
...Berburu atau Diburu part 2...
"Ultimate Form!? Aku tidak tau apa yang berubah darimu selain aliran 'mana'mu yang kurasa semakin cepat dan cep..." Belum sempat Mizuki menyelesaikan kata-katanya, Ayako menyerang dengan sangat cepat mengarah ketubuh bagian kiri Mizuki.
*Swiiingggg Ctraanggg, ZTTTRRRRRTTTTSSS*(*Sfx)
Dengan keras suara dentuman pedang Ayako, dan tongkat Mizuki beradu. Tongkat Mizuki dilapisi dengan aura hitam yang kuat, melawan pedang Ayako yang bersinar cerah dan memancarkan aura kuning yang kuat.
Kali ini Mizuki terpaksa menggunakan kedua tangannya. Dentuman tersebut sampai memercikkan bunga api, keduanya tidak mau kalah,ketika dua senjata tersebut bersentuhan dan keduanya saling mengeluarkan aura yang lebih kuat lagi. sehingga bila dilihat dari jarak jauh maka akan terlihat seolah-olah dua petir dengan warna berbeda saling bertabrakan.
"Meski sudah terluka seperti itu tapi kekuatan nya masih sebesar ini, dia bukan lawan yang bisa kukalahkan dengan serangan yang setengah-setengah" gumam Ayako. Kemudian keduanya lompat menjaga jarak.
"Luar biasa Mizuki!! Sudah kuduga kau memang orang yang kuat, tapi apakah tidak ada cara lain untuk keluar dari realitas marmermu selain membunuhmu!?" Tanya Ayako dengan nada lantang.
"TUTUP MULUTMU!!! AKU TIDAK BUTUH PUJIAN DARIMU!!" Teriak Mizuki. Lalu keduanya saling menyerang dengan sangat cepat, bahkan mata manusia super saja kesulitan melihat gerakan kilat mereka berdua. Pukulan tongkat Mizuki dan tebasan pedang Ayako sangatlah berat sehingga lantai istana Ryuugu yang dijadikan tumpuan kaki untuk menyerang dan bertahan hancur berkeping-keping.
Dalam satu kesempatan di pertarungan udara, Mizuki berhasil mengarahkan tongkatnya kearah kepala Ayako, Namun Ayako berhasil bermanuver diudara dengan memutar tubuhnya lalu menedang dengan keras kepala Mizuki,dan menginjak bahu kirinya Mizuki. Mizuki terjatuh dengan keras dengan kepala yang menghantam lantai terlebih dahulu. Lantainya hancur berkeping-keping, membentuk suatu kawah, asap berterbangan dimana-mana, tiba-tiba suasana sunyi, seolah tidak ada tanda-tanda kehidupan lagi.
Ayako melihat keatas "Setelah pertarungan barusan, pelindung ini tidak tergores sama sekali, padahal istananya sudah terlihat mau rubuh. Sepertinya yang diucapkan Mizuki benar adanya, tapi ada yang aneh" gumam Ayako.
"Sepertinya dia belum mati, buktinya aku belum keluar dari dunia ilusi ini... " pikirnya.
Ayako segera mencari tubuh Mizuki yang terjatuh, lalu dia mendapati Mizuki terlentang penuh luka, dan darah. Kepalanya bocor,wajahnya penuh darah, racun ditangan kirinya semakin menyebar,nafas Mizuki sudah tersengal-sengal terlihat walau hanya untuk bernafas saja sudah kesakitan. Mizuki berusaha untuk berdiri,tubuhnya bergetar hebat, dia berdiri dengan bertumpu pada tongkatnya. Saat baru saja berhasil berdiri, Mizuki tiba-tiba jatuh tersungkur lagi lalu muntah darah, dia terus menerus terbatuk-batuk dan muntah darah hingga wajah dan kulitnya membiru, nampaknya racun ditangan kirinya sudah menyebar luas keseluruh tubuh Mizuki. Tatapan Mizuki hampir-hampir kosong, dia berusaha sangat keras untuk tetap menjaga kesadaran nya.
"Luar biasanya, kau memang orang yang luar biasa" ujar Ayako.
"Walau aku tidak tahu dengan dasar apa kau menyerangku, tapi kau telah menunjukkan tekad dan semangat tempur yang sangat luar biasa, mungkin sangat pantas bila kau kusebut rivalku. Jujur aku ingin bertarung melawanmu disaat kondisi prima dilain waktu tapi melihat kondisi tubuhmu... sepertinya... hal tersebut tidak mungkin... " ujar Ayako sambil tidak tega melihat kondisi mengenaskan Mizuki.
"Sialan!! ahahahaha... lagi-lagi kau mengasihani ku, untuk apa kau mengasihani musuh yang bahkan ingin membunuhmu." ucap Mizuki dengan sedikit tertawa. "waktumu tinggal 7 menit lagi, kalau kau tidak membunuhku maka kemenangan berada dipihakku" tambah Mizuki. Awalnya Ayako merasa ragu untuk melanjutkan pertarungan setelah sebelumnya melihat kondisi Mizuki, dia dilema antara prinsip keksatriaannya dengan cara bertahan hidup dengan membunuh musuh yang sudah sekarat, Namun Ayako mengingat kembali kata-kata Mizuki sebelumnya 'bertarunglah sepenuh hati, hanya dengan hal itu saja kau sudah menghormati musuh-musuhmu' maka keraguan dan dilema itu hilang.
...Kepahitan dibalik Keindahan...
"Lawanku yang terhormat... aku punya spekulasi, dengarkanlah baik-baik" ujar Ayako tiba-tiba.
"hah? " Tatap Mizuki dengan wajah heran.
"Pertama datang kesini aku melihat banyak keindahan alam dibawah laut dari dalam pelindung gelembung yang membentuk aquarium raksasa ini, lalu kloningmu menyambutku masuk dengan ramah lalu aku masuk melihat keindahan dan kemegahan dalam istana Ryuugu. Ketika kita bertatapan kau mengatakan bahwa pelindung ini tidak akan hancur kecuali setelah 15 menit, dan aku tidak mungkin keluar dari sini kecuali harus membunuhmu.... " Ayako terdiam sejenak.
"Tangan kirimu, adalah tangan yang kau gunakan untuk memegang kipas, akan tetapi sejak awal kita bertarung disini kau sama sekali tidak memegang kipas itu." Ayako terdiam lagi.
"MEMANGNYA KENAPA KALAU AKU TIDAK MEMEGANG KIPAS ITU??" ujar Mizuki teriak dengan serak.
Maka luka dan racun di tangan kirimu berasal dari musuhmu yang sebelumnya, kau telah berkali-kali menggunakan jurus-jurus 'Mizukami no Jutsu' milikmu sehingga sepertinya dari awal kau sudah terlihat kelelahan, semua jurus-jurus itu jujur saja sangatlah luar biasa maka tidak mungkin tidak memiliki efek samping ketika penggunanya tidak dalam kondisi prima, kau juga nampak hampir pingsan ketika 3 jurus yang diarahkan ke Shyva digagalkan oleh Ryuuzaki.
Menurutku sebelumnya juga kau sudah menggunakan 'realitas marmer' sebanyak 3 kali, itulah yang menyebabkan adanya 3 bercak hitam yang membentuk jaringan di tangan kirimu dan sekarang adalah yang ke 4 sehingga ditanganmu sekarang ada 4 bercak.
Kau sudah Overheating sama seperti mesin yang bila dipaksakan maka akan ada bagian yang terbakar,kau mengorbankan tangan kirimu karena memang sudah terkena racun, awalnya kau yakin akan bisa menetralisir nya akan tetapi, racun itu semakin menguat seiring berjalannya waktu, ditambah juga sepertinya kau terkena percikan racunnya Shyva yang memperparah luka dan kadar racun yang ada didalam tubuhmu.
Lalu pendapatku mengenai durasi waktu 15 menit pelindung ini tidak akan hancur walaupun diserang sekuat apapun adalah bohong, sejak awak justru pelindung ini tidak ada. Orang-orang yang masuk kedalam taman Istana Mulia Ryuugu akan langsung tenggelam di laut yang sangat dalam dan luas ini lalu diserang oleh 'raja-raja' laut itu.
Lalu perbuatan mu yang memperlihatkan keindahan alam dan kemegahan istana adalah perbuatan yang tidak diperlukan, kau seolah hanya ingin memamerkan nya untuk terakhir kalinya. Sepertinya istana ini sangatlah istimewa bagimu. Ada sesuatu yang membuat Istana ini 'dikutuk' untuk tetap berada dilaut dalam.
Durasi 15 menit adalah batas waktu hidupmu sebelum akhirnya mati oleh racun itu. Kau ingin hidupmu berakhir di Pertempuran yang sengit, tapi kau juga orang yang serakah karena baik aku menang, atau pun kalah, aku akan tetap mati.
Realitas marmer ini hanya akan menghilang kalau 'target' sudah tewas meskipun pengguna jurusnya mati. Realitas marmer ini memperbaiki dirinya sendiri dengan menyerap 'mana' yang menguap dari tubuh 'target' yang mati dan istana ini akan menjadi nyata disuatu tempat ketika sudah mengumpulkan sejumlah besar 'mana' karena itulah kau menjadikan dirimu sendiri dan diriku untuk menjadi 'tumbal' agar istana ini menjadi nyata. Peperanganmu tidak sepenuhnya membela orang lain seperti yang kau ocehkan dari awal, tapi diantara peperangan mu ada yang didasari ambisi dan egoisme pribadimu.
Menurut suatu buku cerita Ryuugu adalah seorang raja Manusia setengah ikan, dia memiliki singgasana di darat. Memerintah rakyatnya dengan bijak, hidup berdampingan dengan manusia biasa dan ras lainnya. Namun diakhir hayatnya dia dikhianati oleh bangsanya sendiri lalu singgasananya di tenggelamkan ke laut dalam, seluruh keluarganya dibantai hanya kedua putri nya saja dan gadis kecil pengawal sang putri yang berasal dari ras manusia biasa. Sebelum Ryuugu mencapai ajal nya dia mengumpulkan 5 senjata legendaris yang pernah dia dapatkan dan kumpulkan, semuanya dia berikan kepada orang lain.
1.Pedang panjang Norimitsu Odachi dia berikan kepada penerus tekad pendekar bumi
2.Pedang merah Ame no Habakiri yang dipakai pendekar badai Susano'o untuk membunuh 6 kepala Yamata no Orochi dia berikan kepada penerus tekad Susano'o
3.Pedang Putih tentetsutou yang dikatakan adalah pedang surga dia berikan kepada penerus tekad pendekar langit
4.Tombak kuning Odin Gungnir dia berikan kepada putri tertuanya
5.Tombak poseidon dia berikan kepada gadis pengawal putrinya.
Ada banyak kisah sentimen yang menceritakan bahwa meski mereka berdua dapat bertahan hidup mereka tetap berusaha untuk mengembalikan Istana Ryuugu kembali ke daratan. Realitas marmer ini adalah bentuk kerinduan dari seseorang yang pernah tinggal didalam nya.
Meski gadis pengawal putri Ryuugu awalnya adalah manusia biasa yang sama sekali tidak bisa menggunakan kekuatan apapun dan sebelumnya hanya jadi teman bermain kedua putri tersebut, gadis pengawal dikatakan dapat mengendalikan air dan memikiki kekuatan besar setelah memiliki tombak Poseidon, tapi gadis tersebut memiliki tubuh yang sakit-sakitan , sang putri tidak tau pengawal sekaligus sahabatnya menderita sakit parah karena selalu disembunyikan dengan senyuman dan keceriaan. Namun disuatu hari putri yang tertua tersebut terbunuh pada usia yang sangat belia oleh mantan sahabat ayahnya yang ternyata adalah pengkhianat, setelah itu aku tidak mengetahui kisah si gadis pengawal itu dan adiknya si tuan putri.
Aku mengingat kisah tragis itu itu ketika aku masuk kedalam 'realitas marmer'mu dan kisahnya sangat cocok dengan dirimu... Mizuki apakah kau... gadis pengawal itu....? " tanya Ayako, mengakhiri penyampaian 'spekulasi'nya.
Ekspresi Mizuki terlihat sangat kaget "lu... luar biasa... " ujarnya serak.
"Haha... buku.. cerita.. macam apa yang bisa menceritakan kisah sedetail itu, outsider... uhuk.. uhuk.. " Ujarnya lagi sambil terbatuk-batuk. Kemudian Mizuki menunjukkan tongkatnya lalu berkata lirih dgn sangat serak, seperti nya suaranya sudah hampir habis. "Hirake.... (terbukalah)........ POSEIDON.....!!!".
^^^....Bersambung^^^