The Great Adventure In World Of Sword And Magic.

The Great Adventure In World Of Sword And Magic.
Chapter 34 - [ Become an Adventurer ]



...BAB 34 - MENJADI SEORANG PETUALANG...


...◇◇◇...


Suasana sangat meriah setelah aku membuat pingsan pria itu.


"..." Aku hanya bisa terdiam menatap keramaian yang bersorak senang melihat sebuah laga tanding.


'Apa ini tidak masalah?' pikirku dalam batin.


'Papa keren!' Teriak Senka di dalam bayanganku.


"Haha, makasih Senka." Aku tertawa kering dan senang mendengarnya.


'Iya!' Senka ikut senang.


Jadi karena aku pikir ini tidak jadi masalah, aku mendekati meja Resepsionis.


Wanita itu terlihat bingung dan heran, tapi mengubah wajahnya menjadi tersenyum layaknya profesional saat aku mendekatinya.


"..." Aku berjalan dalam diam.


"Ini kartunya.." ucap Resepsionis itu memberiku sebuah Kartu hitam dengan simbol dan huruf Kerajaan.


Lalu, aku diberi kartu petualang.


[ Black Adventurer Card ]


[ Kartu anggota Guild Petualang dan sebagai bukti resmi menjadi Petualang. Saat ini Rank F. ]


Waw. Aku pikir, aku akan mendapatkannya setelah kedewasaan nanti. Tapi, aku senang dengan mendapatkannya lebih cepat.


"Maaf karena tidak mencegah pria brengs*k itu," ucap Resepsionis menundukkan kepalanya.


Aku sedikit bingung dan memintanya untuk mengangkat kepalanya.


"Tidak apa, kupikir aku perlu berolahraga sedikit.." ucapku setengah bercanda.


"Maaf sekali lagi.." ucapnya menyesal.


'Kenapa juga Resepsionis yang harus minta maaf?' pikirku heran.


Tapi, setelah aku melihat deskripsi Kartu Guild. Aku mengerti, bahwa pria itu juga masuk sebagai anggota Guild, kurasa ada benarnya. Hanya saja, Apa benar mereka melihatku sebagai bangsawan atau pedagang kaya? Haa..


Hampir semua orang berbisik-bisik..


"Bukannya Pria itu bangsawan?"


"Iya, dia bisa mengalahkan Don yang Rank C."


"Kuyakin, dia keturunan pahlawan."


"Kurasa, pria itu adalah sosok legendaris."


Banyak yang berbicara dengan keterlaluan.


Sudahlah.. aku akan pergi setelah membayar biaya pendaftaran dan kerusakan.


Lalu, ketika aku berniat untuk membayar kerusakan, mereka para staff Guild berkata kalau itu tidak perlu dan lebih baik untukku simpan saja.


Juga aku diminta untuk mengambil setidaknya satu Quest terlebih dahulu..


Tapi, aku tidak mencoba menaikkan Rank atau mencari uang, jadi setelah mendaftar aku akan kembali ke Mansion.


Untungnya aku mengerti cara kerja Guild, jadi aku berencana pergi setelah ini.


"Kurasa aku akan kembali.." ucapku berbalik dan melihat Antonile di dekat pintu Guild.


Aku berjalan mendekatinya dan tidak mempedulikan tatapan orang-orang yang melihat.


Pria yang mengenakan pakaian pelayan itu menatapku dengan gelisah.


Dia tampak bingung sebentar, tapi menyadari aku menghampirinya.


Antonile langsung memberi hormat dan menyapaku.


"Tuan," ucapnya menunduk dengan tangan kanan di dadanya dan memberi busur hormat.


Uwah, aku merasa seperti punya pelayan pribadi..


Lalu, bisik-bisik yang keras terdengar lagi.


"Hei, lihat dia. Dia membawa pelayan.."


"Benar, pasti bangsawan ternama."


"Siapa dia itu..?"


"Kuyakin dia tamu Duke?"


"Coba kenalan dengannya."


"Kau saja."


Banyak bisikan yang menganggu dan terdengar ramai.


Ayolah.. Kalian niat berbisik atau membicarakan seseorang di depannya..


Jadi Aku buru-buru keluar dari Guild daripada mengambil banyak perhatian lebih dari ini.


.........


Di luar Guild.


"Tuan, maaf karena terlambat," ucap Antonile menyesal dengan menundukkan kepala.


Aku tersenyum dan mengelengkan kepala.


"Tidak apa, ayo kembali ke Mansion," ucapku mulai berjalan.


"Baik." Dia mengangguk mengerti di sampingku.


Kemudian kami sampai di tempat dengan seekor kuda berdiam di sisi gedung Guild. Di sana beberapa anak kecil tengah bermain di sekitaran.


Antonile menarik tali kendali kuda dan membawanya kepadaku.


"Tuan, naiklah. Aku akan membawa Tuan kembali ke Mansion." ucapnya berinisiatif.


Aku mengangguk senang dan mendekati kuda.


'Karena dia telah menyediakan kuda. Jadi ayo naik!' ucapku dalam hati, lalu aku langsung menaiki kuda dengan Antonile yang naik di depanku untuk mengendalikannya.


Sesampai di depan Mansion. Kami langsung memasuki Mansion dan disambut senyuman pelayan Desi.


Sepertinya dia baru saja lewat sini.


"Selamat datang Tuan Ren," ucapnya lembut, sekarang suaranya gadis muda.


Aku balas memgangguk dan berjalan pergi dengan Antonile.


Kemudian aku sampai ke kamarku dan Senka.


Antonile berkata jika ada yang aku dan Senka butuhkan, kami bisa memanggilnya dengan Bell di atas meja kamar.


"Saya pamit pergi, Tuan Ren," ucapnya yang kemudian menutup pintu kamar dengan sopan.


Setelah dia pergi, aku sekarang seorang diri di tengah kamar.


Kamar yang mewah dan sangat indah ini, hampir-hampir aku tidak menyangka bisa di sini.


Kurasa tempat ini terkadang dipakai oleh para bangsawan Kerajaan atau sang Raja sendiri. Dari bagaimana kamar ini dibuat, aku yakin dengan itu.


"Wah..." Aku berjalan ke tempat tidur yang selembut sutra itu.


Lalu, Senka melompat keluar dari bayangan dan memelukku dari belakang.


"Papa!" ucapnya riang dengan mengubur wajahnya di punggungku.


"Oh? Malaikat kecilku," ucapku senang.


Aku mengelus kepalanya dengan lembut dan memanjakannya.


"Duduk di sini, Papa akan keluarkan yang dibeli sebelumnya." ucapku memintanya duduk di kursi lembut di tengah ruangan.


Kemudian, aku meletakkan beberapa makanan yang kami beli di kota di atas meja dan mengeluarkannya dari penyimpanan bayangan Senka.


"Yay!" Senka duduk di kursi dan dengan semangat mengambil makanan di atas meja porselen itu.


"Munch.. Munch.." Dia memakannya dengan lahap.


Aku tersenyum terhibur melihatnya memakan makanan dengan penuh kepuasan dan bahagia.


Aku duduk di kursi berlawanan dan mengeluarkan Kartu hitam itu.


Melihat Kartu petualangku, aku merasa sudah banyak kemajuan lebih dari yang dulu pernah aku alami.


Di kehidupan keduaku ini, aku pasti akan mengubah kondisiku dan keluargaku.


Pastinya!


Lalu, aku membalikkan kartu dan di sana tidak ada apapun dan hanya ada warna hitam dengan garis sihir dan rune yang terukir di kartu.


Jadi aku mengirim energi sihirku ke dalam kartu.


Layar muncul di atas kartu seperti hologram sihir.


[ Informasi ]


[ Nama : Ren Maulana ]


[ Rank F ]


[ Skill : Swordsmanship, Fire Magic, Wind Magic dan Non Elemental Magic. ]


[ Gold : 00 ]


[ Perburuan : 00 ]


[ Quest selesai : 00 ]


Informasi tertulis di layar tersebut. Isinya terbilang mudah dipahami, dari nama, Rank, Skill dan Informasi mengenai perburuan dan Quest yang aku selesaikan.


Untuk Gold, berarti uang yang aku simpan di kartu ini. Karena Kartu Petualang, tidak hanya berguna sebagai bukti anggota Guild dan mempermudah mengakses masuk ke wilayah perkotaan.


Kartu petualang juga bisa digunakan sebagai kartu keuangan dan kartu pembayaran dalam membeli barang dan artefak di luar sana.


Jadi bisa diartikan, kalau fungsi kartu ini beragam dan lengkap.


Untuk sekarang Perburuan masih bisa diisi, jika aku memberi bukti Perburuan di Guild nanti dan Quest yang selesai bisa tercatat di kartu petualangku setelah menginformasikannya ke Guild Petualang langsung.


Karena aku ada di standar petualang, aku bisa mengakses Dungeon dan Labyrinth saat Rankku sudah C. Sekarang aku akan meningkatkan kekuatanku sampai aku dewasa nanti.


Lalu, Kartu Petualang bisa kedaluwarsa (Expired) jika tidak digunakan selama 5 tahun atau lebih.


Karena batas kartu yang melebihi 5 tahun akan dianggap mati atau keluar dari keanggotaan Guild.


Juga aku ada waktu sebelum kartu ini tidak bisa digunakan, aku akan sering menggunakannya saat umurku sudah 16 tahun.


Karena,Petualang adalah pekerjaan berbahaya dengan resiko yang besar dan keuntungan yang juga besar.


Sekarang jika dipikir-pikir, aku menjadi rindu dengan teman Party lamaku.


'Apa mereka sehat-sehat semua ya?' pikirku pahit.


"..." Jadi aku menggelengkan kepala dan melihat gadis kecilku yang memakan roti dan agar-agar dengan ceria.


"Myu~ Myu~"


Uwaah~ Malaikat kecilku~


Aku merasa terobati.


.........


Waktu berlalu dan sekarang sudah tengah malam.


Senka telah tertidur lelap di atas tempat tidur, sedangkan aku menatap sunyi di atas balkon.


Pemandangan kota Magna yang terang dan sunyi memberi kesegaran padaku.


Situasiku agak membingungkan, karena menunggu sang Duke kembali.


Apa yang ingin Duke sampaikan padaku? Aku saja tidak tahu.


Tapi, yang jelas adalah keberuntungan untukku bisa di sini. Walaupun dalam proses tampak membingungkan.


Apakah kedua orangtuaku tidak masalah aku lama pergi? Aku hanya berprasangka kalau itu baik-baik saja. Tapi, aku ragu apa itu benar.


Hanya saja, Aku belum bertemu teman-teman sesaat sebelum pergi.


"Tak apalah.." ucapku pergi dari balkon.


Aku memasuki kamar dan duduk di atas ranjang mewah itu.


"Benar juga, ramalan itu," ucapku mengingatnya.


Aku baru ingat kalau Buku Nostradamus memberi ramalan, bahwa aku akan mendapatkan sesuatu disaat membuka kedua hadiah misterius di "Room of Guest" Ini.


"Coba aku periksa.."


Melihat isi layar Shadow Storage, aku menemukan dua Hadiah Misterius dan mengeluarkannya lewat bayanganku.


[ Mysterious gift ]


[ Berisi barang acak yang sangat misterius dan tidak tahu apa isinya. ]


Hanya itu Deskripsinya, tapi aku harus yakin apa yang akan kudapat. Jika ramalannya benar, aku mungkin mendapat apa yang ku inginkan.


Karena ramalan berkata hari ini, waktu sebentar lagi berganti.


Aku mengeluarkan kedua peti harta itu di lantai.


Lalu, layar muncul di depan peti pertama.


[ Apa anda ingin membuka Mysterious gift? ]


"Iya."


[ Diterima ]


Seketika Peti harta bergetar dengan gemericik logam emas dan perlahan cahaya berwarna biru terlihat dari dalam peti lalu ungu dan kemudian menjadi emas.


Lalu, peti terbuka.


"..." Aku tercengang.


Isi dari peti harta adalah..


[ The Broken Sword (Constellation Fragment Scorpio) ]


[ Pedang ilahi yang sudah rusak dan sulit untuk diperbaiki kembali. Masih memiliki kekuatan ilahi di dalamnya. ]


Aku bingung untuk merespon benda ini, tapi pedang rusak ini adalah dulunya pedang ilahi?!


Rasanya aku mendapat pedang Sakti yang tersegel.


"Kemudian.. Apa aku buka juga yang terakhir?"


Aku menatap ke Peti kedua yang duduk manis di lantai, terasa berkata "Buka aku!" Dengan bayangan aneh. Tapi, aku akan melakukannya.


[ Apa anda ingin membuka Mysterious gift? ]


"Buka."


[ Diterima ]


Berbeda dengan sebelumnya, cahaya peti berhenti di warna ungu.


Artinya satu kali lebih rendah dari The Broken Sword.


Benda apa yang kudapat ... Hm?


"Ini..." Aku heran dan tidak terlalu yakin dengan benda itu.


Apa yang di dalam peti, membuatku kebingungan.


[ Demon Eyes of Envy ]


[ Mata pemilik Envy (Kecemburuan) dan termasuk barang terkutuk yang dimiliki. Memiliki kutukan abadi kepada pemiliknya. ]


Aku menelan ludah, siapa pemiliknya?


"..." Aku melihat lebih dekat, tapi aku tidak dimasukkan ke pemiliknya. Apa aku buang saja?


"Tapi ... Sangat beresiko."


Benar, aku yakin ini tidak merugikanku, tapi orang yang memegangnya saja akan dirugikan.


Aku mengaktifkan Skill Connection untuk menggunakan Shadow Storage milik Senka.


[ Skill Connection (Senka) ]


[ Skill khusus dengan Senka, mampu menghubungkan Skill senka denganku dan skillku dengannya. ]


Aku mendapatkannya dari efek gelar "Ayah dari Ratu Bayangan" dan yang paling bisa ku hubungkan hanyalah Shadow Storage milik Senka saja.


Dalam sekejap, Peti berisi barang terkutuk tertelan ke dalam bayangan.


Layar muncul dan tercatat sudah masuk ke penyimpanan bayangan. Lalu, tersisa pedang rusak itu.


"Apa yang akan kulakukan dengan ini?" ucapku mengambil pedang itu.


Setelah kuperhatikan, Pedang ini memiliki rune di gagangnya dan terlihat rumit. Apalagi desainnya yang terasa kuno dan antik, jika kujual mungkin terjual laku dengan harga yang lumayan.


Akan tetapi, aku merasa pedang ini akan berguna nantinya.


Karena urusan hari ini selesai, aku langsung berbaring di samping Malaikat kecilku.


Perlahan aku tertidur lelap.


.........


...[ Continued ]...