
Outsiders Coming...
... Piknik yang Terganggu...
......................
Di Pagi hari yang cerah, Ryuuzaki dan Istri-istrinya (Hilda,Ayako,Hana) sedang menikmati keindahan alam di suatu danau, menikmati sejuknya angin, jernihnya air, merdunya kicauan burung. Pagi itu Ryuuzaki, Hana, Ayako, Hilda memang berniat untuk piknik di samping danau tersebut sambil menghindari hiruk-pikuk dan hingar bingar nya dunia.
Waktu berjalan dan pada tengah hari guru dari Ryuuzaki tiba-tiba datang bersama asistennya yang bernama Shyva.
"Ryuu... Ikutlah bersamaku, ada sesuatu yang aneh... ", " Apa yang aneh guru? " tanya Ryuuzaki, "Ini...Hadiah dan oleh2 dari anak rubah kecil yang dulu pernah kita kenal di dunia parallel itu, tiba-tiba memancarkan aura dan warna yang aneh" ujar Rukaman sambil memperlihatkan kelereng agak besar berwarna merah cerah berukuran seperti 2 jempol orang dewasa yang dililitkan pada rantai hitam, yang saat ditunjukkan mengeluarkan aura hitam pekat.
"Hah!??, kenapa batu itu berwarna merah? padahal sebelumnya berwana biru langit, dan kenapa warna rantainya sekarang hitam? padahal ketika dia memberikannya pada kita warnanya adalah putih" Tanya Ryuuzaki terheran-heran, "Izuna pernah bilang padaku benda ini adalah Vivre ball,dibuat dari bagian tubuh seseorang seperti kuku, rambut atau semacamnya. Dari batu ini kita bisa mengetahui kesehatan, kondisi fisik sang target dari warna batunya, coba ingat saat terakhir sebelum semua kita berpamitan dengan kawan2 lainnya, izuna meminta kita untuk memotong kuku dan dia mengumpulkan nya. dia membuat vivre ball semua orang dan membagikannya secara acak kepada kelompok yang berbeda-beda sebagai tanda persahabatan kita semua, kebetulan aku memiliki vivre ball milik bocah itu." penjelasan Rukaman di-iya-kan oleh Ryuuzaki dan lainnya.
"Benar juga aku ingat akan hal itu dan saat ini aku memiliki Vivre ball milik 'Pepta onium' " sahut Hilda, "Aku memiliki Vivre ball milik Azra Ashura" tambah Shvya. "Ya semua nya memiliki vivre ball ,dan kau sendiri mempunya vivre ball Refa Arna, coba semuanya perlihatkan batu kalian dan perhatikan warnanya" setelah mendengar penjelasan rukaman mereka bertiga memperlihatkan Vivre ball dan ternyata ketika batu tersebut memiliki warna biru langit cerah,gantungan rantai putih,dan memancarkan aura yang sangat menyenangkan.
Ayako dan Hana yang sudah tau perihal "Q", ikut terkejut mendengar penjelasan rukaman karena yang dijelaskan oleh rukaman hanya diketahui oleh dia sendiri, semuanya mengira bahwa batu tersebut hanya souvenir batu yang indah yang dipahat nama masing-masing orang pada setiap masing-masing batu seperti yang dikatakan izuna kepada mereka. "Kita disini hanya memiliki batu milik izuna yang auranya sangat tidak mengenakkan, dan hanya dari batunya saja kita mengetahui kondisi kelompok bandana-boy, aku agak mengkhawatirkan mereka" ujar Rukaman. "meski kita mengkhawatirkan mereka, kita tetap saja tidak tau bagaimana cara menemui mereka. tenang saja guru mereka adalah kelompok yang sangat kuat, aku yakin setidaknya mereka tidak akan mati" jawab Ryuuzaki menanggapi, "Ya aku tau mereka adalah kumpulan orang-orang kuat. Dari kisah-kisah, sikap keksatriaan izuna saja aku tau mereka bukan orang sembarangan,tapi rasanya entah kenapa aku ingin bertemu dengannya lagi walaupun hanya menyapa, meski mungkin kondisi izuna saat ini mencurigakan dan meskipun aku yakin dia pasti bisa mengatasi masalahnya, aku menghargai dan mempercayai sebagaimana dia sangat mempercayai dan mengagumiku dulu. Tapi, tetap saja aku ingin menemui mereka" "kalau gitu gimana caranya kita menemuinya? , kita tidak bisa membuka portal dimensi, kalaupun bisa kita tidak tau mereka tinggal dikoordinat mana?".
"Hougyoku... " jawab rukaman tegas, "Hougyoku?... apa itu guru?" "Selain vivre ball, izuna sempat memberikanku batu khusus bernama hougyoku, batu ini punya berbagai fungsi dan mengandung kekuatan yang sangat besar, kalau saja jatuh ke tangan orang yang salah bisa menjadi sangat berbahaya. salah satu fungsi batu ini adalah membuka portal ke dimensi asal yang sudah ditandai, artinya kita bisa teleport ke dimensi asal dimana kelompok bandana boy dkk berada.
Bagi orang yang tidak pernah melintasi dimensi secara langsung melalui portal dan bukan melalui media magis penyedot seperti ketika kita masuk "Q" maka akan terkena efek samping yang cukup parah karena tubuh akan menyesuaikan dengan kadar mana di suatu lingkungan tertentu , tapi dengan menggunakan kekuatan hougyoku ini juga kita tidak akan terkena efek samping sama sekali hanya saja... " Tiba-tiba rukaman terdiam, "hanya saja batu ini hanya bisa dipakai sekali saja untuk teleport antar dimensi, batu tersebut seharusnya dipakai oleh orang yang memiki " mana" pada tingkatan tertentu, kalau dipakai oleh orang yang sama sekali tidak punya jenis "mana" yang sama maka batu tersebut akan sangat terbebani dan meledak ketika selesai dipakai" Ujar rukaman dengan raut wajah yang menunjukkan dia sedang berpikir keras. "artinya...sesampainya disana kita akan terjebak di dunianya mereka sampai mereka yang memulangkan kita, mereka adalah dimensional travelers yang dapat membuka gerbang antar dimensi dengan mudahnya. Tapi itu juga bukan jaminan. Kita tidak tau bahaya seperti apa yang akan menghadang." Shyva angkat bicara. Singkatnya mereka semua akhirnya menyetujui keinginan guru Ryuuzaki untuk pergi ke dunia lain menggunakan hougyoku.
...****************...
Keesokan harinya mereka berkumpul ditempat yang sama dengan tempat piknik mereka. "Bagaimana cara menggunakannya Guru? " tanya Ryuuzaki yang kebingungan dengan cara kerja hougyoku. "Berdirilah berjajar, aku buat lingkaran berdirilah ditengahnya" kata rukaman sambil membuat lingkaran yang cukup besar. mereka pun berdiri ditengah lingkaran tersebut dan ditengah nya rukaman mengucapkan "Hirake!!(terbukalah) " lalu tiba-tiba lingkaran tersebut menjadi hitam dan mereka pun terjatuh kedalamnya. lalu jatuh terus menerus melintasi sebuang jurang labirin besar gelap dan mencekam.
... Datangnya Para Tamu...
......................
"Arggghhh anakku belum banyak aku akan mati kalau jatuh dengan kecepatan seperti ini ,aku tidak bisa mempertahankan titik gravitasiku..!!" ujar Ryuuzaki sambil panik karena tiba-tiba saja mereka berada diatas padang gurun bebatuan. 'DDHUUAARRR' mereka tiba-tiba saja terjatuh dengan sangat keras, "Shvya!!! Shyva!!! dimana kau!? kau baik2 sja? " Teriak Rukaman,"berisik...aku dibelakang mu" jawab shyva" "Hana!! Hilda!! Ayako!! Dimana kalian!?? " Teriak Ryuuzaki. "ka... kami disini" ujar Hana, Hilda, Ayako serentak dengan wajah memerah malu setelah mendengar teriakan Ryuuzaki saat ingin jatuh tadi.
"Terimakasih guru berkat segel lingkaran yang kau buat kita jadi tidak terluka sama sekali" ujar Ryuuzaki "Tidak, aku sama sekali tidak punya kemampuan untuk memberikan sihir perlindungan atau semisalnya... ini murni berkat hougyoku yang diberkan padaku, berterimakasih lah nanti pada orang yang memberikanku hougyoku" Rukaman menanggapi.
Mereka menyadari bahwa teleport ke dimensi lain sudah sukses, tapi mereka harus segera mencari tempat kerajaan Bandana Boy untuk bertemu izuna. Namun posisi mereka berada di tengah gurun bebatuan tajam, dan bukit batu yang curam. sehingga mereka harus mencari lembah/oasis untuk mendapatkan air. Singkatnya mereka mendapatkan mata air oase disekitar daerah kaki gunung yang besar disitu. "Kita harus kemana guru?" tanya Ryuuzaki setelah mereka mengamankan sumber air dan cukup beristirahat. "kita ikuti kemana arah batu ini menggelinding, kita taruh batunya didalam toples dan lihat kemana dia mengarah" kata rukaman. Dan ternyata batu kelereng tersebut terus mengarah ke arah Timur, mereka pun berjalan terus menerus menuju utara selama berhari-hari, dengan perbekalan yang lebih dari cukup dan pengaturan waktu istirahat yang baik, mereka tetap dalam kondisi yang sangat prima.
...Kericuhan Disisi Lain ...
......................
Sementara para pahlawan kita sedang berjalan menunju tempat yang ingin mereka tuju, ada beberapa sosok yang mengetahui kedatangan mereka yang ganjal.
Disuatu distrik provinsi Paling Barat di kerajaan Akatsukiyami ada sebuah tempat yang ditinggali suatu pasukan perang, sebuah pasukan yang berjumlah cukup banyak namun kurang terlatih karena mereka bukanlah pasukan inti kerajaan dan hanya merupakan relawan-relawan saja, sebuah pasukan yang mampu ditempatkan dimana saja dan kapan saja, suatu pasukan yang fleksibel dan loyal walau hanya berstatus pasukan pembantu, kesetiaan dan loyalitas serta jiwa patriotik mereka tidak perlu diragukan.
Keheningan, ketenangan, situasi camp siang hari di jam istirahat terpecah kan oleh suara alarm peringatan bahaya.
"Captain Isazawa, Captain Isazawa!!" ucap seorang gadis dengan tinggi badan sedang, memiliki tanduk dan warna rambut putih "Ada apa Ayame? " balas gadis biasa yang nampak lebih tua dan memiliki aura keibuan daripada lawan bicaranya "Kita memiliki laporan bahwa ada beberapa orang yang menggunakan hougyoku untuk teleport dekat dengan pos kita sekarang, dan sepertinya mereka menuju kemari", " Baiklah Wakil Captain Ayame Anegasaki, karena sangat kebetulan kita berada di pos ini kita akan menjemput mereka dan menanyakan langsung apa tujuan mereka, semua pasukan disini masih belum cukup terlatih, maka kita harus yang maju sendiri. Panggil Panglima Umum lapangan Aiko Yoriguchi dan perwira tinggi Patricia Veronica dan Perwira tinggi Mizuki Amegami. kita berlima yang akan kesana tanpa membawa pasukan. " "Baik, akan kupanggil mereka, captain Shizue Isazawa" jawab Ayame dengan sikap tegap dan menghormat. Singkatnya mereka semua berkumpul dan segera berangkat menyambut tamu yang tidak diundang serta sangat mencurigakan ini.
Saat mereka berlima sampai disuatu lembah, tiba2 ada seseorang yang memegang bahu Shizue "Ack... kau membuatku kaget Yue,seperti biasa kau pandai menyembunyikan aura keberadaanmu , ada perlu apa kau kemari? apa kau ingin ikut?" tanya shizue refleks. Yue mengangguk, namun ditolak oleh aiko dengan perkataan pedas "Apa maumu bajingan!!?. Aku tidak mau ada mantan Catasthrope musuh ikut serta bersama kami."
"Jangan begitu Aiko... Yue saat ini sudah bergabung dengan pihak kita, terlebih lagi sekarang dia adalah salah satu officer di divisi 13 kita ini" bantah Shizue. "Meski begitu aku tidak suka dengan orang yang dengan berani melukai Sakura Mizukami-Sama....BIARKAN KUPOTONG LEHERNYA, SHIZUE!!" Bentak Aiko sambing memegang kerah Yue dan menodongnya Tombaknya ke arah Shizue untuk mengisyaratkan jangan ikut campur. "Hentikan!! Kalau kau melakukan itu, justru kau mencederai keputusan beliau yang merekrut Yue setelah perang besar berakhir, meski Yue notabene ingin membunuh beliau" Balas Ayame membentak Aiko. "Ck.. Shizue...kita bertiga masing-masing adalah Havoc, dan diantara kita bertiga kaulah yang paling lemah, seandainya tidak ada Ayame aku tidak akan mau mendengarkan mu..kau terpilih menjadi ketua karena kemampuan mu untuk memobilisasi pasukan serta mengaturnya,kau juga dipilih karena pintar dalam hal strategi perang maupun politik, BUKAN KARENA KAU YANG TERKUAT"jawab Aiko sinis. "Aiko, sialan kau!! " Bentak Ayame Sambil mengeluarkan dua pedang 'Akaryuu' dan 'Shirohata' miliknya. Tiba2 Shizue mengeluarkan aura membunuh pekat yang bahkan membuat orang bisa sesak nafas (ketika merasakan nya)untuk menghentikan pergerakan mereka berdua. "Hentikan Ayame, Aiko tidak sepantasnya kita berkelahi disini. Aiko aku mengerti perasaanmu karena kau juga merupakan salah satu orang yang sangat dekat dengan Sakura Mizukami-Sama. Ayame kau tidak perlu marah jika memang Aiko tidak mau mendengarkan ku, selama kau masih baik2 saja aku masih bisa meminta tolong kepadamu untuk mengatasi Aiko."
"Yue aku tetap memperbolehkan mu untuk ikut misi kali ini, kemungkinan kita juga akan membutuhkan kemampuan tempur mu, Aiko jaga emosi mu aku paham bahwa kita semua lelah secara fisik dan emosi karena pertempuran besar melawan kenja dan para catasthrope lainnya, tapi tolong Mengertilah ada yang harus kita urus sekarang. Ada kemungkinan para pendatang tersebut ingin masuk ke kerajaan Akatsukiyami. Namun saat ini kerajaan sedang dalam kondisi kacau dan tidak menerima tamu, tugas kitalah yang harus menghentikan para pendatang baik dengan halus maupun menggunakan kekerasan.Aiko kuharap kau masih memiliki belas kasih, lihatlah Yue, dia menjadi bisu akibat pita suaranya pecah karen a dihancurkan dalam pertarungan melawan sakura-sama, bagiku selama dia sudah menunjukkan dan bersungguh sungguh ingin bergabung maka itu sudah cukup" Ujar Shizue menjelaskan. "Mengasihani?... belas kasih?.... Khas dirimu sekali shizue" balas Aiko dengan wajah masam. Setelah itu Yue akhirnya ikut dengan kelompok Shizue demi menghentikan para Outsider tersebut. Meski tidak setuju, Aiko akhirnya menerima Yue untuk ikut.
Singkat cerita mereka sampai di suatu benteng kosong yang terletak diatas bukit2 batu yang tajam. Benteng tua tersebut adalah bagian terluar di sisi Barat perbatasan Akatsukiyami, berbatasan langsung dengan gurun dan bila di teruskan ke barat maka ada negara sihir bernama Zwars Piet, tempat tinggal salah satu dari \_The Seven Qonqueror\_ (semuanya adalah orang-orang legendaris yang memiliki kekuatan diluar nalar), sebuah negara kecil namun sangat kuat. Shizue dkk memutuskan untuk menggunakan Benteng tua itu untuk mencegat perjalanan para pendatang. Ditengah situasi yang cukup mencekam setelah perang besar,mereka berenam dalam kondisi demikian harus menghadapi pendatang yang statusnya masih belum diketahui. apakah berbahaya ataukah tidak. Kelompok Rukaman tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya terjadi, sedang kelompok Shizue sangat berwaspada dengan segala kemungkinan yang akan terjadi, kejadian apapun bisa saja terjadi. Semua nya mempersiapkan diri untuk menghadapi dan mencapai tujuannya. Akankah perang ataupun diplomasi? tidak ada yang tau....
Bersambung....