The Great Adventure In World Of Sword And Magic.

The Great Adventure In World Of Sword And Magic.
Chapter 14.5 - (Extra)



...BAB 14.5 - CRYSTAL FLAM'S FIRST IMPRESSION ...


...◇◇◇...


Namaku Crystal Flam.


Ayahku bekerja sebagai Pedagang keliling dan aku selalu bersamanya.


Karena, aku hanya memiliki ayah dan ibuku sudah tiada sejak aku lahir. Yang aku lakukan adalah selalu mengikuti Ayah di manapun.


Lalu, Hari ini aku akan menetap di sebuah desa di dekat Hutan Bloody yang bernama Konora Village.


"Aku akan pergi, Flam. Jaga rumah," Ucapnya menutup pintu.


"Baik.." Ucapku cemberut.


Ayah pergi bekerja pagi-pagi sekali, sesampai kami di rumah. Pada akhirnya aku di sini sendiri, aku ingin ikut..


Rumah masih belum di tata, apalagi kamar Ayah dan aku. Jadi saat ini masih belum seperti rumah biasanya.


"Baiklah, beres-beres dulu!"


Karena sekarang yang bisa kulakukan adalah beres-beres, jadi aku langsung memulai dengan menata kamarku terlebih dulu yang kemudian kamar ayahku.


.........


"Fuh~ Selesai juga.." Ucapku duduk di kursi dan bersandar ke meja makan.


"..."


Aku menatap lekat-lekat keranjang di depanku.


"..Baiklah, kurasa aku akan mengunjungi tetangga sebelah," Ucapku meraih keranjang.


Yah, karena aku sudah selesai merapikan kamar. Lebih baik aku menyapa tetangga dulu.


"Yosh!"


Jadi aku memutuskan berangkat ke rumah tetanggaku.


"..."


Aku menatap gugup di depan rumah.


Terlihat pekarangan rumah yang ditanami bunga-bunga yang cantik dan tampak di tanam dengan baik. Lalu, tidak jauh dari sana terdapat kandang-kandang ternak di sisi kanan rumah itu.


Rumah itu berwarna biru cerah dengan atap coklat. Tampak mirip dengan rumahku, hanya yang membedakan adalah bagaimana rumah itu di urus sejak lama.


"Ugh.. Mungkin, besok saja?"


Aku gugup, tapi sekarang aku sudah melewati pekarangan dan di depan pintu rumahnya.


"Hufft.. Haa.. Baiklah."


Jangan takut! Aku hanya menyapa tetangga saja!


Benar, tidak aneh jika hanya berkunjung dan menyapa!


Ya! Ketuk pintunya, ya!


"..."


Tetap saja, aku lebih gugup daripada sebelum berangkat.


Apa aku harus membawa uang? Yah, kudengar ada tetangga seperti itu..


Mungkin untuk jaga-jaga..


Creaak~


"Uh..?"


Pintu di buka dan seorang Wanita muda terlihat di depanku.


"Ha-Halo.."


"Ara, ada gadis manis?"


"Halo, Bibi. Saya tetangga baru. Nama saya Crystal Flam," Ucapku sesopan mungkin.


Baiklah! Ini dimulai!


Jadi aku menyiapkan mental pedagangku untuk menjawab apa yang Bibi itu katakan.


Lalu, dia mulai memperkenalkan diri dengan Laki-laki di belakangnya.


Eh? Entah kenapa aku seperti pernah melihatnya..


Di mana ya?


"Fufu, Bibi bernama Rima Maulana dan Anak ini, Ren Maulana," Ucap Bibi itu mendorongnya ke depan.


Ekspresinya tampak terganggu saat dia di tarik ke depanku.


"Halo.."


Dia membalas menyapaku, jadi aku tersenyum padanya


'Tapi, namanya Ren.. Maulana, ya? Hmm..'


Walaupun aku mencoba mengingat namanya, aku tidak ingat pernah bertemu dengannya.


Uhh..


Mungkin, jika aku mengenalnya lebih jauh..


Yosh! Aku yakin, aku bisa mengingatnya..


Lalu, karena aku membawa keranjang. Aku memberikan pada Bibi Rima.


Tampaknya Bibi menyukainya, saat aku berpikir untuk kembali ke rumah. Bibi memintaku untuk masuk, karena Bibi bersikap baik padaku.


'Kurasa tidak apa-apa, ya.. Benar tidak apa-apa!'


Jadi aku masuk dan duduk di sofa panjang di ruang tamu.


"..."


Bibi meminta Ren untuk duduk di sampingku, aku sama sekali tidak tahu harus merespon apa. Apa aku harus menawarkan sesuatu? tapi apa yang harus aku tawarkan??


Yosh! Baiklah!


Aku akan membuatnya menyadari daya tarikku!


"Um.. Ren-kun."


"Ah, i-iya. Ada apa, Crystal?"


Ren-kun tampak gugup.


"Kau bisa memanggilku Flam kalau kau mau," Ucapku lirih.


Uwaaah! Aku membiarkannya memanggilku seperti Ayah! Ta-Tapi, kurasa tidak apa-apa, ya tidak apa-apa!


"Baik.. Flam."


"Iya."


Aku tersenyum mendengarnya. Yah, aku akan berteman dengannya. Itu yang langsung aku pikirkan saat melihatnya.


Tampak aneh, tapi aku tertarik dengannya.


Kenapa ya?


Kurasa aku akan berbicara lebih lama dengannya, ya..


Jadi aku mengajaknya berbicara, walaupun acak atau tidak perlu dibicarakan. Aku menjadi bersemangat setiap kali berbicara dengannya.


Ini menyenangkan.


.........


...[ Fin ]...