
Qiu Xueyin tersenyum sendiri setelah mendapatkan nama untuk tokoh yang ia namai sebagai tokoh over power yang memiliki kekuatan bisa menghidupkan gambar menjadi sesuatu yang akan membantu protagonis mencari keadilan yang seharusnya ia dapatkan.
"Bukankah itu bisa menjadi sebuah ide bagus?" Qiu Xueyin tersenyum sendiri Sembari mengetik sebuah nama. "Chen Jia."
"Chen Jia dari Keluarga Chen," bisik Qiu Xueyin. "Ternyata dia adalah sepupu dari Chen Xuan."
Qiu Xueyin kemudian teringat pada pertemuan dengan Chen Xuan di kantin kampusnya. Siang itu, keduanya baru saja selesai mengikuti mata kuliah terakhir. Tentu saja rasa lapar yang membawa mereka ke tempat tersebut hingga berlangsunglah obrolan santai mereka. Pembicaraan pun sampai pada topik tentang novel 'The Realm Of Cultivation' yang sedang di garap oleh Qiu Xueyin sebagai author pengganti atau mungkin bisa dikatakan juga 'Ghost Writer' bagi novel milik Ryana Zhang.
Kedua pemuda itu akhirnya sepakat untuk membuat suatu kenang-kenangan atas dua orang yang sama-sama tidak sadarkan diri oleh karena novel karya Ryana Zhang. Di dalam kesempatan itu juga, Chen Xuan meminta maaf atas nama Chen Jia yang telah tanpa seijin dari sang pemilik karya untuk meng-adaptasi kisah tersebut dalam bentuk game animasi.
"Menurut Chen Xuan. Chen Jia adalah animator amatir yang cukup berbakat. Selain masih muda dan sangat berbakat, dia juga masih seorang pelajar Sekolah Menengah Atas yang seharusnya lulus di tahun ini. Tetapi karena kejadian itu, kelulusannya menjadi tertunda." Qiu Xue Yin masih bermonolog yang menunda pekerjaannya. "Lalu, siapakah yang bisa disalahkan secara mutlak atas kejadian itu?"
"Sudahlah, itu adalah urusan nanti." Qiu Xueyin menatap kembali ke layar laptopnya. "Nama ini cukup bagus jika kusisipkan pada novel Ryana. Dia akan kuberi peran ...."
Peran apakah yang akan diberikan oleh Qiu Xueyin terhadap Chen Jia? Yang jelas Ghost Writer ini kembali melanjutkan mengetik naskah yang harus dia publikasikan malam ini juga. Ini tidak boleh ditunda lagi. Imajinasi pemuda tampan itu melambung tinggi dan membuat jemarinya lincah menari di atas papan keyborad laptopnya.
Memulai kembali kisah di alam kultivasi Hutan Mistis yang saat ini tengah mendapatkan serangan dari Klan Iblis Merah. Rupanya, Zi Yue diperintahkan oleh Gui Yixuan untuk menyerang hutan tempat persembunyian Ryana Zhang selama ini. Tentu saja Zhou Weiyang dan Selir Li juga ikut datang ke tempat tersebut.
Mereka ingin mengambil secara langsung benda yang sedang mereka incar selama ini. Segel Bulan Sabit dan Kitab Panduan Dewa Mimpi adalah hal yang sudah sejak enam belas tahun yang lalu mereka buru. Akan tetapi Kaisar Zhu Ran tentu saja sudah mengantisipasinya dengan cara mengirim permaisuri pergi dari istana Kekaisaran Zhu bersama dengan Putri Zhu Ziya yang harus mengubah nama menjadi Zhang Rui dan kedua benda tersebut.
Dan pertarungan besar akan segera dimulai.
"Kuatkan penyerangan dan pusatkan pada titik lemah dari array pelindung itu!" Zi Yue dari Lembah Kalajengking berteriak memandu para manusia setengah iblis yang sedang berusaha membuka array penghalang pelindung Hutan Mistis. "Kita harus bisa secepatnya membuka array sebelum matahari terbenam!"
"Siap, Nyonya!" Para prajurit menyahut secara serempak sambil terus berusaha menembakkan sinar kuning yang berasal dari formasi Badak Bercula Ganda yang merupakan formasi gabungan dari para prajurit manusia setengah iblis.
Dikatakan sebagai manusia setengah iblis, itu karena dalam tubuh mereka mengalir racun parasit darah iblis. Sudah menjadi peraturan yang diberlakukan oleh ketua klan dari masa ke masa, siapa saja yang masuk ke dalam Klan Iblis Merah harus melakukan sumpah perjanjian darah dengan sang tuan. Mereka semua harus minum arak yang telah ditetesi oleh darah sang ketua klan sebagai pengikat perjanjian.
Kembali ke arena penyerangan ....
"Nyonya Zi Yue, Array ini kuat sekaliii! Kekuatan kami seperti akan berbalik menyerang kami sendiriiiii!" teriak sang pemimpin formasi dengan napas terengah-engah.
"Aku akan membantu kalian!" Zi Yue tak bisa diam saja hanya dengan melihat badak semu setinggi bukit anakan dari cahaya formasi tampak tersuruk mundur ke belakang.
Tentu saja hal tersebut membuat para pengendali Formasi Badak Bercula Ganda ikut tersuruk mundur hingga beberapa tombak. Darah segar mengalir dari mulut-mulut prajurit klan iblis, akibat dari pecahnya kolom ruang dalam dantian mereka yang tak mampu lagi menampung pergolakan tenaga dalam yang terlalu dipaksakan.
"Ket--Ketuaaaa! Kami sudah tidak tahan lagiiiii!" rintih salah seorang prajurit yang mulai limbung.
"Bertahanlaaah!" Sang Ketua berusaha menyemangati prajuritnya. "Jika kita melepaskan formasi ini secara tiba-tiba. Maka kita semua akan meledak!"
"Meledak?" Ketakutan seketika muncul dalam benak prajurit yang mulai kehabisan tenaga. "Lebih baik bertahan daripada menjadi serpihan bangkaaaaaai!"
Para prajurit klan iblis begitu keras berupaya melakukan tugas mereka dengan taruhan nyawa. Tak ada kata mundur dan hanya ada kata maju. Hidup dan mati mereka memang sudah dalam genggaman sang ketua klan yang tidak memiliki perasaan belas kasihan sama sekali. Gui Yixuan yang merupakan seorang manusia abadi dengan kultivasi iblis, hanya tahu manisnya darah siapa saja yang diinginkannya.
Sebuah kalimat slogan yang biasa diserukan olen Gui Yixuan kepada para pengikutnya, bukanlah hanya omong kosong belaka. Pria berdarah dingin dengan perasaan bagaikan orang mati itu hanya tahu menumpas siapa saja yang menghalangi keinginannya dengan tanpa pandang bulu. Maka tidak ada jalan lain lagi, selain daripada hanya bisa patuh atau mati dibunuh dengan kejam oleh Qui Yixuan.
...Di depan adalah kemenangan walau harus melewati sebuah jurang kematian, sedangkan di belakang hanyalah liang lahat untuk mereka yang selangkah mundur ke belakang....
Zi Yue segera melesat ke udara dan mengambangkan tubuh laksana seekor rajawali. Wanita itu melakukan beberapa gerakan jurus sembari membangkitkan kekuatannya, lalu menyalurkan kekuatan tenaga dalam tingkat tinggi yang dia miliki. Wanita tangan kanan Gui Yixuan benar-benar melakukan pemaksaan pendobrakan array pelindung dengan sekuat tenaganya.
"Tetap pertahankan formasi!" Zi Yue berseru sambil terus menyalurkan kekuatannya.
Wajah-wajah tegang dengan peluh bercucuran masih terus berusaha membuka pertahanan pelindung Hutan Mistis. Mereka melakukannya setelah berhasil mengikuti jejak Chen Jia. Namun untuk bisa menerobos masuk hutan tersebut, ternyata tidak semudah yang mereka bayangkan.
"Teruslah berusaha hingga tenaga kalian itu terbuang percuma."
...Bersambung...