
You are the Failures
"Gin... ayo cepat" ujar Sakura.
"Y-ya.. " jawabnya sambil berlari kecil menyusul agar tak terlalu tertinggal.
Ditengah padang gurun batu yang seolah tak ada habisnya, Ketiganya bergerak menuju arah dimana Kuro dan Zimi berada ditemani bersama tiga anjing Husky yang ikut bersama mereka.
"... "
Rukaman mengamati sikap canggung yang aneh. Serta rute yang mereka ambil terasa seolah memutar dari tujuan. Walau demikian Rukaman tidak terlalu menggubris hal itu.
Mereka bertiga pun berjalan dengan agak cepat. Hingga tak terasa mereka telah berjalan cukup jauh.
*************
Di sisi lain gurun. Berlawanan dari kelompok Sakura dkk, ada empat orang yang juga berjalan bersama menuju arah yang sepertinya sama. Mereka nampak berbincang-bincang sambil berjalan. Dan juga sepertinya mereka baru saja merasakan gempa yang luar biasa.
"Gempa?" tanya Shizue.
"Bukan. Itu mereka" jawab Izuna sambil melanjutkan perjalanannya.
"Mereka? Siapa?" Gumam Shizue.
Shizue ingin kembali bertanya namun ia sungkan setelah melihat ekspresi Izuna yang nampak sangat serius.
"Tunggu, kenapa kita harus berjalan bareng?" tanya Suzaku.
"Oh,kau tidak mau?" tanya Izuna.
"Aku sedang terburu-buru, Ryuuzaki sedang lepas kendali. Aku harus cepat-cepat menghentikannya sebelum hal buruk terjadi" tegas Suzaku.
"Kalau begitu silahkan saja. Tapi kemungkinannya kau justru akan menemui 'hal buruk' " celetuk Tatara.
"Maksudnya?" tanya Suzaku.
"Sejauh ini kau beruntung tidak bertemu dengan 'dia', tapi misalnya kau cukup beruntung tidak bertemu dengan'nya'. Kau tetap dalam kondisi yang tidak diuntungkan.
Apa kau tidak sadar? Teman-teman izuna sudah menganggap kalian sebagai musuh. Walau karena salah paham, kau tidak punya argumen kuat untuk meyakinkan mereka dikarenakan rombongan teman kalian sebelumnya menggunakan 'alat yang sangat berpengaruh'." jelas Tatara.
"... lalu...?" tanya Suzaku ragu.
"Sederhananya. Lihatlah Shizue. Orang-orang yang seperti dia banyak dan kebanyakan lebih kuat dari Shizue. Mereka bukanlah orang yang mempercayai musuh dengan mudah.
Sia-sia sja mencoba berbicara kalau kau sudah ditetapkan sebagai musuh dari awal. Jadi sebaiknya kau tetap bersama kami.
Lebih aman lebih baik." jelas Tatara.
"Hhmmm betul juga... tapi bukankah akan lebih cepat bergeraknya kalau kita dibagi dua tim saja? Shizue bersama denganmu menuju arah itu(Suzaku menunjuk arah asal getaran gempa) dan aku bersama Izuna." Saran Suzaku.
"Boleh..." ujar Tatara.
"Tidak!! Aku menolak. Sekalipun dia adalah ayahku tapi dia tetaplah kenja no ishi. Aku tidak tau apa yang dia rencanakan. Terlebih aku tidak mungkin meninggalkan bawahanku sendirian bersama bahaya." ujar Izuna tegas.
"Yah... begitulah" Tatara menanggapi dengan mengangkat kedua bahunya.
"Rute yang kita ambil sebenarnya juga menghindari 'orang itu' kalau misalkan kau bertemu dengannya. Bahkan jika ditemani Izuna. Izuna tak sanggup menghadap dengannya saat ini."
Penjelasan terakhir Tatara membuat bingung tidak hanya Suzaku, tapi juga Shizue. Siapa yang daritadi dimaksud dengan 'orang itu'?
Lalu kenapa mereka menghindarinya?
Setelah berjalan cukup lama. Kebingungan dan berbagai pertanyaan dari dalam kepala mereka berdua mulai terjawab.
"Yaah... walaupun kita sudah berjalan hati-hati dan menghilangkan aura kita. Tapi rasanya memang mustahil untuk menghindari dia selama kita masih menghirup udara. Terutama udara yang lembab" ujar Tatara memecah keheningan diantara mereka.
"Dia datang... "
****************
*Swiiinggg\, Draakkk\, Dhhuaar*
Cara untuk menyapa yang tak biasa. Seseorang telah 'mendarat' tepat beberapa meter didepan kelompok Izuna dan kawan-kawan.
Suzaku dan Shizue langsung berwaspada. Namun sesaat kemudian Shizue menyadari siapa orang yang ada didepannya.
Orang yang memakai kemeja putih polos dengan celana panjang putih dilengkapi dengan sepatu hitam membuat rambut pink sangat menonjol dan kulit putihnya semakin membuatnya serasi dengan warna baju yang dia pakai.
Orang tersebut adalah seorang perempuan remaja yang kemudian berdiri tegak didepan merekan dengan tatapan disertai senyuman ramah menghias wajahnya.
Tak lama kemudian seorang anak perempuan lain yang memiliki tubuh lebih kecil dan lebih muda memakai mantel dan zirah kulit serba merah, rambut semi-panjang berwarna krem datang menyusul dengan berjalan kaki.
Dibelakangnya ada seorang lelaki yang dikenal dengan baik oleh Suzaku, dan Izuna. Orang yang secara tak sadar dia telah menyebabkan banyak kesalahpahaman diantara banyak pihak.
"Lama tak berjumpa,Izuna" ujar Sakura.
***************
Suasana hening mencekam setelah Sakura menyapa Izuna. Suasana yang aneh jika dilihat dari latar belakangnya dimana Izuna dan Sakura sebetulnya adalah teman dari pihak yang sama.
"Wah!? Izuna! Kau baik-baik saja? Lama tak jumpa denganmu.
Tunggu...itu Suzaku? Oooy Suzaku..ente ngapain disini? Kok bisa kemari? Apa Kuro juga membawa yang lainnya kemari? Karena aura Kuro yang begitu kuat aku tak sadar kalau Orang-orang selain dia adalah kalian para great beast." ujar Rukaman
"Yah, great beast hanya aku. Sisanya Ancient Dragon" ujar Suzaku.
"Oh? Wow... " ujar Rukaman.
Rukaman dan Suzaku kemudian hendak mendekat satu sama lain agar pembicaraan mereka lebih jelas.
*Seet\, dug*
Suzaku tiba-tiba ditahan oleh Tatara dan Rukaman ditahan oleh Gin.
"Oy!! Apa-apaan ini!?" ujar Suzaku kesal.
"... eh!?" Rukaman hanya terheran dalam hati.
"Minggir! Kau tidak berhak menghalangiku!!" bentak Suzaku kepada Tatara.
"!!!??... " *Bruk*
Hanya dengan dipandang sekilas oleh Tatara tubuh Suzaku terjatuh dan tertunduk, bertumpu pada kedua telapak tangannya. Suzaku merasa sangat lemas dan tenaganya habis.
"Woy, woy... situasi macam apa ini? Bukankah kalian adalah rekan? Kok jadi tegang begini?". tanya Rukaman.
" Diamlah!" ujar Gin. Walau tak keras namun suaranya tegas.
Keheningan kembali berlalu. Tak ada sepatah katapun muncul diantara mereka. Kedua kelompok memandangi Sakura dengan penuh rasa curiga. Tak ada yang berani bergerak. Hawa sekitar terasa semakin dingin dan mencekam.
Walau Sakura terus menerus tersenyum dan menunjukkan wajah ramah. Namun tak menutupi hawa mengerikan yang muncul darinya.
"Lama tak bertemu Izuna. Sudah sekitar 2 tahun lamanya di bumi ini." ujar Sakura tiba-tiba, memecah keheningan yang mencekam.
"Dua tahun? Rasanya terakhir aku bertemu dengan Izuna didalam 'Q' tidak selama itu." gumam Rukaman.
Rukaman tak sendirian dalam keheranan dan kebingungan. Shizue, sebagai orang yang mengagumi Sakura sebagai petarung dan menghormati Izuna layaknya murid kepada gurunya,juga turut bingung atas situasi yang ada di depannya.
Ingin rasanya dirinya bertanya namun dia merasa rendah diri dan sebagai Havoc dia merasa tidak pantas mencampuri urusan internal para Catasthrope.
"Semenjak hilangnya dirimu. Banyak hal yang buruk terjadi. Dimulai dari melemahnya kekuatan tempur Organisasi,kegagalan operasi pencarian Yui, beberapa Catashtrope yang juga menghilang,sampai dirampasnya seluruh batu Hougyoku.
Kukira kau gugur sebagai martir di medan perang. Kuanggap kau sebagai pahlawan yang membela mati-matian kehormatan dan tuannya.
Tapi... rupanya tidak demikian." Sakura kemudian terdiam.
"Eh??" Shizue keheranan.
Sakura kemudian memegang pelipis kanannya
"Haha.. dengan memanfaatkan sedikit celah dalam kekacauan peperangan kau akhirnya berhasil melarikan diri.
Jika dipikir kau melakukan pertaruhan yang luar biasa. Melawan musuh yang sangat kuat sendirian,sekaligus melindungi rekan yang terluka, namun tetap berhasil menjalankan rencana tersembunyi yang kau canang kan.
Dasar Rubah bajingan" senyum Sakura kemudian berubah menjadi seringai yang menakutkan.
"Saat divisi 1 menggantikan divisi 4 menanggung tugas pencarian Yui dan hilangnya Catasthrope2 lainnya. Mereka melaporkan bahwa kau, Zimi, Gin menghalang-halangi mereka. Dan kalian masih hidup!!
Saat ini banyak pertanyaan dikepalaku. Saking banyaknya kepalaku sampai pusing.
Tapi banyak hal juga yang sudah diketahui olehku.
Bukankah, kedatangan para outsider ini juga merupakan bagian dari rencanamu?
Banyak hal.... Kenapa.... " Sakura kemudian terlihat sangat terganggu dengan pikiran2nya.
Perlahan tapi pasti hawa sekitar mereka semakin dingin, suhu udara semakin menurun. Senyum ramah diwajah Sakura menghilang. Perlahan dia membuka matanya dan kemudian matanya yang biru memandang tajam ke arah izuna yang tampak tegang.
"Kukira kau menutupi sebagian informasi dari kami karena demi kepentingan organisasi. Tapi kenapa? Pada akhirnya kau juga meninggalkan kami tanpa alasan?
Kenapa? Kau menutup-nutupi lokasi Yui? Kenapa kau, Alice, Zimi, lalu Gin meninggalkan posisi kalian yang merupakan posisi yang sangat penting bagi organisasi? Kenapa kau mengkhianati organisasi?? Kenapa kau mengkhianati kami. Yuzuru bahkan hampir mati saat kau tidak ada.
lalu... KENAPA!!!? Kau mengkhianati tuanmu sendiri??? Kami mengira kau adalah Catasthrope yang paling dekat dengannya, kenapa kau berani-beraninya mengkhianati Gunji yang dulu menyelamatkan mu dari kematian? Apa kau tak ada rasa balas budi!?
Dan sekarang... kenapa kau bersama Kenja no Ishi lain selain Gunji? " tunjuk Sakura Mizukami.
*Bwooooshhh*
Angin dingin bertiup semakin kencang menerpa mereka semua.
"Kau salah akan semua dugaan mu. Percayalah aku melakukan ini demi kebaikan organisasi. Biarkan aku menjelaskannya terlebih dahulu... " tanggap Izuna.
"Tidak perlu!!!!" teriak Sakura.
Tiba-tiba Sakura tertawa histeris. Semua kecantikan dirinya sirna dengan kengerian dan aura mencekam dari dirinya.
"TAK PERLU REPOT-REPOT MENJELASKAN!!!
Aku akan dapat dengan mudah mendapatkan jawabannya." ujar Sakura.
"Kau, Zimi, Gin, Alice. Adalah suatu kegagalan bagi organisasi, kalian adalah produk gagal yang harus dibuang sejauh mungkin dan dihancurkan sehancur-hancurnya.
Tapi sekali lagi, sebagai orang yang saling mengenal aku tetap penasaran. Tapi tenang kau tidak perlu repot-repot menjelaskannya."
*Ziiingg\, pwaash*
Sebilah pedang 'Long-sword' berwarna kuning berhias zamrud pada ujung pegangannya muncul entah darimana. Yang kemudian langsung dipegang oleh Sakura Mizukami.
"Jawabannya akan mudah kudapatkan kalau kubelah dadamu dan kucabik-cabik isinya. Siapa tahu aku bisa melihat hatimu masih bersih atau kotor. Kalau kotor aku akan membantumu membersihkan nya dengan lambungku. (dimakan)" seringai dan tatapan Mizukami muncul dengan sangat mengerikan.
"Aku mengenalmu dengan baik, dan sudah pasti kau susah diajak kompromi, kalau begitu tak ada pilihan lain..." ujar Izuna.
"Gin!!" teriak Izuna lagi.
"Ya!!" Gin menyahutnya.
Izuna dan Gin kemudian memunculkan 'pakaian tempur' mereka dan 'senjata' khas milik masing-masing. Gin dengan dua great-sword berbentuk setengah lingkaran dan Izuna dengan pedang katana ringan miliknya.
*Bwoooshh*
Izuna dilapisi dengan aura kuning dari tubuhnya, Gin dilapisi aura merah api, dan Sakura dilapisi dengan aura biru langit dari tubuhnya.
Sebelum menyiapkan kuda-kuda nya Izuna mengucapkan sesuatu yang hanya Tatara yang dapat mendengarnya.
"eh...kok jadi gini..?" gumam Rukaman (sambil poker face)
Izuna bersiap menyerang dari depan, sedangkan Gin bersiap menyerang dari belakang.
*Bwooooshhhh* Aura mereka bertiga begitu menyilaukan hingga terik siang berubah seolah mendung.
"Daijutsu : Kokujou!!!!"(Jurus utama : Kokujo!) Gin dan Izuna berteriak bersamaan.
"Cih, sampah bekerjasama dengan sampah juga hasilnya akan sama saja.
Dasar makhluk gagal!!" ujar Sakura sambil bersiap dengan long-sword miliknya.
"... Ou Tatsumaki!!!" (Raja Naga Tornado) teriak Izuna.
"...Ou, Tengen Myou-oh" (Raja Cahaya,pukulan hukuman surga) teriak Gin.
....Bersambung.
Next : Run!! Don't Waste your time, leave it to me.