
...Rouge...
"Kau orang yang menarik Ryuuzaki.... mari lanjut kan 'permainan' kejar-kejaran kita" ujar Aiko.
"Baiklah, asal kau tahu setiap realitas marmer yang dibuat oleh seseorang memiliki tingkatannya sendiri,dan tidak semua realitas marmer langsung benar-benar aktif ketika digunakan.
Kebanyakan orang tidak mau menggunakan 'hakikat' realitas marmer nya terlebih dahulu, dan lebih cenderung menggunakan nya hanya sebagai 'arena' tempur yang tidak bisa diganggu gugat oleh orang lain" jelas Ryuuzaki.
"Aku bukan orang bodoh,kurasa dengan tingkat kemampuanmu sekarang, kau bisa mengalahkan diriku dengan sekejap. Kalau sudah begini mau tidak mau aku harus menggunakan 'hakikat' realitas marmer milikku".
Aiko menunduk dengan memegang tangan kirinya kemudian berteriak keras.
"AAAAAAAAAAAAARRRRRRRGGGGHHHHHH!!!! TERBUKALAH!!! ROUGE!!!! (merah) "
Tangan kiri Aiko memegang tombak yang sebelumnya dia jadikan sebagai anak panah, kemudian kedua kulit tangannya dari ujung jari sampai siku berubah menjadi warna merah.
Langit-langit 'gua' realitas marmer Aiko pecah dan terbakar hebat serta nampak dibalik langit tersebut ada api yang menyambar masuk, magma dan lava di bawah mereka berdua bergolak hebat, stalaktit & stalakmit 'gua' tersebut roboh dan mencair jadi lava.
"Kau tahu Ryuuzaki?? Api bahkan bisa terbakar oleh api, meskipun jenis kekuatan mu adalah api tapi tetap saja kau akan merasakan panas dan penderitaan bisa terbakar oleh api yang lain. Realitas Marmer ku memiliki tiga tahapan yaitu Rouge(Merah), Blanche (Putih), dan Noir(Hitam), kita lihat sampai dimana kau bisa bertahan." Ujar Aiko.
"Baiklah, mari kita bertarung sampai salah satu dari kita mati" ujar Ryuuzaki sinis.
Situasi disekitar mereka berdua sudah sangat mengerikan dengan gejolak api dimana-mana, sampai-sampai tidak ada tempat lagi disitu kecuali diselimuti oleh api.
...****************...
...Api dalam api...
"Hyyaaattt"
Aiko maju menyerang duluan menggunakan tombak putih nya.
Ryuuzaki pun menangkis serangan demi serangan dari Aiko.
Keduanya kemudian saling bertukar serangan.
*CTTRAAANGG, CTTAAARRR, DHUUAAARR*
Suara tombak yang saling beradu terdengar sangat nyaring dan menyambar bagaikan petir yang sangat besar. Keduanya bertarung didalam gumpalan api besar yang menyelimuti mereka berdua.
"Hinokami no Jutsu : Ichi no Kata : Atsui Taiyo!!" teriak Aiko (Jurus penguasa Api : langkah pertama : Terik matahari).
Lalu tiba-tiba aura disekitar Aiko terus meningkat suhunya, dan kecepatan nya meningkat pesat, Ryuuzaki merasakan panas yang amat sangat menyengat ketika dia berbenturan dengan Aiko.
Keduanya bergerak dalam kecepatan yang hampir menyamai kecepatan cahaya, meski terlihat Aiko unggul dalam hal kecepatan dan teknik api yang dia miliki, Ryuuzaki mampu mengimbangi kemampuan Aiko dengan Teknik-teknik tombaknya yang memukau dan sudah sangat terlatih.
"HYYYAAAAAHHHHH" teriak Ryuuzaki, melancarkan serangan tusukan dahsyat ke perut Aiko.
*DDDHHHUUUUAAAARRRRR*
Terdengar ledakan yang sangat memekakkan telinga, Aiko terkena dampak ledakanndan tusukan dari ujung tombak Ryuuzaki. Aiko terpental tidak terlalu jauh,namun perutnya terluka.
"UHUKKK, UHUKKK(batuk) .... SIAL!! "
ujar Aiko sambil memegangi perutnya yang berdarah.
Tangan kanannya memegangi perut kemudian dia menyembuhkan luka nya dengan 'api penyembuhan' berwarna biru.
Ryuuzaki melancarkan serangan susulan,
kali ini dia langsung mengincar leher Aiko.
"NI NO KATA!! HINODE!!"(matahari terbit)
Teriak Aiko dengan cepat ketika tombak Ryuuzaki hampir mengenainya, sambil menangkis dengan tombaknya dari arah bawah keatas.
*DDDHUUUUUAAARRRRRR*
Ledakan keras kembali terjadi. Kali ini ledakannya berasal dari suatu portal api yang tiba-tiba muncul dari bawah Ryuuzaki, kemudian mengeluarkan bola api raksasa setengah lingkaran yang menabrak Ryuuzaki dengan keras.
Bentuk ledakannya tampak seperti siluet 'Matahari terbit' raksasa. Ledakan keras tersebut menutupi pandangan sekitar, Aiko menatap kedalam ledakannya tersebut.
"Ck!!! Sudah kuduga tidak mungkin semudah itu!!"
Ujar Aiko setelah merasakan 'aura' dari kekuatan Ryuuzaki yang masih berkobar.
"Aura miliknya sangat mirip dengan Reikishi, sepertinya dia memang tipe yang jiwa nya menyatu dengan suatu senjata ataupun makhluk tertentu... " gumam Aiko dalam hati.
Dari balik ledakan itu muncul Ryuuzaki masih berdiri tegap dengan api sebagai pijakannya di langit(keduanya berdiri di langit dengan pijakan masing-masing) menatap Aiko dengan tajam.
*SWIIINGGGG*
Ryuuzaki melemparkan tombak nya. Namun berhasil dihindari oleh Aiko, ketika tombak nya melewati Aiko, tiba-tiba sudah berada di belakang Aiko sambil memegang kembali tombaknya.
"Cepat sekali!!! " gumam Aiko,
Lalu belum sempat menoleh,leher kanan Aiko kali ini terkena tebasan telak dari bagian tajam tombak Ryuuzaki.
*DDDHUUUUAAARRRR*
Aiko terpental sangat jauh, kemudian dia tertunduk.
"UGHH!!! Untung saja aku berhasil menghindar disaat terakhir tapi bahuku... Ugghhh" Keluh Aiko dalam hati,
Dari bahu sampai pundaknya terbuka karena luka ditebas. Lagi-lagi Aiko memegang bagian yang terluka lalu hendak menyembuhkannya. Belum sempat selesai Aiko menyembuhkan lukanya, Ryuuzaki kembali menyerang dengan cepat, serta kembali mengincar kepalanya tanpa ampun.
"SHI NO KATA!!! ARASHI!!!" (Badai (panas matahari)).
Kemudian muncul gumpalan api yang mementalkan badan Ryuuzaki dan muncul berbagai topan dan gumpalan-gumpalan api yang bagaikan awan lainnya yang langsung mengarah ke Ryuuzaki.
"Yon no Kata!! Hinotama!!" Lalu muncul bola-bola raksasa dari berbagai arah langsung menyerang Ryuuzaki yang sedang di dalam 'badai api matahari'
*DDHUUAAAAARRRR*
Ledakan hebat kembali terjadi.
"Ukhhh....panas dan kuat sekali!! " gumam Ryuuzaki,
"Mau sampai kapan dia akan mengeluarkan jurus2 nya yang merepotkan itu!? " gumam Ryuuzaki kesal,
kali ini giliran Ryuuzaki yang terluka, tangan kanannya terbakar, zirahnya gosong di beberapa tempat, tombaknya mengeluarkan asap seolah habis terbakar.
"Cih!!" kesal Aiko.
"PHOENIX, AURA!!" ucap Ryuuzaki lantang.
Lalu muncul aura raksasa disekitar Ryuuzaki berbentuk burung Phoenix. Ryuuzaki menunjuk kearah Aiko, kemudian api berbentuk Phoenix tersebut menyerang kearah Aiko dengan cepat.
"Tidak akan kubiarkan!! Roku no Kata!!! Mikadzuchi(lingkaran panas matahari), Go no Kata!!! Nichibotsu!!" (matahari terbenam).
Phoenix Ryuuzaki tiba-tiba terikat dan terkurung oleh lingkaran api besar yang sangat banyak ketika ingin mencapai Aiko lalu meledak dengan sangat dahsyat, tidak selesai sampai disitu.
Tempat berpijak dan langit diatas kepala Ryuuzaki membuka portal dan menjatuhkan bola matahari raksasa, lalu meledak dahsyat membentuk siluet seolah matahari terbenam.
*DDHOOOOAAAAARRRRR, DHIOOAAAAARRRRRR*.
Aura phoenix Ryuuzaki menghilang, kedua pihak terkena luka bakar.
"Hah... hah... ha... LUAR BIASA!!! RYUUUZAKI!!! KAU MEMANG LUAR BIASA!!!" teriak Aiko menyeringai.
Kemudian keduanya kembali bertukar serangan jarak dekat, dengan sangat dahsyat. Ayunan tombak kedua belah pihak sangat lah rapih dah elegan sehingga bagaikan tarian kematian bagi lawan-lawannya.
" Kukira kau adalah petarung jarak jauh Aiko " ujar Ryuuzaki, di moment kedua tombak mereka sama-sama terhenti karena saling tangkis.
"Haha! Kalau kau berpikir seperti itu maka kau salah!! Aku adalah petarung jarak menengah sepertimu, senjata utamaku adalah tombak, panah kugunakan untuk perang lapangan, bukan duel seperti ini. Aku mahir menggunakan panah karena mataku yang jeli dan daya ledak nuklir yang mampu aku tambahkan ke benda yang kugunakan.".
Selesai mereka berbicara, Aiko mendadak melompat jauh kebelakang. 'Degh..!' satu suara jantung Aiko terdengar sangat keras. Lalu Aiko tiba-tiba muntah darah
...****************...
...Bulan dan Matahari...
"Ada apa Aiko...? Apa kau mendadak ingin menangis dan pulang kembali kepelukan mama mu yang tercinta...?" tatap Ryuuzaki sambil memancing emosi lawannya.
"Haha... diam kau.... NANA NO KATA!!! AKATSUKI!!!"
Ujar Aiko lalu tiba-tiba menyerang kearah Ryuuzaki.
Ryuuzaki dengan waspada kali ini mundur, Aiko rupanya tidak menyerang dengan cepat kearah Ryuuzaki langsung, akan tetapi dia hanya maju beberapa langkah.
Tiba-tiba Aiko terdiam, dia menyimpan tombaknya kemudian memegang tangan kirinya. Muncul di telapak tangan nya sebuah bola merah gelap pekat.
*SYYYUUUTTT*
Aiko menghilang dari pandangan Ryuuzaki.
"Hachi no Kata... Nichirin... (gerhana matahari cincin) "
Terdengar lagi suara Aiko lirih. Lalu tiba-tiba Aiko muncul di depan Ryuuzaki
"sejak kapan dia...!?" gumam Ryuuzaki kaget.
Ditangan kiri Aiko ada bola merah pekat seukuran bola bisbol dihiasi dengan cincin di sekitar bola tersebut berwarna api cerah yang sangat terang menyilaukan Ryuuzaki, bola tersebut kemudian dibenturkan ke tubuh Ryuuzaki.
Bola tersebut kemudian mendorongnya jauh keatas dan meledak dengan sangat dahsyat, ledakan yang jauh lebih kuat dari teknik-teknik yang dikeluarkan Aiko sebelumnya.
Efek ledakan tersebut nampak seperti bulan merah, sesuai dengan namanya, Ledakan api merah darah yang mengerikan dengan ukuran yang luar biasa besar beserta,ledakan susulan dari lingkaran cincin yang melapisi bolah merah darah tersebut dengan ledakan yang sangat terang dan bisa Membutakan mata manusia biasa.
"GGYYYAAAHHHHH!!! "
Teriak Ryuuzaki kesakitan. Namun meski terkena serangan super dahsyat dari Aiko, Ryuuzaki masih tetap dapat bertahan hidup. Ryuuzaki berdiri tegap dengan tubuh penuh luka bakar dan darah, armor Phoenix nya mulai keropos, tombaknya terbakar, helm nya hilang dimakan api Akatsuki. Efek dari 'Rouge' yang sejak awal terus menyambar nyambar Ryuuzaki mulai terasa dan mulai sulit untuk ditahan oleh Ryuuzaki.
"Mungkin ini akan menjadi akhir dari salah satu kita berdua Ryuuzaki. Biar kuperkenalkan ulang diriku. Aku adalah wakil kapten dari Divisi Spesial yang dapat di tempat kan dimana saja dan kapan saja. Aku adalah putri tunggal dari keluarga Yoriguchi, yang berarti aku adalah pewaris tunggal dari keluarga ku. Namaku Aiko..."
Tiba-tiba Aiko terdiam, matan yang tadinya berlambangkan nuklir yang merupakan pertanda bahwa 'inoryoku' miliknya adalah kemampuan untuk menambahkan efek ledak nuklir kedalam senjata yang dia gunakan, sekarang matanya berubah menjadi pupil garis seperti mata kucing.
"Tapi.... sayang sekali itu bohong...Meskipun namaku Aiko, tapi itu bukan nama asliku... tubuh dan kemampuan ini juga aslinya bukan milikku..." ujar Aiko
Ryuuzaki terheran-heran dengan penjelasan Aiko yang mendadak, dan kemudian keduanya menghentikan saling serang.
"Maksudmu...!? " tanya Ryuuzaki.
...****************...
...Kenyataan yang mengherankan...
"Ya... tubuh ini dulu bukan milikku, tapi mikik tuanku, sekaligus sahabatku dulu".
"Bicaramu melantur ketika kau sekarat ya...?" tanya Ryuuzaki dengan pandangan merendahkan.
Aiko mengabaikan ucapan Ryuuzaki dan melanjutkan ucapannya.
"Dulu anak pemilik tubuh ini adalah manusia yang diberkati diberikan inoryoku yang mana sebenarnya inoryoku mayoritas hanya dimiliki oleh majin sepertiku. Aiko adalah anak yang ramah dan periang sejak kecil, keluarga Yoriguchi adalah keluarga Onmyouji yang memburu iblis maupun siluman seperti ku.
Yah... walaupun aku hanya keturunan dari Iblis rubah legendaris, tapi aku adalah keturunan langsung, murni tanpa darah campuran. sehingga 'mana' yang kumiliki adalah tipe Reikishi seperti monster pada umumnya dan bukan 'Haki' yang dimiliki oleh para manusia.
Berbeda dengan Izuna-sama yang merupakan keturunan dari Okitsune-sama tapi beliau adalah keturunan mutasi dan campuran majin. Sehingga dia mendapatkan Inoryoku dan Reikishi bersamaan. Aku adalah keturunan langsung ynag memiliki kekuatan yang sama persis dengan leluhurku.
Sehingga Yoriguchi menangkap dan menyegelku, akan tetapi bocah kecil bernama Aiko ini selalu mengajakku berbicara asyik dengannya, khas anak kecil yang berusaha mencari teman baru.
Aiko tumbuh sebagai petarung yang kuat, bahkan dia sudah menguasai tiga tahap realitas marmer pada umur yang sangat belia. Ketika beranjak remaja, dia melepaskan segelku dan menjadikan ku sebagai 'familiar pet' miliknya.
Pertama kali aku memiliki tuan yang sangat menyenangkan hatiku, aku selalu merasakan tenang kalau bersamanya, meski terkadang menyebalkan juga bila bersamanya dimana aku selalu dilarang untuk berbuat kejahatan dan memakan manusia, padahal manusia adalah makanan terlezat bagiku.
Tapi kau sangat menyukai dia, senyuman nya kepadaku seolah tidak peduli sebesar apa dosa yang kulakukan dulu. Tapi sayangnya... "
Aiko terdiam.
"Ada apa...? "
Tanya Ryuuzaki.
Namun tetap saja situasi hening,Aiko tidak melanjutkan penjelasannya.
Aiko tiba-tiba kembali batuk darah.
"Uhuk... uhukk... Sayangnya... Aiko yang asli mati diumur remaja. Dia mati dikhianati oleh sahabat manusia bajingannya ynag sangat dia percayai. Dia mati diracun setelah kelelahan bertarung dengan sangat sengit melawan salah satu Cloning Sven salah satu dari tujuh emperor yang kekuatan nya digadang setara dengan kenja no ishi, seandainya aku memiliki 'reikishi' yang cukup ketika itu aku bisa menyembuhkan nya dengan kemampuan regenerasi ku,dengan cara menghancurkan organ yang keracunan lalu membuatnya kembali.
Akan tetapi 'reikishi' ku habis dalam pertempuran melawan cloning sven yang lain, sehingga nyawanya tidak terselamatkan. Disaat-saat terakhir aku mendengar kata-katanya berterimakasih padaku karena mau menjadi temannya....(Aiko terdiam lagi) ...
Saat itu juga aku mengamuk sambil bersumpah akan membalasakan dendam tuanku. Aku mengambil alih tubuh dan kemampuan nya meski jika dibandingkan maka aku masih kalah jauh denga yang asli. Aku menyerang membabi buta kemanapun aku melihat ada pemukiman manusia.
Sampai Izuna-sama datang dan menghentikan ku, pandanganku terhadap realita menjadi terbuka, Izuna-sama lah yang merekrut ku kedalam divisi ini. Dia memberikanku tujuan hidup lain selain balas dendam, dia memberikanku tempat kembali, dia memberikan ku untuk hidup sekali lagi tanpa beban, dia memberikanku teman-teman yang saling membantu dan berusaha untuk saling mengerti.
Saat aku mengetahui bahwa Izuna-sama adalah titisan Okitsune, aku mengadu dan menangis dipangkuannya sejadi-jadinya. Okitsune adalah rubah bijak, berwibawa, dia menjadi tempat keluh kesah makhluk lain.
Izuna-sama juga demikian walaupun dia masih sangat muda dan belia, tapi aura keibuannya selalu membuat orang lain merasa tenang ketika bersamanya.
Jadi Ryuuzaki....aku.... tidak akan membiarkan orang yang merenggut Izuna-sama dan Aiko-sama dari pandanganku tetap hidup, aku masih tidak tau siapa yang meracuni Aiko-sama, tapi didepan ku sudah ada pelaku yang membuat Izuna-Sama terluka dan menghilang. Walaupun mungkin kau bukan pelaku aslinya, tapi aku sudah tidak peduli lagi...semua Outsider dan Exceeder sangat berbahaya bagi kami, dan aku jelas tidak akan melewatkan kesempatan UNTUK MEMBUNUHMU!!!"
Ujar Aiko sambil melotot ke arah Ryuuzaki.
"Baiklah...sebelumnya biar ku perkenal lagi diriku, namaku adalah Ryuuzaki Shingen. Ryuuzaki adalah nama pemberian guruku, dan nama asliku hanyalah Shingen. Aku adalah orang biasa yang mendapat kan anugrah serta kemampuan yang dimiliki oleh makhluk legendaris di duniaku bernama Phoenix, aku berperang bertahun-tahun demi kedamaian dan keamanan dunia dan menjadi salah satu dari 4 orang terkuat yang pernah ada."
Ryuuzaki terdiam sejenak
"Aiko... tidak... kalau kau bukanlah Aiko atau pemilik tubuh itu yang asli, melainkan siluman rubah legendaris, maka... siapa nama asli mu? " tanya Ryuuzaki.
"Panggil saja aku Aiko" kemudian dia menyeringai dengan sangat menyeramkan.
"Tapi nama asliku adalah.... Gumiho"
...****************...
...Gumiho!? ...
"Gumiho..!? Ohh.... kau rupanya merupakan salah satu dari bagian mitologi ya...
Tapi bukannya tadi kau mengatakan, kau hanyalah keturunan langsung dan bukan monster legendaris itu sendiri kan?" tanya Ryuuzaki.
"Ryuuzaki, kau pernah mendengar tentang sihir yang diwariskan turun temurun dengan suatu tato dari keluarga sihir tertentu?
Semakin kuat dan semakin cocok seorang anak dengan tato keluarga nya maka semakin mirip kekuatan nya dengan ayahnya.
Begitu juga diantara para monster. Nama adalah suatu hal yang kami anggap sakral, pewarisan kekuatan juga bisa diwariskan pada anak suatu monster/siluman dengan menamainya dengan nama ayah atau leluhur nya.
Nama merupakan doa. Semakin kuat doa, dan kemampuan sang anak monster maka ada yang disebut 'kelahiran kedua' dari leluhur tertentu, mirip seperti reinkarnasi akan tetapi kalau 'kelahiran kedua' terjadi maka seluruh ingatan dari kehidupan sebelumnya akan diterima oleh 'wadah' ditambah dengan ingatan dari 'wadah' itu sendiri.
Dalam kondisi kritis 'ingatan' dapat digunakan oleh monster ataupun siluman sebagai sumber kekuatan. Namaku adalah Gumiho, 'kelahiran kedua' belum sempurna terjadi pada diriku, sehingga ingatan dan kekuatan yang kuterima dari Gumiho yang asli belumlah sempurna.
Tapi kurasa cukup untuk mengalahkan mu meski pun aku harus kehilangan semuanya. Ingatan, kekuatan, bahkan nyawa akan kuserahkan dan kupersembahkan demi melayani Izuna-sama dan Gunji Tsuchiya-Sama" ujar Aiko.
"Gumiho ya...? salam kenal, kau kuakui memang gila dan diawal terkesan agak licik, tapi perhormatan mu serta kesetiaan pada tuanmu pantas mendapat kan pujian." ujar Ryuuzaki
"Haha... terimakasih.... lalu.... matilah.... " ujar Aiko tersenyum lalu berujar lirih..
..."...........BLANCHE.........!!! " ...
Ayako mengeluarkan tahap Awakening "Phase two" miliknya.
.... Bersambung....