
...BAB 35.5 - A knight Guard of Princess Anastasia...
...◇◇◇...
...《Albert Ainstarr》...
Aku adalah Ksatria Penjaga Tuan Putri.
Aku melindunginya sejak kecil dan bertekad untuk selalu menjaganya dari apapun.
Hari demi hari aku terus berlatih untuk menjadi pelindungnya.
Putri Anastasia adalah Majikan yang harus aku lindungi, aku siap mati untuknya.
Hari ini adalah hari di mana Tuan Putri bertemu dengan Lady Rosaline.
"Albert, bawakan aku ini dan itu," ucapnya menarik keluar barang-barang dari tas sihir.
"Ta-Tapi, Tuan putri.."
"Panggil Aku seperti biasanya, kita hanya berdua di sini," ucap Tuan Putri cemberut.
Aku tersenyum kaku dan hanya menelan ludah.
"Baik, Anna."
"Baguslah, lalu bawa semuanya. Aku berniat untuk memberinya kejutan lagi!"
"Baik.."
Aku mengambilnya, sesuatu barang-barang yang dia beli dari setiap perjalanannya. Putri-.. Anna selalu membeli sesuatu yang membuatnya tertarik, tidak hanya makanan atau pakaian, dia suka membeli alat-alat aneh dan tidak tahu kegunaannya.
Namun, tetap saja dia dengan mudah menghamburkan uang untuk mendapatkannya.
Yang bisa kulakukan hanya menurutinya.
"Oh, kudengar akan ada tamu Rosa. Jadi ambil ini juga."
Dia memberiku kristal merah dan alat sihir lampu.
"..." Aku tidak untuk apa, tapi Anna tampak senang dengan itu.
"Jadi ayo pergi!"
Begitulah, aku mengikuti majikanku yang heboh dan ceria itu. Aku sering memperingatinya untuk bersikap selayaknya putri, tapi dia tetap bebal dan berkata kalau itu tak masalah.
Sakit kepala setiap kali mendengarnya, tapi sebagai ksatrianya. Aku harus peduli dan menjaga martabatnya.
"Tuan Putri, berjalanlah dengan tenang," ucapku mengikutinya keluar dari kamar tamu.
"Hei~ Ayolah~.." Anna hanya cemberut dan berjalan dengan terburu-buru.
Aku hanya bisa menghela nafas dan mengejarnya.
.........
Tempat yang ia tuju adalah Kantor Duke Arcane yang sekarang di tempati Lady Rosaline untuk bekerja.
"Ro-sa-line!!" Teriaknya membuka pintu.
"...Haa." Lady Rosaline di mejanya tampak menghela nafas akan kedatangan kami.
Aku hanya tersenyum kecil di belakang Anna dan berdiam di pojok.
"Lihat-lihat yang kubeli kemarin!"
Anna melirik padaku, jadi aku bergegas mendekatinya dan memperlihatkan beberapa barang dari tas sihir.
Aku menurutinya dan mengeluarkan berbagai alat sihir aneh dan tak tahu kegunaannya.
"Rosa, aku mendapatkan banyak artefak dan alat sihir! Lihat, ini bisa mengeluarkan tembakan dengan sihir, namanya Gunner!"
"Lalu, ini-.."
Anna terus berbicara dengan Lady Rosaline untuk membuatnya tertarik dengan yang ia bawa dan mengatakan apa fungsi dan kegunaan seluruh alat sihir itu.
Tetap saja, Lady Rosaline tampak tidak tertarik dan terlihat bagaimana dia kelelahan dalam bekerja.
Sekarang aku merasa kasihan.
"Ah, Muuu.. Dengarkan aku, Rosa," ucap Anna cemberut.
"AN-NAS-TA-SIAA.. Tinggalkan aku, aku sibuk sekarang."
Tatapan tajam dan Aura ingin sendiri dari Lady Rosaline padanya membuat Anna tertegun.
"Uh.. Oke," ucapnya menyerah dan memintaku memasukkan semuanya lagi. Ah.. jadi kerja lagi.
Anna mundur dengan sedih, dan berjalan keluar dengan cemberut.
"Padahal aku punya ramuan energi dan afrodi-.."
"Hei!"
Lady Rosaline bangkit dan memanggil Anna, dan aku bisa melihat bagaimana wajah Anna.
Dia tersenyum dan gumaman kecil terdengar "Kena kau." Lalu, dia berbalik dan tersenyum lebar.
"Hehe~ Kau mau ya?"
"..Ti-tidak, aku hanya.."
Keduanya seperti yang kuingat, tidak berubah. Tapi tetap saja, aku harus menjaga martabatnya.
Walaupun, pada akhirnya aku hanya menjadi penjaga dan pembawa barang untuknya.
Haa..
Lalu, Mereka berniat ke ruang makan dan terlihat akan ada Tamu juga disana.
Semoga ini berjalan baik.
.........
Kemudian..
"Ayo Berduel," ucap Anna singkat dan itu terdengar satu ruangan.
Aku menepuk kepalaku dan melihat bagaimana Majikanku itu tampak bersemangat.
Selain boros, gadis itu menyukai berduel pedang dan hampir setingkat obsesi.
Semoga ini tidak menjadi buruk.
Jadi aku berjaga-jaga dan menonton Duel berlangsung.
"Hei, Albert. Kau sudah semakin kuat ya?" ucap Antonile di sampingku.
"Yah, kurasa begitu," ucapku melihat padanya dan mengangguk.
"Tapi, tidak sekuat Tuan Putri sih.." gumamku kecil.
"Hahaha, Dia pastinya kuat ya." Antonile mengangguk yakin dengan gumamanku.
Aku hanya mengangguk dan menonton Anna melawan Tamu Lady Rosaline.
Semoga saja, Tamu itu bertahan melawannya.
.........
...[ Fin ]...