
"Baiklah... sepertinya kau bukan bocah biasa, kau ku perbolehkan mengetahui siapa namaku...Namaku adalah Kuro Dark Dragon. Senang bertemu denganmu" ujar Kuro.
"Wah terimakasih paman Kuro. Nama ku Zimi Samune senang bertemu denganmu juga" jawab Zimi dengan senyuman.
***
Hasil akhir?
"Apa cuma segini yang kau bisa lakukan? Bocah... " ujar Kuro sambil memasang ekspresi serius. Tampaknya pertempuran mereka berdua berlangsung sangat cepat, dengan kemenangan nampaknya berpihak pada Kuro.
Medan disekeliling mereka dipenuhi dengan gunung pasir dan banyak piramida-piramida yang nampak pecah dibagian puncaknya, serta terbakar api hitam dengan sangat hebat.
Terdapat juga tombak-tombak batu yang jumlahnya ratusan ribu nampak patah disamping ratusan ribu pedang hitam lainnya yang tertancap ketanah. Langit nampak mendung,udara sangat kotor dipenuhi debu. Ditanah terbentuk puluhan kawah raksasa yang mengerikan. Tidak ketinggalan juga dibalik padang pasir itu terdapat pepohonan yang akar dan batangnya sangat besar memiliki ujung lancip menusuk dari bawah tanah kearah langit, jumlahnya yang sangat banyak sehingga membuat gelap area sekitar nya karena bayangan. Ukuran pohon terbesar mencapai 300 meter tingginya tertebang dan akarnya terbakar.
Penampakan yang sangat mengerikan dimana kau melihat hutan belantara raksasa yang terpotong serta terbakar oleh api hitam, terlihat seperti bekas peperangan bangsa iblis ribuan tahun lamanya. Percikan darah dimana-mana, dan pedang serta tombak yang patah ikut menghiasi suasana mencekam disana.
Didaerah sekitar situ nampak ada seorang laki-laki yang memakai Zirah hitam yang dia sebut Zirah 'Dark Dragon' berlumuran darah segar. Di sekujur tubuhnya tertancap beberapa tombak batu,dipundak dan punggungnya dililit oleh akar berduri yang 'tembus' sampai ke dalam tubuhnya. Di tangan kanannya dia mencengkram erat kepala seorang gadis yang juga berlumuran darah dan penuh luka,tangan kirinya terpotong hingga bagian hasta, mengucurkan darah. Kaki kirinya dari paha sampai betis penuh luka tusukan yang sangat parah. Kaki kanannya penuh sayatan, dan goresan, serta nampak 'remuk' oleh pasir keras yang menutupi lutut sampe betisnya.
Kondisi si gadis lebih mengenaskan lagi. Kepalanya bocor dan mengucurkan banyak sekali darah hingga menutupi kepalanya, sampai-sampai rambutnya berwarna merah darah. Mata kirinya tertusuk pisau hingga tembus kebagian kepalanya. Telinga kirinya putus. Badan si bocah itu dipenuhi tusukan pedang hitam yang tembus dari belakang ke depan bagian tubuhnya. Dada serta paru-paru nya pecah, nampaknya terkena pukulan yang sangat dahsyat.
Tangan kanannya masih menggenggam erat besar nya yang nampak sangat kokoh, meski banyak sekali goresan dan beberapa bagian pedangnya patah.Pedang tersebut bertuliskan 'Suna'. Tangan kirinya secara ajaib sama sekali tidak terluka, dan masih menggenggam pedang yang utuh. Sebuah pedang yang bertuliskan 'Mokuchi'. Bagian perutnya terburai dan ususnya nampak 'jatuh'. Karena saking sakitnya luka yang dirasakan gadis itu, dia sampai muntah dan kencing darah. Bagian kaki kanan dari paha kebawah terlihat seperti kain basah yang 'diperas', kaki nya hancur dan mengucurkan darah. kaki kanannya nampak bolong-bolong seperti ditembus sesuatu dengan cepat.
"Nasib mu sudah di ujung tanduk... ada kata-kata terakhir?" tanya Kuro. "Aaaa.... hhaa.,. ah.. " Zimi bernafas berat, dia sudah kesulitan berbicara, pada kondisinya yang sudah begitu merupakan suatu keajaiban dia bisa mempertahankan kesadaran nya dan tidak pingsan.
"Sudah tidak ada harapan hidup lagi ya...tapi... apa itu tadi, semuanya terjadi begitu cepat. Rasanya aku tidak bisa mengingat semua yang terjadi barusan. Tapi bocah ini. Aku tidak menyangka akan sempat kewalahan melawan bocah ini. Kegilaannya, kekuatannya, keaneha aura nya, serta kemampuan untuk semakin berkembang ditengah pertempuran. Membuatku sangat bersemangat sekaligus ketakutan ketika melawannya.
Tapi serius saja... apa-apaan bocah ini. Dia seolah titisan iblis yang penuh dendam dan amarah. Senyuman seringainya juga sangat aneh. Dia juga tidak ragu untuk 'mati'. Mengabaikan semua rasa sakit sampai tubuhnya sendirilah yang menghentikan nya. Seandainya lawanmu bukanlah aku. Mungkin kau bisa membunuh siapapun dalam pertarungan satu lawan satu. Tapi sayang sekali perkembangan dirimu terhenti sampai disini. Bocah Iblis...kau patut kupuji... " Gumam Kuro.
"Sepertinya kau tidak punya kata terakhir\, langsung saja untuk mengakhiri penderitaan mu. Selamat tinggal\, Zimi Samune" *KKRAAK\, ZZRAASSHHH* Dengan tenaga yang kuat Kepala Zimi diremas dan dihancurkan oleh tangan kanan Kuro.
Sakanade
"Satu masalah sudah selesai" ujar Kuro. Sambil berjalan beranjak meninggalkan 'mayat' Zimi. Luka-luka Kuro perlahan-lahan sembuh.
"Kau pikir begitu?... " , tiba-tiba ada suara seseorang dibelakang Kuro. "!!!? " Kuro terkejut dan langsung kembali menoleh kearah 'mayat' Zimi. "Kemana dia!? " gumam Kuro. Kuro melihat tubuh zimi menghilang, "Ada apa paman? Kau mencariku?" tiba-tiba Zimi muncul dibelakang Kuro 'tanpa luka sedikitpun'. "Apa-apaan ini....!? " tanya Kuro sedikit terkejut.
"Wahh paman ternyata seram juga. Tenang dulu paman Kuro biar kujelaskan apa yang barusan saja terjadi." ujar Zimi.
"Bisa kukatakan musuh yang paman lawan bukanlah kepalsuan. Memang kau secara nyata telah berhasil 'membunuhku'. Namun bisa juga kubilang bahwa musuh yang paman lawan adalah palsu." ujar nya. "Jelaskan padaku. tidak perlu basa-basi." jelas Kuro.
"Baiklah. Langsung saja pada intinya. Paman mungkin belum sadar bahwa saat ini paman sudah masuk ke dalam realitas marmer milikku. Didalam dunia ini aku bisa menciptakan 'kloning' diriku dengan kemampuan yang sama dengan yang dimiliki oleh badan yang asli. Dimulai dari, kadar mana, kekuatan tempur, kelincahan, presisi dll didalam pikiran sang korban. Tapi pembuatan kloning tersebut menguras banyak sekali mana.
Aku menggunakan kemampuan manipulasi mana dan kemampuan untuk menyedot mana musuh melalui teknik Rashoumon. Jadi sejak awal paman hanya melawan 'musuh' yang terbuat dari 'energi kekuatan' paman sendiri.
Nama jurusku ini adalah sakanade, dimana dengan jurus ini aku bisa memanipulasi seluruh indra target. Dimulai dari penglihatan sampai indra keenam seseorang alias memanipulasi insting seseorang.
Saat ini kau mungkin mendengarkan suaraku dari dekat, atau kau melihat wujudku didepanmu. Namun bisa saja itu adalah ilusi. Apa yang kau lakukan baik itu bergerak berdiri, berlari,melompat, apa yang kau rasakan rasa sakit, rasa senang, rasa sedih. Itupun bisa jadi hanya hasil manipulasi indra. Bisa jadi kau bermaksud untuk mempercepat regenerasi tubuhmu ynag terluka, tapi ternyata direalia kau terlihat seperti orng yang 'mempercepat' aliran darah yang keluar ketika pendarahan hebat terjadi. Disaat kau hendak menebas musuh, bisa jadi di realita nya kau tampak seperti hendak menusuk perutmu sendiri. Luka yang kau rasakan di realita tertutupi oleh ilusi. Ketika kau merasakan seperti kekenyangan sehingga kau terus memeganginya, namun di realitanya secara tidak sadar perutmu sedang kau sobek.
Kau sudah masuk kedalam jurus yang mampu memanipulasi indra, bahkan siang hari yang terang benderang bisa saja bagi sang korban yang terkena jurus ini melihat bahwa waktu masih menunjukkan tengah malam. Halusinasi diperkuat pada jurus ini.
Jurus yang sangat kuat ini, selain memanipulasi indra tapi juga bisa menjadikan organ milik lawan mengalami disfungsi, contoh seseorang yang jongging. Pada normalnya dia akan minum dengan organ pencernaan nya. Namun ketika terkena ilusi manipulasi indra, bisa saja dia menggunakan organ pernapasan nya untuk minum.
Tapi metode untuk memberikan ilusi kepada lawan, aku tidak serta merta menggunakan Sakanade. Sakanade hanyalah alat untuk membalikkan kenyataan dan ilusi. Membalikkan depan dngn belakang, kiri dngn kanan, atas dan bawah. Sehingga saat seseorang ingin berjalan maju, maka justru dia akan mundur, saat ingin bergeser kanan dia akan bergerak ke kiri. Begitu seterusnya.
Untuk memberikan ilusi, aku tidak membuat teknik ilusi tertentu tapi aku menumbuhkan beberapa tumbuhan seperti;kanna, damania, dan blue lotus. Yang memiliki efek halusinasi yang kuat seperti ganja. Jadi... meskipun kau punya daya tahan ilusi yang kuat, kau tetap akan terkena ilusi dari tetumbuhan ini. Kategori mana dari tumbuhan ini bukanlah 'ilusi' tapi melainkan 'energi natural'. Sekuat apapun seseorang, energi natural tidak akan dapat dia tahan dan netralisir. Contoh energi natural adalah gizi yang dia dapat dari makanan, ataupun oksigen yang dia dapat dari menghirup udara. Jadi kondisimu sekarang bukanlah terkena teknik 'ilusi' melainkan sedang 'fly' akibat mabuk oleh tetumbuhan beracun.
Kemampuanku adalah Mokuchi(pohon, dan tanah), dan Suna (pasir/bebatuan). Sakanade adalah salah satu jurus terkuat dari Mokuchi. Itulah kenapa tangan kiri dan Pedang Mokuchi ku sama sekali tidak tampak terluka pada kloning ku. Karena sejak awal tangan kiri dan pedang itu hanya ilusi dan tidak ada disana.
Cukup ironis dimana kemampuan sakanade akan semakin kuat ketika lawannya memiliki indra serta insting yang sangat tajam seperti dirimu paman. Sakanade juga bekerja sangat baik ketika targetnya hanya ad satu orang. Jadi diantara para Catasthrope lain selain para generasi 'pembunuh para dewa' yang 4 dan divisi 0,aku bisa berbangga diri bahwa aku akan menang dalam pertarungan satu lawan satu " ujar Zimi panjang lebar, sambil menyeringai.
"..." Kuro terdiam. "Menarik bocah... kau cukup pintar dan licik diusiamu itu." Kuro kemudian menyembuhkan seluruh luka-lukanya. Namun *degh* "!!?" Kuro keheranan tubuhnya tiba-tiba lemas. "Sepertinya kau belum cukup paham paman. Saat ini kau masih dalam efek Sakanade\, apapun yang kau lakukan\, apapun yang rasakan\,apapun yang kau lihat adalah ilusi. Biar aku berbaik hati sedikit memperlihatkan 'realita' " ujar Zimi. "Shatter... " lalu tiba-tiba Zimi menghilang dan muncul jauh dibelakang Kuro. "...! " kuro melihat dirinya sendiri penuh dengan luka. Lehernya tertusuk pedangnya sendiri. Tangan kanannya memegang jantungnya sendiri\, tangan kiri sedang 'menghancurkan' organ dalamnya sendiri.
Kuro menyeringai dan mulai merasa kesal "Menarik.... Bocah..!!! " seringai Kuro terlihat sangat menyeramkan. Aura nya yang 'mengamuk' terasa sangat menakutkan dan mencekam. Kuro merasa sangat tertipu. Meski luka ditubuhnya sangat banyak, Kuro tetap tidak merasa tertanggu dan berdiri tegap.
"Mari kita lanjutkan permainanmu bocah... aku akan menemanimu sampai dasar neraka..!!"
... Bersambung.