
...BAB 10.5 - ROSALINE'S WISH...
...◇◇◇...
Suara hembusan angin terasa dari balik jendela kereta. Suara derap langkah kaki kuda terdengar dan pemandangan yang terus berganti memberi kenyamanan tersendiri.
"Aku ingin menikah.." Ucap Rosaline menatap jendela dengan wajah berbunga-bunga.
"..Ojousama."
"fufu.. Aku tidak sabar."
"Ha.."
Pelayan yang menjaganya di dalam hanya bisa menghela nafas.
"Menurutmu, bagaimana Desi? Apa aku cocok dengan Ren-sama??"
"..." Pelayan bernama Desi hanya diam tidak menjawab.
"Aku tidak sabar menunggu Ren-sama dewasa.. Fufu~ 4 tahun lagi~"
"..."
Desi hanya diam mendengarkan dan menatap majikannya itu dengan datar seakan mencoba menjauh dari suasana merah muda milik tuannya itu.
Dia harus mendengar selama perjalanan mengenai Ren-sama yang tuannya maksudkan itu.
Jadi dia membuat gambaran kalau pria yang dia sukai itu adalah anak di bawah umur dan tampaknya anak dari Pendekar pedang terkenal itu.
Kurasa Tuannya ini tidak tahu, kalau dia akan dijodohkan di usianya itu.
Jadi Desi hanya tersenyum dan mencoba mendengar semua yang tuannya katakan sampai selesai.
"Dengar ini Desi, hari ini aku kencan dengan Ren-sama! Dia gagah dan tampak bijaksana! Juga berpengetahuan luas! Kau tahu, dia berkata kalau Roti melon lebih enak kalau di makan pakai tangan! itu luar biasa!"
Desi tetap tersenyum.
"Dengar, dengar, aku di selamatkan dari pengawalku! Ren-sama begitu gagah saat menggendongku pergi. Kyaa! Aku ingin digendongnya lagi!"
Desi masih tetap tersenyum.
"Jadi saat aku berdua dengannya, ya berdua saja! aku langsung melamarnya!"
"Puhh!? Melamar??"
Desi tampak bingung untuk berkata apa mendengarnya.
"Iya, melamar?"
"Ojousama.. Kenapa kau melakukannya?"
"Kenapa? Bukannya kalau aku melamarnya, aku akan menikah dengannya?"
"Iya, memang seperti itu. Tapi.. Kenapa Ojousama duluan?"
"Eh? Apa tidak boleh??"
"Tidak terlalu masalah, lalu apa jawabannya?"
"..."
Rosaline tersenyum kaku dan memandang ke jendela, seakan mencoba menjauhi topik itu.
"Ojousama?"
"...Uh."
Dia memalingkan wajahnya.
Desi tampak tahu apa yang terjadi dan mencoba tenang.
"Begitu."
"Uh.. Ojousama, jangan menangis.."
"A-Aku tidak menangis.. Hic.."
"..."
Desi mengeluarkan sapu tangan dan memberikannya ke Tuannya itu.
"Terimakasih.. Sruuut! Uh.."
Dia memberikannya lagi, Desi dengan hati-hati mengambilnya.
Lalu, Rosaline yang berwajah merah mulai bicara lagi.
"Desi, kau tahu. Ren-sama tampak menawan dan indah!"
"..."
Desi tersenyum kaku dan tampak bertanya-tanya 'Sejak kapan Ojousama menjadi seperti ini??'
Kemudian Desi dengan pasrah mendengarkan semua yang Tuannya katakan mengenai Ren-sama yang dicintainya itu.
"Lalu! Lalu! Ren-sama dengan dingin berkata Aku akan membawamu bersamaku! Kyaaa! Ren-sama sangat gagah dan tampan! Dia membawaku sepanjang jalan, tatapannya yang dingin dan fokus membawaku! Aku sangat mencintainya!"
"Uuuhh! Aku ingin menikah hanya dengan Ren-sama! Tidak siapapun! Hanya Ren-sama!"
"...Ojousama."
"Iya, Desi? Apa kau ingin mendengar ketampanan Ren-sama?"
"Tidak, tapi kenapa.. Ah, tidak jadi. Kurasa aku tahu jawabannya."
"..?"
Desi tidak bisa tidak bingung, Tuannya menjadi tergila-gila dengan anak di bawah umur. Dia bertanya-tanya, apa Tuannya akan baik-baik saja kalau tahu akan dijodohkan dengan orang lain sesampai di Mansion?
Hari ini mereka berencana kembali setelah menetap sebentar di Desa Konora.
Jadi Desi tidak tahu harus menjelaskan apa ke Duke nanti mengenai Rosaline.
Namun, Rosaline tidak berhenti dari situ.
"Fufu~ Aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Ren-sama~."
"Saat dia naik ke panggung dengan berani, Ren-sama tampak tersenyum dan, dan Ren-sama sangat antusias untuk mencapai juara satu! Dia pasti menyukaiku! Ren-sama mengincar juara satu untukku! Aku tahu itu!"
Desi tidak bisa berkata-kata, padahal Tuannya ini tidak antusias sama sekali di festival saat itu. Juga juara satu sebenarnya hadiahnya bukan kencan tapi membawanya keliling melihat-lihat desa dan itu hanya sebentar.
Jadi ketika dia tidak kembali sampai sore hari, banyak yang mencarinya.
Desi juga dengar kalau ada mata-mata dari kepala pengawal. Sepertinya Tuannya ini akan mengalami sesuatu yang buruk, kecuali Pria bernama Ren itu tidak menolongnya.
"Fufu~ Ren-sama~♡"
Desi hanya bisa memandang Rosaline yang sudah berada di dunianya itu sendiri, dia tersenyum dan menatap Tuannya dengan lembut.
Mendoakan yang terbaik untuknya, walaupun dia tidak tahu harus berkata apa ke Duke.
'Apa aku harus mengatakan kalau Ojousama menyukai anak di bawah umur?'
Dia masih dalam kebingungan selama perjalanan.
"Hehe~"
Rosaline pun masih dalam khayalan merah mudanya.
.........
...[ Fin ]...