
Extra Chapter.
Menceritakan Short Story dari Main Story.
...BAB 4.5 - AMELIA ENJOYING THE FESTIVAL...
...◇◇◇...
...《POV Amelia Urona》...
Di tengah Desa Konora.
Aku duduk di bangku sambil memakan Sate Kelinci sendirian.
Yah.. Sendirian.
Walaupun begitu, rasanya cukup enak dan aku menikmatinya sambil memandang keramaian orang-orang di jalanan di depanku.
Tampaknya, sejak Acara Festival Berburu diadakan. Banyak orang-orang yang datang untuk menonton dan menikmati Festival.
"Munch.. Munch.."
Aku mengunyah daging Sate sampai habis, lalu mengambil satu lagi.
'Ren, sedang apa sekarang ya?' Pikirku sambil menatap ke gerbang desa yang agak jauh.
Aku tengah duduk di kursi di tepi jalan dekat kios Sate Kelinci, di sekitarku sedang ramai karena acara sudah dimulai.
Beberapa orang berlalu lalang, menantikan Festival Berburu untuk memperlihatkan siapa juaranya.
"Yah, aku tidak peduli sih," Ucapku masih mengunyah daging.
Sejak aku tidak memperdulikan hadiah atau siapa pemenangnya.
Hanya saja, Apa Ren bisa juara satu? Aku yakin dia mungkin bisa.
Tapi, hutan Bloody itu.. Ugh..
"Tidak, Tidak! Ren pasti aman! aku yakin!" Ucapku mengusir pikiran buruk dalam otakku.
Benar, tadi saja Ren membawa seekor serigala. Bukankah berarti dia sudah sangat kuat? Yah, benar..
"Tapi.. Gulp," Ucapku menelan habis Sate Kelinci.
'Ugh.. Aku akan mencari sesuatu yang bisa kumakan untuk menghilangkan pikiran-pikiran aneh ini..' Pikirku beranjak dari bangku.
Buuk
"..." Saat aku memikirkan hal-hal aneh.
Ada seseorang terjatuh di depanku dan terlihat kesakitan.
"Adu-duh.." Ucap gadis itu.
Aku kenal dia..
"Fiona, sedang apa kau?" Ucapku mendekatinya.
"...Aku jatuh," Ucapnya mencoba berdiri.
"Ya, aku tahu itu. Hanya saja, Apa yang kau bawa itu?" Ucapku melirik bawaannya.
"Uh, Ini.." Dia mengambil Kantungnya dengan gugup.
Aku menghampirinya dan menemukan sekantung berisi daging kering.
"Makan sendiri?" Ucapku melihatnya sinis.
"Eh? I-Iya, Ka Amelia," Ucap Fiona dengan gugup.
Sepertinya aku akan makan dulu.
"Aku tahu tempat yang bagus! ikut aku," Ucapku menarik tangannya.
"Mau kemana, Kak??" Ucap Fiona gelisah.
"Ikut saja!" Ucapku memaksanya.
"Ba-Baik!" Fiona dengan patuh mengikutiku.
Dengan begitu, Aku memiliki makanan dan penghilang stress.
.........
Aku dan Fiona duduk di teras belakang.
"Uh.. Uh, Iya.." Ucap Fiona mendengarkan.
"Sialan emang Ren!" Ucapku mendumel.
Sebenarnya sejak tadi, aku melontarkan apa yang kukesalkan tentang Ren dengan Fiona. Hanya saja, Fiona hanya menjawab iya dan iya dengan wajah polos. Aku sedikit tidak senang karenanya.
"Apa kau mendengarkan??" Ucapku menatapnya serius.
"Uh, I-Iya ka," Ucapnya dengan gelisah mengangguk-angguk.
Sudahlah, jadi aku berpikir sebentar untuk melanjutkan pembicaraan yang tadi.
"Hmm.. Jadi Ren sangat cuek akhir-akhir ini! Biasanya dia pemalas dan tidak mau pergi menggembala. Kesambet apa dia??" Ucapku melanjutkan.
"I-Iya," Jawabnya spontan.
Kemudian aku mengeluarkan semua unek-unekku sambil mengunyah daging kering di kantung yang kupegang.
"..." Fiona terlihat diam dan hanya mendengarkan.
Karena dia tidak masalah, aku melanjutkan bicara dan menghabisi semua daging itu.
"Munch.. Munch.. Apa kau tidak mau, Fiona?" Ucapku menawarkan kantung makanan itu.
"Eh, Iya.." Fiona mencoba mengambil isinya.
Tapi..
""..."" Kami saling melihat, wajahnya tersirat berkata "Sudah habis?"
Aku menawarkannya, tapi aku menyadari kalau apa yang aku makan tadi adalah yang terakhir.
"..." Fiona menatapku tidak berdaya.
"...Ya, makasih untuk makanannya," Ucapku berdiri.
Kurasa aku akan pergi membantu Ayah dan Ibu..
"Kak Amelia," Ucapnya dengan nada tidak senang.
"Eh? Iya, ada apa?" Ucapku agak tertekan.
Tiba-tiba dia memegang kedua tanganku dan matanya bersinar cerah.
"Uh?" Aku sedikit bingung, sampai dia bicara.
"Kalau.. Kalau Kak Amelia ada waktu, mau pergi berkeliling?" Ucapnya dengan malu-malu.
"Berkeliling?" Tanyaku, bukan karena aku belum melakukannya, hanya saja aku ingin tahu kenapa dia memintanya.
"Iya, aku menemukan banyak kios-kios permainan, kudengar ada hadiahnya juga! Ini hanya satu tahun sekali, jadi mau?" Jawabnya dengan sangat ceria.
Sepertinya dia ingin sekali mencobanya.
Ugh.. Apa ini niatnya.. Harusnya dia bilang dari awal, sekarang aku merasa buruk menghabiskan makanannya.
"Iya.. Kalau ada waktu," Ucapku mencoba melarikan diri.
Tapi, tanganku dipegang dengan kuat.
"Huh, Fiona?" Ucapku bingung.
"Kuyakin, Kak Amelia bisa kan, kan?" Ucapnya penuh harap.
Ugh.. Ayolah..
"Baik," Ucapku dengan pasrah.
Dengan begitu, Aku menikmati acara. Serius kok.
.........
...[ Fin ]...