The Visitor Series

The Visitor Series
Final Gear vs Nozarashi



        Final Gear  vs Nozarashi.


   *BBBUUAAKKKK\, BOOOOMMM*


  "UHUK!!!" Kuro terbatuk setelah perutnya terkena pukulan telak dari tangan kanan Zimi. (Ingat ilustrasi si Zimi sekarang udah berubah jadi USS.Minneapolis Azur Lane. ?)


Kuro terhempas jauh seketika, disusul oleh suara keras yang disertai getaran gempa akibat kuatnya pukulan yang dilancarkan Zimi.


"Gila...tenaganya kuat sekali." Gumam Kuro.


*Swiiinggg*


"Apa!??" Gumamnya lagi.


Zimi tiba-tiba sudah berada di atas Kuro yang terhempas. Tanpa ragu Zimi langsung menginjak perut Kuro dengan sangat kuat.


"Uhuk!!!" Lagi-lagi Kuro terbatuk.


*DHUUAAAR!!!!!*


Sebuah kawah terbentuk akibat benturan dahsyat dari tubuh Kuro yang jatuh dengan kecepatan tinggi.


"Entei..." ujar Lirih Zimi.


*Swiiiiingggg*


Zimi berputar dilangit. tubuhnya tiba-tiba terbakar oleh api merah darah. Kulit gelap dan terbuka membuatnya terlihat sangat menyeramkan. Zimi mengeraskan udara dengan 'mana' miliknya dan menjadikannya sebagai pijakan.


*BWWOOOOOOSHHHGGG*


Bagai meteor jatuh, Zimi meluncur cepat dengan suara keras,kebawah menyusul Kuro yang masih 'terjun bebas'. Ekor kilat terbentuk dibelakang tubuhnya. Zimi menjatuhkan diri dengan sangat cepat.


*BBBHOOOAAAAKKKKHHH*PYAAARRR*


Sebuah injakan kuat dari Zimi yang menghujam perut Kuro telah menghancurkan seluruh armor D.D miliknya.


Tak tanggung-tanggung semua organ dalam Kuro langsung hancur. Melebur menjadi satu. Tak berbentuk bagai bubur diaduk.


Kuro muntah darah dengan hebat. Dirinya kejang-kejang karena syarafnya menerima rasa sakit luar biasa dengan tiba-tiba.


"Sial!!!" Geram kuro dengan tubuh tak karuan.


Kuro tak sempat menggunakan territory ataupun 'wilayah' miliknya. Dia juga sudah menggunakan aegis 2 kali sebelumya. Dia saat ini mengaktifkan aegis semata-mata hanya untuk melindungi Hilda. Kuro tak punya cukup tenaga tersisa untuk menangkis serangan kilat dan berat yang mendadak dari Zimi barusan.


Apalagi kondisinya saat itu mereka berdua sedang 'terjun bebas'. Menjaga keseimbangan dan berusaha meminimalisir efek kerusakan serta memperlambat 'timing' saat jatuh saja sudah amat sulit.


Tekanan udara yang terus menekan kuro. Kurang oksigen. Dinginnya lapisan atmosfer, membuat dia tak fokus pada tangkisan serangan. Kuro hanya bisa pasrah menerima serangan telak Zimi.


*Graabb*DHUUAAARRRRRR(Saking kuatnya pukulan Zimi\, efek suaranya ane ubah saja jadi ledakan).


  Tak selesai diinjak begitu saja. Zimi langsung menjambak rambut Kuro dengan tangan kanannya dan memukul kuat wajah Kuro dengan tangan kirinya.


"UGHHH". Kuro kesakitan.


Sebuah tinjuan yang dapat menghancurkan gunung batu mendarat dengan selamat di pipi kanan Kuro. Untungnya kuro masih sempat menggunakan armor D.D nya untuk melindungi seluruh wajahnya.


  "Sial... langsung retak" gumam Kuro.


*BLLARRR\, BBBLLAARR\, BLLLARR*KKKRAAKK*


Tanpa basa-basi Zimi terus memukuli wajah Kuro tanpa ampun dan semakin meningkatkan tenaganya pada setiap pukulan. Hingga akhirnya topeng armornya terlepas seluruhnya


*BLAAAAARRRR*


  "Orang.... gila...kau... jadi diam... terus.. sejak berubah ya..." ujar Kuro.


Sebuah pukulan kuat akhirnya berhasil mendarat. Secara mengenaskan setengah wajah Kuro hancur dan hilang seolah tertembak laser. Bekas tinjuan Zimi seolah terbakar dan menghilang.


Kedua mata Kuro terlepas,giginya rontok, daging muka nya hangus dan berserakan.


"SEAL!!!,Enhancement!!!,BOOST!!!" Gumam Kuro.


*Bwaaatttss*


Tiba-tiba muncul segel raksasa yang berusaha menahan Zimi.


*BWAAAATSSSS\, PPYAAARRT*


Sayangnya segel yang dikeluarkan Kuro tak mampu menahan Zimi yang sudah 'berevolusi'. Segel tersebut langsung hancur.


*BLAAAARRRRR*


  Saat keduanya hampir membentur tanah. Zimi memegang erat muka Kuro yang hancur lalu membantingnya serta menjadikan tumpuan ketika berbenturan dengan tanah.


"Hssssssssss....."  Zimi berdesis seperti suara ular.


Tubuhnya beruap, perlahan api merah darah yang sebelumnya menutupi Zimi perlahan-lahan meredup.


"Ha...hah... ha...." Kuro terbujur kaku dengan tubuh yang hancur-hancuran.


Kedua lengannya putus, organ dalamnya menjadi bubur, wajahnya rusak. Kuro hampir kehilangan kesadarannya. Penglihatannya kabur. Sekujur tubuhnya mati rasa.


Zimi terduduk diam memegangi dadanya. Terlihat kesakitan.


*Crrrrr*


Tiba-tiba keringat deras, air mata kesakitan, serta ingus dari hidung dan darah dari mulut serta kedua mata mengalir deras dari dalam tubuh Zimi.


  "HHSSSHHHHHH.... "


Zimi membuka mulutnya. Uap putih semakin banyak yang keluar dari dirinya. Suhu tubuhnya yang meningkat tiba-tiba benar-benar membebani tubuh kecilnya.


Zimi menatap sekeliling. Dia tidak melihat satupun objek yang masih bagus dan utuh. Sejauh mata memandang dia hanya melihat tanah terbakar, batu yang pecah. Kawah hitam. Dengan kata lain dia hanya melihat satu hal. Yaitu "Kehancuran".


"...." Zimi terdiam.


"Rupanya aku belum pulih total. Sial. Sejak pertarungan terakhir, ketika melawan Ginga (Catasthrope tingkat tinggi Kage Oushima) aku terluka parah. Tak ku sangka luka nya masih belum sembuh juga." gumam Zimi dengan penuh rasa geram.


"Fuuu.... haaa... " Zimi berusahalah mengatur nafasnya dan mulai memfokuskan diri pada regenerasi tubuh.


Perlahan tapi pasti. Tubuh Zimi semakin membaik. Suhu tubuhnya kembali ke suhu normal. Pendarahan dalam tubuhnya berhenti.


             ***************


  *BBBBLLLLLAAAAAAARRRDDDRRZTTTT*(Sfx nya sangat keras sampe bikin HP ente panas)


"JANGAN KIRA PERTARUNGAN INI BERAKHIR BEGITU SAJA!!!!" teriak Kuro yang tiba-tiba memukul perut Zimi dengan sangat kuat hingga terhempas jauh.


"Nozarashi ya....dasar sialan... 'gurun amarah' apanya? (Nozarashi). Kau justru menghancurkan dirimu sendiri." ujar Kuro yang tiba-tiba muncul.


Kuro dipenuhi aura hitam kuat yang menyelimuti penuh tubuh dan armornya. Armor D.D nya kembali terbentuk dengan bentuk yang jauh lebih keren.


"Walau gear ku saat ini baru sampai tahap ini... kurasa sudah cukup untuk mengalahkannya..." gumam Kuro.


  "Final gear...!!!" ujarnya.


Seketika Aura hitam memenuhi seluruh langit. Aura pekat, dingin serta mencekam memenuhi langit pagi yang berubah seolah menjadi malam.


*ZIIIINGGGGG\, DDDRTTTT*


Suara dengungan kuat dan getaran hebat memenuhi langit, saat Kuro kembali muncul dengan wujud barunya.


"Seal, Enhancement, Boost"


Muncul segel raksasa yang menahan tubuh Zimi yang terhempas.


"Rasakan...." gumam Kuro.


"...." Zimi terdiam saat tubuhnya terkena segel Hexagonal raksasa dari Kuro.


           ******************


  "Haaaah... haaahh... haaah...." Zimi terengah-engah.


Tubuhnya penuh luka, sekujur tubuhnya 'terkelupas'. Sesaat yang lalu Zimi sangat mendominasi pada peperangan. Namun kali ini Kuro lah yang unggul jauh diatas Zimi.


"Hahaha... " Zimi tertawa.


  "Kenapa kau tertawa?" tanya Kuro.


"Kau... menonaktifkan aegis yang melindungi Hilda..."


"Ya... tentu saja. Untuk apa mengaktifkan terus menerus aegis hanya untuk melindungi nya dari cecunguk sepertimu."


"Hahaha..."


".... "


*tap\, tap\, tap*


Suara langkah kecil namun tegas terdengar sayu ditengah situasi mencekam itu.


"Akhirnya kau sudah siuman juga... Hilda." sambut Kuro.


"...." Hilda hanya terdiam sambil memandangi Zimi yang sedang dalam kondisi menyedihkan.


"Kau tau...alasan kenapa aku tidak pernah berhasil dikalahkan oleh banyak orang sekaligus bukan karena aku memiliki banyak teknik serta banyak shikigami." ujar Zimi.


"Aku tidak peduli dan tidak mau tau. Tidak perlu banyak Omong. Sebentar lagi riwayat hidupmu akan tamat oleh tanganku" ejek Kuro.


"Hahaha.... dasar bodoh... baiklah kalau begitu." ujar Zimi.


"Tapi biar kuberi kisi-kisi sedikit,berterimakasihlah atas kebaikan hatiku.


Aku tidak pernah bisa kalah jika dikepung karena 'bankai' mencegah hal itu terjadi..." ujar Zimi yang masih terikat segel.


  Zimi kemudian tersenyum menyeringai.


    "Bankai : Sakashima, Yokoshima, Happoufushagari." (Tameng Iblis pembalik segala arah).


                        ....Bersambung.