The Great Adventure In World Of Sword And Magic.

The Great Adventure In World Of Sword And Magic.
Chapter 20.5 - (Extra)



...BAB 20.5 - Become a True Merchant...


...◇◇◇...


...《POV Crystal Flam》...


Hari biasa di desa.


Aku pergi pagi-pagi untuk mendirikan stan jualanku.


Benar, hari ini adalah pertama kalinya aku membuka stan jualanku sendiri di desa!


Tentunya, Ayah ada bersamaku.


"Orangtua, di mana aku meletakkan ini?"


"Sopan dikit, Oi. Yah.. Taruh di dekat sana."


"Oke~"


Dengan suasana hati yang baik, aku meletakkan beberapa barang jualan.


"Lalala~."


Bersenandung senang, aku membersihkan lapak jualan dan menata rapi barang-barang yang akan kujual.


Stan jualanku adalah spesialis menjual produk pakaian dan aksesoris. Jadi banyak baju, jaket dan mantel yang di pajang di sekitar lapak dan aksesoris sebagai produk utama di depan stan.


Ayah di sini untuk membantu menyiapkan tenda dan lainnya, sedangkan aku akan menjual semua barang yang disediakan.


Hari ini adalah ujian untukku, apakah aku pantas menjadi Pedagang Sejati. Yah, aku akan pastikan menjadi itu!


Yosh! Lalu..


"Orangtua."


"Sopanlah.. Yah, ada apa Flam?" Ucapnya berhenti menata dan melihatku.


"Apa aku bisa menjual ini?"


Aku memperlihatkanya sesuatu yang tampak cantik.


"Oh? Aksesoris? ini terbuat dari beberapa batu rubi, apa Flam yang membuatnya?"


Aku mengangguk dengan sedikit malu-malu.


"Hahaha, coba jual saja. Jika laku, itu bisa menjadi barang andalanmu," Ucap Ayah tersenyum melihat aksesoris buatanku.


"Benarkah!"


"Yah, tentu."


Ayah tersenyum senang dan mengusap kepalaku.


"Lalu, karena Ayah sudah selesai. Flam, jaga diri di sini, Ayah akan pergi bekerja," Ucap Ayah selesai menata lapakku.


"Iya, tentu saja!"


"Bagus, tetap semangat."


"Ya!"


Jadi Ayah pergi dan meninggalkanku untuk menjaga dan menjual barang daganganku.


Dengan suasana hati yang senang, aku bersenandung menunggu pembeli.


Terlihat di sekitar ada beberapa orang yang mendirikan stan jualan mereka, ada penjual sate kelinci dan stan minuman yang di dirikan tak jauh dari tempatku.


"Baik, tenanglah. Harus tersenyum, Yah harus tersenyum," Ucapku mencubit pipiku agar lebih rileks.


Tap! Tap! Tap! Tap!


Hm?


Aku melihat dua temanku yang berlari dengan terburu-buru.


"Hei! Ren-kun! Amelia-san! Ingin membeli?" Ucapku melambai ke arah mereka.


"Oh, Flam. Aku-.." Sebelum sempat berbicara, Amelia-san menariknya dengan buru-buru.


"Cepat, Ren! Gawat!"


"Ukh.. Baik-baik, Flam sampai jumpa," Ucap Ren-kun melambai.


"Iya!"


Pada akhirnya, mereka pun menghilang..


Yah, sudahlah. Aku harus tetap optimis! Sebagai pedagang!!


Walaupun begitu, kenapa mereka buru-buru ya?


"Baiklah, ujianku akan dimulai!"


Lalu, sejam terlewati..


"..."


'Kenapa tidak ada yang datang??'


Aku semakin gelisah dan bingung.


Bagaimana dengan menjadi Pedagang Sejati! Jika hal ini mengangguku?!


Tetap santai dan sabarlah..


"Hufft.. Haa.."


Sekarang aku menjadi lebih rilek.


"Yosh!"


Aku akan menunggu.


Beberapa jam berlalu..


Aku ingin pergi..


"Oh? Crystal?"


Oh!


Aku melihat ke wanita yang mendekatiku.


"Sedang apa di sini?" Ucap Ibunya Ren.


"Um.. Jualan."


"Owalah, begitu kah. Kupikir kau tidak menjualnya."


"Eh? Tapi, Aku membuka Stan."


"Lihat di atas."


"..?"


Aku tertegun menyadarinya.


"Fufu~ jika ingin menjualnya, Crystal harusnya memberi tanda buka."


"Uu.."


Jadi selama ini tanda tutup di pajang di atas standku.


Ayah bodoh!


"..."


"Jadi apa ada rekomendasi?"


"Bibi?"


"Jangan sungkan."


"Iya! Aku menjual ini dan itu!"


Lalu, aku berhasil menjual aksesoris ke Ibu Ren.


Dia melambaikan tangan setelah pergi, jadi aku menukar tanda Tutup menjadi Buka.


Hanya saja, Apa tidak ada yang mau bertanya apa buka atau tutup padaku sih??


"..."


Waktu sudah mau sore.. Kurasa aku akan tutup..


"Hei, apa ini dijual?"


"Eh? Iya!"


Seseorang mendekati lapak, lalu satu demi satu mendekatiku.


A-Akhirnya!


"Hehe~ Aku menjadi kaya!" Ucapku menyelesaikan penjualan.


"Flam? Kenapa denganmu?" Ayah berjalan menghampiri stanku.


"Orangtua! Aku berhasil menjualnya!"


Ayah melihat stan ku dan mengangguk.


"Kerja bagus!" Ucapnya memberi jempol.


"Hehe~ Iya!"


Besok aku akan lebih bersemangat lagi!


.........


...[ Continued ]...