
...BAB 30.5 - I WANT HIS BLOOD...
...◇◇◇...
...《POV Scarlet Varnian》...
Tap Tap Tap
Langkah pelan dan tenang terdengar dari balik lorong gelap.
"Ren.."
Suaraku sayu di setiap langkah.
Aku melangkah keluar dari persembunyian.
Markas yang kami singgahi sekarang adalah sebuah villa di tengah hutan, kata Kakak ini adalah salah satu tempat yang memperbolehkan kami ras Monster dan Demon tinggal.
Villa "Blacklist of Moon."
"..." Tapi, aku tidak tahan diam sebentar.
Rasa haus yang tidak tertahan membuatku stres, walaupun aku minum darah lain. Rasanya berbeda dengan miliknya.
Enak, manis dan lezat. Itu membuatku liar.
Perasaan aneh yang menyelimutiku saat menghisapnya.
Tidak tertahankan..
Ahh..
"Ugh.. Tapi, Kakak melarangku pergi dari sini," ucapku melirik ke villa di belakangku.
Jika ke Desa Ren..
"Uu.. Itu jauh sekali.."
Apa aku kembali saj-.. Sniff, Sniff?
Bau ini?
"Ren!"
Aku langsung keluar dari Villa dan pergi ke asal baunya.
Yay! Aku haus sekali!
Melompati gerbang, aku bisa melihat beberapa orang penjaga.
"Lady Scarlet?" ucap penjaga.
"Hei, dia pergi!"
Pria berbadan kekar dan botak tampak diam di sana juga.
"Tangkap dia."
""Baik, pak!""
Eh? Mereka mengejarku??
Lebih baik aku cepat.
.........
Oh! Aku rasa sudah hampir dekat.
Aku terus melompati dahan pohon dari satu ke satunya lagi.
Aku akan bertemu dengannya!!
"..!"
Eek! tidak lagi..
Aku berhenti dan turun dari pohon, mencoba meraih sesuatu dari tas ku..
"..." Eh? serius..
Aku lupa membawa tas.
"Hei! Dia di sana!!"
Oh sial! Mereka masih mengejar!!
"Bat Transformation," ucapku pelan.
Asap hitam kelabu muncul menyelimutiku dan aku langsung terbang ke langit malam.
"Ah!"
"Di mana dia??"
Para pengejar terkejut dan bingung melihatku menghilang, padahal aku sedang terbang menjauh.
"Kikikiki.. (Hahaha, Sekarang aku bebas!)"
Ups.. Kakak mungkin marah..
Yah, kurasa aku akan cepat kalau begitu..
.........
"..Ugh," Aku merasa lapar.
Berhenti di atas pohon, aku memandang ke arah baratku.
Tapi..
"Manusia.."
Aku melirik ke gua yang tak jauh dari tempatku.
Aroma darah segar juga bisa tercium dari sana.
"Mungkin, aku bisa menghilangkan lapar sebentar.. sedikit snack dulu," ucapku berlari ke gua itu.
Lapar.. lapar..
"Hei! SIAPA KAU?!" Teriakan terdengar sesaat aku menyerangnya.
*Gigit
"Hiiii!?" Salah satu temannya mundur ketakutan.
Sluuurp..
"Aaahhh?!" Teriakan manis dari pria yang kuhisap itu memberiku ketenangan.
Aku melepas gigitan dari pria itu dan membiarkannya jatuh tak berdaya.
Buuk!
"A-Ah, Va-vampir!?"
Temannya jatuh di depannya, dia dengan mengigil ketakutan menarik keluar senjatanya ke arahku.
Perlahan, aku melangkah mendekatinya.
Tatapan ketakutan itu menghiburku.
Rasa lapar, sedikit terpuaskan..
Tapi, mungkin aku bisa mengisi hausku ini lebih banyak.
"Hiiii!! Monster! Menjauhlah!" Pria itu mengayunkan pedangnya di depanku.
Aku tersenyum kecil.
"Benar, aku monster.." ucapku sudah di depannya.
"Yang akan memakanmu." Seringai lebar terlukis di wajahku.
Warna pucat menyelimuti wajahnya.
*Gigit Sluurp..
"Aaah!?"
Buuk
Aku masuk ke dalam gua, meninggalkan sisanya di luar.
"Siapa it-.."
"Akh?!"
Setiap langkah memberi ku rasa puas dan kebahagian.
Sudah lama.. Aku tidak seasyik ini!!
"..."
Itu berakhir dengan cepat, aku menghisap orang terakhir di gua ini.
Tak.
Hm?
"Are, ada tamu lain?"
Aku melirik ke puluhan ksatria yang memasuki gua.
Kesenanganku ternyata belum berakhir.
.........
Mereka mudah dan tak lebih dari kelompok sebelumnya.
Menyisakan satu orang yang gigih sekali, aku mungkin akan mengigit habis dirinya.
"..!"
Ah, aku mencium baunya..
Lalu, bau miliknya tercium dari pria itu juga.
"Tidak akan kubiarkan!" Teriaknya.
Oh?
Jleeeeeb!
Cakarku menusuk ke dalam perutnya, sangat dalam sampai menembusnya keluar.
"Buagh!!"
Sreeeet! Aku menarik keluar cakarku dan menatapnya.
"Kau beruntung," ucapku.
Lalu, aku melompat meninggalkannya.
Belum satu menit, aku di hadang beberapa orang.
"Scarlet! Kembali!" Pria botak itu berdiri menghalangi jalanku.
Sepertinya aku tidak akan sempat bertemu dengannya.
.........
...[ Fin ]...