The Great Adventure In World Of Sword And Magic.

The Great Adventure In World Of Sword And Magic.
Chapter 10 - [ Awkward Moment and Learn Magic ]



...BAB 10 - MOMEN CANGGUNG DAN BELAJAR SIHIR...


...◇◇◇...


Ini buruk..


Situasi kami menjadi sedikit canggung.


Aku terdiam dan bingung untuk menanggapinya.


"..."


"..."


Wajahnya memerah dan tampak menunggu jawabanku, aku masih tertegun menatapnya.


""...""


Kami hanya saling memandang dalam diam, sampai akhirnya aku memberanikan bicara.


"Maaf, Rosaline ... Sebenarnya, aku 12 tahun," Ucapku sedikit tersipu.


"....Eh? Benarkah??" Ucapnya terkejut dengan wajah yang sangat merah.


Rosaline tampak bingung dan wajahnya lebih memerah dari sebelumnya. Aku bisa membayangkan asap keluar dari kepalanya saking gugupnya.


Bukannya aku menolak, hanya saja ada aturan bahwa di usia 15 tahun kebawah dilarang untuk menikah. Jadi gadis 16 tahun didepanku sedang kacau.


"Ren-sama lebih muda dariku?" Ucapnya tidak percaya.


"Iya," Jawabku tulus.


"Betulkah??" Ucapnya lagi, mencoba menyangkalnya.


"Benar, aku tidak berbohong," Ucapku mencoba menyadarkannya.


Tampak Rosaline semakin gelisah, dia menjadi bingung untuk meresponku.


"..." Dia tidak mengatakan sepatah katapun dan langsung berbalik memunggungiku.


"Eh?" Aku sedikit terkejut, tapi Rosaline tampak sempoyangan.


Rosaline dengan lemas dan jatuh, yang memaksaku menangkapnya dengan cepat.


"Rosaline?!" Teriakku kaget.


Ketika aku menangkapnya, dia menatapku seolah-olah dia telah melihat cahaya. Lalu dia menyentuh pipiku.


"Rosaline?" Ucapku bingung.


"Ahah.. Haha.. " Dia tertawa.


Dia menjadi aneh?!


"Kenapa denganmu?" Ucapku agak heran.


"Maaf, Ren-sama ... aku hanya sedikit sakit ... Haha.." Ucapnya sambil tersenyum.


Tapi, bisakah kau berhenti tertawa?


"Ini bukan sakit biasa?!" Itu yang ingin aku katakan, tapi aku menahannya.


"Di mana?" Ucapku bertanya.


Mungkin ada luka di suatu tempat.


"Tidak, tidak apa-apa.." Dia tersenyum dan berusaha untuk tidak membuatku khawatir.


"Aku akan membantumu," Ucapku serius.


Dia menggelengkan kepalanya dan langsung memelukku.


"..." Aku tidak bisa bereaksi dengan baik, tiba-tiba dipeluk seperti itu.


Uh.. Ini agak memalukan. Mengingat kami sebenarnya berhenti di sebuah tempat sepi yang jalan keluarnya harus dengan melompati atap rumah.


Sepertinya kami berada di halaman rumah orang lain dan tempat ini agak gelap.


"Aku akan membawamu kembali ke yang lain." Ucapku masih dalam pelukan.


"Iya.." Ucap Rosaline malu-malu.


Situasi kami sekarang sangat membuatku ingin cepat-cepat pergi dan kami berdua memerah malu keluar dari sana.


Jadi kami langsung menuju ke tempat kepala desa. Alasannya? Jelasnya, di tempat kepala desa ada Kepala pengawal Putri Duke. Dia menunggu bersama Kepala desa karena Rosaline yang memintanya diam di sana.


Sesampainya di sana..


"Putri! Dari mana saja anda?" Ucap Kepala Pengawal bergegas mendekati kami.


"Hehe.." Ucap Rosaline setelah turun dariku.


"Putri??" Kepala pengawal heran dengan sikap Rosaline.


Sepertinya aku perlu pergi dari sini.. Secepatnya..


"Kau! Jangan pergi!" Ucapnya menahan bahuku.


"Ugh.. iya.." Ucapku dengan pasrah.


Aku kacau di sini.. haa..


Jadi aku tidak bisa pergi karena pria itu memintaku di sini (dengan paksa.)


.........


Belum sehari, Rosaline sudah diminta kembali ke kotanya.


"Aku akan kembali lagi ke sini, Ren-sama! Aku tunggu 4 tahun lagi!" Ucapnya dengan wajah tersedu-sedu.


Aku tersenyum mengangguk. Serius deh?!


Rosaline menaiki kereta kuda mewah yang mulai pergi, Kepala pengawal mengikuti di samping kereta menaiki kuda.


Rosaline melambai sedih diluar jendela kereta dan dia terlihat tidak ingin sekali pergi.


Setelah mereka dengan rombongan ksatria pengawal beserta pelayannya pergi.


Aku menatap santai ke tanganku, ada sekantung koin emas di dalamnya.


Sebelumnya aku sudah memberitahu akan kedua pengawal itu dan orang-orang yang terkait dengan mereka kepada Kepala pengawal. Tanpa sepengetahuan Rosaline. Mereka telah di buat tidak bisa melawan dan ditahan. Kedua tangan dan kaki mereka sudah rusak dalam artian Sensor.


Dan karena aku membantu Kepala pengawal mengungkap kedua mata-mata itu dan sekarang dia memberikan sekantong berisi puluhan koin emas kepadaku. Serius deh..


Jadi Rosaline telah pergi dan tugasku sudah selesai.


Sudahlah.. Kuharap aku tidak bertemu dengannya lagi..


.........


[ Quest Langka #1 "Ajak berkeliling Putri Duke di sekitar Desa♡" Selesai. ]


[ Hadiah Level Pengalaman dan Affections Rosaline naik. ]


[ Player naik level 16 ]


"Aku senang dan terguncang melihatnya.. haa.." Ucapku yang tertekan melihat isi hadiahnya.


Aku sangat senang untuk bisa naik level 16 dan untuk melihat kalau kasih sayang Rosaline ikut naik membuatku bingung akan bagaimana kedepannya.


Sudahlah lebih baik aku menjalankan hariku seperti biasa.


"Hm?" Aku baru ingat..


Benar juga, aku memang tidak dapat Quest membantu Kepala pengawal tapi secara otomatis Quest lain selesai.


[ Quest #3 "Anda Adalah seorang yang pemberani dan bijaksana" ]


[ Info Quest #3: Player harus memiliki keberanian dalam bertindak dan krbijaksana dalam melakukannya, terutama dalam menghukum penjahat dan menegakkan keadilan. ]


[ Hadiah : Gelar memberi efek status ]


Sekarang semua gelarku memiliki efek status. Luar biasa!


Lalu yang pertama.. Ugh.


Ping! Pong!


"..?"


[ Gelar "Kasih sayang Putri Duke" di dapat ]


"Hah??" Ucapku sangat terkejut sampai membuat suara yang begitu keras.


'Ugh, sial..'


Aku langsung berlari pulang ke rumahku saat itu juga.


Sesampai di rumah, aku dengan sangat kelelahan dan tertekan menuju ke lantai dua yaitu kamarku.


Apa yang terjadi?! Kenapa di waktu seperti ini??


[ Info Gelar : Diperoleh ketika Kasih sayang Putri Duke naik lebih dari yang diharapkan Player. ]


Aku tidak mengharapkan apapun loh?! Serius!


Lalu.. efeknya??


[ Efek Gelar : Anda akan menjadi sangat menawan dan tampan mempesona di mata Rosaline dan Putri-Putri Duke lainnya. ]


Tunggu.. apa maksudnya?? Rosaline kurasa tidak masalah, tapi Putri-Putri Duke lainnya?!


Sepertinya aku harus menjauh dari hal-hal yang berkaitan dengan putri Duke dari sekarang..


Aku merasa dalam bahaya.. haa..


.........


Di Kamar tidurku.


Aku tengah berbaring santai di atas kasur dan membaca buku dari Rosaline.


Buku yang tertulis "Budaya membaca dan meningkatkan Literasimu." Kurasa apa isi buku ini?


Karena puas membaca, aku meletakkan buku dan ingin tidur. Tapi aku merasa ada sesuatu yang aku lupakan, apa itu?


'Hmm.. Sepertinya aku ada kelupaan sesuatu?' Pikirku merasa ada yang kurang.


'Apa ya..?'


Aku menatap keluar jendela, matahari telah lama tenggelam.


"...Benar juga, aku tidak melihat Lia sehari.. an.."


Ah..


Aku lupa, aku pernah berjanji untuk mengajari Lia nanti saat sore hari mengenai sihir dan tekniknya..


Seharusnya dia ada di sana..


"Ugh.." Aku harus pergi.


Mau tidak mau, aku langsung pergi keluar rumah menuju lokasi yang dijanjikan.


Lahan Kosong yang ada di ujung desa.


"Ha ... haa ... Maaf, aku terlambat ... Lia," Ucapku kelelahan.


Di sana, ada Lia yang tampak cemberut dan menatapku tidak senang.


"..Hmph," Ketusnya.


Lia sedang duduk di atas dahan pohon besar dan menyilangkan tangannya.


Dia terlihat sangat kesal.


Sekarang sudah malam, aku tidak bisa melihat dengan jelas wajahnya saat ini. Tapi aku yakin dia pasti marah padaku.


"Firefly," Ucapku saat menjentikkan jari.


Api menyebar di sekitar kami dan membuat cahaya yang menyinari sekitar seakan ada banyak lampu di sini. Seperti kunang-kunang yang menyebar di mana-mana, aku bisa melihat wajah Lia yang terpesona.


Dia langsung turun dari pohon dengan kecepatan luar biasa. Aku sampai tercengang menatapnya yang sudah ada di dekatku.


Lia terkagum melihatnya, dia terlihat sangat senang dan tampak bersemangat.


Fiuh.. Kuharap ini bisa membuatnya melupakannya..


"Jadi, bagaimana dengan sihir Api terlebih dahulu, Lia?" Ucapku mencoba masuk ke inti pertemuan ini.


"Iya, tentu saja!" Ucap Lia bersemangat.


Dia terlihat bahagia. Kuharap ini akan berlangsung terus.


"Lia, kau sudah memahami bagaimana Mana bekerja ditubuh, jadi yang perlu Lia lakukan hanya perlu menyalurkan mana ke tanganmu untuk mengeluarkan sihir seperti sebelumnya," Ucapku tegas.


"Guru Ren, apakah perlu mengeluarkan sihir dari tangan?" Tanya Lia penasaran.


"Tentu saja, kau tidak harus mengeluarkan sihir dari tangan. Akan tetapi kau perlu bisa dasarnya terlebih dahulu, sebelum melakukannya," Ucapku dengan pembawaan layaknya seorang guru ke murid.


"Baik!" Jawab Lia layaknya murid.


"Bagus," Ucapku tersenyum tipis.


Teknik yang aku ajarkan padanya sekarang diperlukan untuk memahami dasar dari sihir dan membuatnya mampu melakukan sihir dengan mudah tanpa salah mencoba.


Jadi aku memberinya instruksi mudah dalam melakukan sihir. Pertama..


Bwoosh!


"A-Aku berhasil!" Ucapnya melihat padaku, dia sangat senang saat dia berhasil melakukannya.


"Kerja bagus," Ucapku memujinya.


Aku bertepuk tangan akan keberhasilannya dalam percobaan ke 10 kalinya.


"Ini berkatmu, Guru Ren! Aku sekarang bisa melakukan sihir api setidaknya tanpa harus melakukannya secara manual! Yeah!" Ucapnya sangat senang dan langsung memelukku.


"...Tentu," Ucapku mencoba lepas darinya.


'Berarti Lia mencoba menggunakan sihir untuk dia gunakan, Mungkin untuk memasak? Kurasa.' Pikirku masih dipeluknya.


"Jadi apa aku harus melakukan sihir lain juga!" Ucapnya bersemangat dan mundur dariku.


"Tidak, untuk hari ini hanya segini saja. Juga kau belum tentu bisa terbiasa dalam sekali percobaan. Perlu berulang kali hingga kau bisa disebut ahli sihir. Tentunya kau perlu penguasaan dan pengendalian yang baik untuk mengurangi kegagalan dan kerusakan yang tidak sengaja kau buat saat melakukan sihir nanti," Ucapku memberitahunya.


"Uh-uh.. iya.." Ucapnya dengan lesuh.


Wajahnya cemberut saat aku selesai memberitahunya. Sepertinya dia masih tidak mengerti..


"Intinya, Lia hanya perlu belajar sihir api lagi dengan lebih baik. Lalu, jika kau ingin sihir api mu menjadi lebih baik, kau bisa memintaku menemanimu latihan lagi," Ucapku tersenyum ramah.


"Hmm.. Apa harus?" Ucapnya menatapku dengan tatapan 'Serius?'


"Aku gurumu, setidaknya itu yang bisa kulakukan," Ucapku menyatakan diri kalau aku adalah gurunya.


"Baik, Guru.." Ucapnya sedikit jengkel.


Wajahnya terlihat jengkel saat mengatakannya, tapi aku mengabaikannya.


Aku memandang ke sekitar, semakin lama disini tidak baik. Jadi aku memandangnya.


"Uh? Apa?" Dia tampak bingung.


"Sekarang karena sudah sangat larut.. Lia, aku akan mengantarkanmu pulang," Ucapku tersenyum dan mencoba terlihat keren.


"Ti-Tidak perlu! Aku bisa sendiri!" Ucapnya menghindar dariku. Oi itu sakit.


"Benarkah?" Ucapku terdengar lesuh.


"Apasih!!" Ucapnya yang semakin menghindar.


'Ugh.. Ada apa dengannya?'


Dia cemberut tapi wajahnya memerah saat dia berbalik dan mencoba pergi.


"Hati-hati di jalan," Ucapku memberi ayunan tangan dengan tersenyum.


"Uh, tentu.. aku bisa sihir jadi tidak ada masalah.." Ucapnya dengan percaya diri.


"Haha, baik.." Ucapku tersenyum tipis.


Aku mengawasinya hingga dia pergi menjauh, lalu aku memandang layar yang sejak tadi muncul di depanku.


"Memang, aku penasaran. Tapi kurasa aku perlu menyelesaikannya sekarang juga," Ucapku serius.


[ Quest Rahasia #1 "Anda menemukan sebuah Telur misterius yang di Jaga Monster-Monster di Hutan Bloody." Akan berakhir dalam 20 menit. ]


Apakah ada sesuatu di dalam hutan?


.........


...[ Continued ]...