
"Kau benar, Jia'er. Eh ... aku memanggilmu Jia'er saja ya?" bertanya Ryana Zhang. "Meski penampilanku adalah gadis berusia lima belas tahun. Tetapi umurku yang sebenarnya di dunia kita adalah dua puluh tujuh tahun."
"Oohh, baiklah! Rui Jie Jie." Chen Jia tidak keberatan sama sekali dengan sebutan itu. "Sepertinya saat ini, kita memang harus rela menjadi orang lain."
"Jia'er!"
"Rui Jie!"
"Lalu, sekarang ceritakanlah! Bagaimana kau bisa sampai ke mari?" bertanya Ryana yang sudah sangat penasaran dengan kedatangan pria ini. Bahkan, Chen Jia pun memiliki ranah Penciptaan Bentuk yang merupakan salah satu dari ranah istimewa dan langka.
Chen Jia akhirnya bercerita tentang bagaimana dirinya bisa sampai ke tempat aneh yang masih belum dia sadari sama sekali, kalau dirinya sedang berada di Hutan Mistis yang merupakan tempat paling menjadi incaran para pelaku kultivasi.
"Oohh, jadi kau mengadaptasi dan menyebarkan karyaku tanpa mendapat ijin dariku terlebih dahulu? Masih untung platform itu belum mengontrak karyaku," ujar Ryana yang menjadi terlihat senang.
"Ya, dan aku minta maaf atas hal itu. Kupikir itu karena ceritamu sangat bagus, penulisannya juga jauh lebih rapi dibandingkan beberapa karya novel yang nampang setiap saat menghiasi beranda dan headbanner. Bahkan para author dengan lencana tinggi pun, terkadang masih tidak sebagus gaya penulisanmu." Chen Jia berkata sebelum kembali menggigit buah bayi putih untuk yang keenam kalinya. "Selain itu aku sangat menyukai karakter Jenderal Luo Mian dengan tombaknya yang indah. Aku ingin mem-visual-kan jenderal itu dan membuat dia menjadi sangat gagah!"
"Bagus, bagus! Itu sangat menarik!" seru Ryana Zhang. "Kita bisa membuat sebuah kesepakatan untuk sebuah kerja sama yang saling menguntungkan!"
"Kerja sama? Jadi, Jie Jie tidak marah?" Chen Jia merasa sangat heran atas sikap Ryana Zhang.
"Mengapa aku harus marah? Aku justru berpikir kalau itu adalah sesuatu yang sangat bagus!" Ryana Zhang bangkit dan dengan lincahnya menari-nari kecil sambil berputar-putar pertanda sedang menyatakan kegembiraannya. Sebuah harapan baru muncul dengan kehadiran seorang Chen Jia.
Sementara itu, Chen Jia masih tidak mengerti akan maksud gadis ini. "Rya ... eeh, Ru-Rui Jie! Apa maksud dan apa rencanamu yang sesungguhnya?"
"Rencana?" Ryana Zhang berhenti dan berpikir sejenak. "Aku telah terjebak dalam kisah ini. Jadi, aku hanya ingin menuntaskan misi-misiku di alam ini dan berharap bisa kembali lagi ke dunia modern dan aku akan merevisi novel sialan itu."
"Lalu, apakah misimu di sini?" Chen Jia semakin merasa penasaran.
"Baiklah, karena kita berasal dari dunia dan terjebak di alam yang sama. Mungkin saat ini kita hanya bisa melakukan kerja sama. Kalau kau bisa membantuku menyelesaikan misiku. Maka, kelak aku tidak akan menuntutmu secara hukum. Bagaimana?"
"Membantumu ... bisakah aku?" Chen Jia merasa tidak yakin akan kemampuannya. Namun bagi Chen Jia, membantu gadis ini akan lebih baik jika dibandingkan kelak harus membayar denda lima puluh juta yuan dan dipenjara selama lima tahun. "Aku bukan tidak mau, tetapi aku tidak tahu caranya."
"Lihat!" Ryana Zhang mengeluarkan sebuah buku dari dalam tasnya. "Ini adalah kitab panduan kultivasi. Semua tingkatan kultivasi dan cara-caranya tertulis di buku ini."
Chen Jia menerima buku dari Ryana Zhang. Sembari membuka-buka buku dari gadis itu, Chen Jia bertanya, "Kau sudah mempelajarinya?"
"Ya, meskipun baru tahap dasar awal kebangkitan kekuatan," jawab Ryana sambil meluruskan kakinya dengan sikap santai. "Di Hutan Mistis ini, semua bagus untuk membangun pondasi kultivasi. Udara dan airnya mengandung energi Yin, sedangkan tanaman dan hasilnya mengandung energi Yang. Dan kita harus bisa menyeimbangkan kedua energi itu di dalam tubuh kita.
"Sepertinya, aku membutuhkan bantuanmu untuk mempelajari ini," ucap Chen Jia yang tidak begitu memahami tentang kultivasi.
"Baiklah, kita akan mempelajari buku ini bersama-sama!" ucap Ryana Zhang dengan sangat bersemangat. Sekarang, dia tidak lagi sendirian di hutan itu. "Bagaimanapun juga, kita tidak bisa terlalu lama di sini. Raga kita di dunia modern adalah sesuatu yang fana dan memiliki batasannya."
"Jadi, ada hal demikan itu dan kita yang sekarang hanyalah roh semata?" tanya Chen Jia yang menjadi ikut bersedih. "Baiklah, aku hanya bisa menurutimu saja!"
"Baiklah, aku setuju! Aku tidak akan menuntutmu kelak! Bagaimanapun caranya, kita berdua harus bisa keluar dari cerita novel ini secepatnya!" ujar Ryana sambil merapatkan tubuhnya di dinding gua.
Chen Jia memperhatikan seluruh ruangan gua dengan heran. "Lalu, apakah kita akan tinggal di gua cahaya lima warna ini?"
Ryana menjawab, "Ya. Karena selain tempat tertutup seperti ini. Kita tidak bisa tinggal di tempat lain, karena terlalu lama berada di luar gua. Kabut ilusi hutan ini bisa membuat makhluk seperti kita mati dalam kegilaan."
"Oh, pantas saja. Beruntung sekali aku bisa menemukan gua unik ini," ucap Chen Jia sembari mengamati seluruh ruangan gua dengan matanya yang tidak lagi memakai kacamata minus.
"Mmhh, dan aku akan mengatur tempat ini untuk tempat tinggal kita berdua. Aku akan menempati ruangan gua sebelah sana." Ryana menunjuk ke suatu arah. "Dan kau bisa tinggal di sebelah sana!"
"Baiklah, aku akan menurut saja padamu!" seru Chen Jia dengan bersemangat. Pemuda itu tersenyum sambil berucap dalam hati. "Bertemu secara langsung dan tinggal bersama dengan author idolaku, itu adalah hal yang tak pernah kuduga sama sekali."
"Karena kesepakatan sudah terjalin, maka sebaiknya kita mulai saja berlatih. Kau ikutilah petunjuk di buku panduan itu. Aku juga harus meneruskan latihanku," ujar Ryana sambil berlalu dari hadapan Chen Jia.
"Mmhh." Chen Jia hanya bergumam kecil sembari menganggukan kepala. Pemuda yang sekarang kembali membuka buku panduan kultivasi dari Ryana. Pria itu merasa sedikit aneh dengan nama yang tertera pada sampulnya. "Kitab Panduan Kultivasi Dewa Mimpi. Mengapa namanya aneh?"
"Lembar awal hanya menuliskan tentang kegunaan kultivasi dan lembar kedua sedikit mengulas tentang binatang roh." Chen Jia mengernyitkan dahinya hingga menimbulkan beberapa garis kerutan di sana.
"Hmm, jadi kita harus berburu kristal jiwa binatang mistis dan memadatkan kekuatan lalu menyatukannya dalam tubuh kita? Itu juga merupakan suatu sumber daya untuk mendukung kesempurnaan dan juga meningkatkan kekuatan ilmu yang kita sedang kita latih."
"Sulit sekali!" Chen Jia merasa bingung dengan semua keterangan yang tertulis dalam buku panduan kultivasi tersebut. "Aku ini hanyalah animator dan bukan kultivator! Mengapa aku harus ikut mempelajarinya juga? Dan lagi ... bukankah aku sebenarnya tidak berperan apa pun di dalam kisah itu?"
"Aaaahh! Memusingkaaaan!'" Chen Jia hampir saja melemparkan buku itu, akan tetapi sebuah suara membuat niatnya terurung.
"Lakukanlah pelan-pelan!"
"Oh!" Chen Jia hanya memandangi buku di tangannya dengan wajah merengut. "Benar-benar tak ada pilihan lain!"
Hampir selama satu tahun mereka berdua tinggal di dalam gua itu untuk melatih ilmu dari kitab peninggalan dari mendiang Permaisuri Xue Li, ibu kandung Zhang Rui. Mereka berdua saling bantu membantu seperti halnya sepasang rekan kerja. Meskipun sebenarnya, Chen Jia merasakan hal lain pada gadis ini.
Chen Jia bukan tidak tahu tentang perasaannya kepada gadis yang sekarang jauh lebih manis dan cantik di usianya yang telah memasuki enam belas tahun. Walaupun berpakaian kumal dan lusuh, akan tetapi dia pun tidak pernah berani mengungkapkan isi hatinya kepada author idolanya ini.
Pada suatu hari, seorang pemuda terlihat sedang memburu sebuah pergerakan yang membuatnya merasa harus mengejarnya. Pria berambut panjang putih itu berloncatan dengan sangat lincah di antara pepohonan hutan. Kabut hijau tampaknya sudah bukan lagi hal yang mengganggunya.
"Mati kau!" seru Chen Jia dengan penuh kepuasan.
...Bersambung...