The Visitor Series

The Visitor Series
Underneath



              Underneath


  "Mampu mengalahkan ku tanpa bergerak? Dasar Naif... lihatlah dirimu sekarang. Menghilang, hancur tak bersisa oleh tinjuku." ujar Jormungand.


*Fiuuh*


Jormungand menghela nafasnya sekaligus bersiul. Dia menepuk-nepuk debu yang menempel di baju nya agar hilang.


"Menyedihkan, bahkan namamu tak pantas ku ingat. Selamat menikmati dunia orang mati. Walau aku tak tahu kau masuk neraka atau surga." ujar Jormungand sambil mengamati garis 'di peta' yang dia buat dengan tinjunya.


Jormungand kemudian mengamati sekeliling memastikan kalau Yuzuru sudah 'lenyap' terkena serangannya.


Jormungand kemudian memutuskan untuk meninggalkan tempat itu. Namun baru 2 langkah dia beranjakberanjak tubuhnya terasa kaku.


*Brukk*


Ada sesuatu yang menabrak punggungnya dengan lembut.


"Kau yakin ini sudah berakhir paman?".


"..." Jormungand terdiam. Dia tidak tahu sejak kapan Yuzuru bisa tiba-tiba bersandar di punggungnya tanpa dia ketahui.


"Tapi aku benar-benar tidak bergerak dari tempatku loh paman."


"Tidak bergerak? Bukankah tadi kau menghindar? Jangan berbohong. Sesaat aura mu menghilang, kurasa kau bergerak  menghindari seranganku barusan." jawab Jormungand.


"Kemana dan darimana kau muncul?" lanjut Jormungand.


Yuzuru kemudian tertawa kecil lalu menjawab.


"Coba tebak.


  Kau sekarang berdiri menghadap timur, dan sekarang waktu menunjukkan jam 9 tepat. Meski tidak penting tapi angin berhembus dari utara kearah selatan. Kira-kira apa yang ada di belakang mu sekarang?" ujar Yuzuru.


"...Apa...?" ujar Jormungand.


"Coba dipikir. Kalau kau menemukan jawabannya, kau akan menyadari kelemahan mu." ujar Yuzuru.


"Blast!!!". Teriak Jormungand


*DDHUUUUUAAAARRRRR*


Seketika cahaya putih dikeluarkan dari tangan kanan Jormungand meledak meluas sehingga menimbulkan kerusakan yang cukup parah.


Jormungand kemudian membalikkan badan dan melihat sekeliling. Lagi-lagi Yuzuru menghilang.


"Menghilang!???". Jormungand cukup terkejut karena Yuzuru benar-benar menghilang secara keseluruhan. Baik dari wujud fisiknya maupun dari aura khasnya.


Meski hanya sebentar, sebagai salah satu dari 6 ancient dragon. Sangat mudah bagi Jormungand untuk mendeteksi serta mengingat aura lawannya. Terlebih aura yang sangat asibg dan memiliki ciri khas yang berbeda jauh dari yang biasa dua temui.


Namun kali ini aura lawannya bukan menyamar, atau menyembunyikan diri. Tapi lawannya kali ini benar-benar 'menghilang'.


  *Ziiinggg*


Suara dengungan tiba-tiba terdengar diatas Jormungand. Yang kemudian kembali membentuk bola cahaya di tangannya. Lalu dengan cepat dia lemparkan, seketika itu juga bola tersebut meledak.


  *DDDHHHUUUUAAARRRR!!!*.


  Ledakan keras terdengar kencang dan memekik telinga. Cahaya sinar terang meliputi sekeliling arena pertarungan mereka berdua.


  Sesaat kemudian kondisi langsung hening. Suara dengungan di atas Jormungand menghilang.


"...."


*Jreeebbb*


"Ukhhh!!!!" Jormungand tersedak darahnya sendiri.


*Swwiiinggg\, DGUUAAASSHH*


  Jormungand rupanya tertusuk bayangan yng tiba-tiba memunculkan tombak-tombak hitam yang langsung menancap di tubuhnya.


Jormungand juga langsung mematahkan tombak-tombak yang menancap di tubuh nya dan hendak melompat menghindari bayangan aneh di bawah kakinya.


"!????" Jormungand tiba-tiba merasa tubuhnya semakin berat.


*Ziinggg\, Jraaasshhhh*


Tiba-tiba Jormungand terjatuh dan terduduk diatas kedua lututnya. Pundak nya terasa sakit dan berat seolah ada yang menginjaknya.


"Takaoni(Devil Eagle) ...." ujar Seseorang yang tiba-tiba muncul menginjak pundak Jormungand.


*Dhhuaaashhh*.


Seketika Jormungand langsung terkubur setengah badan karena beban berat di pundaknya.


"Kau...!!!". ujar Jormungand.


Rupanya Yuzuru muncul tiba-tiba entah darimana dan langsung menginjak dua pundak Jormungand.


"Kau... Tubuhmu kecil tapi sangat berat." Ujar Jormungand tenang.


"Kau cukup tenang untuk seorang yang sedang dalam kondisi terjepit" ujar Yuzuru.


"Terjepit? Hah!! Aku terperosok bukan karena tubuhku tak kuat menahanmu. Melainkan karena permukaan tanah yang kuinjak cukup lunak." balas Jormungand.


"Begitukah?."


"Ya... " jawab Jormungand.


*Grabb\, Zwoooshhhh*


Jormungand langsung memegang kaki Yuzuru lalu hendak melemparnya. Namun saat disentuhnya, tubuh Yuzuru seakan transparan dan tembus.


*Dhuuaakkk*


Yuzuru menendang kepala Jormungand. Namun langsung ditangkis dengan tangan kirinya. Kemudian Jormungand langsung memukul tanah dengan kuat sehingga menimbulkan kepulan debu tebal yang menyulitkan Yuzuru untuk melihat.


"Percuma... debu saja tidak akan mengganggu ku" ujar Yuzuru santai sambil masih menginjak pundak Jormungand.


"Kageoni... (Devil Shadow)" ujar Yuzuru lirih.


Saat itu juga bayangan hitam tiba-tiba muncul merambat meluas dari tanah dibawah Yuzuru hingga sekitar 200 meter. Lalu dari bayangan itu muncul ratusan tali hitam yang langsung mengikat tubuh Jormungand dengan erat.


"Tch...mengganggu saja." kesal Jormungand.


Dia (Jormungand)kemudian kembali melemparkan bola cahaya putih keatas yang meledak memancarkan cahaya silau yang membutakan mata.


"Dengan ini bayangannya harusnya menghilang..." gumam Jormungand.


*Jjreeebbbb\, JJRAAASSHHHH*.


"!!?? Tidak menghilang?...Dan lagi..kenapa panas??" kaget Jormungand.


Rupanya Jormungand melemparkan bola tersebut dimaksudkan untuk menghilangkan bayangan hitam yang mengikatnya. Namun justru bayangan tersebut malah semakin bertambah banyak, kuat dan tiba-tiba memanas.


Yuzuru kemudian melompat sedikit dan melambaikan tangannya. Tiba-tiba bayangan hitam tersebut membawa Jormungand bergeser beberapa meter kedepannya. Yuzuru kemudian duduk di tempat yang semula berdirinya. Dia masih belum bergeser sedikitpun dari posisi awal dia bertemu Jormungand. Dia hanya sekadar mengubah-ngubah arah untuk menipu Jormungand.


"Dasar bodoh. Warna putih secara hampir keseluruhan bagiannya memantulkan cahaya, sedangkan warna hitam menyerap cahaya dan mengubahnya dengan mudah menjadi panas.


Mungkin kau Bermaksud untuk menghilangkan 'bayangan' dengan menggunakan 'cahaya'. Namun efeknya hanya sementara karena bayangan yang kau lihat ini bukanlah 'bayangan' biasa. Melainkan 'medan hitam' yang teraplikasikan pada tanah." ujar Yuzuru.


"Jadi permasalahannya hanya apakah cahaya putih milikku atau 'medan hitam' milikku yang lebih kuat? Atau sederhana nya kau ingin mengejek ku dengan bahasa yang halus?" tanggap Jormungand.


Tapi kau seharusnya bangga dengan dirimu sendiri. Kau setidaknya harus membuatku menggerakkan anggota badanku hanya untuk mengalahkan mu. Tidak seperti makhluk 'anomali' lainnya yang bisa langsung 'kuserap'." ujar Yuzuru.


"Sialan..." gumam Jormungand yang masih terikat.


"Makhluk anomali? Jadi kau sudah menyadari kalau aku bukan manusia?" ujar Jormungand pada Yuzuru.


"Hahah!!! Tentu saja. Aroma dan aura mu jauh berbeda dengan manusia pada umumnya.


Sederhana nya kau hanya monster yang memiliki kecerdasan seperti manusia. Kau adalah bentuk puncak dari keganasan, dan kecerdasan serta naluri hewan diluar sana. Walau entah kau monster legendaris macam apapun di mataku kalian tetaplah tergolong sebagai animalia, Melata" ejek Yuzuru.


"Mulutmu sepertinya perlu kubungkam. Justru dari sudut pandangku lah. Manusia yang lebih hina. Sejarah mereka selalu penuh dengan kekacauan dan kegilaan.


Bahkan seekor ibu singa pun tak akan tega memakan anaknya sendiri. Berbeda dengan manusia yang bahkan mau memakan, memperjualbelikan anaknya sendiri, menghancurkan kehormatan dan prinsip hidupnya hanya demi secuil harta.


Pikiran mereka selalu tak bisa ditebak, banyak dari mereka yang tak bisa dipegang ucapannya. Konflik, pengkhianatan, kejahatan yang bahkan tak terpikirkan oleh makhluk seperti kami. Jadi apa kau masih berpikir kalau manusia adalah makhluk tertinggi?.


  Dan lagi lancang sekali kau menganggap makhluk 'anomali' atau istilah apapun itu yang kau gunakan, kau anggap seakan lebih rendah dari manusia." geram Jormungand.


  "Haa? Kau bisa tersinggung juga ya? Tak kusangka dirimu punya perasaan...kalau tidak salah namamu jormungand kan?.


Lucu sekali melihat seekor ular yang sudah masuk terjebak kedalam toples masih mendesis seakan dirinya bisa masih bisa membunuh pawang ular sementara dirinya sendiri tak bisa keluar dan terancam mati karena tak adanya lubang udara dari toples yang menutupnya." ejek Yuzuru.


"BBOOOCCAAHHH!!!" suara Jormungand semakin serak dan berat, auranya semakin meningkat. Jormungand terlihat semakin terpancing emosinya.


"Kau marah? Haha. Pemikiran yang abstrak dari seekor ular menyedihkan.


Aku menghina 'hewan' seperti kalian bukankah wajar? Derajat manusia sejak awal jauh lebih mulia dibanding kalian.


Meski ucapan mu ada benarnya. Sejarah manusia selalu penuh kekacauan dan kekelaman. Namun tak selalu seperti itu. Manusia adalah makhluk yang memang paling sempurna di kehidupan dunia ini.


Yah. Jika kau mempercayai adanya 'kehidupan' setelah 'kematian' maka seharusnya kau mengetahui adanya sosok yang diciptakan jauh lebih sempurna. Mereka adalah malaikat. Bukan malaikat yang banyak didefinisikan sembarangan dan disalah artikan oleh banyak orang. Tapi malaikat yang bahkan tak akan terpikirkan oleh siapapun yang masih berada di kehidupan fana ini.


Bagi makhluk yang sudah 'sempurna' seperti dirimu mungkin tak memahaminya. Namun yang justru 'kesempurnaan' manusia terletak pada ketidaksempurnaannya.


Manusia diciptakan kosong dari segala kemampuan, kecuali dari apa yang ada secara naluriah. Dari lahir mereka selalu bergantung pada manusia yang terlebih dahulu ada. Bahkan manusia pertamapun tak bisa langsung memiliki kemampuan untuk mempelajari kehidupan ini. Manusia pertama langsung dibimbing oleh sosok tunggal diluar imajinasi yang menciptakan segala-galanya, yang kita sebut sebagai Tuhan.


Walau demikian semakin lama, manusia menjadi semakin asing kepada penciptanya sendiri. Sehingga mereka dipenuhi dengan berbagai keburukan. Berbeda dengan hewan atau anomali yang 'hanya mendapat secuil' dari apa yang mereka namakan sendiri sebagai 'kekuatan Tuhan'. Yang lalu kemudian mereka merasa lebih baik dari manusia.


Manusia memiliki banyak kesempurnaan yang tidak dimiliki oleh makhluk 'sempurna' seperti kalian. Manusia diciptakan sebagai makhluk pembelajar.


Ya benar. Mereka bodoh, mereka menjijikkan, mereka lemah, umur mereka pendek, mereka tidak bisa beregenerasi. Mereka tak bisa makan apapun secara sembarangan, mereka tak bisa hidup sendirian yang mungkin membuat kalian berpikiran kalau manusia adalah makhluk yang manja. Aku tidak menyanggah hal itu tapi manusia punya sesuatu yang lebih dari kalian.


Yaitu ini....(Yuzuru kemudian menunjuk pada kepalanya dan dadanya)" Yuzuru kemudian terdiam dan tersenyum kecil.


"Kau mau bilang kalau manusia lebih pintar dan berhati nurani? Sungguh berlawanan dengan apa yang barusan kau katakan.


  Manusia sungguh bodoh, dan kejam apa kau tak paham hal itu? Kalianlah yang selalu merasa berada di atas makhluk-makhluk seperti kami." ujar Jormungand.


"Pintar? Nurani? Bukan itu yang kumaksud" ujar Yuzuru.


"Lalu apa?".


"Pemikiran(Akal) dan Ambisi(nafsu)." ujar Yuzuru.


"Apa maksudnya? Justru kedua itu yang manusia ketinggalan dari kami." ujar Jormungand.


"Ya. Kalian lebih pintar, dan selalu merasa lebih pintar. Jika seseorang mengakui dirinya bodoh maka dia akan berpikir untuk menghilangkan kebodohan pada dirinya.


Kalian juga lebih memiliki nurani, jika itu benar maka kalian tidak terlalu memiliki ambisi besar seperti manusia.


Dengan adanya pikiran dengan penuh kebodohan, manusia mau untuk terus memeras otaknya berpikir. Segala hal yang bahkan tidak penting akan mereka pikirkan. Mereka juga lemah dalam hal fisik. Dari pikiran dan pengakuan bahwa manusia lebih lemah dari beberapa makhluk lainnya terciptalah yang namanya senjata.


Dengan adanya ambisi, ketika manusia melihat sesuatu yang dapat berenang maupun terbang bebas mengarungi lautan dan langit luas mereka terpancing untuk berpikir. Dari pemikiran abstrak merekalah terciptanya kapal dan kendaraan udara.


Manusia adalah makhluk pembelajar!!


Mereka lemah!! Itulah mengapa mereka menciptakan senjata, armor dan alat-alat pertahanan diri. Mereka mudah lelah!! Itulah mengapa mereka membuat alat-alat sederhana yang memudahkan keseharian mereka. Mereka bodoh!!! itulah mengapa mereka selalu mengembangkan dan mewariskan pengetahuan baru kepada orang lain.


Umur mereka pendek dan tidak abadi!! Itulah yang menjadikan setiap detik dan setiap moment mereka berharga, mereka menjadi paham betapa pentingnya waktu bagi mereka.


Tubuh mereka juga tak bisa serta merta beradaptasi dengan mudah dengan lingkungan. Itulah mengapa mereka menciptakan pakaian. Mereka kacau, itulah mengapa mereka membuat sistem kepemimpinan. Mereka tak bisa hidup sendirian, itulah mengapa mereka membentuk komunitas dan menjadi sebuah puncak dari peradaban dari makhluk lainnya.


Meski penuh kekacauan. Di dunia mana pun yang aku kunjungi. Dunia dimana manusia menjadi makhluk mayoritas, disanalah terdapat banyak kemajuan peradaban.


Meski mereka bukan makhluk terkuat tapi manusia yang selalu menjadi pusat peradaban. Makhluk seperti kalian yang tak dikatakan 'sempurna' menjadi tertarik pada manusia dan mempelajari kehidupan manusia.


Kalian berbaur, meniru manusia, mempelajari bahasa manusia, berpakaian layaknya manusia dengan alasan untuk penyamaran. Namun sebenarnya itu adalah bukti kalau kalian 'tak memiliki kekayaan budaya' seperti yang dimiliki manusia.


Biar kutanya dirimu,Jormungand. apakah ular sepertimu bisa menciptakan konsep dari apa yang kau sedang kenakan saat ini? Pakaian yang kau kenakan saat ini diciptakan oleh manusia.


Dari pertanyaan itu saja sudah membuktikan kalau kalian tidak lebih baik dari manusia, dan kalian tidak lebih hebat dari hewan lainnya. Hanya ukuran saja yang besar, tapi otaknya tetap kecil" ejek Yuzuru.


"..." Jormungand terdiam.


"Manusia memiliki kaki yang mudah terluka, oleh karenanya mereka menciptakan alas kaki yang melindungi kaki.


Manusia memiliki tubuh yang mudah kedingingan dan kepanasan oleh karenanya mereka menciptakan berbagai macam jenis pakaian.


Manusia juga memiliki citra seni yang tinggi itulah mengapa mereka tidak hanya menciptakan sebuah barang yang asal sesuai dengan fungsinya. Pakaian keren warna putih milikmu juga memiliki nilai seni. Aku yakin kau asal menirunya saja tanpa tau esensi didalamnya. Dan tak memahami pemikiran manusia yang lemah.


Sesuatu yang berharga bagi manusia lebih rapuh dari apa yang bisa makhluk kalian kira. Tapi itulah yang membuat mereka menjadi makhluk yang 'indah' dan 'sempurna'." ujar Yuzuru.


"Kau... Daritadi selalu berlagak seolah kau lebih baik dari kami. Kutegaskan bahwa kami lebih baik dan lebih kuat dari manusia.... kami..." ujar Jormungand yang tiba-tiba dipotong ucapannya.


"Ya...Kalian hanya memandangi segalanya dari segi kekuatan. Itulah yang membuat kalian jadi lebih buruk. Bagiku kalian tidaklah 'indah'." ujar Yuzuru.


Jormungand terdiam, dia tak membantah ucapan Yuzuru.


"Kalau kalian lebih cerdas dan lebih maju serta lebih kuat. Biar kutanya. Kalian hidup bersembunyi atau manusia yang hidup bersembunyi?" ujar Yuzuru yang kemudian tersenyum.


  Ucapan terakhir Yuzuru memancing emosi Jormungand yang kemudian meledakkan sebuah bola putih raksasa.


  *DHUUUAAAAARRRRRRSSSHHHH*


  Sebuah kawah raksasa dengan hanya ada Yuzuru dan Jormungand ditengahnya baru saja tercipta. Cahayanya memenuhi ufuk langit, suara ledakannya bahkan meruntuhkan bukit-bukit batu dalam jarak yang cukup jauh.


"..." Yuzuru terdiam. Dia memegang telinga kanannya dan menggerakkan sedikit kepalanya. Lalu Yuzuru memandang tangannya.


"Berdarah..." ujarnya. Rupanya gendang telinga kanannya sedikit robek akibat suara kencang ledakan yang dibuat Jormungand. Seketika luka di telinga Yuzuru kembali sembuh saat ada pola seperti listrik berwarna merah muncul entah dari mana dan menyembuhkan lukanya.


"KAU!!! BERLAGAK MANUSIA SEAKAN LEBIH BAIK. MEMBUATKU MUAK!! MANUSIA SELALU LEBIH UNGGUL DALAM BERBUAL!!! BUKTIKAN DIRIMU DAN KALAHKAN AKU, MANUSIA!!!!". ujar Jormungand yang sisik-sisik nya mulai keluar. Suaranya juga sudah mulai berat. Jormungand sepertinya berniat mengeluarkan wujud aslinya. Ledakan tadi menghilangkan bayangan buatan Yuzuru yang mengikatnya.


"Manusia?? Haha maaf. Aku sudah bukan manusia lagi." ujar Yuzuru.


"Lalu apa? Kau ingin mengatakan kau wujud yang jauh lebih sempurna dari manusia!?? Tak bisa menua, abadi, memiliki kekuatan layaknya tuhan, mampu beregenerasi? Jadi sebenarnya kau lah yang sempurna? Jadi untuk apa kau memuji-muji manusia barusan, kalau kau hanya ingin memuji dirimu sendiri?". Ujar Jormungand geram.


"Sempurna? Tidak... aku adalah wujud dari puncak 'manusia menyedihkan' dan puncak dari 'kehinaan manusia'.


Tak bisa menua, menjadikan ku tak menghargai usia. Abadi membuatku tak lagi menghargai waktu. Memiliki kekuatan layaknya tuhan? Haha... bahasamu terlalu lancang. Sekuat apapun makhluk mantan manusia sepertiku, jika dibandingkan dengan 'secuil' saja kekuatan tuhan maka kami tak ada apa-apa nya.


Aku tidak sesombong itu untuk mengatakan aku setara dengan tuhan. Hanya orang bodo yang mengatakan dirinya setara dengan tuhan. Dia tidak sadar akan kodrat alam semesta ini yang tidak lain tidak bukan hanyalah ciptaan semata." ujar Yuzuru.


"Jadi. Apa dan siapa kau sebenarnya?"


"Singkatnya. Aku adalah titik terendah dari wujud umat manusia. Menarik bukan?


Wujud tertinggi dari monster seperti mu.  Berhadapan dengan wujud terendah dari umat manusia. Kita lihat siapa yang akan lebih unggul" ujar Yuzuru.


               ....Bersambung.