The Realm Of Cultivation

The Realm Of Cultivation
KRISTAL UNGU



Pria itu harus mengatur napasnya yang sudah sangat terengah-engah, hingga beberapa saat lamanya. Hentakan dan pelepasan secara tiba-tiba dari ilmu yang menggunakan tenaga dalam, memang bisa berakibat serangan balik beresiko tinggi kepada pemiliknya. Hal itu juga yang sedang terjadi pada Luo Mian. Dia merasa bagai dihantam oleh longsoran gunung salju.


Jenderal muda itu memegangi dadanya yang terasa sesak dan sakit, bagian bawah pusar pun seperti membeku akibat tenaga dalam inti es yang masuk paksa ke dalam pusat pengendalian. Namun, Luo Mian tidak ingin mati sia-sia. Dia masih harus bangkit dan melawan kawanan serigala buas ini.


"Celaka! Aku bahkan tidak sempat menarik tenaga dalamku dan akhirnya menyerang balik padaku!" gerutu Luo Mian sambil menggapai bilah tombak yang terlepas dari genggamannya. "Ternyata mereka juga sangat kuat!


Luo Mian menancapkan tombaknya ke dalam tumpukan salju semu hasil dari perpaduan kekuatannya dan kekuatan Tombak Feng Xue. Matanya liar dan tajam menatap para serigala yang kembali seperti sedang mengatur formasi untuk melawan orang asing yang telah membunuh salah seekor binatang mistis. Walaupun terasa sangat janggal, apa kaitan antara burung biru dan kawanan serigala bermata ungu tersebut.


"Sepertinya di dalam hutan ini sebagian kekuatanku tertekan." Jenderal Luo menyadari ada hal yang tidak beres dalam tubuhnya. "Luka dalamku akibat pemaksaan mengeluarkan naga perak, juga masih belum sembuh!"


"Dan sekarang, aku juga nemaksakan diri untuk memakai Feng Xue." Jenderal muda itu berpikir, bagaimana cara menghadapi para binatang yang masih menunggunya untuk kembali bertarung.


Suara geraman keras bersahut-sahutan kembali terdengar. Mau tak mau bulu kuduk Luo Mian pun juga meremang. Dia bahkan tidak bisa meminta bantuan kepada siapa pun, selain pertolongan dari Dewa atau keajaiban lain akan datang pada saat ini. Secara perlahan, kawanan serigala berjalan mendekat dan semakin mendekat. Tumpukan salju semu yang terinjak oleh kaki-kaki mereka, lambat laun mencair dan hilang sama sekali.


"Ingin mengeroyok seorang Luo Mian?" seru jenderal muda dengan segudang prestasi itu dengan suara tinggi. "Maka majulah kalian semuaaaaa!"


Luo Mian sekarang balik menyerang dengan gagah berani dan penuh rasa percaya diri. Baginya sekarang lebih baik membunuh daripada terbunuh. Sabetan dan hujaman tombaknya pun menjadi lebih ganas dari sebelumnya.


"Hiaaaaaaat!" Jenderal itu berteriak sambil melompat tinggi seraya berusaha menghujamkan mata senjatanya ke tubuh salah seekor serigala pada bagian perut. Namun hal tak terduga pun terjadi, karena serigala incarannya berusaha berkelit dan merebut tombak Luo Mian dengan cara menggigit.


"Lepaskaaaaan!" teriak Luo Mian sambil melakukan salto dan menjegal kepala serigala itu dengan kedua kakinya. Sementara para serigala yang lain terlihat memberikan kesempatan kepada kawannya untuk membunuh manusia tersebut.


Tarik-menarik pun terjadi, tetapi Luo Mian tetap berusaha mempettahankan Feng Xue dengan sekuat tenaganya. Dia kembali harus menyalurkan tenaga dalam inti es sebisa mungkin. Usaha keras Luo Mian akhirnya membuahkan hasil, mulut dan tubuh serigala itu membeku menjadi es.


Hal bagus tersebut tidak disia-siakan oleh jenderal muda ini. Dia segera menarik tombaknya dan langsung menyabetkan senjata tersebut pada tubuh serigala yang telah membeku. Tak ayal lagi, tubuh serigala bermata ungu hancur seketika menjadi ribuan kepingan-kepingan pecahan es.


Namun yang lebih mengejutkan lagi adalah, dengan munculnya sebutir bola kristal sebesar telur angsa yang mengambang di udara. Luo Mian sendiri sempat tercekat menyaksikan benda yang masih memancarkan sinar ungu terang.


"Apa itu?" Luo Mian menatap bola kristal bercahaya ungu terang dengan takjub. "Apakah ini berguna?"


"Baiklah, siapa tahu ini akan berguna!" Luo Mian melakukan lompatan salto ke udara untuk mengambil bola kristal tersebut. Bersamaan dengan itu pula, beberapa ekor serigala juga melompat ke arah yang sama.


"Sial! Aku terkena cakaran kuku mereka!" Luo Mian menatap luka memanjang sebanyak tiga garis yang cukup dalam, sambil meringis menahan sakit yang tiada tara. Secara perlahan pula ia mengembangkan telapak tangan dan mendapati kristal ungu itu sudah ia genggam. "Bagus! Kalau bisa aku bunuh mereka semua, mungkin kan semakin banyak benda semacam ini yang aku dapatkan!"


Luo Mian menyeringai sinis ke arah para kawanan serigala. "Sebaiknya tidak usah membuang waktu lagi. Kuhabisi saja mereka semua dengan cara yang tadi!"


Tetapi raga pemuda itu benar-benar telah diambang batas kekuatannya sebagai manusia. Meski setinggi apa pun tingkat kultivasi dan ilmu bela diri yang ia miliki, tetapi di tetaplah seorang fana yang belum mencapai ranah kedewaan dalam pelatihannya selama ini.


"Tapi ... Sanggupkah aku?" Luo Mian merasa tubuhnya mulai lemah, walaupun tekadnya terlalu membara tetapi raganya benar-benar tak bisa ia ajak bekerja sama lagi.


"Meskipun aku merasa sangat lemah sekarang, tapi aku harus berusaha menghabisi mereka semua!" Luo Mian berusaha bangkit dengan bertopang pada Tombak Feng Xue. Namun, sepertinya kekuatannya benar-benar semakin melemah dan seperti ada sesuatu yang bagai tengah menggerogoti tubuhnya.


"Apakah luka cakaran ini mengadung racun?" Napas Luo Mian terengah-engah, pandangannya mulai berkunang-kunang. Sementara itu, para kawanan serigala yang merasa kian marah pun mulai bersiap menyerangnya. Kepasrahan mulai menggelayuti pikirannya.


"Apakah seorang jenderal penakluk musuh puluhan kali di medan perang ini akan mati sia-sia menjadi mangsa para serigala Hutan Mistis ini?"


Seulas senyum yang terkesan mencemooh diri sendiri pun terulas di bibir pria muda itu. "Bodoh sekali aku ini!"


Namun, dia benar-benar sudah tidak memiliki kekuatan sama sekali. Pandangan mata Luo Mian kian sayu dan gelap, tubuhnya pun limbung lalu ambruk seketika. Bersamaan dengan itu pula, tombak Feng Xue juga menghilang untuk kembali ke tempatnya.


Tentu saja ini adalah hal yang membuat para serigala merasa senang, mereka pun serta merta melompat secara bersamaan menerjang tubuh Luo Mian yang terkapar di atas tumpukan daun-daun kering. Entah bagaimana nasib sang jenderal kebanggaan Negeri Zhu yang hanya seorang diri di tempat tersebut.


Kawanan serigala maju menerkam Luo Mian dengan kekuatan penuh dan hasrat untuk membunuh. Mereka memang sudah dialiri dendam kepada manusia yang telah membunuh burung buru berjambul putih dan juga menewaskan salah salah satu kawan mereka.


Entah apa yang akan terjadi pada Luo Mian selanjutnya.


...Bersambung...


Karena emak lagi sedikit gak enak badan, jadi cuma bisa nulis dikit-dikit yang penting bisa up. 🙏


Semoga sehat selalu ya, buat semuanya ❤