
Gin
"Lalu, langkah apa yang selanjutnya kau akan lakukan?" tanya Yue
"Kau sudah menyelesaikan tugasmu untuk menyegelnya. Tapi apa yang kau akan lakukan kepadanya?" tambahnya sambil menunjuk badan shyva yang telanjang, sedang terkapar tak berdaya ditanah.
"Mungkin akan kubawa dia ke markas. Tepatnya HQ divisi 6" ucap Gin.
"... " Yue hanya terdiam. "Hmm.. Gin-sama bagaimana kalau dia untukku saja, tenang aku tidak akan membunuhnya. Aku hanya akan menjadikannya 'teman' bermainku. Hehe" ujar Yue.
"Jangan harap!! Kalau dia kuberikan padamu akan sia-sia. Kalau kubawa setidaknya tubuhnya akan sedikit memberikan kontribusi pada penelitian nantinya."
"Hahahah... kau ingin membedahnya? Sudah kuduga catasthrope seperti kalian tidak akan bertindak tanpa alasan kuat dibelakangnya. Apa ini berkaitan dengan persiapan melawan 'OUTSIDER' dan 'Exceeder' nantinya? Tidak kusangka seorang Gin yang memiliki kemampuan tempur model DPS(Damage per second) terbaik, sampai-sampai ketakutan dengan orang-orang sialan seperti mereka. Atau ini berkaitan dengan pembuatan Hougyoku? Ataukah ini berdasarkan perintah Divisi Nol? Atau bahkan pembuatan Homunculus?" Yue berucap menginterogasi.
".... " Gin tidak menjawab apa-apa, sambil lngsung hendak melangkah menuju tubuh Shyv yang tersegel. "GIN!!! JAWAB PERTANYAANKU. JANGAN SEKALIPUN KAU BERANI MENGABAIKANKU!! " bentak Yue, sambil mengacungkan pedangnya ke leher Gin serta menghalangi langkahnya.
"Hoo...Padahal sebelumnya kau seakan ketakutan pada bankaiku. Sudah kuduga itu cuma akting."
"Tidak... aku benar-benar mewaspadai bankaimu. Tapi kurasa justru kau yang sekarang berusaha menghindari pertempuran, dan sedang terburu-buru." Ujar Yue.
"Jadi begitu ya... kuakui gertakanmu memang efektif. Haaah... " Gin menghela nafasnya, dan 'menonaktifkan' Bankai miliknya lalu berkata "Yue... aku tidak bisa menjawab semuanya. Tapi ada satu hal yang ingin kusampaikan kepadamu."
"Apa itu?" Sahut Yue.
"Pada Pertempuran hidup dan mati. Agar seseorang tidak mati. Mempersiapkan segala sesuatu nya dengan mati-matian adalah merupakan hal yang wajar..."
Lalu Gin kembali melangkah mendekat menuju Shyva dengan perlahan. Yue tertegun serta tidak bisa berkata apa2 setelah mendengar pernyataan Gin barusan dan membiarkan Gin mengambil Shyva. "Cih, aku mulai paham kenapa dulu kami kalah melawan kalian" ucap Yue kesal.
Pendatang???
".... " Yue dan Gin mendadak terdiam, mereka merasakan sesuatu melesat dengan sangat cepat kearah mereka berdua.
*DDHUUUUAAASSSSHHHHHH\, DDJJJJAAAAARRRR* Sebuah tongkat putih melesat dengan cepat kearah badan Yue namun dengan sigap Yue berhasil menangkapnya dengan tangan kanan yang dilapisi 'Bushou'. Efek ledakannya tidak terlalu besar\, namun efek dorong dan presisi dari tongkat itu terasa sangat berat bahkan bagi Yue yang sudah melapisi tangannya debgan Bushou. "Apa ini....? " tanya Yue. ".... " Gin hanya memandang datar dan memilih tidak berkomentar apa2. "sebaiknya kau segera pulang." jawab Gin dingin sambil melangkahkan kaki menuju Shyva.
Sementara itu ditempat lain tidak jauh dari medan pertempuran, sebuah gerbang garganta (gerbang antar dimensi yang sering dibuat oleh orang bertipe kekuatan seperti monster) terbuka, muncul 5 sosok misterius yang muncul dari gerbang tersebut.
"Hmmm? Sampai juga. Sepertinya yang dikatakan 'orang itu' memang benar, Suzaku." ucap seorang laki-laki berambut ungu gelap diantara mereka. "Sejak kapan kau akrab dengan ku dasar ular pembuat onar". " Eughh..
apakah yang kau maksud itu aku?" tanya seseorang laki-laki yang lain. "Tidak bukan kau Jormungandr, yang kumaksud si iblis ular kepala 8 itu" ucap perempuan berambut merah menyala sambil menunjuk ke arah seseorang yang berbicara dengannya diawal tadi. "Owalah... yang kau maksud Orochi ya? Lega mendengarnya." ucap Jormungandr.
"Hhhmmmm fuwaahh(sfx orang nafas) udara segar seperti ini sebaiknya tidak kalian cemari, dengan perdebatan panas kalian" ucap laki-laki lain berbadan kekar,tinggi, dan berambut sedang warna hitam. "Haha... biarkan saja mereka tuan. Mari kita fokus pada tujuan kita kemari." Ucap seorang bocah laki-laki berambut abu-abu kebiruan yang memakai baju layaknya bangsawan. "Ya, dan sepertinya semua yang kau katakan sebelumnya benar. Tak usah basa basi lagi, langsung saja pada intinya. Jelaskan lagi mengenai 'misi' kita disini hey bocah.". Bocah itu menyeringai lalu mengatakan beberapa patah kata yang langsung dipahami oleh mereka semua, lalu dengan sigap mereka semua bergerak berpencar kecuali si 'bocah'.
_Kurohitsugi_
"Kalau begitu coba rasakan ini!!! Kurohitsugi!" ujar seseorang tiba-tiba, bertepatan pada saat-saat krusial dimana Rhongomyniad dan Trident Titanomakhia akan saling bertabrakan.
Pandangan Ayako tiba-tiba gelap, dia merasa terkurung disebuah kotak raksasa, Rhongomyniad nya ternetralkan.
"HHOOOOEEKKKSSSSS! BBBWAAAAHHH!! UURRPP" Pandangan Ayako kembali normal tapi Ayako tiba-tiba muntah-muntah. Dia merasakan mual yang sangat, sebuah rasa mual yang tidak pernah sebelumnya dia rasakan separah ini. Kepalanya juga sangat pusing. Tubuhnya jadi sangat lemas, nafasnya juga jadi berat. Ayako ambruk tidak berdaya.
"Aku... jatuh... di tanah!?" gumam Ayako. Ayako berusaha keras untuk bangkit namun sia-sia tubuhnya tidak bisa digerakkan. Nampaknya dia sudah keluar dari 'dunia buatan' milik Mizuki. Satu hal pasti mengejutkan yang dia lihat adalah Mizuki masih hidup meski dalam kondisi pingsan dibopong oleh gadis itu kemudian racunnya perlahan-lahan menghilang disedot dengan tangan kanan gadis yang berteriak tadi. Tersedot seperti penyedot debu yang membersihkan karpet kotor.
"Apa yang kau perbuat tadi?...Rasanya seperti aku berbulan-bulan berada dalam kegelapan dan penderitaan" ujar Ayako. Ayako memaksakan bertanya walau kepalanya sudah sangat pusing.
"Kurohitsugi. Itu adalah suatu jurus yang mengurung seseorang dalam ruang hampa yang keluar dari teori ruang dimensi dan waktu. Serta memperlihatkan secara audio visual seluruh penderitaan terburuk yang dialami umat manusia. Didalamnya juga ada sistem 'penguraian atom'. Barusan aku hanya mengeluarkan Kurohitsugi untuk mengurungmu hanya 0,1 detik. Perbandingan antara waktu realita dan yang dirasakan oleh 'korban' ketika didalam jurus tersebut adalah 1 detik banding 10 tahun. Itu artinya kau barusan merasakan penderitaan dalam kegelapan dan kegilaan didalamnya 1 tahun.
Padahal yang ku keluarkan adalah kurohitsugi level rendah, tapi kau sudah hampir mau pingsan. Meski demikian kau tetap pantas mendapatkan pujian. Kau bisa mempertahankan kewarasanmu meski sudah merasakan 1 tahun tersiksa didalam kurohitsugi."
"Aku... tidak... paham... Uuurrppp" Ayako kembali muntah. Lalu satu hal yang dia dengar sebelum dia pingsan adalah suara seseorang yang meneriakkan namanya. "AYAKO!!!"
Pertempuran baru,dimulai.
"SIALAN KAU!!!" Orang tersebut bergerak dengan sangat cepat hendak memukul kepala bocah yang menyembuhkan Mizuki itu. Namun bocah itu berhasil menghindari pukulan dahsyat hanya dengan bergeser sedikit dari tempatnya. *Dhuuaass\, dhuuass\, dhuaass* pukulan demi pukulan dilancarkan namun tak satupun mengenai bocah itu.
Bocah itu masih dengan santainya menyembuhkan Mizuki dengan cara menyedot racun dan mengirimkan sedikit 'mana' miliknya ke tubuh Mizuki.
"Kage.. oni" *SSRRAATTTTZZZSSS* Tiba-tiba tubuh si pemukul tertusuk ribuan tombak bayangan dari bawah tanah. "Uhukkk!!! " orang itu batuk darah\, lalu mengeluarkan aura kemudian dia menghancurkan tombak disekitarnya dengan tenaganya. Lalu mundur beberapa meter.
"Siapa kau..?" Tanya bocah itu. "Nama tidak penting, lebih dari itu berani sekali kau menyakiti Ayako sampai seperti ini. Kau akan merasakan akibatnya!!! KUBUNUH KAU.!!! ". " Yakin...? Diukur dari kemampuanmu... tanpa bergerak pun aku sudah bisa membunuhmu.. " ucap bocah itu dengan wajah kecewa. "Sombong sekali kau, biar kututup mulutmu dengan darahmu sendiri. Jangan bercanda ditengah pertempuran!!! ". " Hah..? " bocah itu menunjukkan ekspresi keheranan dan seakan tidak terima dengan perkataan laki-laki itu. "Aku... tidak bercanda kok... " seringai menghiasi wajah bocil itu kemudian dia berkata. "Kage... oni : Hitokiribasame" kemudian tanah didekat mereka tetutupi bayangan raksasa sampai radius satu kilometer. Aura yang dikeluarkan oleh bocah itu lebih mirip dengan bayangan fatamorgana namun berwarna hitam. Tiba-tiba muncul 2 mata (kayak Rinnegan) dibawah laki-laki itu. Lalu terdengar suara tawa yang sangat keras dan menyeramkan. Kaki laki-laki tersebut gemetar, baru kali ini dia melihat suatu keanehan yang sangat mengerikan dan memiliki hawa dingin yang mencekam. "JA.... JANGAN REMEHKAN AKU!!! AKU ADALAH JORMUNGANDR SANG ULAR LEGENDARIS!!! BERSIAPLAH!!". "Hihi, tanpa dipaksa pun akhirnya kau memperkenalkan diri ya." celetuk Bocah itu.
"Kuharap ini semua segera selesai...".
Kata-kata tersebut menandai pertarungan antara mereka berdua dimulai. Entah siapa yang akan menang maka dialah yang pantas menyandang gelar 'Penguasa kegelapan'. Siapakah yang akan menang? Gadis bocah itu ataukah Laki-laki sembrono itu? Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Situasi sulit ditebak dan pertempuran terjadi berlarut-larut, garis depan selalu saja memberikan kejutan-kejutan tak terduga.
Ditempat lain\, *Sswiiinhggg\, sbatss* Tubuh Hana yang terpotong-potong segera diambil oleh seorang gadis berambut merah. "!?" Shizue terkejut melihat orang didepannya memiliki aura yang kuat. Ayame didekat situ tiba-tiba tersenyum\, dan terlihat senang.
"Apa kau mengincarku?" ucap Ayame. "ha!? Lumayan...kau bisa menyadari keberadaan ku yang sedang berkamuflase" ucap seorang lelaki yang dipnggil Orochi itu. "Siapapun yang tidak bisa menyadari kehadiran ular bodoh sepertimu, tidak pantas untuk dipanggil pejuang" ucap Ayame sambil menyeringai. "Kau tau diriku dalam sekali lihat? Bagaimana caranya?" tanya lelaki itu. "Kau tau? Firasat ku mengatakan bahwa kau musuh alamiku dan musuh dari garis pewarisan kekuatan. Tidak perlu basa basi lagi... bisakah kita segera kita mulai?" Ucap Ayame. "SUZAKU!!! BOCAH BERTANDUK INI MILIKKU!! JANGAN SEKALI-SEKALI KAU MENGAMBIL JATAHKU. KAU COBA LAWAN BOCAH BERTOPENG ITU!!" Teriak orang itu. "Berisik, Orochi! Aku tahu! Aku tahu! Silahkan lakukan sesukamu" ucap gadis itu.
... Bersambung