The Great Adventure In World Of Sword And Magic.

The Great Adventure In World Of Sword And Magic.
Chapter 07.5 - (Extra)



...BAB 7.5 - FIRE MAGIC LESSON...


...◇◇◇...


Pelajaran pertama.


Mengendalikan Mana.


"Aku akan mencontohkannya. Jadi Lia hanya perlu mengingat dan mencobanya setelah ini," Ucapku mulai merapal sihir di telapak tanganku.


"Yes, sir!"


Sihir yang ku buat adalah Sihir api.


"Mana yang dialirkan ke telapak tangan akan terasa panas dan jika tidak dilepaskan. Lihat."


Tangan kananku memerah dan terlihat menyakitkan.


"...Uh."


Amelia tercengang melihat bagaimana efeknya.


"Tapi, jika kau menghentikannya. Akan kembali seperti semula."


Warna kulit tanganku perlahan kembali dan terlihat baik-baik saja.


"Walaupun terkesan berbahaya, jika kau bisa mengendalikannya. Hal seperti ini tidak akan sulit dan mudah untukmu mengendalikan sihir," Ucapku yang mewujudkan Api di telapak tanganku.


"Juga, untuk merasakan Mana. Lia, kau hanya perlu menyadarinya saja," Lanjutku tersenyum dan memainkan Api di jari-jariku.


"Menyadarinya?"


"Iya, kau perlu menyadari adanya sihir. Mungkin jika kau mengalami Kedewasaan, Mana secara otomatis akan terwujud."


"Itu lama sekali."


"Hahaha... Benar, karena itulah jika ingin menguasai sihir sejak awal. Kau perlu bakat atau kerja keras. Sihir tidak bisa terwujud dengan sendirinya tanpa Mana, lalu kita juga tidak bisa mengendalikan sihir tanpa menguasai Mana tersebut."


Aku mempraktekan bagaimana Sihir api ku perlahan membesar dan sesaat berukuran buah semangka. Api menghilang seketika menyisakan ruang di tanganku.


"Tanpa Mana, sihir akan menghilang."


Lalu aku membuat Api lagi dan itu berbentuk bola berukuran agak kecil.


"Tapi, jika kau membuatnya sebagai serangan. Kau perlu menjaga sihir terkendali dan Mana tidak terputus dari serangan. Ini juga alasan kenapa Mana akan habis dipakai jika terlalu sering melakukannya," Ucapku yang melempar Bola api lurus ke depan.


Bwoosh! Blast!


Bola api mengenai tembok dan memberi bekas terbakar di permukaannya.


Wajah Amelia berseri-seri dan dia terlihat sangat bersemangat.


"Guru Ren, Kalau Mana bisa dilakukan seperti itu. Maka, apa Mana akan terpakai juga jika hanya dipakai untuk keseharian kita? Misalnya memasak?"


"Iya. Mana akan berkurang, hanya saja kita tidak terlalu merasakannya. Karena Mana akan terisi kembali secara alami, yang membuat kita tidak terlalu terbebani saat hanya mencoba membuat sihir kecil seperti Api untuk memasak."


"Aku mengerti." Amelia mengangguk memahami.


"Kalau Lia sudah mengerti, Maka prakteknya akan dimulai saja," Ucapku menepuk tangan.


Lalu yang dia tunggu-tunggu terjadi.


"Ayo dimulai!" Ucap Amelia tidak sabar.


"Iya, Iya.."


Sungguh melegakan melihat dia begitu bersemangat tentang sihir, pastinya apa yang dia pelajari hari ini akan berguna untuknya di masa depan.


"Apa yang harus aku lakukan terlebih dahulu?"


Amelia tampak bingung dan menarik-narik lengan bajuku.


"Baik, baik.. Bisa tenang dulu?"


"O-Oke, aku akan tenang!"


'Kau masih tidak tenang,' Pikirku.


"Baiklah, yang perlu Lia lakukan adalah merasakan Mana," Ucapku yang perlahan duduk bersila dan kedua tangan memegang lutut masing-masing.


"Oke." Amelia mengikuti gerakanku dan duduk bersila.


"Tolong penjamkan matamu dan bayangkan ada sesuatu yang mengalir di dalam dirimu," Ucapku yang memejamkan mata.


Dia memejamkan mata mengikutiku, lalu aku Menginstruksikan untuk lebih fokus dan tenang.


Namun, Amelia terlihat kesulitan untuk merasakannya.


"Lia, bayangkan sebuah aliran sungai yang mengalir ke seluruh permukaan tanah."


Dia mencoba membayangkan dan perlahan wajahnya cerah.


"Wah! Apa ini Mana?"


Dia mengangkat kedua tangannya dan menatapku seakan ingin dipuji.


"Kerja bagus, Lia."


"Akhirnya Mana!"


Aku bisa merasakan kalau Amelia sudah mengaktifkan Energi sihir (Mana) di tubuhnya.


Informasi layar juga sudah memastikan kalau dia berhasil.


[ Amelia telah mengalami kebangkitan Mana. ]


Seperti itu isi layar dan Amelia terlihat tidak sabar.


"Karena sudah bisa merasakan Mana, coba bayangkan Api di tanganmu."


Aku memang memintanya untuk membayangkan Api daripada elemen lain, karena alasannya adalah itu yang paling mudah dia kuasai.


Sebab Amelia sering melihatku melatih sihir Api daripada yang lain, karena Api mudah ku kuasai dan merupakan sihir dengan kerusakan tertinggi.


Bwooosh!


"Bisa!"


"Bagus, Kau melakukannya dengan baik."


"Hehe~ Aku hebat!"


Tapi disinilah pelatihan sesungguhnya dimulai.


"Karena kau sudah memahami dasar dan praktek sihir. Aku akan mengajarimu cara mengendalikannya."


"Baik, Guru Ren!"


Lalu Studi sihir berlanjut lagi.


.........


...[ Fin ]...