The Realm Of Cultivation

The Realm Of Cultivation
ADU KEKUATAN SEMU



Para prajurit dari klan iblis terlihat sudah sangat siap menyerang Luo Mian dengan formasi yang telah mereka bentuk. Sementara itu, Luo Mian pun hanya tersenyum sinis dari ketinggian seolah sedang mentertawakan sekumpulan barisan semut yang akan diinjaknya dengan senang hati. 


"Bersiaplah untuk mati, kalian semuaaaaa!" teriakan dari Luo Mian adalah aba-aba untuk saling menyerang.


"Seraaaaaaang!" Para prajurit klan iblis pun berteriak sembari mengarahkan badak semu bercula yang merupakan kekuatan gabungan dari formasi yang mereka buat. 


Dua gumpalan cahaya menyerupai binatang, seketika melesat secara bersamaan dan saling berbenturan di angkasa hingga menimbulkan suara gemuruh dan ledakan yang berkepanjangan. Tampak di langit tepi Hutan Mistis sore itu, dua binatang roh saling berhadapan kepala dan saling mendorong musuhnya dengan kekuatan dan hasrat mengalahkan. 


Para prajurit klan iblis terus berusaha menekan kekuatan Jenderal Luo Mian yang hanya seorang diri menghadapi mereka semua. Dorong mendorong kekuatan terus berlangsung hingga cukup lama. Kekuatan keduanya memang terlihat seimban, meskipun sebenarnya lawan dari Luo Mian sudah mulai merasa cukup kelelahan.


"Tak bisa berlama-lama dalam situasi seperti ini. Dan lagi, bagaimana dengan kedua anak itu?" Luo Mian masih mengkhawatirkan Ryana Zhang dan Chen Jia yang dia sendiri tidak tahu bagaimana dengan keadaannya.


Sementara itu di dalam formasi badak bercula, para prajurit klan iblis juga sudah mulai merasa sedikit kewalahan. Mereka meringis menahan serangan naga perak yang terlihat sesekali menyemburkan uap es dan bisa membekukan apa saja. Kekuatan Luo Mian memang terbilang cukup menakutkan, akan tetapi dia tetaplah manusia yang memiliki batasan-batasan tertentu. 


Walaupun kekuatannya bisa untuk menahan serangan dari kekuatan gabungan formasi badak dari lawannya, tetapi jika terus dipaksakan itu juga bisa berakibat tidak baik pada diri jenderal perang tersebut. Luo Mian mengambil ancang-ancang dengan menarik napasnya panjang-panjang, lalu memutar tubuhnya dengan gerakan jurus pamungkas yang dia miliki.


Luo Mian sudah merasa saatnya untuk segera mengakhiri pertempuran, karena hari sudah mulai beranjak menuju senja. Entah apa hasil akhirnya nanti, Luo Mian telah bersiap untuk menerima resiko terburuknya. Terlebih lagi, dia adalah seorang jenderal yang biasa mempertaruhkan satu-satunya nyawa miliknya di dalam suatu peperangan. Hidup dan matinya sudah dia relakan untuk membela kebenaran dan menegakkan keadilan.


"Hanya dengan menyerap kekuatan mereka saja, mungkin aku bisa mengakhiri semua ini," pikir Luo Mian. "Dan aku bisa mengumpulkan, memadatkan dan memanfaatkannya untuk pembuatan pil dari darah iblis. Bukankah itu adalah hal yang bagus juga?" 


Pemuda itu menyeringai dengan sinis sambil terus menatap ke arah binatang semu yang menjadi lawan naga perak roh pedangnya. Dia lalu bergerak secara secepat kilat untuk mengubah kekuatan semburan menjadi daya penyerapan yang tentu saja berlawanan dengan perlawanan sebelumnya.


Demi mendapat perlawanan dengan metode yang lain dari sebelumnya, prajurit klan iblis menjadi cukup terkejut karena kekuatan mereka tersedot masuk ke dalam mulut cahaya naga perak. Daya serap yang terbilang cukup tinggi membuat mereka merasa menjadi lemah secara perlahan, hingga bagai hilang tenaga mereka. 


"Ketuaaaa! Kami sudah tidak tahan lagiiii!" teriak salah satu prajurit klan iblis yang merasakan kelelahan akibat secara terus menerus mengeluarkan tenaga dalamnya. Meskipun mereka adalah makhluk setengah iblis, akan tetapi mereka masih memiliki raga manusia yang memiliki batasan sebagai hal yang fana. Mereka tetap bisa rusak dan hancur kapan saja oleh kekuatan tertentu.


"Bertahanlah! Aku akan menambahkan dengan parasit darah iblis yang akan melumpuhkannya melalui kekuatan kita yang sedang dia seraaap!" seru pimpinan prajurit klan iblis yang juga sudah mulai kewalahan menghadapi jenderal muda ini. "Pertahankan formasi ini! Aku akan segera menambahkan parasit darah iblis untuk melumpuhkannya!"


Demi melihat para prajurit dalam lingkaran berbentuk oktagon itu, benar-benar tidak bisa bertahan lama lagi. Kemudian, sang pimpinan prajurit mengalihkan pandangannya ke luar garis lingkaran formasi yang berwujud garis cahaya kuning terang. Pimpinan prajurit berkata dalam hati dengan kegeraman luar biasa. "Ini sungguh tak bisa dibiarkan terlalu lama! Bocah ini terlalu kuat untuk dihadapi. Aku benar-benar menemukan lawan yang tangguh kali ini."


"Kalian semua yang berada di luar formasi! Segera gantikan kawan kalian ini!" perintah pimpinan prajurit klan iblis kepada prajurit lain yang sedang menyaksikan jalannya pertempuran dengan wajah tegang. "Tunggu apa lagi?"


"Baik, Ketua!" 


Tujuh orang segera melompat masuk ke dalam lingkaran dan melakukan hal yang sama dengan kawannya. Setelah kekuatan mereka bergabung, maka ketujuh prajurit sebelumnya segera mundur daan keluar dari lingkup formasi guna memulihkan diri. Sekarang, Luo Mian harus berhadapan dengan musuh dengan tenaga baru yang masih segar bugar. Tentu saja ini adalah sebuah ketidakadilan bagi Luo Mian yang hanya seorang diri.


Namun, dalam sebuah pertarungan antara hidup dan mati, hal demikian ini bukanlah suatu hal yang baru atau tidak diperbolehkan. Terkadang, kita mash memerlukan sebuah cara licik untuk mengalahkan lawan. Sekali lagi, dunia budidaya memang alam yang kejam tanpa perasaan. Alam di mana kisah cinta sering diabaikan hanya demi mengejar gelar dan sanjungan sebagai manusia terkuat yang bisa mencapai ranah keabadian.


Pimpinan prajurit segera bergerak melukai dirinya sendiri dengan cara menggigit ujung jari telunjuknya dan mengeluarkan darahnya dengan penyedotan tenaga dalam. Darah itu dipadatkan hingga menyerupai sebutir bola kristal berwarna merah. Pimpinan prajurit melemparkan bola darah itu ke udara dan mengaktifkannya dengan menyalurkan tenaga dalam tingkat tinggi, hingga bola kristal tersebut bercahaya menyala semerah darah. 


Pimpinan prajurit klan ibils mengarahkan cahaya merah dari bola kristal darah mengandung parasit iblis itu ke cahaya badak bercula yang masih berhadapan dengan naga perak semu roh pedang milik Jenderal Luo Mian. Kedua cahaya bergabung dan mengubah warna badak bercula ganda menjadi jingga bagaikan lembayung senja yang menyakitkan pandangan mata.


"Sekarang, biarkan saja naga bodoh itu menyerap semua parasit darah itu. Dan itu akan menjadi sebuah pertunjukan yang menarik!" Pimpinan prajurit klan iblis menyeringai sinis penuh kemenangan sambil terus menatap ke arah Luo Mian yang masih mengambang di udara.


"Apa ini?" Luo Mian merasa sedikit terkejut dengan perubahan gaya perlawanan baru yang lebih kuat dari sebelumnya. Badak cahaya jingga ini juga seperti dengan sengaja membiarkan dirinya tersedot masuk ke dalam mulut naga perak yang memang dipersiapkan untuk melahap kekuatan lawan. "Celaka! Mereka memasukan racun dalam kekuatannya!"


Namun, Jenderal Luo Mian terlambat untuk menyadarinya. Parasit darah itu telah masuk ke dalam roh pedang yang tersalur secara langsung ke dalam bilah pedang dalam genggamannya. Tentu saja itu adalah hal yang sangat berbahaya bagi pemuda tampan itu. 


"Baiklah, karena kalian telah meracuniku! Maka, kalian juga harus hancur bersama formasi sampah ituuuuu!"


"Hiaaaaaaaaat!"


...Bersambung...