The Great Adventure In World Of Sword And Magic.

The Great Adventure In World Of Sword And Magic.
Chapter 30 - [ Some Pets and Some Soldiers ]



...BAB 30 - BEBERAPA HEWAN PELIHARAAN DAN BEBERAPA TENTARA...


...◇◇◇...


Di sebuah rumah yang besar (Mansion) di Kota Magna.


"Lady Rosaline, saya membawakan teh untuk anda," ucap seorang Maid (Pelayan wanita) memasuki sebuah ruangan.


Dia meletakkannya di atas meja kerja milik majikannya, Putri pertama Duke, Rosaline Fin Arcane.


Wanita muda yang sangat cantik dan menawan.


Dia menandatangani sebuah dokumen dan tersenyum senang menyesap teh hijau itu.


"Saya pamit pergi," ucap Maid itu pergi menarik troli teh.


Rosaline meminum dengan tenang teh yang dia terima, rambut pirangnya bersinar keemasan saat ia sisir ke samping dengan tangannya.


Dia dalam mood yang baik.


Sampai..


BAAAM!!


"Ro-sa-li-nee!" Suara ceria terdengar saat membuka pintu ruangan dengan keras.


Wajah senangnya runtuh saat wanita itu datang.


"Putri, kenapa kau datang kesini?" ucap Rosaline dengan ketus.


"Heeee... Apa kau tidak senang, saat Sahabat baikmu datang?" ucap Putri itu cemberut.


Rosaline menghela nafas dan mulai mengerjakan dokumennya tanpa mengindahi Putri itu yang melambai kearahnya.


"Halooo!" ucap Putri itu di depannya.


Rosaline masih fokus dan mengabaikan Putri itu.


"Huh.. Ayolah, kau tidak harus melakukan hal merepotkan seperti itu.." ucapnya mengembungkan pipinya.


Rosaline terlihat kesal dan memukul kepala Putri itu dengan keras.


Buuk!


"Aduh!?" Teriak putri itu kesakitan di kepalanya.


"Haa.. Anastasia, bisa berhenti menggangguku? Aku sedang bekerja," ucap Rosaline menghela nafas. Wajahnya serius saat bekerja.


"Uuh.. Baiklah.." ucap Putri Anastasia agak sedih.


Putri Pertama Kerajaan Yu Deila, Anastasia vi Yu Deila. Wanita muda itu duduk di kursi yang tak jauh dari meja kerja Rosaline.


"..." Rosaline fokus bekerja.


"Fu.. fu.. fu.." Sedangkan Anastasia bersenandung seakan duduk saja menyenangkan.


.........


Beberapa jam terlewati..


"..Selesai," ucap Rosaline mengangkat kedua tangannya. Dia mencoba rileks dan melihat ke jendela bahwa hari sudah malam.


Lalu di sampingnya, ada seorang wanita yang tidur dengan anggun.


"Bisa-bisanya kau tidur seperti itu.." ucap Rosaline jengkel.


Dia menghela nafas dan meminta pelayan datang.


"Bawa wanita ini keluar," ucap Rosaline tanpa menatap pelayan itu dan menatap keluar jendela.


"Ta-Tapi Lady," ucap pelayan dengan bingung.


"Lakukan," ucap Rosaline tegas.


Pelayan itu gelisah dan menunduk mengerti.


"Baik," ucapnya dengan pasrah.


Jadi pelayan itu memanggil ksatria pribadi Putri untuk membawanya keluar.


Setelah ruangannya menjadi tenang.


Rosaline..


"Lama... Kapan Pangeranku datang???" Teriaknya dengan kesal.


Dia menatap terus di luar jendela seakan menunggu seseorang.


"Seminggu itu terlalu lama.. Ren-sama.."


Rosaline menatap sedih dan tetap memandang keluar jendela, walaupun kegelapan sudah menyelimuti malamnya.


Tik.. Tik.. Tik..


Lalu hujan mulai turun, taman di luar dibasahi oleh rintikan hujan dan alunan rintikan hujan terdengar di malam itu.


Rosaline menatap cuaca yang berubah dengan tenang. Dia hanya bisa menunggu..


.........


Di suatu hutan, pedalaman Hutan Alta.


"Umm.. Sejak kapan kita punya hewan peliharaan, Senka?" ucapku menatap binatang-binatang hitam di depanku.


"Kemarin," ucapnya polos.


"Kita tidak punya.."


"Umyu.." Senka memalingkan wajah.


"Baiklah, sepertinya Senka menjadi anak nakal," ucapku tersenyum lebar.


"Umyu! Ti-Tidak, Senka anak baik!"


"Hahaha, iya iya.. jadi Telur-telur itu sudah menetas. Jadi apa saja itu?" ucapku memandang ke Para binatang itu.


"Myu.. keluar semuanya," ucapnya memanggil binatang-binatang itu keluar.


Keluar dari bayangan terdapat delapan binatang dan mereka semua Monster.


Tentunya, aku tahu Para Monster itu.


"Hmmmmmmmmm.." Aku tidak bisa berkata-kata.


Kemarin itu masih bentuk Telur, tapi sekarang sudah menjadi Monster sihir dan lagi mereka semua sudah level 40, berarti Monster Rank B!


Mengejutkannya..


"Coba kuperiksa.." ucapku mendekati salah satu binatang/Monster sihir itu.


[ Shadow Wolf, Wof. ]


[ Level 40 ]


Seekor Serigala dari bayangan yang menjulurkan lidah seperti anjing, namanya Wof. Sangat impresif.


Lalu ada tiga burung yang seukuran domba dan bertengger di dahan pohon di dekat kami. Tampak menonjol.


[ Shadow Bird, Al ]


[ Shadow Bird, El ]


[ Shadow Bird, Ul ]


Waw.. Nama mereka juga begitu impresif.


Kemudian..


Aku memandang ke Monster sesungguhnya.


Benar, dua Lizardman.. Hm..


[ Shadow Lizardman, Big ]


[ Shadow Lizardman, Huge ]


Sangat impresif sekali, nama mereka bermakna sangat dalam.


Lalu..


"..." Aku mengangkat seekor kura-kura.


Makhluk ini yang paling kecil dan ukurannya hanya sebesar Kucing seperti Tama.


[ Shadow Turtle, Rock ]


Tapi, kurasa binatang ini tidak terlalu bahaya. Kecuali ketahanan fisiknya yang tinggi.


Kemudian terlahir dan yang paling mencengangkan, lalu sesuatu yang bukan binatang. Sama seperti kedua Lizardmen.


"...Benar-benar Monster," ucapku mendongkrak menatapnya.


[ Shadow Golem, Gon. ]


[ Level 51 ]


Aku mengangguk dramatis.


Ukurannya dua kali dari kereta dan tampak seperti bongkahan-bongkahan batu hitam vulkanik yang saling menyatu.


Juga levelnya lebih tinggi dari ketujuh Monster Level 40 itu.


"Senka," ucapku memanggilnya.


"Ya, Papa!" Senka terlihat tegang seakan sedang dinilai.


"Bagus," ucapku memberinya jempol.


"Yay!"


Kami berdua langsung berpelukan.


"Hehe~"


Kalian ingin tahu kenapa ini bisa terjadi?


Itu bermula sehari yang lalu..


"Papa," panggilnya.


Aku berhenti memeriksa list penyimpanan dan melihatnya.


"Iya, Senka?" Tanyaku dengan tersenyum.


"Aku menemukan mayat," balasnya singkat.


"Hah??"


Jadi aku pergi ke tempat yang Senka katakan.


Di sana terlihat Joseph dan ksatria-ksatria lainnya pingsan dan ada yang sekarat. Jadi aku buru-buru memanggil ksatria lain dan memintanya menolong mereka.


Itu membutuhkan waktu yang lama, sampai aku harus bersiaga di sekitar.


Karena hal ini, kami butuh 2 hari di kamp sementara sampai Joseph dan yang lain sembuh.


"Hari ini melelahkan sekali.. Senka jaga Telur-Telur itu." Aku mengeluarkan banyak Telur dan ada 8 semuanya.


"Dari deskripsinya, telur-telur itu bisa menetas jika dierami. Coba lah."


Senka masih bingung, tapi dia menurut dan memeluk semua Telur. Aku memberi senka jempol dan dia terlihat senang dan bersemangat mengerami. Imutnya..


Lalu besoknya, Aku melihat seekor serigala hitam dan tubuhnya seperti kabut kegelapan yang konstan tidak berubah.


Sangat misterius dan aku hampir akan bertarung dengannya, sampai Senka menghalanginya.


"Papa! Jangan membunuh Wof!"


"Wof!"


Aku bingung dan menurunkan pedang, lalu itulah yang terjadi saat itu.


Keluar banyak binatang hitam selain Wof.


Kembali ke waktu semula.


"Akhirnya, kita punya tentara," ucapku senang.


"Ya!"


Aku dan Senka saling berpelukan. Kami akhirnya punya hewan peliharaan dan mereka semua kuat!


"Baiklah. Senka dan hewan-hewan lainnya masuk ke dalam bayangan."


"Baik, Papa!" Senka menyelam ke bayangan bersama ke delapan Monster.


Akhirnya aku sendiri, jadi aku pun menuju ke kamp yang terlihat sibuk. Para Ksatria dan para pelayan sibuk mengurus Joseph dan yang lainnya.


Seharusnya mereka sudah sadarkan diri sekarang.


Jadi aku masuk ke dalam tenda.


"Hei, Apa Joseph sembuh?" ucapku ke pelayan yang merawatnya.


"Belum, Tuan Ren," ucap pelayan itu yang memberi sihir penyembuh.


Melihatnya, gadis itu berbakat juga.


Kemudian aku keluar dari tenda.


"Belum bangun.." ucapku menghela nafas berat, sepertinya nanti saja mencari tahu kenapa mereka bisa seperti dibasmi oleh sesuatu.


Lalu, Aku menatap ke depanku di mana ada layar biru yang mencolok terlihat di depanku.


[ Quest #4 "Kesedihan dan kesenangan adalah hal biasa" Selesai ]


[ Info Quest : Player harus merasakan sedihnya kehilangan kawan terdekat dan senangnya kehila- bisa hidup ; kondisi: kawan Player hampir mati/mati. ]


[ Reward : Exp Level dan Hadiah Misterius ]


"..." Apa benar mereka hampir..??


[ Quest #5 "Tentara didapat!" Selesai ]


[ Info Quest : Player mendapat 5 Bawahan lebih, Apapun jenis dan rasnya. ]


[ Reward : Exp Level dan 10 Kalung Bawahan (Khusus Monster/hewan) ]


[ Player naik level 34 ]


Hebat.. Kurasa..


Sebentar.


Level 34?! Bukannya kemarin aku level 31an???


Jadi Quest Utama Player memiliki Exp level yang lumayan banyak. Aku harus sering-sering menyelesaikan Quest untuk Player! Walaupun aku tidak tahu syaratnya!


"Hm.." Aku menatap intens layar itu.


Aku punya 2 Hadiah Misterius, tapi kenapa bentuknya Harta karun dengan tanda tanya di depannya??


"Apa aku buka sekarang?" ucapku yang berjalan menuju ke Kereta.


Tapi mungkin aku akan mendapat hal lain jika kubuka sekarang..


"Ah, pakai itu saja!" Aku baru ingat.


Jadi aku duduk di kursi empuk kereta dan mengeluarkan buku Nostradamus.


Senka keluar dari bayangan dan duduk di sampingku dengan penasaran.


"Apa ya persembahannya.." ucapku berpikir.


Jadi aku meletakkan Buku itu di bawah dan mengambil sekantung koin.


[ Apa ramalan yang ingin Player cari? ]


Suara anorganik yang sering terdengar muncul, entah kenapa sepertinya Buku Nostradamus terhubung dengan Sistem Kubik.


"Mengenai kedua kotak Misterius."


[ Dibutuhkan 100 Koin perak atau Dua Roda kereta kuda. ]


"Mahalnya.." Aku terkejut melihatnya membutuhkan semua koinku..


Juga kenapa harus roda kereta kuda!?


"Ada syarat lain?"


[ 20 Buah Apel atau 1 Batu Bara ]


Hah?


"Apel sih mending, tapi 1 Batu bara?"


Gampangnya??


"Ini," ucapku mengambil batu bara dari penyimpanan bayangan.


[ Diterima ]


Lalu tulisan perlahan muncul di Buku Nostradamus, dengan Batu bara menghilang seperti sihir.


Sebenarnya aku membawa banyak Batu bara bekas pembakaran kayu dari desa. Jadi aku iseng mengambilnya dan menaruhnya di Storage Shadow Senka. Tapi, beruntung aku bisa memakainya sekarang.


[ Buka Hadiah Misterius di Kamar tamu Mansion Duke Arcane ; 879.02.16 ]


2 hari lagi??


Apa benar begitu? Aku agak ragu, tapi harusnya ini Buku riil (asli).


"Baiklah, aku akan melakukannya nanti. Lalu.." ucapku menutup Buku itu dan memasukkannya ke Storage Shadow.


Kemudian aku mengeluarkan beberapa Kalung hewan dari sana.


"Jadi apa gunanya ini?" ucapku melihat kalung itu dengan bingung.


Lalu, tba-tiba Kalungnya diambil oleh Senka dan dengan penasaran bertanya.


"Apa ini, Papa?" Tanyanya melihat Kalung itu lebih dekat.


"Ah, itu Kalung hewan," balasku mengambil Kalung lain.


"Kalung?"


"Ya, Kalung yang dipakai di leher-.. Senka??"


"Myu?" Senka mencobanya ke leher kecilnya, secara mengejutkan itu muat dan dia terlihat lucu mengenakannya.


"Tunggu sebentar.." Aku heran melihatnya.


Layar Status Senka berubah.


[ Senka ] [ Smoll Form ]


[ Shadow Queen ]


[ Level 90 ]


[ Familiar Ren Maulana ]


[ Kesetiaan: 100% ]


[ Status ] [ HP : 8500/8500 ] [ STR : 480 ] [ INT : 630 ] [ VIT : 520 ] [ AGI : 540 ]


[ Mana : 6400/6400 ]


[ Skill : Transformation Shadow (Level 1), Hand of Shadow (Level 1), The Horrible Shadow (Level 1), Shadow Fang (Level 1)


[ Sihir : Sihir Bayangan Tingkat Atas (Level 1), Mata Bayangan (Level 1), Sihir Teror (Level 1), Shadow Storage (Level Max), Greed (Pasive) (Level 1). ]


Beberapa bertambah dan satu hal yang mengejutkan adalah Smoll Form. Maksudnya?


"Senka, apa kau bisa membesar?" ucapku menatapnya menyipit.


"Myu?" Dia memiringkan kepala tidak mengerti.


Apa dia tidak tahu? Senka baru satu tahun kurang, jadi tidak mungkin bisa langsung besar.


"Baiklah, Sepertinya aku akan menghilangkan kebosanan dengan mengecek beberapa artefak dan benda yang kemarin Senka bawa. Ayo kita lihat.." ucapku memeriksa list layar Storage Shadow lagi.


Jadi aku menghabiskan waktuku dengan memeriksa berbagai barang.


Walaupun begitu, aku merasa itu setimpal.


.........


Paginya.


"Hoamm.. mm?" Aku bangun dari tidur nyenyakku, lalu memeriksa di luar kereta.


Para Ksatria berjaga dan Para pelayan sedang sibuk menyiapkan makanan.


Sepertinya Joseph dan ksatria lainnya sudah siuman.


Jadi aku turun dari kereta dan berjalan ke tenda, tampak ada pelayan yang sebelumnya datang mendekatiku dan membawakanku air di ember.


Perlakuan ramah mereka, membuatku senang.


Kemudian, aku cuci muka dan setelahnya pergi ke tenda di mana Joseph dan yang lain berada.


Kuharap mereka sudah baikan.


.........


Benar saja, Joseph duduk dan melihatku lalu tersenyum.


Kemudian, aku mendekatinya.


"Jadi, Joseph. Bisa beritahu aku, kenapa kau bisa sampai begitu?" ucapku serius.


Dia membuat senyuman kecil dan menatapku.


"Pastinya Tuan Ren penasaran, ya.." Dia tersenyum kecil seakan mau bagaimana lagi.


Jadi dia mulai menceritakan apa yang dia dan para ksatria alami. Wajahnya memberitahuku semuanya.


'Tidak mungkin..'


.........


...[ Continued ]...