
Underestimate?
"Menyebalkan!!!" ujar Ayame tiba-tiba,
"Mereka semua
mendapatkan lawan yang sepadan. Sedangkan aku tidak mendapat kan lawan seorang pun... tapi biarlah..." ujar
Ayame mengeluh.
"Di... dia
meremehkan kan ku? 😅" gumam Hana.
Meski Hana berada di
depan Ayame dan Shizue, Hana dihiraukan oleh mereka berdua.
".... "
Shizue menatap Hana dengan tajam.
Aiko telah mengurung
Ryuuzaki, Patricia telah mengurung Hilda, Mizuki telah mengurung Ayako, dan Yue
menarik Shyva ke daerah yang sangat jauh dari titik awal pertempuran. maka yang tersisa dimedan perang awal
hanyalah Hana sendiri (Rukaman mbuh dimana)
"Kau yang
disana perkenalkan namamu!!!" ucap Ayame lantang.
"Hana Amano,
aku adalah Ratu dari Kekaisaran R.U.E, perkenalkan nama kalian berdua!!! "
Jawab Hana dengan tegas, lantang, dan berwibawa.
"Baiklah biar
aku duluan.” Ujarnya sambil menatap kearah Shizue yang merupakan rekannya.
Namaku adalah Ayame
Anegasaki, aku adalah wakil Kapten dari Divisi Spesial yang dapat ditempatkan
kapan saja dan dimana saja. walaupun aku adalah Wakil kapten tapi aku harus
'mengurus' kaptenku yang terkadang gegabah, kikuk, dan pemarah" Ucap Ayame
sambil melirik ke Shizue.
Shizue nampak agak
tersinggung sedikit tapi dia kemudian tersenyum dengan senyumam yang
mencurigakan.
"Rasanya aku
tidak perlu mengenalkan diriku pada musuh yang membuat izuna-sama harus
merasakan penderitaan seperti itu" ucap Shizue dengan memandang rendah dan
hina kearah Hana.
"Ayame,maafkan aku tapi sebaiknya kau serahkan yang
satu ini kepadaku. Dia terlalu lemah untuk dilawan olehmu, sebaiknya kau
mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk, agar bisa memberikan support dan
cover kepada mereka bertiga,kalau Yue mungkin tidak perlu...kau tau sendiri
kemampuannya" Ujar Shizue.
"Nampaknya kau
tidak sebaik, dan sebijak wajahmu. Tenang saja aku sudah mengetahui namamu.
Kurasa kau juga bukan tipe orang yang bisa diajak berdialog kalau sudah marah.
Tapi seperti nya kau sangat nurut dengan wakilmu, aku jadi heran...
jadi...siapa ketua yang sebenarnya ya?" Ujar Hana dengan nada ramah namun
menyindir.
"..."
"Mungkin kau benar... " ucap Shizue.
"Tapi aku tidak
mau mendengar hal tersebut dari musuh yang dengan licik, tak terhormat menipu
kami dan membuat Izuna-Sama harus merasakan kesakitan,penderitaan, hilangnya
orang terkasih beliau... kuharap kau...
Pertempuran
Panas
"Tunggu!! Kau
salah paham, kami justru ingin menjenguk dan mencari Izuna".
"... Diam!!!
KUHARAP KAU MATI SAJA!!!" teriak Shizue.
Dengan cepat Shizue
merangsek kedepan dan menebaskan pedangnya ke dengan cepat ke arah Hana. Hana
mundur beberapa langkah berusaha menghindari tebasan vertikal dari Shizue. Slaassshhh,
crrrr*.(sfx)
Rupanya pundak Hana
terkena tebasan Shizue.
"ha...? kupikir aku sudah keluar dari lintasan
pedangnya." gumam Hana.
*Slaaasssshhh\, sreett* (*sfx).
Kali ini perut Hana
tiba-tiba tergores dan sedikit mengeluarkan darah.
Slaashsh,
Slashh\, Slaashhsh\, Slaashhh\, Slashh\,Slaasshh\,Slaaasshhh\,*(sfx).
Tiba-tiba saja 7
bagian tubuh Hana yang lainnya terkena luka goresan seperti tebasan pedang.
"Uhuk!!!" Hana terbatuk darah seketika, dan
tubuhnya langsung terhuyung huyung goyah
, kemudian tertunduk.
"Ugh, kali ini
betis kaki kanan ku, dada bagian kiri, paha kanan, kedua lenganku, pundak kanan
dan yang paling parah dipunggung." gumam Hana, sambil menatap dan segera
menjaga jarak dengan Shizue.
"Apa yang baru
saja kau lakukan?" Tanya Hana dengan waspada kepada Shizue.
Tapi tanpa menghiraukan
pertanyaan Hana, Shizue lagi-lagi dengan cepat melesat ke arah Hana dan
mengayunkan pedangnya sekali lagi, ketika dia sudah sangat dekat dengan Hana
dan pedangnya hampir menyentuh leher Hana,
Tiba-tiba..
"KELUAR LAH!!! " teriak Hana sambil mengacungkan
pedangnya dengan gagah.
Kaboommmmmmmm,
DHHUAAARRR
Muncul seketika didepan mereka berdua sebuah
ledakan dahsyat yang mendorong mereka berdua menjauh, di depan Hana muncul Kuda
Putih yang terliat sangat kuat dan gagah, dengan seluruh bulu putih dihiasi
dengan sayap kokoh disertai tanduk dikepalanya. Kuda tersebut memakai zirah
rantai besi berwarna perak berkilau bertaburkan permata, dan memakai kain
berwarna biru langit. Kuda tersebut nampak agung dan bercahaya ketika muncul.
Kuda itu yang membuat ledakan besar untuk melindungi Hana dari tebasan pedang
Shizue.
SLAASSSHHH,
SLAASSSHHH\, SLASSH\, SLAASSHH\, SLAASSSH\, SLAAASSSH\, SLAASSSH\, *(sfx
Rupanya
sembilan tebasan shizue sudah mendarat terlebih dahulu di tubuh Hana, kali ini
Hana mengalami pendarahan hebat di sekujur tubuhnya,akan tetapi muncul nya
pegasus memberikan sedikit kemampuan penyembuhan kepada Hana.
"Ukh, kemampuan
yang mengerikan, seandainya aku tidak memanggil pegagus, mungkin aku sudah mati
kehabisan darah. Aku harus berhati-hati sampai mengetahui kemampuan nya yang
sebenarnya" gumam Hana.
Kali ini lagi-lagi
Shizue maju mendekati Hana.
"CK...gaya
tempurnya mirip dengan iblis pemanah itu, tak mengenal ampun dari awal dan
menyerang secara beruntutan" gumam Hana kesal sambil berusaha menghindari
tebasan Shizue.
*Craaassshhhh*
Kali ini bukan
tebasan beruntun dari Shizue, Shizue dengan sangat cepat menusuk 9 titik di
tubuh Hana, dan sekali tusukan di jantung pegasus. Namun tusukan yang mengarah
tersebut.
"HHHIIIIHHHH" pegasus sempat
terlihat kesakitan,
akan tetapi luka
ditubuh pegasus segera pulih, Hana juga mendapatkan efek regenerasi dari
pemanggilan familiarnya.
Hana menjaga jarak,
dan kali ini Hana membalasnya dengan tebasan2 pedang 'wind slash' yang
membentuk sabit di sepanjang lintasan tebasannya, Hana menyerang Shizue dengan
10 tebasan sekaligus.
*Wusshshh*
Saat hampir saja
mengenai Shizue,tiba-tiba 10 tebasan 'wind slash' tersebut menghilang saat
Shizue sekilas nampak mengayunkan pedangnya.
"10!!! Aku yakin
batasan tebasannya hanya 10!!! 1 yang dapat dilihat oleh mata 9 lainnya sulit
diprediksi dan tidak dapat dilihat oleh mata telanjang, tinggal mencari
bagaimana cara dia mengaktifkan kemampuannya tersebut,aku harus bertahan sebisa
mungkin, mencari kelemahan nya, dan akhirnya aku akan menang" pikir Hana
Harapan?
Keputusasaan?
"Ada apa Hana?
Apa kau pikir kau bisa menang hanya dengan mundur? Kuatkan tekadmu,bukalah pikiranmu,persiapkan
tubuhmu, lalu ayunkan pedangmu!!" ujar Shizue memancing agar Hana maju.
"Haha, terimakasih nasihatmu, tapi untuk kondisi
sekarang mundur bukanlah pilihan buruk, dan bukan termasuk perbuatan pengecut.
karena aku mundur untuk mengulur waktu dan menganalisis/menganalisa kemampuanmu.
" ujar Hana menimpali.
"coba saja kalau
kau bisa" kemudian Shizue memasang topengnya lalu melompat dan menebas
angin mengarah dengan lebih cepat, lebih
kuat ke arah Hana.
*CCCRRAAASSSSSHHHHHHH*
Kali ini terdengar
suara tebasan, dan dengunan dicampur dengan suara tulang yang patah, kulit yang
tergores, otot yang sobek dengan sangat keras. Hana memandang dengan ngeri ke
arah Shizue.
"AARRRGGGHHHH!!" Jerit Hana spontan setelah
terkena banyak serangan.
"Te...
tebasannya banyak sekali aku harus segera menghitungnya... " gumam Hana
sambil jatuh tersungkur, lalu dengan cepat kemudian mulai menghitung jumlah
luka yang diterimanya.
"urrghh...jumlahnya.... sem... sembilan
puluh? Mengejutkan!, tunggu.... sembilan tebasan lainnya kemana?... "
keluh Hana dalam hati sambil segera melihat sekitar,kemudian dia mendapati
pegasusnya terpotong menjadi sepuluh bagian. (dikarenakan terkena 9 tebasan).
"Pegasus!!!" teriak Hana spontan kaget, Hana tidak
pernah mengira bahwa familiarnya bisa dipotong potong semudah itu.
"Situasi
memburuk!! kalaupun aku mengetahui kemampuan sebenarnya, aku tidak yakin aku
bisa mengatasinya!! " Ucap Hana dalam hati, sambil berusaha berdiri dengan
pakaiannya yang koyak.
Tubuh penuh
luka,darah, bagian tubuh ynag hancur, koyak, dan lain-lain nya. Hana bahkan
hampir-hampir saja tidak bisa memegang pedangnya, kakinya juga sudah koyak
terkena banyak tebasan pedang yang sangat dalam. Darah tak henti-hentinya
mengalir dari sekujur tubuh Hana walau begitu Hana tetap bertekad untuk
mengalahkan Shizue.
"Untuk bernafas
saja kau sudah sangat sulit, tubuh bagian luarmu terkoyak, organ dalammu ada
yang bocor, organ vitalmu sudah terkena tebasanku semua,dan kau masih berpikir
untuk berusaha mengalahkan ku?... Mengesankan untuk seukuran gadis manja
sepertimu" ujar Shizue kepada Hana.
"Tapi jangan salah sangka Hana, aku sedikitpun tidak
pernah meremehkan lawan-lawanku, meskipun selemah apapun dia,bila dia sudah
berani untuk menghunuskan pedang dan mempertaruhkan nyawanya di medan perang.
Maka orang tersebut sangat patut kita hargai, tentunya bukan penghargaan
seperti seorang anak yang baru saja menjadi juara kelas diberikan piala sebagai
penghargaan. Namun penghargaan sesama 'prajurit' maupun 'petarung' bahkan
'ksatria' yang dia dapat maupun yang dia berikan, tidak lain dan tidak bukan
adalah sebuah pertarungan yang dijalani oleh kedua belah pihak dengan sepenuh
hati. Tanpa menunjukkan rasa ampun dan tanpa harus memberikan celah sedikit
pun. Semakin seru pertempuran, semakin tegang pertemuan, semakin sengit
persaingan, maka euforia spirit dan adrenalin yang didapat oleh kedua pihak
akan lebih memuaskan.
Maafkan aku, kau
sepertinya tidak dapat bertahan lebih lama lagi dengan kondisi seperti itu,
untuk terakhir kalinya biar kuperkenalkan diriku (kemudian shizue kembali
melepas topengnya).
Namaku adalah Shizue
Izawa salah satu dari belasan Havoc yang ada. Kaptain dari divisi spesial yang
bisa ditempatkan dimana saja dan kapan saja. Untuk masalah mobilisasi pasukan,
maka pasukan kami lah yang paling besar, dan kuat, meski di divisi spesial ini
tidak ada Catasthrope tapi divisi spesial kami sudah setara dengan Catasthrope2
kenja yang selain Catasthrope tuan kami. Kau tidak perlu memaksakan diri untuk
berkenalan, sebaiknya kau menghirup dalam-dalam udara untuk terakhir Kalinya
didunia ini." ujar Shizue
"Ha... ha...
kau sopan ketika musuhmu sekarat ya... " senyum Hana dengan kondisi yang
sangat mengenaskan.
"Tapi jangan kau pikir aku akan menyerah begitu
saja" tambah Hana dengan tegas. Lalu kemudian dengan sangat cepat
menggunakan seluruh energinya yang tersisa Hana berusaha menebas tubuh Shizue
"Ini serangan terakhir ku! Kupertaruhkan semuanya pada satu tebasan
ini!!" Gumam Hana.
"Hiaatttt....
"
* Swwiiingggg* *(sfx)
CTRAANGGG!!!,CRASSSHHH, CTAS, CTAS, CTAS,
CTAS, KRASSHSHH, SAAATTTSSS, SLAASSSSHHHH, ZRRAAAKKKHH (*sfx.)
Hana sudah melancarkan serangan terakhir nya, namun
tiba-tiba pedangnya Hana patah,kedua matanya tergores oleh tebasan Horizontal
mengenai wajahnya, lalu kedua kaki dan kedua lengannya putus, tulang rusuk
kanannya hancur total setelah terkena tusukan yang cukup dalam dan ditarik
vertikal sehingga menghancurkan paru-paru nya juga, kemudian satu serangan
kearah kepalanya yang menyebabkan kepalanya bocor, dan terakhir serangan yang
benar-benar menghancurkan tulang belakang Hana,dengan sebuah tebasan ynag
sangat kuat dan luar biasa.
Medan disekitar
mereka berdua juga banyak yang ikut terpotong, hancur. Hana jatuh tersungkur tidak
sadarkan diri. Harapan telah sirna bagi Hana,Shizue tak memberikan ampun
sedikitpun sesuai keyakinan keksatriaannya. korban pertama telah jatuh, apakah
berikutnya akan ada korban yang berjatuhan lagi, ataukah kedua pihak akan
berdamai, ataukah kedua pihak akan sama-sama hancur??....
....Bersambung