The Great Adventure In World Of Sword And Magic.

The Great Adventure In World Of Sword And Magic.
Chapter 28 - [ Shadow Time! ]



...BAB 28 - WAKTUNYA BAYANGAN!...


...◇◇◇...


"..." Aku menatapnya pergi.


Senka menghilang ke dalam bayangan dan menuju keluar kereta, lalu menghilang di kegelapan hutan.


Aku melihatnya pergi begitu saja, aku ingin tahu dia ingin pergi kemana?


Karena, bukankah kita lagi ada masalah di sini?


Sekarang perseteruan antara Para Ksatria dan Bandit sedang berlangsung.


Aku ingin tahu apa nyali Bandit-bandit itu yang yakin untuk menghadang sekelompok Ksatria dari Bangsawan Duke Arcane?


Walaupun begitu, efek Domainku mulai terlihat.


Tatapan Para Bandit tampak penuh ketakutan.


"Kalian semua, jangan takut! Langsung gunakan artefaknya!!" ucap pria gendut yang tidak asing itu, wajahnya pucat tapi tetap mencoba kuat.


""Ya!!"" Para bandit serentak menyalakan sebuah artefak di tangan mereka dan seketika mengubah bentuk tubuh mereka.


Cahaya ungu terpancar dari artefak dan menyelimuti mereka.


Tubuh mereka memerah, otot-otot mereka keluar dan jeritan kesakitan terdengar keras dari mereka.


"???" Para ksatria tampak heran dengan mereka.


Seketika Para bandit menjadi Pria berotot dan bertubuh besar.


Tinggi mereka dua kali dari sebelumnya dan memberi tekanan ke Para ksatria.


[ Giant (temporary) ]


Mereka menjadi raksasa?!


Kekuatan mereka meluap dan ancamannya meningkat.


Lalu, pria gendut itu juga menggunakan Artefak yang sama dan dia angkat ke atas.


Cahaya ungu menyebar ke tubuhnya dan berubah sama seperti para bawahannya.


[ Jason The Dissident ]


[ Giant (Temporary) ]


[ Level 18 (🔺️36) ]


"Uwah.." Entah kenapa aku menjadi bersemangat.


"Angkat senjata!" Joseph berteriak yang membuat Para Ksatria kembali ke diri mereka dan mengangkat senjatanya.


Para ksatria mempersiapkan pedang dan perisai mereka dalam menghadapi Para Bandit Raksasa.


Jason tersenyum lebar dan memukul kedua tangannya dengan gairah.


"Hahaha, kalahkan Para ksatria! Lalu jarah bawaan mereka dan bangsawan di kereta itu!" Teriak Jason dengan keras.


""Ya!!"" Teriak Mereka bersamaan.


Walaupun Para Ksatria berhadapan dengan Bandit Raksasa.


Aku bisa tahu bagaimana kondisi mereka hanya dalam sekali lihat saja.


[ Kondisi : Takut, Cemas. ]


Namun, hanya satu orang yang tidak seperti itu.


[ Joseph Magia ]


[ Swordsman ]


[ Level 47 ]


[ Kondisi : Bersemangat, Antusias. ]


Sepertinya dia menantikan pertarungan seperti ini.


"Para Ksatria! Maju!!" Teriak Joseph menerjang lurus ke arah Para Bandit.


"Ya!!" Serentak Para Ksatria ikut maju.


Di seberang mereka, Jason yang bertubuh Raksasa menarik gadanya ke atas dan berteriak keras.


"Jangan takut! Serang!!" Teriakan Jason bergema dengan bergairah dan ia melesat ke depan.


"Ya!!" Serentak Bandit Raksasa mengikutinya.


Pertarungan abad ini dimulai..


"Tapi.. Bukannya, aku dalam bahaya?" ucapku menonton mereka.


Aku duduk ke kursi yang sudah di siapkan.


"Bisa kau ambilkan berondong jagung?" ucapku ke pelayan yang mengangguk membawakannya.


.........


...《POV Senka》...


'Aku akan membantu Papa!' Teriakku dalam batin.


Tapi, aku merasakan ada suatu aura misterius di sekitar. Tampak tidak jauh dari sini.


Karenanya, aku langsung pergi tanpa membicarakannya dengan Papa dulu.


'Maaf Papa, ini tidak akan lama.' Aku berkata seperti itu pada Papa saat pergi.


Tentunya, Papa hanya menjawab "Oh iya, hati-hati."


Jadi aku menyeberang ke dalam kegelapan hutan dan menyusurinya.


Aura ini berkaitan dengan barang-barang yang Papa dapatkan tempo lalu. Jadi harusnya ada di sekitar sana..


"Umyu?"


Aura aneh itu berasal dari gua.


Di sana terdapat dua penjaga yang berjaga di luar gua, tapi mereka tampak mengantuk dan ada salah satunya yang menguap.


Karena mereka melonggarkan penjagaan, aku dengan mudah menerobos masuk melalui bayangan.


.........


"..?"


Hmm? Aku menemukan beberapa orang di dalam gua dan terdapat seseorang yang memegang Benda dengan aura aneh itu.


Benda apa itu?


Aku menyusup ke dalam bayangannya.


"Kekeke.. Mimpi burukku akhirnya hilang.. Sejak tahun lalu, rasanya kepalaku penuh dengan kengerian. Geh.. tapi artefak ini berguna juga, kami bisa menghilangkan apa yang menakutkan itu. Juga Orang itu, punya banyak sekali artefak-artefak hebat!" ucap pria dengan wajah setengah hangus.


Oh, orang yang Papa lawan dulu.


Aku ingat Papa melawannya, saat dia berburu hewan liar dan terkadang berhadapan dengan Bandit-bandit. Dia salah satunya.


Saat ini, dia sedang duduk di atas kursi yang dibentuk dari bebatuan.


Beberapa orang terlihat berjalan kesana kemari di sekitarnya tampak seperti sedang mengawasi sekitar.


Walaupun itu percuma untukku.


"Hei, di mana mereka?" ucap salah seorang yang berkeliaran di gua.


"Kudengar, Jason membawa yang lain untuk menjegal pedagang," ucap temannya.


"Begitukah? Yah, bagaimanapun dia tipe yang tidak suka diam di markas.."


"Kau tahu betul."


"Begitulah.."


Tampaknya mereka ada hubungannya dengan orang-orang yang menyerang Papa dan Para pria berjirah itu.


Karena tanganku bebas, aku memeriksa sekitar dan melihat ke ruangan-ruangan lain sampai ada sesuatu yang membuatku tertarik.


"Myu?" Aku melihat beberapa Telur yang berwarna-warni di sebuah wadah yang tampak seperti sarang.


Jadi aku mendekati tempat itu.


Tapi, di sana ada seorang wanita yang menjaganya. Dia mengenakan mantel hitam dengan tudung hitam menutupi wajahnya.


Terlihat misterius dan dia memegang bola yang terlihat cantik.


Apa itu?


Jadi aku mencoba mendengar apa yang dia bicarakan dengan menyusup ke bayangannya.


"Haa.. Membosankannya, kenapa aku harus menjaga Telur-Telur Monster sihir ... Bukannya percuma kalo tidak ada yang mengeraminya? Haa.." keluhnya.


Sepertinya Telur-Telur ini merupakan Monster sihir. Hmm ... Mungkin jika aku membawa semua itu ke Papa, Papa pasti akan senang?


Yah! Papa pasti senang!


Jadi dengan cepat aku menelan semua Telur itu ke dalam bayanganku.


"Hmm..? Eh???"


Wanita itu sontak terkejut dan melihat ke sekitar dengan panik.


Rasa dingin terasa di lehernya, dia menjadi panik dan berlari ke ruang lain.


"Bo-Boss!!" Dia bergegas ke pria berwajah hangus itu.


Ups.. Sepertinya aku berbuat sesuatu, lebih baik aku pergi ke area lain.


Kemudian aku pergi meninggalkan wanita yang putus asa berbicara dengan pria itu yang dia panggil Boss.


"Umyu?"


Aku melihat ada peti yang berkilauan, di ruangan yang dijaga ketat. Tapi tidak seketat itu, aku melihat banyak koin dan permata yang berhamburan di sekitarnya.


Tampaknya itu adalah ruang harta.


"Ayah pasti suka." Jadi aku menelan semuanya ke dalam bayangan.


Storage Shadowku sampai terisi penuh dengan emas dan permata. Ini mungkin hari keberuntunganku.


"Umyu?" Aku melihat ada peta besar di sana dan dua cincin berwarna merah dan ungu.


Melihat peta itu, ada beberapa lokasi yang sudah di silangkan merah. Apa itu? Tertulis, "Dungeon."


"Ohh.."


Jadi aku menyimpannya begitu saja.


Lalu, aku menatap ke kedua cincin.


Aku mengambil yang warna merah dan kemudian memasukkan yang ungu ke dalam Storage Shadow.


"Ini untukku," ucapku mengenakan cincinnya.


"Umyu?" Aku merasakan seperti mana ku terserap ke dalamnya.


Lalu, warna merahnya menghitam dan menjadi cincin berwarna hitam seutuhnya.


"Umyu???" Aku panik, cincinnya menjadi terlihat tidak seperti sebelumnya.


"Kenapa?" Aku mencoba melepasnya.. tapi seakan itu tidak bisa, aku hanya melukai jariku.


"Umyu.. Nanti minta Papa melepasnya.."


Kemudian aku dengan asik berkeliling gua.


"Apa!?" Kejutan terdengar seisi gua.


Sepertinya mereka menjadi panik.


"Myu.. tidak ada apa-apa lagi.. " ucapku setelah berkeliling beberapa menit.


Aku sudah mengelilingi gua sepenuhnya, tapi tidak ada yang bagus selain harta karun sebelumnya.


Jadi aku akan pergi saja. Lalu, kerumunan di tengah ruang gua terlihat kesal dan marah.


"Myu?" Aku menyusupi bayangan salah satu dari mereka.


"Apa!? Kita kehilangan Telur monster dan harta karun kita?!" Pria berwajah setengah hangus itu tampak sangat marah.


"I-Iya, Boss. Kami tidak menemukan Harta karun yang ada di ruang harta," ucap pria yang ketakutan.


BAAK!!


"Apa!?!?!" Pria itu memerah penuh amarah dan menghajar pria itu.


"Uggh.."


Pria itu terlempar ke belakang dan sangat kesakitan.


"..." Drama.


Ada perkelahian? Kurasa Senka kembali saja.


Jadi aku meninggalkan gua itu, ah benar..


Sebelum itu, aku akan mengambil artefak ini.


Lalu aku menelan artefak yang ada di atas kursi batu.


Misi selesai!


Kemudian aku pergi meninggalkan gua yang dipenuhi amarah dan murka pria itu ke bawahannya.


"Hehe~ Papa pasti memujiku," ucapku dengan bahagia.


.........


...《 POV Ren Maulana》...


"Bosan.." ucapku menatap pertarungan yang intens di luar sana.


Saat aku melihat Ksatria di sisi ku hampir mati karena serangan Giant Bandit, aku menghentikannya dengan Telekinesis agar pukulannya meleset atau membuatnya jatuh yang mempermudah mengalahkannya.


Tidak hanya itu, aku meminta pelayan untuk mengambil persediaan ramuan dan membawa ksatria untuk diberi ramuan dan disembuhkan.


Di antara pelayan ada yang bisa sihir penyembuh, jadi aku memintanya membantu.


Seakan permainan sudah berakhir, Para Ksatria mendominasi mereka.


Pria bernama Jason terlihat terkepung dengan bawahannya sudah banyak yang tumbang.


"Sial!" Dia dengan kesal mengeluarkan sebuah kelereng berwarna coklat kemerahan dan menelannya.


Seketika dia membesar lebih dari sebelumnya.


[ Giant ]


Sekarang dia seutuhnya menjadi Giant. Serius kenapa ga dari tadi saja? Karena Para Bandit Raksasa lain belum sepuluh menit sudah kembali menjadi Bandit biasa.


Tapi, Pria gendut itu.. Oh? Bukankah dia dari Kelompok Bandit yang harusnya kaya di masa depan? Namanya itu ya.. entahlah.


Namun, mungkin ini akhir yang pasti darinya.


Melihat Jason yang tersudut mulai menjadi raksasa dan Para Ksatria semakin berjuang melawannya.


"Jangan gentar! Kita sudah menguasai pertarungan!" Tegas Joseph mendorong Jason Raksasa.


"Kukkh.."


Tampaknya pria itu masih belum menguasai tubuhnya yang menjadi besar, dari bagaimana dia tampak kesulitan.


Itulah mengapa Para ksatria bisa mendorong mereka mundur.


Sudahlah, aku akan tidur saja.


"Papa!"


"Senka!"


Gadis kecilku kembali setelah lama pergi.


Kami langsung berpelukan dan perasaan sedihku menghilang begitu saja.


"Senka, kemana saja? Papa khawatir," ucapku memeluknya lembut.


"Myuu, maaf Papa. Tapi Senka membawa ini!"


"Woah!"


Luar biasa.. eh? tunggu sebentar..


Dari mana dia mendapatkan ini??


Aku memeriksa Storage Shadow milik Senka.


Sebuah layar dengan List item dan artefak tersedia di sana.


"..."


[ Wisdom Church's holy Priest's Scepter (High Grade) ]


[ Cursed Ring (Monster Transformation) ]


[ C Rank Magic Monster Eggs ]


[ Nostradamus Book ]


[ ... ]


Lalu banyak barang yang tidak bisa aku pikirkan lagi. Sejak aku menemukan barang-barang mahal setahun lalu yang cukup untuk membuatku menjadi kaya.


Sekarang, malahan aku memiliki banyak barang yang seharusnya sudah hilang dalam sejarah.


Kenapa sekarang ada di tanganku?


Aku menatap heran ke Senka.


"Myu?" Dia memiringkan kepala menyadari tatapanku.


"Ugh.." Aku langsung memeluk Senka.


"Papa?"


"Kau memang anak kesayangan Papa!"


"Hehe~."


Sekarang aku ingin melupakan semuanya dan memeluk gadis kecilku.


.........


...[ Continued ]...