
... Sambutan Sepanas Api...
Hari semakin terik, ketegangan meningkat, Kelompok Shizue terus menerus bersiaga, sampai saat mereka akhirnya melihat sekelompok orang berjalan kaki, bersenjata lengkap, dan terlihat terburu-buru. "Kapten, sepertinya itu mereka" Ujar Ayame."Ok, kita tunggu sampai mereka cukup dekat dengan dua bukit itu". Mereka kembali menunggu sampai sekelompok cukup dekat dengan 2 bukit batu yang dimaksud.
"Ayo kita hampiri mereka" ujar shizue. mereka berenam pun segera berangkat,mencegat mereka diantara celah bukit dan bertatapan wajah dengan kelompok lawan.
Dilain sisi kelompok Rukaman yang mengetahui hal tersebut juga mulai waspada dengan segala kemungkinan yang akan terjadi dan membentuk suatu formasi pertahanan yang solid. "Siapa mereka guru?" tanya Ryuuzaki."Tenang...di dada mereka terdapat lambang lencana yang pernah izuna ceritakan padaku. diantara mereka berenam, ada tiga orang Havoc bawahan para Catasthrope dan seorang Catasthrope, jangan remehkan kekuatan mereka, aku diberitahu kalau diantara para havoc ada yang kekuatan nya setara bahkan melebihi catasthrope"
"Siapa kalian!?" Bentak Aiko sambil mengeluarkan busur besar berwarna merah ditangan kanannya dan tombak merah cerah dengan corak putih yang dia pegang ditangan kirinya. Lalu salah seorang yang berbaju putih berjalan mendekat menuju kelompok Rukaman sambil tangan bersiaga memegang sarung pedangnya. "Kami adalah orang-orang yang baru saja melintasi dimensi, tenang saja ,kita tidak menginginkan pertempuran kami hanya ingin masuk ke dalam dan mencari suaka di kerajaan kalian" Jawab Rukaman dengan sopan. "Maaf kan kami, saat ini kerajaan sedang tidak menerima tamu maupun pendatang dari luar, terlebih kalian adalah orang-orang yang berhasil melintasi dimensi, sekali lagi kami minta maaf, kami tidak bisa dengan begitu saja mempercayai ucapan kalian" ujar Shizue menanggapi dengan wajah yang dihiasi senyuman, kemudian berbicara lagi "Kalian baru saja melintasi dimensi, dan dengan mudahnya mengakuinya. bolehkah aku mengetahui siapa kalian sebenarnya? Apakah kalian adalah Catasthrope? ataukah Havoc? atau kah apa? dan bagaimana cara kalian melintasi dimensi jika kalian bukan orang-orang yang kusebut kan tadi? ". " Sabar nona, biar kujawab pertanyaanmu tadi satu persatu. Kami menegaskan bahwa tujuan kami ke kerajaan kalian adalah ingin menemui seseorang yaitu sahabat kecilku dan tinggal sementara di negeri kalian hingga kami dapat kembali lagi ke dunia asal kami. Kami bukanlah Catasthrope, juga bukan Havoc seperti yang kau sebutkan. Kami hanyalah para pejuang dan pendekar dari dunia lain. Cara kami melintasi dimensi kesini adalah dengan mengorbankan batu Hougyoku yang sudah diatur untuk dapat mengirim seseorang ke dimensi ini" "Hougyoku...??" tanya Shizue keheranan. "Ya aku menggunakan nya untuk mengirimkan kami berenam kemari, aku diberikan oleh seseorang yang dia mengaku adalah salah seorang catasthrope" tambah Rukaman. "Kalau boleh tau siapa dia?" tanya shizue. Lalu Rukaman mengeluarkan Vivre Ball yang bertuliskan Nama "Izuna Hatsune".
...Kejadian Tak Terduga...
"Benda ini memancarkan aura mencurigakan dan aku ingin bertemu dengannya aku khawatir dengan kondisi Izu.... " *sfx 'srttt ctasss' tanpa sempat Rukaman menyelesaikan kata2nya, Tiba-tiba saja Shizue menebas kepala dengan wajah penuh amarah hingga seketika itu juga kepala Rukaman terputus dari tempatnya. "GURU!!!!" sontak Ryuuzaki berteriak kaget, dan berlari menghampiri Rukaman. "Awas Ryuuzaki!!! " ujar kepala Rukaman yang jatuh ketanah, lalu tiba-tiba saja tombak yang tadi dipegang Aiko dijadikan anak panah dan refleks Ryuuzaki menangkisnya dengan pedang putihnya sehingga panah tombak tersebut terlempar. Namun justru mengenai dan mengoyak tubuh Rukaman bagian atas, seketika itu juga tubuh rukaman bagian atas berubah menjadi cairan lava karena saking panasnya anak panah tersebut, anak panah tersebut melesat mengenai bukit disamping Rukaman dan meledak serta mencair hingga bukit tersebut rata dengan tanah. "AA...ARRRGGGHHH " Ujar Rukaman "Badanku wooooyyyy!!!! " tambah nya.
Shyva yang tidak menyangka kejadian ini sempat kaget lalu segera mengeluarkan kedua belati milik nya untuk membalas sedang ke Shizue. Namun belum sempat mengeluarkan belatinya, anak panah kedua milik Aiko melesat secepat kilat dan tau2 sudah didepan wajahnya. "Cepat sekali!! aku tidak menyadarinya" gumam Shyva. Kali ini Hilda yang menangkisnya,tapi dengan luar biasanya Hilda tidak hanya menangkis tapi juga menangkap anak panah tersebut dengan tangan kanannya lalu melemparkan balik ke arah Aiko, tangan kanannya sudah terlapisi zirah D.D yang legendaris. Ternyata anak panah tersebut malah agak melenceng dan keluar jalur namun mengarah ke seorang lain yang berada disitu;Ayame.
"Danku" ucap Ayame lirih seketika itu juga panah yang semula dengan sangat cepat mengarah kepada nya tiba-tiba meledak dan api nya tertahan seolah menabrak dinding besar yang tak terlihat. Anak panah ketiga dilepaskan kali ini dengan telak mengenai Ayako, dua bukit yang semula berada di samping kiri kanan mereka, gurun batu yang semula memantulkan sinar matahari yang cerah dengan fatamorgana nya, sekarang telah rata dengan tanah dan menjadi lautan api dan asap hitam yang sangat panas. "Ayako!!!"teriak Ryuuzaki panik, Ayako terpental cukup jauh karena efek dorongan yang luar biasa dari anak panah Aiko. " Tenanglah Ryuu... aku baik2 saja,tapi tenaga dorongannya cukup membuatku kaget, akan terus berbahaya kalau kita biarkan si setan pemanah itu terus menyerang" ujar Ayako dengan tubuh tegap dengan memegang pedangnya, Zirah Biru dengan Helm kuning yang konon sangat kuat itu sudah dia pakai. Sekitar Ayako berubah jadi lautan lava dan api yang berkobar hanya tanah yang diinjak Ayako saja yang tidak menjadi lava. "Hei!!! Hentikan ini!!! Apa2an kalian!! Kami tidak bermaksud untuk bertempur maupun berperang melawan kalian!!! Hentikan ini!!" Ujar Ryuuzaki.
"Diam...!" ucap seseorang dan tiba2 saja ada banyak ular raksasa yang berwarna hijau muncul dari tanah lalu secepat kilat Shyva memotong ular2 tersebut hingga berkeping-keping. Namun ular tersebut malah justru bertambah banyak dan di setiap potongan muncul lagi ular-ular baru. "Shyva, hentikan!! Memotongnya hanya akan memperburuk keadaan" ujar Hana. Setelah berujar demikian ular2 tersebut malah mengincar Hana. dengan cepat Hana berputar mengeluarkan jurus angin yang membentuk bola untuk melindungi dirinya dari gigitan2 ular tersebut yang sangat banyak jumlahnya akibat ditebas oleh shyva.
Hana pun melompat mundur setelah berhasil lolos dari ular tersebut ke tempat Ayako agar menghindar dari kepungan. Tiba-tiba saja terdengar suara anak panah keempat yang melesat dari busur Aiko, tapi kali ini berbeda, anak panahnya diarahkan ke langit lalu jatuh dengan kecepatan yang lebih cepat dari yang tadi, lalu melewati segel lingkaran merah. "Itu...sial aku tidak memperhatikan nya karena sibuk dengan ular2 ini...itu...tunggu....SEMUANYA MENGHINDAR!!!" Ujar Ryuuzaki, lalu serentak semuanya mundur sejauh mungkin, kelompok Shizue sudah mundur dari tadi,
Sementara itu ditengah kawah. "Aarrrrghhh.... sakiiittt.... " ucap rukaman yang hanya tersisa setengah kepala, Rukaman akhirnya tidak sadarkan diri, "Sialan!!! Guru!!" Teriak Ryuuzaki dengan penuh amarah. "jaga ucapanmu anak muda" Pesan Rukaman sebelum akhirnya benar-benar tidak sadarkan diri. "Ryuu untuk saat ini kita harus membuat pemanah itu menghentikan serangan nya atau kita tidak akan pernah bisa mendekat. Kita harus melakukan sesuatu padanya" ujar Hana memberikan pendapat. "Biarkan aku yang maju!! yang lainnya tolong disingkirkan!!!" ujar shyva. Akhirnya mereka berlima(rukaman pingsan) langsung menyerang maju secara serentak, dengan Shyva yang berada di dalam formasi nya. "Mengejutkan!!! Ular2 tadi sama sekali tidak terkena dampak ledakan besar tadi bahkan jumlahnya sekarang sangat banyak" Ujar Ayako. "Akan kubukakan jalan! Kalian segeralah menuju pemanah itu!!" tegas Hilda. "Baiklah!!" Sahut yang lainnya serentak. Hilda kemudian mengeluarkan sayap besar dan berubah menjadi wujud Zirah D.D nya yang mengeluarkan aura hitam pekat yang sangat kuat, dia pun menebas ular2 tersebut dengan ultimate skill -Dark Excalibur- miliknya. Ular2 tadi tercincang hebat dengan excalibur Hilda dan membuka lebar jalan kedepan langsung menuju si pemanah tersebut,cahaya Excalibur terus mengarah pemanah tersebut dan menghantam keras tempat Aiko si pemanah berada. Kelompok Ryuuzaki kaget dan senang ternyata kekuatan Excalibur melebihi ekspektasi mereka. Namun kebahagiaan tersebut langsung sirna sesaat kemudian karena ternyata di tempat si pemanah tidak terkena efek apa2. Lagi2 'Danku' milik Ayame menetralisir serangan mereka.
... Awakening...
Mengetahui hal itu emosi Shyva memuncak dan Shyva keluar dari formasi dan menyerang membabi buta kearah ular2 tersebut dan kearah Aiko,Shyva berhasil memposisikan dirinya sangat dekat dengan posisi musuh. Namun tiba-tiba Mizuki muncul.
Mizuki menghentakkan tongkatnya ke tanah dan mengibaskan kipas nya kearah depan,lalu berkata "Mizukami no jutsu, Ichigeki kessatsu : Nami!! " (Jurus buatan penguasa air, serangan awal cepat : Ombak) lalu tiba-tiba entah darimana ada ombat besar dan berlapis 5 memiliki tinggi sekitar 30 meter muncul dan mendorong Shyva dan kelompoknya mundur. "Bajingan!!!" Shyva semakin mengamuk dan mengeluarkan mode Majin Demi-human , lalu menerobos ombak2 tersebut.
"Yamata no Orochi!!!" Teriak Shyva, dia tidak meminta ijin kepada rukaman karena sudah sangat geram kepada para musuh-musuhnya. Seketika lautan air yang ada didepannya berubah jadi cairan beracun dan arah ombaknya justru berbalik menuju kearah Mizuki. Asap2 disekeliling nya berubah jadi asap racun yang membahayakan, Shyva diliputi oleh zirah sisik ular dan sayap naga, belatinya berubah menjadi pedang pendek diliputi aura hitam pekat. Shvya Awakening telah muncul! "Wujud ini... aku tidak pernah tau bisa seperti ini" Gumam Shyva. Shyva pun dengan sangat cepat menyerang Mizuki yang didepan nya. "Mizukami no Jutsu, Nigeki Kessatsu : Arashi!!" (Jurus buatan penguasa air : serangan cepat kedua : Badai!!). Seketika Asap racun didepan mizuki ternetralkan dan sisanya menghilang, namun tanah2 disekitar mereka berdua menjadi busuk seketika. "Cih... muncul juga" ujar Mizuki sambil kesal melihat perubahan wujud Shyva. Shvya menembus pertahanan Mizuki dengan paksa dan langsung mengarah ke si pemanah.
"Tidak kubiarkan semudah itu kau lewat!! Mizukami no Jutsu, Sangeki Kessatsu : Tamamizu, Mizukami no Jutsu, Yongeki Kessatsu : Tsunami, Mizukami no Jutsu, Gongeki Kessatsu : Kawaryuuo!!! "(Jurus buatan sang penguasa air. " Benang air", "Tsunami", " Sungai air sang naga"). Muncul didepan Shyva Ombak raksasa dengan panjang 2 kilometer dan tinggi sekitar 3 kilometer, lalu muncul ratusan sungai dengan air yang mengalir sangat cepat yang bahkan bisa menembus dan menghancurkan batu2 keras sekalipun, lalu dari sungai tersebut muncullah banyak naga2 air raksasa disetiap sungainya. Lalu disekeliling Shyva muncul tetesan2 bola air yang membentuk jaringan raksasa lalu menembakkan jarum2 air berkecepatan tinggi. Semua jurus tersebut Diarahkan ke Shyva.
Swiinggzztttzzz DDHHHUUUUAAARRR!!!! "Arrgghhhhh!!!" Teriak Ryuuzaki sambil melemparkan sesuatu yang kemudian meledak menggagalkan 3 Jurus Mizuki. Ryuuzaki Awakening!!! Rupanya yang dilemparkan adalah tombaknya. Lalu tombak itu mengarah secara garis lurus menuju ke Aiko (si pemanah). "JANGAN MAIN2 DENGANKU PEMANAH SETAN!!! TURUN KEMARI DAN BERTARUNGLAH DENGAN ADIL!!! " Teriak Ryuuzaki sambil marah. Dalam sekejap mata bukit ynag ditempati oleh Aiko hancur seketika kali ini Aiko bergeser tempat untuk menghindar, tombaknya menyerempet sedikit ke pipinya dan sedikit darah mengalir darinya.
"Main2? Bertarung dengan adil? sepertinya kau salah paham!!! Aku sudah serius sejak awal, dan kita bukan dalam pertarungan antar ksatria, kita ini dalam peperangan!!! sadarlah bajingan" Jawab Aiko geram sambil menatap dengan tajam.
....Bersambung