The Great Adventure In World Of Sword And Magic.

The Great Adventure In World Of Sword And Magic.
Chapter 35 - [ Don't Know but a Duel? ]



...BAB 35 - TIDAK TAHU TAPI DUEL?...


...◇◇◇...


Esok harinya, Rosaline terlihat kurang tidur.


Sepertinya dia bekerja keras seharian, aku juga tidak melihatnya saat makan malam.


Saat itu, Antonile membawaku ke ruang makan, di sana terdapat Rosaline dan seorang gadis muda lain.


Mereka berdua terlihat berbicara satu sama lain, terkadang Rosaline terlihat tidak senang dan terkadang tersenyum.


Lalu saat aku sudah dekat, aku menyadari siapa gadis yang bersama Rosaline.


Aku melihat layar di atas namanya, mau tidak mau aku menjadi sangat gugup dan gelisah.


[ Anastasia vi Yu Deila ]


[ First Princess Of Yu Deila Kingdom ]


[ Level 24 ]


Putri pertama kerajaan ada di sini.


Walaupun aku gugup, Senka yang memegang tanganku terlihat riang seakan tidak memiliki masalah. Betapa lugunya, kuharap aku bisa ceria seperti gadis kecilku..


"Aku merasa terhormat, bisa datang menjumpai anda. Yang mulia." Aku memberi busur hormat sesampainya di depan mereka.


Terlihat keduanya menatapku terkejut, apa aku salah melakukannya?


"Fufu.." Rosaline terlihat terkikik.


Sepertinya aku melakukan sesuatu yang lucu..


"Jadi pria ini ya.. " ucap Putri Anastasia melihatku dengan seksama.


"Hmm.." Matanya menyipit lebih ke arahku.


Situasiku yang sedang di analisa oleh Putri pertama sesampai di ruangan terasa berat.


'Apa yang harus kulakukan disituasi ini??'


Putri Anastasia lalu melirik ke sampingku, gadis kecilku Senka dengan lugu menatapnya balik dan wajah Putri seketika melembut dan tersenyum, dia mengayunkan tangannya mencoba memanggilnya mendekat.


"Myu?" Senka melihat ke Putri Anastasia yang mengayunkan tangan ke arahnya dan menjadi kebingungan.


"Haha, Adik kecil kemarilah..." ucap Anastasia tertawa geli.


Aku tersenyum dan menepuk kepala Senka.


"Umyu, Papa?" Senka menatapku bingung.


"Senka, dekati kakak-kakak di sana," ucapku tersenyum.


Senka melihatku sebentar dan lalu menatap ke arah keduanya, dia melihatku kembali dan mengangguk.


"Baik, Papa!" ucap Senka yang kemudian berlari kecil yang menggemaskan ke arah keduanya.


Mereka berdua spontan tersenyum senang dan langsung menghampiri Senka yang langsung mereka manjakan.


Rosaline terlihat sejak tadi ingin sekali memeluk Senka saat pertama melihat. Karenanya dialah yang pertama menangkap dan memeluknya dengan erat.


"Papa!"


Senka terlihat terganggu saat keduanya memeluknya dengan penuh cinta.


Aku menggelengkan kepala dan berkata 'Tidak apa, jadilah penurut.' Senka terlihat ragu dan mengangguk mengerti dengan wajah cerah.


Walaupun kurasa dia sedikit terpaksa.


Jadi aku duduk di kursi makan yang di atas meja berisi berbagai hidangan dan santapan yang menggugah selera berjajar rapi yang siap untuk disantap.


Hampir semua makanannya merupakan hal baru dan memiliki aroma lezat yang terasa. Uap hangat dan kaldu air yang berbau lezat memberikan rasa yang tiada tanding.


Sekarang aku merasa lapar sekali.


"Senka, bilang Ah..." Rosaline menyendok makanan dan meminta Senka untuk memakannya.


"Ah.." Senka dengan lugu menurutinya dan langsung memakannya. Wajahnya saat mencicipi hidangan terlihat cerah dan bahagia, sepertinya makanan yang ia makan sangat enak.


"Fufu, Senka ini lagi."


"Munch! Enak!"


Keduanya terlihat akrab, jadi aku mengambil sendok dan garpu lalu mencoba makan juga.


"..." Di sisi lain, Putri Anastasia terlihat diam saja melihat keakraban Rosaline dan Senka.


"Anastasia?" Seakan menyadarinya, Rosaline melirik Putri Anastasia dengan bingung.


"Myu.." Senka turun dari pelukannya saat itu juga dan berlari kecil ke arahku dengan cepat.


Seakan dia menyadari tatapan Rosaline dan aku, Putri Anastasia menggelengkan kepala dan tersenyum mencoba menenangkan suasana.


"Ahaha, tidak ada. Hanya saja, aku jadi mengingat kenanganku dengan ibuku saat melihat Rosa dan Senka," ucapnya tertawa kecil.


"Anastasia..."


Mereka berdua berpelukan dengan ringan dan sedih. Suasana ruang makan menjadi melankolis, aku yang hanya ingin makan terdiam menonton mereka.


Aku seperti menonton drama pagi.


"Papa, ah.."


"Iya, ah.."


Aku menelan makanan yang Senka suapi. 'Enak!'


Suasana ruang makan lebih tenang dan santai. Aku menyukai suasana yang tenang ini, lalu topik yang aku ingin dengar akhirnya di bahas.


"Rosa, hari ini ayahmu sudah pulang?" ucap Putri Anastasia seusai Makan.


"Iya, siang ini Ayah akan sampai ke sini."


"Nah, baguslah. Aku ingin urusanku selesai dengan cepat!"


"Yah, itu lebih baik. Sana pulang."


"Eh.. Kau tahu, aku ingin lebih lama menghabisi waktu dengan Rosaaa~.."


"Tidak, aku tidak mau."


"Ehh.."


Aku yang sedang mengunyah makanan menatap mereka berdua yang saling berbincang, kurasa mereka sudah tidak mempermasalahkan etika bangsawan.


Awalnya kupikir mereka berdua akan lebih terlihat aura kebangsawanan. Tapi, semakin lama aku melihat mereka, aku yakin mereka menjadi lebih bebas dan tidak terlalu mempedulikan bagaimana mereka bergaul.


"Munch.. munch.."


Sedangkan aku dan Senka asik makan makanan dengan damai, mereka berdua sibuk berbincang dengan pembahasan yang keluar dari topik utama.


Aku pikir dengan adanya Putri, pembahasan kami akan lebih penting dan terdengar politik. Sedangkan ini malah terkesan main-main dan di bawa santai.


"Ren-kun!" Putri Anastasia memanggilku dengan riang.


"Ah, iya?" ucapku terkejut ketika tiba-tiba dipanggil namaku.


"Bagaimana dengan Duel denganku?"


"Maaf?"


.........


Di lapangan pelatihan pribadi.


Sebuah lapangan yang dimiliki Duke dan keluarga bangsawan gunakan untuk latihan dan meningkatkan kualitas tempur.


"..." Aku percaya diri dengan kemampuanku, tapi tiba-tiba untuk berduel.


Kuharap aku tidak berlebihan.


Di depanku ada Putri Anastasia yang memakai pakaian latihan yang terlihat ketat dan anggun.


'Jadi pakaian latihan terlihat seperti itu?' Pikirku setelah melihat Penampilan Anastasia.


"Oke, sebelum dimulai. Kalian harusnya tahu, jangan menggunakan sihir dan alat atau artefak sihir. Lalu jangan ada yang sampai mati, ok itu saja," ucap Desi di tengah lapangan.


Dia kemudian pergi ke pinggiran lapangan di mana ada Rosaline yang bersorak.


'Kurasa Duel kami bukan Duel hidup dan mati.'


"Ren-sama! Kalahkan dia!!" Teriak Rosaline.


'Kenapa bukan Putri Anastasia saja yang kau dukung, Rosaline?' Pikirku melihatnya yang semangat.


"Haha, sepertinya aku harus serius!" ucap Anastasia menarik pedang dengan menantang.


'Ugh.. Aku harus melawan Putri pada akhirnya..'


Karena Duel kami adalah latih tanding. Jadi aku dan Putri tidak diperlengkapi dengan senjata asli dan hanya pedang kayu yang pasti sakit jika terkena.


Kemudian aku memposisikan gaya berpedang sederhanaku, Ilmu Pedang Elit.


Lalu aku akan memakai teknik paling dasar dan tidak terlalu kuat. Walaupun aku akan dikatakan terlalu menahan diri, ini hanya cara untukku bisa seimbang.


Melihat statusnya, kurasa aku benar untuk melakukannya.


Kami mulai berhadapan, Anastasia membuat kuda-kuda berpedang dan gaya pedangnya yang terasah ia akan tunjukkan.


Desi menggunakan Artefak Mic dan mulai berbicara untuk memulai Duel.


"Bersiap---Mulai!"


Dalam sekejap, aku melompat ke depan menuju Anastasia.


"Cepat! Tapi!"


Dengan terampil serangan pertamaku di tahan olehnya dan mendorongku mundur.


Aku memahami dalam sekali coba, aku bisa membantunya berkembang di latihan ini.


Anastasia tanpa penundaan melompat ke depan dan menghadapiku secara langsung tanpa ragu.


Aku membalasnya dengan tersenyum dan ikut maju.


Seni pedangnya, aku ingin merasakannya!


Tangkisan kedua terjadi dan sekarang aku mencoba melihat apa responnya dalam hal ini.


"Hup!"


Aku melonggarkan pedangku yang membuat Anastasia terdorong ke depan dan aku menghindar ke samping yang lalu menyerang punggungnya.


"Hyat!"


Anastasia menahan seranganku dengan berbalik menggunakan gagang pedangnya yang membuatnya harus menggelinding ke depan.


Membuat jarak, aku dan Anastasia maju sekali lagi dalam bentrokan.


'Menarik! Sudah lama aku ingin latihan dengan seseorang yang sekuat ayah!'


Anastasia tidak gentar bahkan saat aku menyerangnya dengan tak terduga.


Setiap kali aku melonggarkan atau menekannya dengan tenaga, dia mencoba membalas tanpa harus membuatnya terkena seranganku langsung.


Serangannya terbilang mudah di prediksi, tapi jika aku perhatikan tekniknya akan unggul jika terpancar Mana ke dalam pedangnya.


Teknik Sword Elemental.


Pastinya Anastasia bisa menggunakannya, kurasa aku akan membuatnya menggunakan itu.


"Slash of Sorrow!"


Dengan kuat, aku membuat tebasan udara yang tajam ke bawah dan membuat kawah panjang yang langsung menuju ke Anastasia.


Tampaknya dia menyadarinya.


"Ha! Blade of Aura!"


Pedang kayunya teraliri aura yang berlimpah dan langsung ia ayunkan mencoba membalas seranganku.


BAAM!


Dengan presisi, aku maju tanpa ragu saat seranganku berhasil di netralkan.


Anastasia dengan semangat menerjang dan membuat serangan yang anggun tapi tajam.


Selama itu, kami membuat kekacauan yang luar biasa.


.........


...《 POV Rosaline Fin Arcane 》...


"..." Apa yang sebenarnya kulihat? Bukannya ini hanya latih tanding biasa?


"..Desi."


"Iya, Ojou-sama."


"Apa tidak masalah mereka menggunakan sihir?"


Mereka sekarang saja menggunakan teknik pedang yang orang biasa saja tahu, mereka menggunakan sihir.


"Tidak, mereka tidak menggunakan sihir."


"Apa?"


Jadi mereka berdua tidak menggunakan sihir??


"Lihat, Ojou-sama. Apa yang mereka gunakan adalah teknik pedang biasa."


"Maksudmu?"


"Teknik pedang mereka biasa, tapi tingkatannya berbeda. Terutama Tuan Ren, melihat dari Mata Apprasialku. Tekniknya merupakan puncak."


"Serius??"


"Iya, jadi aku yakin. Dia menahan diri."


"Bukankah harusnya begitu? Mereka sedang Duel biasa bukan Duel hidup dan mati.."


"Ojou-sama mungkin benar, tapi apa Putri Anastasia begitu? Dia juara Champion Raffon. Harusnya harga dirinya..."


"Ah.. Mungkin, baik-baik saja.. Kurasa."


Jika aku ingat lagi, Gadis itu langsung ingin Duel dengan Ren-sama setelah aku bilang bahwa Ren-sama bisa menggunakan pedang.


Apa benar karena harga diri nya yang tinggi, jika berkaitan dengan pedang?


..Bukannya ini akan menjadi berbahaya kalau semakin lama berlangsung?


"..."


Tapi kuyakin, ini baik-baik saja. Ya kuharap.


Jadi Aku, Senka, Desi dan Antonile melihat Duel yang memanas ini. Tanpa tahu, apa yang akan terjadi selanjutnya.


.........


...[ Continued ]...