The Great Adventure In World Of Sword And Magic.

The Great Adventure In World Of Sword And Magic.
Chapter 32.5 - (Extra)



...BAB 32.5 - NOBILITY AND DUTIES...


...◇◇◇...


...《Anastasia vi Yu Deila》...


Aku adalah putri Pertama Kerajaan Yu Deila dan satu-satunya anak perempuan Raja Yu Deila.


Mungkin ini mendadak, tapi aku sedang liburan hari ini dan beberapa hari ke depan.


"Haa.." desahku berjalan di lorong Mansion.


Walaupun aku berkata liburan, aku mendapat tugas untuk menerima dokumen penting dan beberapa informasi mengenai Kota Magna dan beberapa kota lainnya.


Sudah beberapa kota aku datangi dan sekarang yang terakhir adalah kota pesisir ini, Kota Magna.


Sesampai di sini, aku diberitahukan kalau Duke Arcane sedang di luar dan karenanya aku mendapat waktu luang di Mansion.


Awalnya, kukira Rosa akan senang. Yah, seperti biasa dia akan jutek dan tak mau mendengarkanku.


Hanya saja, aku melihat sesuatu yang unik.


"Hehe.."


Tepat, temanku itu tersenyum-senyum sendiri di meja kerjanya. Aku ingin tahu apa, tapi kudengar ada tamu kemarin.


Saat itu aku sedang pergi ke beberapa tempat di kota, jadi ini adalah hal baru.


Karena yang datang bukanlah bangsawan atau tamu Kerajaan, hanya saja itu adalah Rakyat biasa. Jadi itu menarik minatku.


"Rosa!"


"..." Senyumannya menghilang dan tatapan sinisnya mendarat padaku.


Aku tetap tersenyum dan berlari ke arahnya.


"Hei, aku menemukan sesuatu di kota!"


"..Bisa pergi."


"Ayolah, tak perlu cemberut. Kita pergi keluar yuk!"


"Ogah."


"Hei, ayo~lah~" Aku menusuk pipinya.


"Anastasia, hentikan. Aku sibuk sekarang."


"Hmm.."


Aku bertingkah dan meliriknya diam. Aku penasaran dengan Rosa, pria seperti apa yang membuatnya tersenyum seperti itu.


Jadi aku duduk di kursi dengan sopan dan mencoba tetap anggun.


Karena suasana yang sepi, aku meminta pelayan untuk membuatkan teh dan setelah di buat, aku menyesapnya sambil melihat keluar jendela.


Aroma teh yang menenangkan dan hangat membuatku rileks dan bersantai.


Namun, tetap aku melihatnya yang tersenyum-senyum. Karena penasaran akh mencoba memanggilnya.


"Hei, Rosa.." Panggilan pertama, dia mengabaikanku.


"Rosa.." Kedua, tetap dan beberapa kali aku panggil. Dia tetap mengabaikanku.


Dengan cemberut, aku berdiri dan mendekati Rosa.


"Apa?"


"Mmuh.. Kau cuek sekali."


"Tugas, ya.."


"Iya, Tugas Bangsawan.. Haa.. Jika bisa, aku ingin memberikannya pada seseorang yang bisa.."


Tatapannya padaku, Ugh..


Aku sama tidak mau melakukannya.


"Semangatlah, Rosa!"


Wajahnya tampak jutek mendengar jawabanku.


"A-aku akan menunggu di sana, jadi lakukan yang yang terbaik! Ohh!"


"..Haa, baiklah.. aku sampai mana tadi.."


Sejak pekerjaan Rosa akan memakan waktu lama, Aku menyesap teh lagi dan memakan kue-kue di atas meja.


"Munch.. Munch.."


Enak, tapi suasananya entah kenapa sedikit suram.


Aku melirik ke Rosa, dia tampak frustasi dan tak sabaran.


"Hei, Desi.."


Aku memanggil pelayan Rosa yang sedang membersihkan ruangan, mendengar panggilanku.


Desi menanggapi dan berjalan mendekatiku.


"Desi, apa kau tahu kenapa Rosa tampak seperti itu?"


"..."


Desi tampak diam dan dengan lelah yang tidak biasa, dia menjawab pertanyaanku.


"Ojou-sama, dia sedang jatuh cinta.."


"Ooh! Dengan siapa?? Apa yang di gosip itu??"


"Gosip? ... Ini bukan rahasia, tapi Ojou-sama menyukai seorang pria."


"..." Aku tahu itu, tanpa kau beritahu..


Bagaimana bisa Rosa tidak menyukai Pria, tapi aku terkejut mendengarnya.


Dia menyukai seseorang, ya..


"Lalu, siapa itu?"


"..Hei, aku bisa mendengarnya."


"Oh! ah, Hahaha.. Apa begitu?"


"..."


Desi pergi dengan Permisi dan bekerja kembali, aku yang di satu sisi hanya bisa bersikap layaknya bangsawan. Walaupun, aku ingin berleha-leha..


"Sluurp.."


Aku menyesap teh dengan santai, lalu menatap ke jendela lagi.


"..Cinta, ya.." ucapku memandang lembut gadis jatuh cinta itu.


.........


...[ Fin ]...