
Nyanyian
"mmmmm... aku terharu. Hiks. Sungguh reuni yang mengharukan. Melawan takdirnya, menembus lintas ruang waktu dimensi. Betapa kau sungguh beruntung begitu dicintai Izuna"
"Diam... " jawab Izuna dingin.
"Justru kaulah yang sepertinya harus 'diam' Izuna. Nah... untuk hadiah pertemuan dariku aku akan menyanyikan suatu lagu yang sangat pas menggambarkan tekad temanmu yang ingin menemui mu Izuna" jawab orang itu sambil menunjuk langit.
*Ziing*
Lagi-lagi mereka masuk kedalam 'realitas marmer' orang itu. Mereka masuk kedalam ruangan aula besar yang gelap.
"Sudah kubilang di...!!!" Izuna tiba-tiba diam.
"Shhhttt, tidak ada yang boleh mengganggu nyanyian ku."
"!!! (a... ku tidak bisa bicara juga??" gumam Suzaku.
*Bwaaaahhh* *ctak*
Api yang dinyalakan oleh Suzaku secara diam-diam juga mati seketika saat 'lampu' aula dinyalakan.
"Kupersembahkan orkestra berasal dari kisah cinta aneh nan lucu dari kisah 'Orpheus dari dunia bawah' gyahahahaha...
'Jacques Offenbach : Orphee Aux Enfers' "
Suzaku, Shizue tiba-tiba terduduk di kursi opera. Izuna masih berdiri di depan mereka berdua. Mengamati panggung konser yang akan segera membawakan suatu lagu.
"Izuna kau juga duduk!"
*brakk*
Secara tiba-tiba tubuh izuna seolah ditarik duduk. Shizue hendak mengeluarkan A.T fieldnya lagi namun tidak bisa sama sekali. Suzaku kembali hendak membakar area aula itu namun tubuhnya sama sekali tidak bisa bergerak.
Mereka bertiga dipaksa untuk mendengar lagu yang dibawakan sampai selesai.
"saaa.. mari kita mulai..."
*Ziingg*
Violin ditangan orang itu berubah menjadi tongkat kecil yang biasa dipakai conductor.
Disekeliling nya muncul banyak orang yang wajahnya tertutup kertas bertuliskan 'shikigami' mereka masing-masing duduk melingkar dikursi memegang alat musik yang berbeda-beda. didepan mereka ada stand kertas not yang akan mereka mainka.
Posisi mereka duduk melingkar dengan 'orang itu' ditengah sebagai conductor.
"Galop infernal... "
*Tinggg*
suara ketukan triangle menandai dimulainya musik.
(referensi : Offenbach : Orphee aux enfers bagian Galop infernal, karangan Jacques.
• https://youtu.be/GZxUJXqbxYs)
**********
"Kaminari no kata : Goryuuten : Tatsumaki!!"
(jurus penguasa petir : Lima naga langit penghancur : Tornado!!)
*Bwaaasshhhhh\, Dhuuaaaarrr*
Tepat setelah lagu selesai diputar dan mereka bertiga dapat bergerak kembali. Izuna menghancurkan dengan teknik petir miliknya.
Izuna menghadapkan tangan kanannya ke panggung lalu muncul 5 naga ular listrik yang masing-masing muncul dari jari2nya. Naga ular tersebut menghantam aula dengan sangat keras dan memutar melingkar hingga membuat angin topan penuh listrik. Menyedot dan menghancurkan segala apa yang ada disana.
*Ziiingg* *Pyaaaarrr*
Realitas marmer orang itu lagi-lagi dihancurkan oleh Izuna saking dahsyat nya energi kehancuran yang telah dikeluarkan.
"wah kok kamu jadi sensitif sih? ahahah" ujar orang itu sambil tersenyum dan menunjukk izuna dengan tongkat kecilnya.
Suzaku dan Shizue terkaget orang itu bisa selamat tanpa luka sedikitpun. Bahkan tidak ada sedikitpun debu ataupun asap di tubuhnya setelah terkena serangan tadi.
"Mmmmhhhh... dari semua lagu klasik yang ada. kenapa kau harus memainkan yang itu?" ujar Izuna.
"!!!" lagi-lagi Suzaku terkaget. Banyak hal pada hari itu yang membuat Suzaku tertegun namun kali ini agak berbeda. Dia melihat ekspresi yang tidak dia sangka seseorang yang dia pikir orang yang 'sangar', 'bijak' dan 'keras'.
"Dia.... " Suzaku bergumam, dia terkejut tidak bisa bergerak.
"Sial... dia.... IMUT!!! 😍" gumamnya lagi.
Rupanya Izuna 'ngambek', wajahnya memerah menahan malu, matanya berkaca-kaca menahan air mata, pipinya menggembung karena menahan sebal.
Meski dia terkenal berwibawa namun bagaimanapun Izuna terhitung masih seorang anak kecil jika dibandingkan dengan umur majin pada umumnya. Jadi sebenarnya tidak mengherankan bagi Shizue jikalau Izuna sesekali bersifat kekanak-kanakan. Hanya saja dia juga belum pernah Izuna berekspresi demikian. Shizue juga kaget.
"hahahha... mau bagaimanapun kau juga masih anak kecil ya... ahahhaa".
"Maaf mengganggu, Izuna-sama. Melihatmu seperti ini. Nampaknya anda memiliki hubungan yang erat dengannya. Kalau boleh tau, siapakah dia?" Tanya Shizue sambil menunduk.
"Ah... " izuna buru-buru mengusap wajahnya dan menggantikan raut mukanya menjadi normal kembali.
"Waahh... perubahannya cepat sekali ya... -_-" " gumam Suzaku.
"Ah... dia,oh ya biar kujelaskan kemampuan yang dia miliki. Seperti yang kau tau dia ini adalah Kenja no Ishi : Song of Victory. Tapi kekuatan nya tidak hanya terbatas pada 'Song' atau lagu itu sendiri.
Nama Song of Victory adalah sebuah kesalahan. karena dia yang selalu bernyanyi dan menggunakan nyanyian untuk bertarung dia dikenal dengan Song of Victory. Sang pengendali alam menggunakan lagu.
Kemampuan aslinya adalah 'Sound of Victory' yang mana dia bisa menggunakan 'sound' untuk kepentingan nya.
Kalian beruntung dia orang yang santai dan senang menjahili orang saja. Kekuatan nya tidak bisa ditangkis dengan shield apapun bahkan A.T Field ataupun Danku. Jikalau bisa maka dia hanya sengaja agar membuat kalian berpikir kekuatan nya bisa dibatasi asal kalian tidak bisa mendengarnya.
Karena kekuatan nya 'sound' maka mungkin kita berpikir asal kita tidak bisa mendengar ataupun tuli, maka bisa melukainya tanpa harus terkena jurusnya.
Namun dalam konsep kekuatannya, menyatakan bahwa tidak ada ruang kosong yang tak memiliki bunyi. Kondisi psikis, fisik dan metabolisme tubuh juga bisa terkena efek oleh bunyi miliknya.
Meski mirip dengan Gifters dan Specter yang jangkauannya sangat luas. Dia adalah jenis yang berbeda. Gifters adalah orang-orang yang dianugerahi kemampuan untuk mengendalikan objek tertentu, dipihak kita ada Sakura-dono dia mampu mengendalikan apapun yang berbentuk liquid ataupun cairan. Specter adalah orang-orang yng dianugerahi kemampuan untuk mengendalikan apapun yng memiliki warna tertentu, dipihak kita ada Yuzuru-dono dia bisa mengendalikan apapun yang berwarna hitam. Orang ini justru bisa mengendalikan apapun yang 'mendengar' ataupun 'terkena' 'bunyi' miliknya. Baik itu Audiosonik, Ultrasonik, Supersonik, maupun Infrasonik.
Audiosonik masih mungkin manusia hindari. Infrasonik juga masih mungkin majin hindari. Namun Supersonik dan ultrasonik adalah jangkauan yang mustahil dihindari oleh manusia ataupun majin. Tidak hanya mengendalikan apapun yang mendengarkan nya dia juga dapat menggunakan 'bunyi' untuk 'merusak' musuhnya ataupun menjadikan mereka menjadi miliknya.
Karena itu kita tidak pernah sukses memata-matainya, kecuali dia memang sengaja membiarkan dirinya dimata-matai.
Karena kekuatan nya juga itulah meski dia dipihak netral dalam faksi kenja no ishi sendiri,dia termasuk dari 5 yang terkuat dari semua kenja no ishi dari segi kemampuan tempur, dan nomor 3 terkuat dari kemampuan kenja no ishi dasar kalau Skyhigh, starlight dikecualikan.
Sungguh beruntung orang seberbahaya dia adalah orang yang tidak suka berbuat onar. Dari sejarahnya sendiri dia lebih sering tampil sebagai penengah ataupun penenang saat adanya perang dengan lagunya, dalam sejarahnya sendiri hampir tidak pernah ditemukan riwayat dia berperang.
Seperti yang diketahui juga kemampuannya tidak hanya itu saja. Dia sebenarnya inoryoku jadi dia juga punya inoryuu,jadi identitas aslinya adalah setengah majin. Walau tampilannya terlihat seperti manusia biasa. Inoryuu miliknya adalah tubuhnya sendiri.
Efek kekuatannya membuat tubuhnya awet muda dan saat dia dalam kondisi sekarat maka tubuhnya akan mengecil kembali ke umur lima tahun, dengan kata lain dia hampir abadi kecuali jika ada seseorang yang berhasil membunuhnya. Dia juga bisa mengatur umurnya, tinggi badan, bahkan organ tertentu dapat dia manipulasi. Dulunya dia juga merupakan dokter bedah terhebat dan terkenal dimasanya." ujar Izuna menjelaskan panjang lebar.
Hal yang membuat Shizue bertanya-tanya kenapa Izuna bisa memilik hubungan dengan orang seberbahaya itu, dan bagaimana bisa dia mengenal orang itu begitu detail. Namun lebih dari semua pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam pikiran Shizue yang tersimpan.
Siapa sebenarnya orang itu, kenapa air muka Izuna terlihat seperti gadis kecil yang menjelaskan dengan sangat bangga pada orang lain tentang orangtua nya?.
"Maaf namun bisakah anda memberitahu apa hubungannya dengan anda dan siapa namanya" ujar Shizue lagi.
"Oh... iya, maaf terlalu berbasa-basi, namanya adalah... " ujar Izuna
"Shhhhtttt.... sudah kubilang bukankah namaku tidaklah penting." ujar orang itu memotong.
"Kalau kau ingin memanggilku. Hmmm... panggil saja... hmmm mungkin Ludwig atau Amadeus boleh-boleh saja itu adalah nama yang bagus karena aku menyukai musik klasik. Tapi kalau kau tidak menyukai keduanya panggil saja aku 'Tatara' kanji yang sama pada kata 'tatarareta' ataupun 'tatarai' yang berarti Kutukan maupun terkutuk.
Codename Tatara bagiku adalah nama yang pantas diberikan kepada orang yang tidak bisa melindungi orang berharganya memiliki kekuatan yang cukup." ujar Tatara.
"Membingungkan!!! Kalau begitu kupanggil saja Tatara, supaya kau selalu 'terkutuk' oleh penyesalah masa lalumu. Walau aku tidak tau bagaimana masa lalumu" ujar Shizue sambil menunjukkan sikap permusuhan pada Tatara.
"Hey... tapi itu bukan nama aslimu" ujar Izuna.
"..." Tatara hanya tersenyum.
"Wolfgang Amadeus Mozart ataupun Ludwig von Beethoven ya? Aku bisa liat betapa kau menyukai musik klasik" ujar Suzaku memotong.
"Yaah... begitulah." ujarnya.
"Mankai : Totsuka no Tsurugi. Mundur Izuna-sama. Tidak mungkin mengalahkan nya tapi setidaknya kuharap aku bisa membuat sedikit celah agar kalian kabur."
Shizue masuk kedalam mode mankainya dengan cepat.
"Ichidai Kiritsu... Tougen Totsuka!!!"
(One hundred Slash, Paradise Fall)
*ZUUUUUIIINGGGG*
Shizue bergerak dalam kecepatan tinggi dan sangat kuat.
.....
"Hah!!" Tiba-tiba Shizue masuk kembali ke mode biasanya, dan kembali berada di posisi awal dia berdiri yaitu dibelakang izuna.
"Percuma... bukankah kau mendengar penjelasan Izuna? Kau bahkan membuat 'bunyi' yang sangat banyak yang bisa kukendalikan" ujar Tatara.
"Aaa.... aa... tenang-tenang dia tidak akan menyakitimu, dia juga saat ini setidaknya bukan merupakan musuh kita" ujar Izuna.
"Dia ini...
.... Ayah kandungku"
"Hah!?" Shizue dan Suzaku kaget bersamaan.
... Bersambung.