
...BAB 25 - BERTARUNG DENGAN KERA PERUSAK...
...◇◇◇...
Monster Rank D, Kera Perusak.
Mereka adalah spesies Kera yang sangat kuat dan suka menghancurkan apapun yang mereka temui. Namun, insting perusaknya timbul saat mereka marah atau kelaparan.
Jadi saat ini, kemungkinan penyebab terbesarnya adalah rasa lapar mereka yang ingin mencari makanan.
Monster ini jika berkelompok, maka tingkat Rank mereka akan meningkat menjadi Rank B.
Lalu aku menerima Quest baru.
[ Quest Langka #2 "Selamatkan Kebun Paman Thomas!" Di terima.]
[ Reward : Mendapatkan Level Pengalaman (Exp), Uang dan Hadiah dari Paman Thomas ]
Akhirnya!
"Huft.. Di mana?" ucapku bertanya sesampai di lokasi.
"Di sana!" Pekerja kebun menunjuk ke segerombol Kera yang dengan ganas memakan tanaman dari kebun.
Paman Thomas terlihat kesal dan tampak frustasi, melihat itu aku menanyainya akan situasi kami.
"Kapan bantuan datang?"
"Kemungkinan sejam atau lebih," ucap Paman dengan serius.
Aku mengangguk, sampai mereka datang aku akan menghabisi para Kera secepatnya.
Ini akan menjadi debut penampilan kekuatan terbaruku!
"Baiklah, aku akan menahan mereka sampai saat itu." ucapku dengan tegas.
Aku menarik pedang besiku dan mulai bersiap menyerang.
.........
...《POV Fiona Asfa》...
Ren Maulana, aku sering melihatnya bersama Kak Amelia. Setiap kali aku mengantar buah-buahan Om Thomas ke Penginapan Killer Rabbit, jarang sekali Kak Amelia terlihat ada di Penginapan.
Sejak kecil, aku memantau kedekatan Kak Amelia dengan Pria itu. Lalu entah sejak kapan, aku menjadi terus memperhatikannya di setiap harinya dan mengetahui apa yang sering dia lakukan.
Saat dia pergi menggembala, pergi keluar desa dan terkadang berkunjung ke Penginapan. Aku mengetahuinya.
Namun, aktivitas yang sering dia lakukan adalah berlatih pedang dan terkadang sihir di padang rumput.
Sihir api adalah spesialisasi Kak Ren, aku pernah melihatnya membuat banyak bola api mengitarinya. Sangat menakjubkan..
Lalu di hari aku membantu Om Thomas, dia datang.
*Blush
"Uh? Iya... !?"
Aku terkejut saat dia memanggil, tapi aku menyiapkan diri berbicara dengannya. Aku sangat tidak terbiasa berbicara langsung dengan Kak Ren. Itu sangat memalukan..
Ketika Kak Ren memberitahu kalau dia membawakan pesanan Om Thomas. Aku langsung pergi tanpa melihat Kak Ren. Ini sangat memalukan.
Aku tidak terbiasa dengan laki-laki, terutama jika seumuran.
Setelah aku memanggil Om Thomas, aku langsung undur diri dan meninggalkan mereka berdua.
"Akhirnya.." ucapku dengan lega setelah urusan Kak Ren selesai.
Karena itu, aku langsung pergi untuk memanen buah semangka di ladang kebun.
Akan tetapi, ada sesuatu yang tampak berbulu dan besar tepat di kebun Semangka.
"Kiiiiiiiiieeekk!!"
Crash!
Mereka dengan ganas menghancurkan kebun dan memakan buah yang ada.
"Eh.." Aku membeku di tempat melihat sosok besar itu, lalu banyak yang datang.
Tidak hanya dua, tiga.. itu terus bertambah.
Karena aku tidak jauh dari mereka, sosok Kera berbalik dan melihatku.
Baak!
Apa yang di depanku sangat menakutkan.
"Kyaaa!!" Aku berteriak ketakutan dan mulai berlari meninggalkan kebun.
Teriakanku membuat para Kera mengaum ganas dan semakin liar, hingga pergi ke ladang lain.
Aku memanggil pekerja yang lain dan memberitahu bahwa ada Monster di kebun semangka.
Salah seorang pergi melaporkannya ke Om Thomas, setelah mengetahuinya.
Monster itu dikenal luas di luar desa, mereka disebut Kera Perusak. Hewan sihir paling brutal dan rakus, karena betapa terobsesinya untuk merusak apapun. Setiap Monster itu lewat, mereka tidak jarang merusak habitat mereka sendiri.
Karena itu, lahan perkebunan ada yang rusak. Juga Monster itu tidak sendiri, ada sekitar puluhan dan mereka semua menerobos masuk.
"Om Thomas..." Aku menemukan Paman dan mendekatinya dengan gemetar.
Di samping Paman, ada Kak Ren. Dia melihat gerombolan Kera dengan serius.
"Um ... Ka-Kak Re, Ren?" Aku memberanikan diri dan bertanya, walaupun terdengar gagap.
"Oh, Fiona? Lebih baik kau pergi dari sini," ucapnya tersenyum.
Aku mengangguk dengan gugup.
"Aku akan membantu melawan mereka, jadi tidak perlu takut. Sampai bantuan tiba, aku akan mengalahkan mereka. Walaupun mungkin tidak semuanya, Hahaha.." ucapnya tertawa dan mengambil pedang di pinggangnya.
Dug Dug Dug.
Jantungku berdebar saat berbicara dengannya, aku sangat gugup sampai kesulitan mencerna apa yang dia bicarakan.
Wajahnya cerah dan dia lanjut bicara dengan tersenyum.
"Tenang saja, aku akan pergi," ucapnya yang mulai bergegas.
"Uh.. iya.." ucapku pelan.
Kurasa, aku hanya bisa menonton dan berharap keselamatannya.
"..."
Belum lama dia pergi, aku menyaksikan pertarungannya.
Baak! Clank! Clash! Baak!
Kak Ren melawan dengan sengit para Kera Perusak. Itu setidaknya memperlihatkan betapa keras dan merusaknya para Kera.
Mereka menyerang dengan ganas dan setiap serangannya membuat lubang besar di tanah.
Kengerian setiap serangannya yang menghancurkan dan ukurannya yang besar membuatku tertegun ketakutan.
"Om.. Kak Ren.."
Om Thomas yang di sampingku menepuk kepalaku dan berkata dengan senyum segar.
"Tenang saja, dia tidak lemah."
Aku mengangguk dengan gelisah dan menatap Kak Ren khawatir.
"Kak Ren.."
Namun, Kak Ren tidak takut dengan mereka.
Dia menyerang Para Kera dengan cepat dan tanpa celah. Seakan dia sudah tahu bagaimana Kera akan menyerang.
Setiap serangannya menembus Kera dan membunuhnya dengan cepat, terkadang dia menggunakan sihir apinya dan membakar para Kera.
Aku dan yang lainnya tidak percaya dengan bagaimana Kak Ren bertarung.
Hanya Om Thomas yang terlihat bangga dan bersorak padanya.
"Woooohhh!!!"
"Kak Ren.."
Kuharap ini akan cepat berakhir.
.........
Wow! Aku merasakan banyak peningkatan!
Level 30 sangat luar biasa!
Aku sudah menaikkan banyak skillku dan menyisakan 5 poin dari 20 poin yang terakumulasi dari setiap naik 10 Level.
Beruntung karena setiap naik 10 Level, aku mendapat 10 poin untuk meningkatkan skillku.
Sekarang Elite Swordsmanshipku sudah mencapai level 8 dan Sihir Api menengahku di level 9 dan sedikit lagi akan naik peringkat.
Terutama Telekinesis yang sudah level 4.
Untuk skill lainnya seperti Blood Contract dan Magic Terror. Aku tidak menaikkan keduanya, karena takutnya akan membutuhkan banyak mana dan pengorbanan. Melihat bagaimana Blood Contract bekerja.
"Huft!" Aku melompat di udara dan menghindari setiap pukulan ganas Kera Perusak.
Baam! Baak! Baam!
Tanah hancur di tempat pukulan mendarat, lalu pukulan lain melesat lurus kearahku.
Aku menggunakan Telekinesis untuk mengontrol setiap bebatuan di sekitarku dan menembaknya ke Kera yang datang menyerang.
Woosh! Baak! Baak! Baak!
"Kiggah?!"
"Bagus!"
Aku mulai menambah kecepatan dan mengendalikan pertarungan.
Lama-kelamaan, aku mulai terbiasa dengan ritme pertarungan.
Setiap serangan Kera Perusak hanyalah pukulan kasar dan terkadang mereka menggunakan Skill Roar mereka
Skill Roar ; adalah Skill teriakan yang mampu membuat musuh tertegun atau memberi debuff ketakutan kepada musuh.
Karena setiap teriakannya akan menimbulkan efek takut dan membuat korban akan jatuh dalam keadaan ketakutan.
Namun, karena skill itu mirip dengan sihir Teror. Jadi aku bisa meniadakannya dan membunuh Kera saat itu juga, tanpa terkena debuff.
Karena alasan itulah, beberapa Kera tidak menggunakan skill Roar mereka.
Pertarungan ini akan cepat berakhir.
Namun.
Baak! Creaak!
"Hm?" Suara yang keras dan kasar terdengar jauh di dalam hutan.
Para Kera perusak tampak terkejut dan langsung pergi dengan panik.
Creeeaak! Baak! Baak! Baam!
Suara yang membuat setiap bulu kuduk terangkat dan suasana yang mencekam.
Membuat setiap orang dan para Kera terdiam akan ketakutan.
'Apa sebenarnya itu?'
Aku berhenti bertarung dan terdiam menatap hutan yang perlahan hancur.
Lalu keluar dari sana, Seekor Kera yang sangat besar dan terlihat lebih mematikan dari Kera perusak lainnya muncul.
Tubuhnya berwarna merah kehitaman dan lebih gelap dari Kera biasanya.
Aura mengintimidasi keluar darinya.
[ King Ape of Destruction ]
[ Level 80 ]
[ Monster Tingkat AA ]
[ Gelar : Sang Penghancur ]
Monster itu menatapku dengan angkuh.
"Geh, lawan yang menyebalkan.." ucapku menyeringai.
Sepertinya aku harus bertahan, lebih lama lagi.
[ Quest Rahasia #2 "Darurat! Raja Kera Perusak Muncul! Kalahkan sebelum terlambat!" ]
[ Reward : Exp dan Hadiah Misterius ]
Quest Rahasia!
*Menyeringai
Sepertinya, aku harus meladeninya.
.........
BAAM! BAAM! BAAM!
Serangan yang sangat kuat dan mematikan terus menerjang kearahku.
Ledakan yang keras dan lubang besar di tanah, membuktikan betapa kuatnya Monster itu.
"Kuh.."
Rasa sakit akibat dampak serangan Raja Kera terasa menyakitkan dan membuatku kesulitan.
Ini lebih sulit dari yang aku duga.
"Kera sialan ini kebal sihir Teror, sial.." ucapku mencemooh.
Aku berulang kali melempar sihir Teror ke arah Raja Kera, tapi hasilnya nihil dan sihir ku mampu di tahan oleh Monster itu.
Setiap serangannya memberi dampak menakutkan, walaupun ada sebangsanya yang berada di dekatku.
Dia tidak segan-segan membuatnya menjadi bubur, demi mengenaiku.
"Apa masih lama??" ucapku menghindari semua serangannya.
Aku menunggu dan menunggu, tapi sepertinya aku semakin dalam bahaya. Manaku terkuras banyak dan Pedangku terkikis semakin lama pertarungan ini berlangsung.
Mata Raja Kera semakin memerah dan memancarkan api, sepertinya Kera ini juga sudah tidak sabaran.
Kenapa Monster kuat tidak bisa bersabar saja..
"Grwooooaaaa!!"
Pekikan teriakan yang keras mengejutkanku dan para Kera. Aku tertegun dan tubuhku gemetar ketakutan.
Sialan, terlalu kuat!?
Raja Kera berlari dengan marah dan melompat tinggi mencoba menyerang kearahku layaknya Palu raksasa yang menghukumku.
Gah, Sialan..
Apa aku akan mati lagi?
Klaang!
Suara keras terdengar di depanku, sosok yang menangkis pukulan berat Raja Kera berada di depanku.
Rambut perak yang berkilau dan tampak familiar.
Sosok wanita dewasa yang dengan anggun menahan serangannya dengan pedang panjang yang tipis, Rapier.
Wanita ini..
"Kau tidak apa?" ucapnya datar.
"..."
Aku tidak tahu harus lega atau tidak, tapi..
Wanita itu..
The Boring White. Itu dia..
.........
...[ Continued ]...