
"Mmm.... untung segel luarnya masih aman" Gumam perempuan bertubuh mungil yng berada didepan Kuro. Seorang perempuan yang kalau hanya diliat dari tampangnya saja dia terlihat seperti anak kecil berusia 12 tahun-an, tapi perempuan kecil didepan kuro juga bukanlah orang 'biasa'. Dia adalah orang yang menjadi 'otak' dari hampir semua operasi militer yang dilaksanakan oleh organisasi.
Strongest vs Strongest In Their Own World
*Dhuuaaassshhh*
Kuro bergerak dengan kecepatan tinggi mendekati Zimi. Kuro mengepalkan tangan kanannya dan mulai bersiap-siap melancarkan tinju dengan bagian kepalan hingga pangkal lengan yang dilapisi dengan armor D.D. Saking cepatnya gerakan Kuro,medan disekitarnya terhempas oleh angin yang disebabkan oleh gaya tekanan dari tubuhnya.
Zimi tersentak, serta merta dia segera menghindar tapi sayangnya sudah terlambat. Tinju Kuro sudah sangat dekat dan tepat di depan wajahnya.
"Danku!!"(penghalang suci)ucap tegas Zimi.
Sebuah penghalang transparan muncul di depan Zimi berusaha untuk menangkis tinju Kuro.
"...." Kuro sesaat bergumam sesuatu.
*DDHHHHUUUUAAAAASSSSHHHHH* *PYYAAARRR*
Sesaat kemudian perisai transparan tersebut seolah hancur berkeping-keping terkena tinjuan Kuro. Perisai yang dimunculkan Zimi sia-sia,namun rupanya cukup memberikan jeda waktu sepersekian detik untuk menghindar dari tinjuan maut itu.
Siapapun yang menyaksikan dapat mengetahui bahwa tinjuan yang dilancarkan kuro menyiratkan bahwa dia benar-benar serius ingin membunuh Zimi ketika itu. Tinjuan dikeluarkan dengan sekuat tenaga yang kuro miliki.
*BBWOOOOOAAAAASHHHHHHH*
Angin kencang terkonsentrasi bak rudal menerjang daerah yang ditinggalkan oleh Zimi. Dataran pasir dan bebatuan yang luasnya sejauh mata memandang tersebut menjadi seolah terbelah dua akibat serangan Kuro.
Angin kencang terkonsentrasi bak rudal itu terus menerjang apapun yang didepannya sejauh ribuan kilometer melewati gurun bebatuan. Yang jika diteruskan maka sangat mungkin akan sampai di pemukiman utama yang jaraknya di perbatasan gurun.
Malangnya ada seorang pemudi berambut merah muda sedang berjalan-jalan bersama dengan 3 anjing Husky abu-abu putih dibelakangnya, berada tepat di jalur angin kencang itu.
Sementara itu saat Kuro gagal mendaratkan sebuah pukulannya ke wajah Zimi,Zimi memanfaatkan celah ketiak kuro yang terbuka (karena Zimi pendek/tubuhnya seperti anak remaja), celah tanpa perlindungan tersebut langsung ditebas.
*Zrrraaaassshhh*
Tangan kanan Kuro terputus dan kemudian ditendang vertikal oleh Zimi hingga terlempar keatas langit.
Kuro hendak membalasnya dengan pukulan tangan kiri. Dengan cepat Zimi bergerak memutar lalu menginjak kuda-kuda kaki Kuro sebagai pijakan melompat dan sengaja menerima pukulan Kuro dengan telapak kaki kanannya, serta merta Zimi menyilangkan kakinya di leher Kuro. Serta melakukan jepitan pada jakun Kuro menggunakan bawah lututnya alias guntingan antara paha dan betis sambil tetap menyilangkan kedua kaki dileher Kuro.
Di momen yang terjadi sangat cepat itu, Zimi bermaksud mematahkan leher Kuro dengan memanfaatkan gaya putaran yang berasal dari lompatan kaki ditambah gaya dorong dari pukulan tangan kiri Kuro alias memelintir kepala Kuro hingga putus.
Kuro yang paham langsung mengarahkan tangan kiri yang baru saja dia gunakan untuk memukul membentuk alur huruf S dimana pada posisi ujungnya dia dapat melakukan pukulan keluar dengan punggung kepalan untuk menghancurkan lutut kaki Zimi yang bergelantungan di lehernya.
Menyadari hal itu Zimi dari atas kepala Kuro langsung menusuk tangan kiri Kuro yang tidak sempat dilapisi oleh Zirah D.D tersebut menggunakan pedang besar. Ujung tusukan tepat mengenai sedikit celah kosong antara tulang ulna dan radius Kuro sehingga mengacaukan urat syaraf Kuro yang menyebabkan tinjuannya tiba-tiba tak bertenaga dan hanya tidak sampai situ, zimi memutar pedangnya hingga kepalannya terburai dan kedua tulang itu patah.
*SRAAATTT*
Dalam kesempatan kecil itu kepala Kuro akhirnya pasrah terpelintir hingga berputar sebanyak 3 putaran 360?. Zimi pun melompat kebelakang Kuro dengan memanfaatkan gaya putaran itu juga.
Kemenangan telak bagi Zimi.
Tapi...
Benarkah itu...?
*************
Zimi terdiam memandang Kuro sambul memasang kuda-kuda dengan pedang terhunus ke arahnya.
Walaupun sudah terputar sebanyak tiga kali, kepala Kuro berakhir dengan posisi mengarah depan badan dan tertunduk. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa Kuro hanya terlihat seperi seorang yang menundukkan kepalanya.
Zimi kemudian melompat menyerang hendak menebas leher Kuro hingga terlepas.
*Ctak*
*DHUUAAASHHHH\, ZZRAAASHHH*
"!!!"
"Bluuurppp,Uhuk, Hoooeekkks"
Zimi tiba-tiba terhempas dan kemudian muntah darah.
"Kurasa kita berdua sama-sama punya banyak pertanyaan" ujar Kuro tiba-tiba sambil mengangkat kepalanya.
"..." Zimi terdiam sambil memegangi perutnya.
"Tapi sepertinya kau tidak terkejut,ya?" tanya Kuro. Saat dia berbicara Kuro menyembuhkan kedua tangan nya dengan cepat.
"Harus kuakui kalau kau sungguh hebat dapat mendesak lawanmu menggunakan celah kesempatan disaat sempit seperti itu. Kalau saja lawanmu bukan diriku mungkin dia sudah tewas." ujar Kuro.
"Begitu ya, kau sengaja menggunakan sebuah serangan yang penuh celah dengan sepenuh kekuatanmu untuk memancingku agar lengah." ujar Zimi sambil melakukan healing kepada dirinya sendiri.
"Ya, reaksi normal dari seseorang yang biasa bertarung. Bukankah gerakan-gerakan barusan hanyalah refleks yang terkumpul dari sekian banyak pengalaman dari pertarunganmu?" Tanya Kuro.
"Memanfaatkan kelebihan orang lain untuk melawannya balik ya, hehe..." Zimi tersenyum.
"Ya, dan juga seperti itulah dirimu kan?"
"Ya. Tapi bisa kau jelaskan tentang lehermu? Aku sangat yakin berhasil mematahkannya."
"Leherku?" Kuro kemudian berbalik, dan terlihat tak ada sedikitpun bekas luka di lehernya.
"Akan sulit menjelaskannya (karena kreator ane sendiri 'Lord Luqman yang maha siswa' belum nemu konsepnya :'v) tapi sederhananya aku menggunakan teori jamming dan tolakan magnetik".
" Dengan kata lain... " ujar Zimi.
"Ya, seperti yang mungkin sudah kau duga." ujar Kuro.
"Jamming...mengirim sinyal pengacau pada suatu objek tertentu yang menyebabkan putusnya suatu hubungan koneksi antar elektromagnetik. Aku cukup terkesan dengan mu. Sebagai orang dari sebuah peradaban yang kurasa masih belum semaju itu namun sudah mengetahui kinerja jamming. Apa kau seorang ilmuwan atau semacamnya, Kuro?" Tanya Zimi yang kemudian berdiri saat selesai menyembuhkan lukanya.
"Hmmm...bukankah kau juga mendapatkannya? Yang kumaksud ini..." Kuro menempelkan telunjuk kanannya di pelipisnya.
"Ingatan ya...? Saat dua 'mana' atau 'anugrah' dari orang yang berbeda bersentuhan secara langsung tanpa mediator dan molekul kimia nya tetap,maka ada kemungkinan 0,01 persen kedua orang tersebut dapat menyerap ingatan dari lawan nya. Tapi kemungkinan itu dapat naik drastis 10 persen jika orang itu adalah Doppelganger 'mana' atau 'anugrah' atas lawan pertukarannya masing-masing.
Aku memang sedikit membaca masa lalu mu akibat pertarungan dalam taiji sebelumnya. Tapi yang kudapatkan bukan Informasi penting, yang muncul hanyalah hal-hal tak berguna seperti makanan terakhir yang kau makan, minuman favorit bahkan informasi mengenai kau masih perjaka.
Terlebih jika kau sudah mengetahui siapa dan seperti apa diriku di kehidupan masa lalu, maka daripada memilih mengingat informasi sampah aku lebih memilih mengingat-ingat masa lalu ku sendiri.
Berbeda denganmu, sepertinya kau mendapatkan informasi yang cukup penting,bisa kau jelaskan? " ujar Zimi.
"Yaah... jujur saja tidak banyak yang kuketahui, dan memang informasi tersebut lewat sangat cepat, untuk mengolah data super cepat dan sangat banyak seperti itu dibutuhkan kapasitas kemampuan otak yang cukup besar, dan efek normalnya mungkin sama seperti yang kualami yaitu pusing berat, dan berhalusinasi. Namun kalau otak dipaksakan untuk membaca semua informasi itu maka akan terjadi overheat sehingga akan menggangu kemampuan berpikir, dalam kasus terparah bahkan mungkin akan sampai pada tahap berhenti nya aliran neuro di otak.
Walaupun hanya sedikit\, namun beberapa informasi tersebut sangatlah penting. Meski pada akhir nya aku tidak dapat membaca kekuatan mu yang seperti kuharap kan. Meski untungnya aku mengetahui salah satu kemampuan mu yang menyebabkan dirimu dianggap sebagai yang terkuat dari _Second Generation_ \,dengan menggunakan skill _Boost_ pada _Emperor Eye_ aku dapat membaca informasi dengan lebih jelas.
Aku menggunakan _Emperor Eye_ dan terus menerus mempercepat regenerasi sel-sel otak ku agar tidak hancur.
Ilmu pengetahuan yang kau kumpulkan selama ratusan tahun kau hidup kurasa akan sia-sia kalau kita terus berperang sampai mati." Ujar Kuro tersenyum ramah namun penuh maksud. Jelas Kuro ingin mengeksploitasi pengetahuan Zimi oleh karena itu dia merencanakan sesuatu.
Zimi mengacungkan pedangnya kearah Kuro.
"Sampai sejauh mana kau tau!?" Bentaknya.
"Sampai sejauh aku tahu ternyata kau memiliki kelainan seksual yang lebih mencintai Patricia sebagai sesama perempuan dan tidak tertarik dengan laki-laki" ujar Kuro yang langsung menundukkan kepalanya sambil menutup mulutnya menahan tawa.
"KKKKKAAAUUUU!!!" Ujar Zimi geram.
*DDHHHHHHHHHHAAAAAAAAZZZRRRR*
Zimi mengeluarkan aura yang berwarna putih sangat menyilaukan. Aura yang dia keluarkan bukanlah aura 'Hao'. Yang dia keluarkan adalah tekanan radioaktif yang sangat berbahaya. Sehingga seolah-olah tanah yang sudah hancur akibat pukulan Kuro tiba-tiba saja mencair dan kemudian menguap akibat aktivitas abnormal dari atom-atom yang menyebabkan mereka saling pecah susunannya dan melepaskan zat-zat radioaktif.
Radioaktif yang berbahaya tersebut menyebabkan Kerusakan wilayah yang sangat parah. Bahkan Zirah D.D Kuro pun tak mempan hingga Kuro akhirnya loncat dengan cepat kearah langit.
"Fiuh... inilah yang membuatnya harus dikepung 2 Catasthrope ya? Selain otaknya yang gila tapi jenius,kemampuan beladiri, legendaris renkinjutsu, serta kecerdasan nya yang membuatnya disegani. Dia satu-satunya orang selain Kenja dan Catasthrope yang mampu memanipulasi material sampai kepada zat-zat yang tak terlihat dan tak dirasakan oleh manusia ketika itu." ujar Kuro.
***********
Knowledge is Strongest Power' and Combusting?
*Ctak*
Kuro kembali menjentikkan jarinya.
*Dhuuaaaarrr*
"Uhukkk!!!"
Tiba-tiba dada sampai perut Zimi meledak dan memuncratkan darah yang sangat banyak. Karena unsur panas tiba-tiba bercampur dengan udara yang memiliki zat radioaktif yang telah bergandengan dengan oksigen. Ledakan maha dasyat akibat aura Zimi malah menghantam dirinya sendiri. Yup, senjata makan tuan.
Kuro kemudian menghilangkan sisa-sisa radioaktif dengan kemampuan teritori nya.
"Tenang dulu... beberapa hal belum sempat kujawab" ujar Kuro dengan nada mengejek.
"... " Zimi terdiam dan mulai tenang,sambil kembali berusaha menyembuhkan dirinya.
(Behind the Scene >Z :"bangs*t\,ni orang penjelasan mulu\, tarung aja lah a*****\, >K : Sabar\, Ng****d biar pembaca paham)
"Kembali ke pembahasan mengenai leher ku.
Tepat seperti yang kau jelaskan memgenai jamming dimana seseorang mengirimkan sinyal untuk mengganggu sinyal-sinyal lainnya. Aku menggunakan metode yang mirip namun tidak sama persis." ujar Kuro
"Maksudnya?" tanya Zimi.
"Tidak perlu mengetesku, aku yakin kau juga tau, lagipula aku mempraktikkan nya berdasarkan pada memori yang kudapat darimu.
Intinya seperti yang kita ketahui. Bahwa unsur inti pembentuk segala unsur adalah atom. Aku mengirimkan sejenis racun buatanku yang mematikan beberapa fungsi otot sehingga mereka lebih elastis, dan melebur mereka menjadi kumpulan atom yang bergerak secara tidak normal.
Namun sampai tahap ini atom harus dipertahankan jangan sampai dia memecah proton dan neutron sehingga akan memunculkan zat radioaktif.
Tahapan yang cukup sulit, menjaga unsur atom tetap utuh namun dibuat bergerak tidak normal agar indra sensorik milikmu yang sangat peka tidak mampu mendeteksi nya sebagai bekas pecahan objek lain dan menganggap nya hanya seperti atom-atom yang bertebaran dimana-mana.
Lalu untuk memisahkan mereka dari diriku aku memutar atom yang masih menempel denganku berada di sisi-sisi ujung yang terlepas bergerak secara berlawan dengan cepat dengan atom. Namun tidak sampai situ aku memasukkan unsur zirah D.D milikku yang mengandung muatan logam berat yang kemudian muatan tersebut dipecahkan dan disatukan terus menerus sehingga mengakibatkan pemanasan materi dan terbentuklah reaksi penolakan pada objek yang bergerak berlawanan.
Aku mengarahkan atom tersebut kearah dirimu. Walau kemungkinan nya sangat kecil, tapi kurasa keberuntunganku sedang bagus. Jadi aku melapisi nukleus dengan unsur D.D melepas elektron, dan terus membiarkan nya bergerak tidak beraturan sambil menempelkannya pada udara.
Maka momen saat kepalaku terputar sebanyak tiga kali aku mungkin sejenak kehilangan kemampuan menggerakkan bagian tubuh,karena pada dasarnya ini seperti mainan yang sengaja dilepas kepalanya kemudian diputar putar dan dipasangkan kembali. Kendati demikian kesadaran ku tetaplah utuh karena hanya terputus tidak sampai 5 detik. Tapi tetap ada reaksi shock otot dan organ lain karena ritme yang terputus sekitar 3-4 detik saat kepalaku terputar. Itulah kenapa aku terdiam beberapa saat untuk mengatasi shock itu. Meski celah itu sangat2 kecil namun itu lah yang menjembatani antara hidup atau matinya diriku.
Untuk menyatukan kembali leherku hanya menggunakan teori healing biasa. Menyatukan dan memperbaiki atom bahkan membentuk sel baru dari atom di udara selain yang kulepaskan.
Lalu mengenai tubuhmu yang mengalami ledakan.
Karena kau sebagai manusia tidaklah menghirup oksigen secara terus menerus maka itu menguntungkankan ku. Bahkan secara tak sadar kau lebih banyak menyerap nitrogen dan karbon dioksida yang ada di udara. Sehingga manipulasi atom barusan yang kulakukan dapat ditempelkan di unsur nitrogen yang kemudian dihirup oleh mu.
Kemudian jika sudah sampai kedalam tubuhmu maka pelindung D.D yang dibuat untuk menjaga keutuhan proton dan neutron akan hancur akibat tekanan 'mana' dalam dirimu sendiri.
Sehingga pertukaran dan pelepasan proton dan neutron terjadi sangat cepat hingga proton berubah menjadi sel kanker atau sel radioaktif. Pelepasan yang terjadi sangat cepat itu secara alami menyebabkan adanya heating atau pemanasan,yang menciptakan unsur panas yang diperkuat oleh karbon dioksida dan nitrogen yng kau hirup.
Hanya tinggal satu yang kurang."
"Gasolin... alias pemantik ledak" ujar Zimi memotong ucapan Kuro.
"yap, tepat sekali..." puji Kuro.
"Sialan kau... menempelkan zat panas yang mudah meledak pada oksigen murni sangatlah memungkinkan hingga tanpa sadar aku menghirupnya" terang Zimi.
"Ya, terlebih lagi mau sekuat apapun 'mana' milikmu. Tubuhmu terlalu kecil untuk mengimbanginya, volume paru-paru mu juga kecil jika dibandingkan denganku. Maka untuk mengatasi kekurangan oksigen saat bergerak maupun berperang kau pasti menggunakan teknik pengaturan pernapasan yang pada kondisi tertentu kau diharuskan untuk menghirup dalam-dalam oksigen murni.
Faktor yang juga menguntungkan adalah kau itu seorang perempuan, dimana meski indra penciuman mu lebih peka namun dalam kondisi yang sama, kau juga butuh udara yang lebih banyak, sayangnya tidak seperti laki-laki perempuan cenderung memiliki bulu hidung lebih sedikit sehingga sangat mungkin zat ledak tak tersaring.
Saat zat ledak sudah sampai dalam tubuhmu aku hanya tinggal meningkatkan titik panasnya dengan menggunakan aura. Namun kalau menggunakan aura _intimidate_ seperti biasanya maka kau akan langsung sadar kalau aku masih hidup. Aura sendiri memiliki panas\, sehingga aku mengumpulkan panas tersebut dijariku. Yang kemudian aku harus membuat suara jentikan sekeras mungkin untuk mengantarkan panas itu\, karena suara juga sedikit banyak mengantarkan panas. Tapi bukan hanya itu tujuanku.
Lalu saat kau ingin kuserang maka aku membunyikan suara dalam frekuensi tertentu dari mulutku yang juga memicu heating dan semakin rentannya zat radioaktif didalam tubuhmu. Karena suara pada frekuensi tertentu dapat mempengaruhi metabolisme tubuh seseorang dan menyebabkan heating. Kemudian menjentikkan jari sekeras mungkin agar sedikit banyak panas yang dikumpulkan terkirim dan membakar gasolin diuadara yang telah kusebar yang kemudian merentet kedalam tubuhmu. Tapi sebenarnya itu hanya tipuan. Setiap aku menjentikkan jari, sebuah kilatan cahaya kuat yang panas masuk kedalam tubuhmu yang kemudian langsung terjadilah... boom... "
"Combusting (ledakan)" jawab Zimi.
"Dan hal yang paling berbahaya bagiku namun juga sangat menguntungkan ku. Adalah saat kau mengeluarkan zat radioaktif dalam jumlah snagat banyak. Justru itu akan memperkuat _Combustion_ yang kuracik" ujar Kuro sambil tertawa kecil
"Zimi, mungkin kau berpikir kalau kau tidak akan menang melawanku jika bertarung tanpa menggunakan celah taijo kepadaku.
Ironis, tapi nyatanya menurutku sebaliknya, kalau kau percaya diri mungkin akulah yang akan kalah. Kau kuat dan hebat, tapi kau membuat suatu kesalahan. Tak ada yang menyalahkan mu karena sejujurnya sebuah hal yang tak terduga juga bagiku dapat mendapatkan informasi penting yang sangat banyak berkat taijo. Ahahahaha" Kuro tertawa meledek.
"... " zimi terdiam lagi.
"... " kuro juga kembali terdiam
Suasana hening beberapa saat terjadi diantara mereka berdua.
*Praang**Praang*.
"Begitu ya....?" ujar Zimi menjatuhkan kedua pedangnya sambil memegang dua pelipis bagian atas sampai menutupi matanya dengan satu tangan kanan.
"Ada apa...?" tanya Kuro.
"Itukah...turunan teknik yang sedang kau kembangkan... bernama...
Quantum?" Zimi menatap Kuro dengan pandangan menyeramkan.
Zimi mengetahui Quantum? Kuro akan menang? Bagaimana nasib perempuan malang bersama tiga anjingnya itu? Hanya segitukah pertempuran dua orang terkuat didunianya masing-masing, atau masih akan ada lanjutannya? Tapi kenapa kuro begitu gegabah? Apa yang dia incar sebenarnya? Segel apa yang dijaga Zimi?.... Nantikan kisah selanjutnya.
.... Bersambung