jd jauh lebih waspada ketimbang sebelum2nya.


"Siapa aku??? Siapa ya...?? Kasih tau nggk ya??? Hehe..." ujar perempuan yg terlihat tomboy itu.


"Kuberitahu kau...kalau kau bisa tahan 5 menit... hmm.. tidak 1 menit saja" ujar perempuan itu memberikan syarat.


"Maksudnya? Sebuah syarat agar aku mengetahui identitasmu?" tanya balik orochi.


"Yap... tepat sekali. Gampang kok. Lindungi dadamu dari pelukanku. 1 menit kau gagal kupeluk, kau bisa jadi tuanku. Gimana? Menarik kan? Kau bisa menggunakan tubuhku untuk apa saja kau inginkan jika kau menjadi tuanku." ujar perempuan itu.


"Kau bercanda...kau terlalu meremeh... kan.. " kata-kata Orochi terpotong.


Dia terkejut perempuan itu tanpa dia sadari sudah memeluk dadanya, dan meletakkan kepalanya bersandar di dadanya Orochi.


"Lihat? Tak sampai 1 menit" ujar Perempuan itu sambil tersenyum memandang langsung ke wajah Orochi dengan tangan yg melingkar di leher Orochi.


"Bagaimana bisa!!?? Aku bahkan tak melihat gerakannya!??? Sebenarnya seberapa cepat dia!?? Dia bahkan berada di level yg jauh berbeda daripada Yue dan Ayame" gumam Orochi.


*Bwaattss*


Orochi lagi-lagi menepis dan menghindari perempuan itu. Namun tepisannya hanya mengibas angin. Sang perempuan masih tak bisa tersentuh sama sekali oleh Orochi.


"Tp... karena sepertinya kau sudah membiarkanku memeluk dadamu...biar Kuberi tahu nama depanku saja ya... gimana?" ujar Perempuan itu.


Orochi tiba-tiba tak bisa fokus, dia merasa sesuatu masuk kedalam tubuhnya.


"Ini!?? "


Orochi baru sadar, di dada kanan (jantung) dan leher belakang, dua bagian yg sempat dipegang perempuan itu. Tertancap sebuah suntikan injeksi otomatis.


"Sialan!!! Sejak kapan!!?? " geram Orochi.


Orochi tiba-tiba merasa sangat lemas dan ngantuk.


*Brukk*


Lagi-lagi entah keberapa kalinya hari ini Orochi kembali jatuh ambruk.


"Ini... apa???" ujarnya lemas dengan mata sayup-sayup mengantuk dan hampir tertidur.


"Tenang hanya anestesi umum, setetes nya saja bisa membuat ratusan gajah tidur. Tp untuk seekor naga sepertimu seperti yg sudah ku perkirakan. 200 Ml di dua suntikan injeksi baru cukup untukmu." ujar cewek itu.


"Kau... siapa...kau...?? nama...mu...siapa?" ujar Orochi yg akhirnya tertidur/terbius total.


"Reaksinya cepat ya... hanya beberapa detik..." ujar Perempuan itu.


"Yah kau sudah tertidur...tp tenang saja. Saat kau terbangun nanti... kau akan mengenalku sebagai seorang majin...


  ... Majin dari ras Sankta yg suci sehingga sering dikaitkan dengan perwujudan malaikat karena tanda ini"


  ujar perempuan yg kemudian mengeluarkan sayap yang mirip bentuk-bentuk robotik dan tak terpasang tepat dipundaknya sehingga lebih mirip seperti 'rigging'.


"Ini juga..." ujarnya lagi.


Sebuah lingkaran seperti mahkota cahaya muncul diatas kepala perempuan itu,sebuah mahkota cahaya yg diberbagai mitologi menjadi pertanda malaikat. Namun bagi organisasi itu hanya sebuah bagian dari identitas/ciri khas yg dimiliki oleh ras 'sankta'.


Perempuan itu kemudian mencabut injeksi obat bius yg sudah kosong itu.


"Namaku? Shinobu...Shinobu Ooshino."


ujarnya Sambil membisik ke telinga Orochi yg sudah tertidur/terbius.


                     ....Bersambung.