The Visitor Series

The Visitor Series
The Horror behind the Beauty Ryuugu's Palace



...Kengerian dibalik Keindahan Istana Ryuugu...


Sementara pertarungan Shyva dan Yue mulai memuncak, ditempat lain, didalam realitas marmer Mizuki. Ayako sedang berada disuatu lorong besar dengan seluruh sisinya adalah gelembung raksasa yang melindungi dia dari air,dari tampilannya dia seperti berada di aquarium raksasa. Namun didepannya ada suatu istana yang nampak sangat mencolok dengan hiasan patung manusia setengah ikan di kedua pintu masuknya,pintu yang terbuat dari batu *sea lantern* yang berwarna putih kebiruan dan memancarkan cahaya. Dinding berwarna putih dengan motif bergaris nampak sepertinya dinding tersebut terbuat dari gading raksasa yang dipahat.



Nampak di atapnya ada gemerlap cahaya yang dipantulkan oleh hiasan-hiasan dari banyak patung emas yang ditaruh diatas sebagai penghias. Setelah mengamati cukup lama, Ayako menyadari bahwa ada orang yang berdiri di didepannya,kemudian membukakan pintu. Seseorang yang memakai pakaian berwarna biru, mempunyai kipas tangan, lalu memiliki tongkat dengan panjang sekitar 2 meter terbuat dari kayu laut legendaris yang juga salah satu bahan dasar tombak-tombak para manusia ikan yang kokoh.


"Selamat datang, di Istana yang paling kokoh diseantero lautan. Tempat dimanabersemayamnya para raja laut sejak ratusan tahun lalu. Kalau boleh tau siapa namamu, nona?" sambut Mizuki dengan ramah.


Menyadari bahwa didepannya adalah musuhnya Ayako pun menjadi waspada.


"Namaku Ayako Natsumi ada urusan apa kau denganku?? Hentikan peperangan ini,sebenarnya ada kesalahpahaman diantara kita" jawab Ayako dengan tegas.


kemudian dia menambahi "Siapa Nama mu!?"


"Namaku Mizuki Amegami perwira militer divisi spesial yang dapat bertugas kapan saja dan dimana saja. salam hormat dariku untukmu wahai musuhku" Jawab Mizuki dengan senyuman.


"Mizuki!!! aku tidak mau bertarung denganmu!! kita hentikan saja peperangan ini! ada yang salah disini!! " ujar Ayako.


"Tidak apa-apa, masuklah... " jawab Mizuki sambil mengacuhkan ucapan Ayako barusan


"masuk...!? " Ayako pun berwaspada karena dia tidak tau apa yang ada dibalik pintu yang terlihat sangat megah dan mewah itu.


Walau penuh curiga Ayako kemudian tetap mengikuti Mizuki dari belakang. Mereka berjalan melalui aula besar berwarna putih yang langit-langitnya dihiasi lampu bertabur mutiara, dan dinding disamping kiri dan kanannya ada begitu banyak lukisan,serta perhiasan yang terbuat dari emas dan perak bergantungan menghiasi dinding.


"Indah sekali... " gumam Ayako.


"Indah bukan?, seperti yang kukatakan sebelumnya bahwa istana ini adalah tempat bersemayamnya para raja-raja laut. kita sudah sampai" ujar Mizuki sambil menunjuk kearah pintu besar yang berwarna-warni dengan motif ikan-ikan raksasa di pintu tersebut.


Mizuki membuka pintunya. Mereka mendapati tempat yang atapnya terbuka, ditengah nya ada lingkaran besar.


"Kemarilah... " Mizuki mengajak Ayako untuk berdiri ditengah lingkaran,tidak lama kemudian lingkaran tersebut naik seperti lift yang mengangkat mereka keluar. Lalu Mizuki tiba-tiba menghilang, ternyata yang bersama Ayako dari tadi hanyalah sejenis hologram pemandu.


Sesampainya diatas ada suara Mizuki yang mengatakan dengan lantang "Mizukami no Meirei :Tebanasu Mippei, Abarero!! Umi no Ou!! "(perintah penguasa air : melepaskan segel, Mengamuklah!!! Raja-raja lautan!!!) seketika, disekeliling sisi aquarium Ayako muncul berbagai jenis ikan-ikan raksasa yang sangat-sangat besar.


Ikan-ikan raksasa tersebut memiliki berbagai jenis dan macamnya ada yang seperti ikan buntal yang disekitarnya mengeluarkan racun, ada ikan raksasa yang mirip dengan hiu putih dengan ukuran 100kali lebih besar jika dibandingkan dengan ukuran hiu putih aslinnya.Ada pula ikan yang seperti piranha namun memiliki tanduk seperti banteng dan gigi seperti gergaji, berukusan sebesar gajah dewasa, kecepatan renangnya sangat cepat. Ada juga yang berukuran mini seperti ikan teri namun seluruh sisi tubuhnya sangat tajam,hidup berkelompok, serta mampu memakan ikan-ikan yang lebih besar dengan mencincang nya dengan kecepatan yang sangat tinggi, Kecepatan satu ikannya saja tidak bisa diikuti oleh mata manusia biasa.


Disaat inilah momen Ayako terkagum dengan kemampuan Mizuki membuat realitas marmer dengan begitu indah, luas, sekaligus mengerikan.Ayako berkata dengan lantang. "Kau sudah memperlihatkan ku kemampuan yang sangat luar biasa ini, biar kutunjukkan juga apa yang aku punya, DRAGON GEAR!!!" seketika itu juga helm kuning yang dipakai Ayako berubah menjadi mahkota emas yang sangat anggun, terpancar darinya aura sihir yang sangat kuat, aura kemuliaan yang keluar sangatlah luar biasa, lalu zirah dilapisi kain putih yang dia kenakan berubah menjadi Zirah putih para mirip ksatria legendaris dari negeri Kekaisaran R.U.E dengan motif naga pada desain nya dan pedang nya juga memancarkan aura Putih yang mengandung sihir yang sangat kuat.(baca Visitor 3).


Ayako menelan ludahnya sendiri, berusaha tegar walaupun dia sendiri tidak yakin dengan kemampuannya. "Tenang saja" ujar Mizuki dengan tersenyum "Tenanglah Ayako, mereka masih berada diluar pelindung....15 menit...kalau dalam 15 menit kau berhasil membunuhku, kau akan keluar dari realitas marmer ku, tapi kalau kau gagal maka kau harus berhadapan dengan ikan-ikan tersebut, 15 menit adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan seluruh monster laut yang berasal dari Calm Deep Sea sebelum akhirnya pelindungnya pecah, dan menyerang mu.


Calm Deep Sea adalah bagian laut dalam yang sangat berbahaya dipenuhi dengan monster laut raksasa. Aku sendiri bisa memerintah mereka, dan aku bisa bernafas dalam air. Tapi dirimu tidak, Satu-satunya pilihan mu hanyalah mengalahkanku lalu membunuhku" Senyum Mizuki menyeringai. "Mari kita berpesta!! " Ujar Mizuki sambil dengan cepat menyerang ke arah Hana menggunakan tongkat di tangan kanannya.


"Tidak ada waktu untuk ragu!! Bunuh aku atau kau yang akan kubunuh!!" Teriak Mizuki menegaskan, sambil memukulkan lagi tongkatnya kearah Ayako 2 kali.


*Dhuuuuuaaaashhhh*(*sfx)


"Ack...." ujar Ayako kesakitan. Pukulan pertama berhasil ditangkisnya. Namun pukulan kedua berhasil mengenai dengan telak perut Ayako dan hasilnya tubuhnya terpental cukup jauh.


"Ck... Aku harus lakukan sesuatu, tapi kalau tidak berhati-hati pelindung gelembung ini bisa hancur" gumam Ayako sambil melihat sekitar. "Dragon Slash!!! " (Tebasan naga) Ujar Ayako sambil mengayunkan pedangnya lalu muncul beberapa angin kencang yang berbentuk sabit menyerang Mizuki.


Mizuki berhasil menghindar, Ayako kembali melancarkan serangannya "Gear : Second, Ability Raised" Lalu dengat cepat Ayako mendekati Mizuki dan mengayunkan pedangnya mengarah ke perut Mizuki, namun berhasil ditangkis dengan tongkatnya Mizuki, terjadi pertukaran serangan dengat sangat sengit disitu. Kecepatan Ayako meningkat dua kali lipat dari yang biasanya setelah memasuki mode gear second. Ayako mulai serius.


"Ada apa Ayako? Kau tidak perlu menahan diri seperti itu, pelindung ini tidak akan hancur dengan serangan macam apapun, dan sekuat apapun. apabila belum sampai 15 menit maka penghalang ini tidak akan hancur. Kau bisa mengamuk sepuasnya disini. " Ujar Mizuki dengan pandangan meremehkan.


...****************...


...Pura-pura?...


"Mengamuk sepuasnya? Menahan diri? Aku tidak berpikir bahwa diriku akan menahan diri melawan orang se berbahaya dirimu. Kukembalikan Kata-kata mu, kaulah yang menahan diri..... " Ujar Ayako.


Kemudian Ayako mengamati sekitar, "Boleh kutanya beberapa hal?" Ayako tiba-tiba bertanya.


"Apa itu?" jawab Mizuki keheranan.


"Kenapa kau daritadi...menyembunyikan rasa sakit mu? Kenapa daritadi kau tidak memakai tangan kirimu? kenapa kau berlagak seolah saat ini kau dalam kondisi prima? Dasar petarung yang menyedihkan... " Ayako memandang dengan sinis dan merendahkan.


"posisi berdirimu selalu menyamping dengan mengedepankan bahu kananmu dari garis lurus pandangan mataku. Lalu daritadi kau tidak menggunakan tangan kiri mu. Ketika awal kau muncul ketika mendorong mundur Shyva kau menggunakan tangan kiri memegang kipas sehingga tetap menutupi pergelangan tangganmu. Dengan kata lain, tangan kirimu dari awal sudah luka,dan sekarang sepertinya bertambah parah karena kau sama sekali tidak mau memperlihatkan tubuh bagian kirimu.


Ketika kita saling serang tadi pun gerakanmu sangatlah rapih dan benar-benar menjaga agar bagian kiri tubuhmu tidak nampak. menurut pemikiran ku, kau memang sebelumnya menderita luka dibeberapa bagian tubuh mu dan bertambah parah ketika kau menyerang shyva. Sepertinya kau terkena racun atau sejenisnya.


kemampuanmu adalah memanipulasi air, jadi kau berusaha mengeluarkan racun tersebut dan menetralisir nya dengan airmu,akan tetapi ternyata racun tersebut lebih kuat daripada kemampuan penetralan airmu, sehingga kau mengganti airnya terus-menerus, itulah alasan kenapa ruangan ini sangat banyak air yang menggenang. Racun tersebut tidaklah berbahaya bila terkena kulit, warnanya pun bening, namun sangat berbahaya bila masuk kedalam luka ataupun bagian dalam kulit dan tubuh. Benar..... bukan?" tatap Ayako mengintrogasi."


Mizuki terkejut, lalu tersenyum. "Secara umum pemikiranmu bisa dibenarkan, akan tetapi ucapanmu tidak sepenuhnya benar" Mizuki memandang balik Ayako dengan tatapan tajam.


"Memang benar tanganku memang sudah terluka dari awal, dan semakin bertambah parah pada Pertempuran ini. Tapi aku tidak pernah menahan diri untuk bisa membunuh musuh-musuhku." jawab Mizuki dengan pandangan yang sangat mengerikan.


"untuk menjawab rasa penasaran mu akan kutunjukkan tanganku" Mizuki menunjukkan tangan kirinya. Seperti yang dijelaskan oleh Ayako ternyata tangan kiri Mizuki memang sedang bermasalah.


Pergelangan tangannya membiru seolah sudah kaku, ada banyak corak warna hijau dibagian tulang hasta. Pembuluh darahnya semuanya nampak jelas dan berwarna hitam, lengan bagian atasnya ada jaringan hitam yang sedikit sampai ke leher bagian kiri Mizuki. tangannya dibalut oleh airnya mizuki. Tampak airnya masuk dan keluar pada tangan kirinya mizuki seolah ingin menetralisir racun di tangan kirinya. tidak sampai itu saja di bagian hasta nya ada bercak hitam yang disampingnya ada seperti jaringan yang menyebabkan korosi pada besi, namun ini terjadi pada tangan seseorang.


Walaupun Mizuki bisa menggerakkan nya. Nampak bahwa dengan menggerakkannya saja Mizuki sudah sangat kesakitan, dan tangannya juga bergetar hebat.


Ayako yang melihat nya saja sudah merasa ngilu dengan luka yang diderita Mizuki, dan tanpa sadar dia memandang Mizuki dengan tatapan kasihan.


"Kalau memang faktanya begini, apa boleh buat.Tapi biar kuingatkan kau!!! AKU TIDAK BUTUH RASA KASIHANMU ITU!!" Ucap Mizuki dengan penuh amarah.


"Bertarunglah sepenuh hati, hanya dengan hal itu kau sudah menghormati musuh-musuhmu. Kalau kau mengasihi musuhmu hanya karena luka yang dideritanya, maka dipastikan kau bukanlah pendekar melainkan putri manja yang dipaksa perang, seperti gadis pemalu cengeng yang terus menerus menangis ketika dipaksa les menari oleh ayahnya" ujar Mizuki dengan nada sinis.


...****************...


...Berburu atau Diburu...


"Mizukami no Jutsu : Rokugeki Kessatsu, Kami no Namida!! (Jurus buatan penguasa air, serangan cepat keenam, tangisan dewa) ucap Mizuki tiba-tiba. Setelah Mizuki mengucapkan nama jurus tersebut tiba-tiba muncul entah darimana,ada banyak tetesan air raksasa jatuh dari atas. Ukuran tetesan air raksasa tersebut berdiameter sekitar 30 meter dengan tinggi 50 meter,tetesan tersebut ada yang terlihat berasap.


"Ch, Gear Third... " Ucap Ayako lalu dengan cepat menghindari tetesan-tetesan tersebut. Ketika tetesan tersebut menyetuh lantai istana, ternyata ada air tetesan raksasa yang sangat panas dan saking panasnya justru air tersebut melelehkan lantai dan justru membuatnya terbakar karena saking panasnya. Ada juga tetesan yang membekukan apa-apa yang terkena olehnya. Semakin lama malah justru semakin banyak jumlah tetesannya, dan semakin besar ukurannya. karena sudah tidak tempat yang belum terkena tetesan tersebut kecuali yang dia injak akhirnya Ayako membentuk lingkaran energi yang melindungi nya dari tetesan-tetesan air tersebut.


"Ukhhhhhh..... padahal cuma air tapi rasanya sangat berat seperti menahan serangan dari palu gada raksasa bertubi-tubi" keluh Ayako dalam hati sambil dengan kesusahan menjaga bola energi yang dia gunakan untuk melindungi dirinya.


"Ggghhhhhhh..... AARRRRGGGHHHHH" teriak Ayako saat bola energinya hampir hilang. "AARRRGGHHHHHHH..... ULTIMATE FORM DRAGON GEAR!!! MAXIMUM GEAR: GEAR SIXTH.!!!" Lalu Ayako mengeluarkan serangan yang membuat semua tetesan tersebut menghilang,


Ayako awakening "the next level" muncul...!


^^^.... Bersambung^^^