The Visitor Series

The Visitor Series
Anomali



                 Anomali?


    Asap dan debu mengepul sejauh mata memandang, api putih membakar tanah hingga berwarna hitam sebuah serangan yang dapat meratakan apapun didepannya diluncurkan tanpa ampun oleh Jormungandr.


  Sebuah siluet bayangan seseorang yang tak dikenal muncul dari balik asap dan debu yang pekat. Mengamati dengan seksama apapun yang terjadi. Melihat tanpa berkomentar apapun dan tidak ikut campur dalam peperangan sedikitpun


Seseorang itu sudah mengetahui dampak negatif dari ledakan yang diterima oleh rekan-rekan jormungandr dan Yuzuru disekitar mereka. Namun apakah itu sudah semua?


Bagaimana dengan Suzaku dan Ryuuzaki? Kemana Yue? Sampai sejauh mana ledakan itu? Apa yang terjadi pada Yuzuru setelah jormungandr menyerangnya?


Seperti itulah kiranya pertanyaan-pertanyaan yang ada dibenak sang 'pengamat' ini. Namun siapakah sebenarnya dia? Dan bagaimana dia mengetahui segala apa yang terjadi di medan pertempuran? Apa urusannya? Kenapa dia hanya mengamati saja?


               *************


                 Abu-abu


  "Cih!! Sialan!!! Klo begini terus aku tidak bisa mensummon monster lagi" gumam Shadow.


"Ada apa Kuro? Wajahmu kusut begitu... hahaha" ejek 'suara' Zimi.


  _Shikigami vs Familiar Part2 or... Rising of Kuro?_


   "..." Kuro terdiam dia berusaha fokus akan sesuatu.


*Bwaaatss*


  Kuro tiba-tiba melotot dan matanya seolah memancarkan suatu cahaya yang bersinar terang namun mengerikan.


"..." Zimi menjadi terdiam melihat hal itu.


"Percuma" ujar Zimi.


*Zzrraaathss*


Tiba-tiba kedua mata Kuro meledak dan mengucurkan darah yang sangat banyak.


  "Uggg... tetap tidak bisa ya? Kalau begitu..." Gumam Kuro, yang kemudian dia tersenyum.


"Bukankah sudah kubilang. Kau dan aku sekarang sedang dalam aturan taiji. Kau tidak bisa melanggar aturannya begitu saja. Kalau kau melanggar nya begitulah akibatnya." ujar Zimi yang melihat mata Kuro tiba-tiba hancur.


Rupanya Kuro memiliki suatu rencana yang sedang dia susun, dan sempurnakan. Dia barusan berusaha menggunakan Emperor Eye miliknya untuk uji coba. Sebenarnya apa yang dicoba oleh Kuro? Begitulah benak Zimi. Zimi bukanlah anak kemarin sore yang tidak memiliki pengalaman tempur yang cukup. Dia adalah seseorang yang sudah sangat expert di bidang ilmu strategi peperangan, oleh karenanya walaupun Zimi selalu memancing emosi Kuro dan Shadow, sekalipun dia tidak pernah meremehkan mereka berdua dalam benaknya. Dia sudah memikir 1001 kemungkinan yang dapat terjadi pada pertempuran ini.


  Kemungkinan terburuk adalah Kuro dapat lolos dari Taiji, namun tentu saja hal itu tidak mungkin dibiarkan begitu saja oleh Zimi. Dia juga sudah memikirkan 1001 cara untuk menang tanpa harus mengorbankan nyawanya. Hanya saja kondisi ini sebenarnya tidak menguntungkan baginya.


Zimi sangat kekurangan informasi mengenai kekuatan asli dari Kuro sendiri. Kloning dirinya yang sebelumnya digunakan untuk mengungkap kemampuan lawan masih belum cukup untuk mengungkap seluruh kekuatan Kuro. Dia yakin bahwa Kuro belum 100% mengeluarkan kekuatannya ketika melawan kloningan dirinya yang sebenarnya memiliki kadar mana dan kemampuan fisik yang 100% sama persis.


Meski kemampuan dasar lainnya seperti jurus, tahapan kemampuan hougyoku katana, manipulasi projectile dll tidak dimiliki oleh sang klone. Namun 100% persen dari kemampuan manipulasi pasir dan kemampuan pedang 'Suna' (bebatuan dan pasir) juga ada di kloningan sama seperti aslinya.


Menggunakan Kloning untuk mengukur kemampuan lawan biasanya digunakan oleh Zimi. Kebanyakan yang dilawan bahkan sudah mati duluan melawan Kloningnya. Sangat jarang ada yang bertahan sejauh ini melawan dirinya. Kuro yang dapat bertahan bahkan memaksa Zimi menggunakan kekuatan Shikigami dan Shikai-nya sudahlah termasuk orang luar biasa.


  Zimi bukanlah tipe orang yang biasa 'sustain' dalam medan perang. Tapi dia adalah seseorang yang lebih sering berada di balik layar. Mengomandoi strategi operasi militer, merencanakan operasi, koordinator umum, seseorang yang berada di garis belakang memerintah garis depan untuk menari diatas telapak tangan kekuasaannya.


"Shadow!! Scissor!!" ujar Kuro.


  *Draaakkkk\, drakk\, dhhuuuaaarrr*


Tanah dibawah Shadow mendadak retak dan meledak. Tubuh shadow sedikit berubah. Tubuh kurusnya menjadi kekar, kedua jari-jari tangannya menghilang,kedua lengan shadow berubah menjadi seperti pisau tajam yang mengarah kebawah. Tampilan Shadow saat ini berubah layaknya belalang sembah yang sedang menggosokkan kedua lengannya satu sama lain.


Tidak sampai disitu, aura hitam pekat dan mengerikan muncul di tubuh shadow. Sejenak Zimi melihat siluet sosok Kuro ditubuh Shadow. Begitupun Kuro. Tubuh kuro terbalut oleh aura hitam pekat.


  ".... " Zimi terdiam memikirkan sesuatu.


"Hooo.... luar biasa, sang Raja dunia lain memang beda" gumam Zimi.


Dengan cepat Shadow "mencapit" Shikigami kucing Rikka Gogoku lalu mengguntingnya menjadi dua bagian. Peningkatan kecepatan yang drastis telah diterima shadow. Namun sebagai gantinya dia kehilangan seluruh kloning bayangan yang telah dia buat sebelumnya.


Walaupun begitu kuat, Shadow nampak kelelahan menggunakan mode yang tak dikenal oleh Zimi itu. Lalu meskipun Rikka Gogoku langsung dikalahkan dengan cepat,tapi berkat tidak adanya kloning-kloning bayangan milik shadow, dua shikigami lainnya yaitu Daigi dan Tengen menjadi lebih leluasa bergerak.


*Ziiingg*


  Ternyata Kedua Shikigami Milik Zimi tiba-tiba dinonaktifkan dan menghilang. Hal tersebut tidak membuat Kuro heran. Karena kecerdasannya Kuro sangat paham tipikal bertarung Masing-masing Shikigami yang dikeluarkan Zimi dalam sekali liat. Kuro berpikir alasan Zimi menonaktifkan kedua Shikigami tersebut adalah karena keduanya bukanlah shikigami tipe yang bertarung dengan presisi tinggi.


Tengen Kugo adalah Shikigami raksasa bertipe serangan jarak menengah yang mengandalkan senjata api, dan pedang besi panjangnya. Meski tenaga mesinnya sangat kuat. Namun dikarenakan ukurannya yang cukup besar serta jumlahnya yang banyak. Sulit bagi pengendali untuk menggerakkannya agar bergerak dalam kecepatan yang tinggi.


Sedangkan Daigi Onsou adalah tipe Shikigami yang keunggulannya lebih kearah jumlahnya yang fantastis. Meski kekuatan dan kecepatannya bisa sama persis dengan apa yang di tiru oleh shikigami ini. Namun akan sulit menggerakkannya melawan musuh yang memiliki fleksibilitas yang tinggi seperti Shadow yang saat ini sedang dalam mode yang tidak diketahui olehnya sendiri. Jika dipaksakan untuk melawan musuh yang memiliki fleksibilitas yang sangat tinggi maka besar kemungkinan Shikigami Daigo Onsou akan secara terus-menerus secara tidak sengaja saling menyerang satu sama lain.


Rikka Gogoku adalah Shikigami tunggal yang memiliki kekuatan, kecepatan, serta fleksibilitas yang jauh lebih tua dari dua sebelumnya. Dia adalah shikigami yang cocok untuk melawan musuh tunggal terlebih jika musuh memiliki tipe kerusakan area seperti shadow ketika dia belum 'berevolusi'. Karena serangan-serangan yang berjumlah banyak dalam waktu serentak akan sia-sia karena dapat dihindari dengan mudah. Berbeda jika musuh memiliki tipe kerusakan tunggal yang berfokus hanya pada satu sisi serangan. Sehingga musuh tidak perlu 'mengejar-ngejar' gerakan Rikugo(rikka gogoku). Dan hanya perlu beradu tenaga dengannya seperti yang dilakukan shadow barusan.


  Berdasar pada analisis yang dilakukan oleh Kuro sendiri dia, dengan cepat memerintahkan Shadow untuk menggunakan mode 'scissor' miliknya. Walau pada awalnya Shadow sendiri tidak yakin. Selama pertempuran berlangsung tanpa disadari sedikitpun oleh Zimi. Komunikasi telepati Shadow dan Kuro terus berlanjut.


  Momen dimana Zimi mulai menyangka bahwa dialah yang sedang memegang gelas peperangan dan sebentar lagi meneguk air kemenangan darinya. Terpecahkan oleh kuro yang semenjak awal memainkan musik kepalsuan dan membiarkan Shadow dan Zimi menari diatas panggung manipulasi nya.


  Shadow sama sekali tidak kelelahan, sebuah sumber tenaga baru dikirimkan oleh Kuro dengan memecah 'anugrah' nya sendiri yang kemudian dihisap oleh Shadow melalui seluruh bagian badannya. Kuro menggunakan sistem yang sama seperti spora yang disebarkan oleh jamur. Dia memecah sedikit 'anugrah' miliknya sendiri, lalu menggunakan faktor luar sebagai pemicu keluarnya 'pecahan' anugrah miliknya. Dimana setiap kali shadow disakiti maka justru anugrah Kuro akan keluar, dan disaat kuro tersakiti oleh efek samping taiji justru akan membuat pecahan anugrah kuro semakin terpicu untuk keluar.


Dia menggunakan taiji yang mengekang kekuatannya sendiri sebagai faktor luar yang mengeluarkan pecahan anugrah nya. Kuro menyadari bahwa dalam teori taiji, lambang yin&yang, Yin tidaklah sepenuhnya Yin namun memiliki sedikit Yang didalamnya. demikian sebaliknya. Artinya kalau seandainya dia 'memurnikan' dirinya dari salah satu dari dua elemen yang ada yaitu Yin&Yang maka simbol. Taiji tidak akan sempurna.


Kuro menyadari bahwa ada yang janggal saat shikigami kedua dikeluarkan dan digunakan oleh Zimi. Shikigami Daigi adalah shikigami peniru, dengan kata lain kalau memang kekuatan Kuro tidak bisa digunakan maka seharusnya Daigi tidak bisa 'meniru' kekuatan shadow yang merupakan sedikit 'bagian' dari Kuro. Karena Shadow adalah 'Familiar' dari 'individu' yang bernama Kuro itu sendiri. Maka dari itu untuk memastikan maka kuro menggunakan emperor eye nya yang walau sekejap dia bisa melihat dan merasakan beberapa hal yang ingin dia liat.


Dari penglihatan yang sekilas dia melihat bahwa Shikigami-shikigami Zimi tidak memiliki kedua unsur yang lengkap dan memiliki simbolik tersendiri sehingga mereka tidak terkena efek dari pengekangan taiji. Dia melihat warna putih 'yang' bersih tidak ada tanda hitam 'yin' yang biasanya terdapat pada 'yang', ketika dia melihat sekilas kepada Shadow dia melihat hitam 'yin' bersih tanpa ada warna putih 'yang' ada pada diri Shikigami Zimi.


Hal ini menguatkan hipotesa Kuro yang menyatakan jika seseorang kehilangan salah satu dari dua unsur 'yin atau yang' maka dia akan dapat kembali menggunakan kekuatan nya.


Tapi apa yang dimaksud dengan Yin(hitam)dan yang(putih) pada taiji yang sedang mengekang mereka berdua? Secara menggelikan Kuro menemukan jawabannya saat Zimi dan dirinya mengeluarkan Shikigami dan Familiar milik mereka masing-masing.


Simbol taiji yng mengekang mereka berdua memiliki maksud dengan Yin (hitam) adalah mana,anugerah ataupun tenaga dalam, dan Yang(putih) adalah tubuh. Hal tersebut disadari Kuro karena ketika Zimi memanggil Shikigaminya dalam pengaruh Taiji dia kehilangan 'wujud' lebih tepat nya dia menghilangkan wujud dirinya yang dimana tubuh adalah manifestasi 'yang' karena kuro melihat shikigami-shikigami Zimi berwarna putih dan dia sendiri tidak merasakan adanya sedikitpun 'mana' dari pada shikigami itu, maka dipastikan bahwa para shikigami itu adalah pecahan 'tubuh' dari Zimi.


Lalu kenapa kuro tetap tidak bisa melakukan aktivasi kekuatannya walau sudah mengeluarkan Shadow? Pemanggilan Shadow sendiri sama sekali tidak menggunakan 'anugrah' atau 'mana' jadi didalam tubuh kuro tetap ada unsur Yin&Yang. Berbeda dengan Zimi yang menghilangkan wujudnya sehingga saat ini didalam 'individu' Zimi hanya ada unsur 'Yin'. Jadi Kuro memecah anugrah dan mengeluarkan nya secara terus-menerus dan teratur sampai total benar-benar habis agar hanya tersisa unsur 'Yang' pada dirinya.


Ironis, namun itulah kenyataanya. Bagi kuro saat mengetahui fakta ini. perwujudan Taiji sendiri malah menjadi simbol dari kemunafikan dan pertobatan. Dimana sang 'putih' bisa saja menghapus kebajikan dirinya dan menjadi iblis hitam. Sebaliknya makhluk hitam terjahat bisa saja menghapus kenistaannya dengan berubah menjadi sang putih.


Tapi meski begitu, sepertinya Zimi sama sekali tidak peduli. Kuro juga tidak terlalu memikirkan nya. Dirinya sedang dalam perang. Yang seharusnya dia pikirkan saat ini adalah bagaimana lepas dari taiji dan mengalahkan Zimi secepat mungkin sebelum situasi menjadi semakin rumit.


Dilain sisi Zimi menyadari kalau Kuro sudah berhasil memecahkan misteri Taiji dan sebentar lagi Taiji akan menghilang. Bagi Zimi meski dirinya sudah menyiapkan segala kemungkinan, dan dirinya juga tidak kaget kalau kejadian ini bisa saja terjadi. Tapi tetap saja hal ini luar biasa, dan zimi tidak bisa menutupi kekagumannya akan kecerdikan lawannya kali ini.


"Ahahhaah.... Keren!!! Luar Biasa..." Ujar Zimi sedikit tertawa. Tertawanya tidak selepas yang sebelum-sebelumnya. Dia tahu sebentar lagi akan berhadapan fisik dengan Kuro. Dengan Lepasnya Taiji,mungkin akan sulit melawan Kuro, tapi bukan berarti Zimi akan kalah begitu saja.


"Ada apa zimi, apa kau ketakutan?" ujar Kuro memancing emosi Zimi agar Zimi membuat suatu kecerobohan yang fatal. Perang fisik tidaklah selalu menjadi faktor dominan, tekanan psikis yang dilontarkan sesekali dapat menjadi penyebab lain dari kemenangan. Sebagai orang yang sama-sama berpengalaman dalam bidang ilmu perang. Jelas keduanya akan menggunakan apa saja yang sekiranya akan memperbesar kemungkinan kemenangan, dengan menggunakan perang psikologi.


Emosi merupakan senjata bagi lawan, dan ketenangan serta konsentrasi adalah amunisi utama bagi seorang pendekar. Itulah mengapa dalam dojo beladiri maupun ilmu pedang manapun selalu mengedepankan etiket, bushido yang mengantarkan seseorang menuju ketenangan jiwa.


*Kraaakkk\, Kraaaakk\, Kraaakk*


Sebuah suara retakan yang entah darimana terdengar semakin kuat dan keras. Melambangkan bahwa Taiji mulai rusak dan sebentar lagi pecah.


  Wujud Zimi perlahan-lahan kembali muncul cukup jauh didepan Kuro. Dilain sisi 'Mana' anugrah Kuro perlahan-lahan terisi kembali.


"Dengan begini imbang satu sama ya?" tanya Zimi.


"Ya... " ujar Kuro menyeringai, pada awalnya Kuro yang tertipu dan terjebak oleh perangkap yang ditanam oleh Zimi. Kali ini Zimi lah yang tertipu oleh fatamorgana yang dipanaskan oleh Kuro. "...Imbang... satu sama".


Pertarungan yang dramatis sejauh ini diantara dua ahli strategi yang sangat cerdas di kehidupannya mmasing-masing, masih belum cukup untuk menguak kekuatan mereka berdua Masing-masing.


        Pertempuran masih _abu-abu_ ...


                    ....Bersambung.