
...BAB 32 - PELAYAN...
...◇◇◇...
Lalu, sampailah kami di ruangan yang akan kami singgahi untuk sementara waktu.
Kamar Tamu, dengan papan tertulis "Room of Guests." di depan pintunya.
Pintu kamar terbuat dari kayu mahogani yang indah, ukiran yang cantik dan warnanya yang kontras dengan Mansion membuatku bisa tahu kalau pintunya saja mahal.
Lalu Desi membuka pintunya dan memperlihatkan seisi ruangan.
Kemewahan dari ruangan membuat kami terdiam dan gaya arsitektur bangsawan terlihat hanya dalam sekali pandang.
Kasur ganda besar ukuran Raja (King Size) dengan kanopi mewah serta kelambu emas yang begitu indah menutupinya.
Warna ruangan yang putih bersih dengan hordeng kuning keemasan memberi daya tarik bangsawan.
Aku sampai kagum melihat dekorasi dan tata ruangan yang begitu mewah.
Sampai-sampai kurasa ini ruang khusus Raja dan bangsawan besar. Aku dan Senka yang terbiasa di kamar sederhana, langsung membandingkan ruangan di depan kami dengan milik kami, layaknya melihat Bumi dan langit.
Begitu berbeda.
"Bagaimana, apa Ren-sama menyukainya??" Tanya Rosaline dengan gugup melihat bagaimana aku beraksi saat melihat kamar Tamu ini.
Melihat Rosaline yang menunggu jawaban atas kamar kelewat mewah ini, aku menelan ludah dan mencoba menjawab sebaik mungkin.
"Iya, bagus," ucapku mencoba menjawab sebaik mungkin, walau terdengar agak cuek.
Dia terlihat lega, 'Apa memang ada yang kau pusingkan?'
Rosaline tersenyum lembut, lalu dia pergi keluar dari kamar dan berbicara dengan nada terburu-buru.
"Jadi.. Aku akan pergi dulu, kalo ada yang dibutuhkan bisa langsung tanyakan ke Desi. Jadi sampai nanti, Ren-sama!" ucapnya yang kemudian bergegas pergi.
Sepertinya dia cukup sibuk.
"Tuan Ren dan Lady Senka, Jika ada yang ditanyakan silakan," ucap Desi dengan penuh hormat.
Aku tersenyum menatapnya.
"Tidak ada," jawabku tetap tersenyum.
Dia mengangguk mengerti.
"Jika begitu, aku akan pergi. Jika ada yang Tuan butuhkan, panggil saja," ucapnya dengan sopan.
Kemudian, Desi memberi busur hormat sebelum pergi dan menutup pintu.
Clak
Sekarang di kamar ada aku dan Senka.
"Akhirnya!" ucapku mengangkat kedua tanganku seraya "Woaaahh!!"
"Ya!" Senka ikut mengangkat kedua tangan mungilnya dan "Woaaaahh!"
Jadi aku dan Senka melompat dan terjun langsung ke atas tempat tidur.
Kami membaringkan tubuh di atas ranjang ukuran Raja itu dengan leluasa dan nyaman.
Tempat tidur ini sangatlah empuk dan begitu nyaman, sampai-sampai kami tidak ingin keluar dari sana.
"Huaa.. Nyamannya.." ucapku berbaring dengan senang.
"Myuu~ Iya, Pa.. pa.. Zzz.." ucapnya yang tertidur.
'Malaikat kecilku sudah tidur duluan, Uwahh.. imutnya..'
Aku menatapnya dengan lembut dan memindahkannya ke posisi yang lebih nyaman untuknya tidur.
Melihat betapa nyamannya Senka tidur membuatku senang dan menenangkan.
"Aku akan memeriksa beberapa hal sebelum tidur," ucapku saat menarik selimut untuk Senka.
Jadi aku memilah beberapa Barang di dalam Storage Shadow Senka.
Layar biru gelap yang biasa muncul dan memperlihatkan isi dari Penyimpanan Senka.
Di layar terdapat banyak barang, terutama Ring of Blue Magic di list.
Cincin yang kudapat dari Demon dulu, jika kujual pasti harganya akan mahal.
Terutama betapa bergunanya cincin ini, walaupun, mungkin aku akan membutuhkannya.
Lalu, Cincin ini mampu membuat Pelindung tingkat rendah saat digunakan.
Aku mengeluarkannya dan melihat deskripsinya.
[ Ring of Blue Magic ]
[ Sihir biru atau sihir Pelindung tertanam pada cermin. Hanya bisa membuat sihir tingkat dasar dan pemula. ]
Pemakaiannya tidak terlalu boros Mana, tapi durabilitasnya lah masalahnya.
Karena sudah menurun jauh.
[ Durabiliti : 40/200 ]
Untuk mengembalikan Durabilitasnya semula, aku harus memperbaikinya di Toko Pandai Besi Ahli atau jika ada alatnya akan aku coba memperbaikinya.
"Untuk sekarang, aku tidak terlalu membutuhkannya sih.." ucapku yang kemudian menyimpannya kembali.
Lalu aku mengambil buku sihir, Grimore.
Isi dari buku ini agak acak, tapi 100% akan memberi siapapun yang menggunakannya teknik sihir.
Jadi aku dengan semangat melihat Grimore ini.
Tertulis "Magic Book" dan tampak hanya itu saja.
Jadi aku dengan semangat membukanya, lalu terlihat lembaran kosong di dalamnya dan perlahan lembar terisi banyak tulisan kuno dan magis.
Aku bisa mengetahui bahasanya seakan aku sudah mempelajarinya.
[ Beginner Level Wind Magic ]
[ Berisi sihir Angin tingkat pemula, isi sihir acak dan kemungkinan mendapat Tier 1 keatas tinggi. Tapi jangan terlalu berharap. ]
Aku bisa langsung menggunakannya, tapi aku harus memikirkannya lagi. Hmm ... sudahlah lebih baik aku langsung pakai saja, karena afinitas sihir api dan angin cukup tinggi.
Jadi aku yakin sihir angin pasti akan berguna untukku nantinya.
"Gunakan," gumamku.
[ Diterima ]
Kemudian Grimore terbuka dan melayang mengeluarkan cahaya hijau cerah.
[ !?!?!??!? ] (Suara mesin gacha)
"...?"
Hmm ... lumayan lama, ya?
Grimore melayang cukup lama dan cahaya hijau perlahan semakin terang.
Saat aku berpikir akan butuh waktu lebih lama, surat-surat kata keluar dari buku dan membentuk banyak kata-kata yang dipenuhi Rune melayang di sekitar Grimore.
Tulisan-tulisan kuno keluar dari buku dan langsung masuk ke kepalaku.
"Ah--!?!?"
Pengetahuan sihir baru muncul dalam pikiranku seakan aku sudah lama mempelajarinya.
Itu berlalu begitu saja.
"Haa... haa.." Daya mentalku terpakai dalam proses dan membuatku begitu kelelahan.
[ Beginner Wind Magic Level 4 didapat ]
[ Tier 3 : Wind Magic, Wind Manipulation, Strom Tornado (High Mana), Flight, Wind Blade. ]
"..." Aku tertegun.
Aku sangat beruntung!!
Namun, efek samping dari Grimore mulai muncul, membuatku sangat kelelahan dan langsung tertidur seketika.
.........
Paginya..
Rosaline berkata kalau aku bisa keluar Mansion untuk berkeliling Kota Magna.
Tentunya, didampingi Pelayan.
Nama pelayan itu adalah Antonile.
[ Antonile Barthode ]
[ Servant ]
[ Level 28 ]
Pria berkulit sawo matang dengan rambut berwarna hijau yang panjang dan dikuncir kuda, dia sangat pendiam dan tak terduga lebih bisa diandalkan.
Bagaimana tidak, Antonile sudah mempersiapkan apa yang diperlukan seperti makanan, minuman, alat, dll. Begitu aku turun menuju ruang makan.
Sampai aku berpikir, 'Apa aku akan berpiknik?' ketika aku berniat keluar.
Jadi karena aku dan Senka diperbolehkan untuk keluar Mansion dan melihat-lihat kota.
Kami pun menuju pintu keluar Mansion.
"Anto," ucapku tanpa menoleh ke Pelayan itu.
"Ya, Tuan," ucapnya dengan lirih.
"Aku akan pergi ke Guild," ucapku sama sekali tidak menatapnya dan berjalan dengan cuek.
"Guild? Oh, akan saya antar, Tuan Ren," ucapnya dengan sopan.
Namun, aku tidak ingin itu.
"Tidak perlu, aku akan pergi ke sana sendirian," ucapku tegas, di sisi lain Senka sudah berenang di dalam bayanganku tanpa sepengetahuan orang-orang, terutama Antonile.
"Saya diperintah My Lady untuk menjaga Tuan, jadi saya harus ikut dengan Tuan Ren," ucapnya bersikeras.
"Hmm ... Tidak, aku baik-baik saja. Jadi sampai jumpa!" Aku langsung pergi keluar dari ruang makan begitu saja dan menuju gerbang Mansion.
Aku bergegas pergi meninggalkannya, dengan Antonile terkejut dan mengikutiku dari belakang.
Namun, karena perbedaan status. Dia tidak bisa mengejarku lebih jauh lagi.
.........
...《POV Antonile Barthode》...
Saya adalah Pelayan setia, My Lady Rosaline Fin Arcane. Sebagai pelayan, aku harus selalu memenuhi semua kebutuhannya dan selalu patuh apa yang dia minta dan perintahkan.
Lalu setahun yang lalu, dia kembali dan terlihat sedih.
Aku ingin membantunya, jadi aku melakukan yang terbaik dalam memasak, membersihkan dan melakukan yang terbaik untuk membuatnya tersenyum kembali.
Kemudian, aku menyadarinya setelah lama melayaninya.
"Ugh.. Ren-sama, dia begitu muda," ucap My Lady saat melihat ke cerminnya. Wajahnya memerah dan sedikit tersipu saat mengatakannya.
"Ren-sama.. Ren-sama.." ucapnya yang berbaring dan menyebut nama seorang Pria setiap malam.
"Masih ada 2 - 3 tahun lagi! Aku pasti bisa menunggu!" ucapnya melihat sebuah foto seorang pria. Sejak kapan My Lady memilikinya??
Dia selalu terlihat senang melihat foto itu dan terkadang tersenyum-senyum sendiri. Aku hampir tidak tahu harus berbuat apa untuk membantunya sadar.
Lalu suatu hari, ketika My Lady lesuh seusai membereskan dokumen-dokumen penting keluarga.
"Sigh.. Aku ingin pergi.. keluar dari sini.." ucapnya yang seperti biasa dia lakukan setelah menyelesaikan pekerjaannya.
Tok Tok Tok
"Ini saya, Ojousama."
"Masuklah," Ucap My Lady dengan lembut.
Kemudian aku membukakan pintu dan di balik pintu memperlihatkan Desi yang menatap Rosaline tanpa ekspresi.
"Desi, apa ada sesuatu?"
"Iya, Ojou-sama. Duke ingin menemui Ojou-sama segera," ucap Desi dengan suara anak laki-laki.
"Ayah?? Aku akan pergi!"
My Lady dengan terburu-buru keluar dari ruangan dan pergi menuju Kamar Duke, tanpa memperdulikan Desi yang berbicara dengan suara anak laki-laki.
Aku sebagai Pelayan setianya mengikuti My Lady, tapi dihentikan Oleh Desi, Pelayan pribadinya.
Mengesalkan tapi aku bertanya padanya.
"Ada apa?" ucapku tidak senang.
"Kau tidak perlu mengikuti Ojou-sama," ucapnya dengan nada dalam, suara terdengar berat seperti orangtua.
"Maksudmu?" Tanyaku dengan kesal.
"Diam saja." balasnya dengan nada orangtua.
'Serius aku ingin memukulnya,' ucapku kesal dalam hati.
Kemudian, My Lady kembali ke ruang kerjanya dan terlihat ceria yang tidak biasa.
"Desi, Nile! Bawakan orang ini, segera!" Teriaknya dengan senyum lebar.
Kami dengan sanggup langsung melakukan yang My Lady minta.
Foto Pria itu ia beri kami lihat, sudah kuduga.
Namanya Ren Maulana.
Jadi kami diminta untuk membawanya ke Mansion, karena itu Ksatria Tangan Besi milik Keluarga Duke, Joseph Magia yang terkenal hebat dan berbakat mendapat tugas untuk membawa Pria itu.
Karena dia pernah menemuinya sekali dan bekerja sama menghukum mata-mata Kerajaan tetangga, dia lah orang yang tepat untuk menjaga pria itu sampai ke kota.
Lalu seminggu kemudian, Pria itu datang bersama seorang anak kecil. Itu tidak terduga, karena My Lady berkata dia masihlah kecil dan empat tahun lebih muda darinya. Namun, dia datang dengan anak kecil yang tampak berumur 8 tahun.
Aku ingin tahu dia adiknya atau bukan?
Tapi, yang aku masalahkan adalah..
'Apa benar ini Pria yang My Lady sukai? Aku harus memeriksa kebenarannya!'
Jadi aku dengan sukarela memata-matai, tidak maksudku menjaganya. Namun, dia melarikan diri sebelum aku menjalankan rencanaku.
Karena dia berbicara akan ke Guild Petualang, aku tahu di mana itu dan segera mencarinya.
Dari Mansion ke Guild akan memakan waktu setengah jam, harusnya tidak lama.
"Cih, kemana dia?" ucapku mulai mengejar pria aneh itu.
Namun, aku tidak menemukannya di mana pun.
Baru saja aku keluar dari Mansion, para penjaga bilang kalau dia belum keluar.
"Dia tidak ke sini?"
"Iya, Antonile. Selama kami menjaga gerbang, tidak ada kedatangan Tamu Lord Duke ke sini."
Aku bingung, seharusnya jika ingin ke kota. Dia harus lewat jalan masuk untuk ke sana.
Namun, kemana perginya pria itu?
Mau tidak mau, aku harus mencarinya, bahkan jika perlu seharian penuh.
Tapi..
"..." Tidak mungkin..
Aku akan malu jika My Lady melihatku tidak bersama Tuan Ren, aku harus pergi keluar.
"Mau kemana, Antonile?"
Pelayan itu mendekatiku, suaranya seperti anak kecil.
"Ah, Desi. Aku akan pergi keluar sebentar," ucapku berjalan pergi ke kandang kuda.
"Dimana Tuan Ren dan Lady Senka?" ucapnya mengikutiku, suara anak kecilnya tampak ceria.
"Umm.. Aku tidak tahu," ucapku membuka pintu kandang.
"..Ha? Bukannya kau diminta Ojousama untuk bersama Tuan dan Lady Senka?"
Desi menatapku sinis.
"Ugh.. Karena itu, aku harus pergi."
"Pergi? Kemana? Apa kau ingin melarikan diri dari tugasmu?" ucapnya tegas, suara anak kecil itu agak mengangguku.
"...Ti-Tidak kok. Ugh, aku pergi!"
Kalau aku lama-lama dengannya bisa-bisa aku memukulnya, jadi aku langsung pergi darinya.
Aku menarik keluar kuda dan langsung menaikinya, mengabaikan Desi yang tidak senang.
"Hei, jika sampai sore kau tidak dengan Tuan Ren dan Lady Senka. Akan aku beritahu Rosaline-sama!" Teriaknya mengancam.
"..."
'Aku tidak dengar, aku tidak dengar,' ucapku dalam batin.
Melewati gerbang masuk, aku bergegas keluar menuju Guild Petualang menaiki kuda.
"Aku pasti akan menemukannya!"
Jadi aku dengan sekuat tenaga menuju ke Guild Petualang.
'Sebentar, di mana Lady Senka?'
.........
Sesampai di Guild Petualang, Icarus.
Aku melihat ada keramaian di dekat pintu masuk.
"Minggir, minggir," ucapku bergegas memasuki Guild.
Tanpa peduli, aku langsung menerobos masuk dengan harapan ada Tuan Ren di antara orang-orang yang berkerumun di sini.
Tapi..
Aku tidak menyangkanya.
"..."
Aku tidak bisa berbicara apa-apa dengan yang kulihat.
Di dalam Guild, terlihat pria yang kucari, Tuan Ren dan seorang pria yang tidak sadarkan diri di depannya.
Namun, banyak sorak sorai yang tidak biasa dan teriakan gembira.
Apa yang sebenarnya terjadi di sini??
"Hebat!!" ucap seseorang di sampingku.
"Dia mengalahkan Don dengan mudah. Apa memang dia pemula?" ucap seseorang yang tampak serius.
"Kakak itu kuat sekali!" ucap anak kecil yang mengintip di sela-sela kerumunan.
"...Apa yang terjadi?" ucapku lesu.
Lalu di katakan orang yang tidak sadarkan diri itu adalah Petualang Rank C.
"Tidak mungkin.."
Sepertinya aku terlalu menganggapnya buruk, mungkin..
Aku harus mendukung kisah cinta My Lady.
'Iya, aku harus!'
"Om, kamu ngapain disini?" ucap Anak kecil tadi menarik lengan bajuku dan dia bicara kalau bajuku terlihat mewah.
Padahal ini pakaian pelayan.
Juga, Aku masihlah 21 tahun.
.........
...[ Continued ]...