The Great Adventure In World Of Sword And Magic.

The Great Adventure In World Of Sword And Magic.
Chapter 29 - [ I'm Strong After All ]



...BAB 29 - AKU KUAT SETELAH SEMUANYA...


...◇◇◇...


Tok Tok Tok


Suara mengetuk terdengar dari luar pintu kereta.


"Permisi, Tuan Ren," ucap Joseph berbicara di luar.


"Apa sudah selesai?" Tanyaku, membuka pintu.


"Iya, Tuan. Kita bisa pergi, setelah mengikat mereka ke gerobak," ucapnya dengan senyum ramah dan memperlihatkan bawahannya mengikat para bandit.


Aku mengangguk dan dia meminta izin untuk pergi membantu para bawahannya.


"Saya undur diri, Tuan Ren," ucapnya yang kemudian pergi menuju bawahannya.


Di dalam kereta.


"Fuh.." Aku menarik nafas lega dan bersandar di kursi dengan Senka yang tertidur di sisiku. Imutnya malaikatku..


Lalu, aku mengambil sesuatu di sampingku dan menatapnya dengan santai.


"Hmm ... benda ini berfungsi dengan baik. Sayang kalau aku menjualnya, walaupun mungkin aku akan memiliki status yang baik di mata Gereja," ucapku mengangkat tongkat pendeta suci.


Tapi jika kuperhatikan, bukannya ini akan menjadi milik Amelia nanti? Dia sepertinya menggunakan tongkat ini dulu saat menjadi Pendeta Suci.


Namun, kapan tepatnya? Sepertinya aku pernah mendengar berita mengenai tongkat ini di masa depan yang lalu. Hmm..


"Sudahlah, sekarang ini milikku. Juga aku bisa memberikan padanya kapanpun," ucapku menggenggam kuat tongkat suci.


"Umyu.." Senka memelukku dengan senyum polosnya.


"Uwaah.. Malaikat kecilku.." Aku mengusap kepalanya dengan lembut.


Tapi, melihat deskripsinya. Aku bertanya-tanya mengenai tongkat Sakti ini.


[ Wisdom Church's holy Priest's Scepter (High Grade) ]


[ Sebuah tongkat suci milik Wisdom Church. Memiliki afinitas tinggi dengan energi Kudus dan Memberi efek penenang dan anti debuff mental. Tongkat ini memiliki skill khusus untuk Pendeta Suci. ]


Begitu deskripsinya..


Tapi, aku ingin tahu bagaimana ini akan bekerja jika kuberi ke Amelia? Namun, dia belum mengalami kedewasaan.


Haruskah aku menunggu saatnya tiba? Aku tidak tahu, tapi untuk sekarang aku harus melihat bagaimana ke depannya dulu.


"Lalu.." ucapku meletakkan tongkat ke sisi kananku.


Aku melihat ke beberapa Barang misterius di layar penyimpanan bayangan dan tidak tahu lagi apa itu semua.


[ Cursed Ring (Monster Transformation) ]


[ C Rank Magic Monster Eggs (Ada 8 seluruhnya) ]


[ Nostradamus Book ]


Ketiga rampasan yang ditemukan Senka di gua, paling memikatku. Ketiganya memiliki fungsi dan kegunaan yang bagus.


Terutama Cursed Ring dan Nostradamus Book.


Untuk Telur, di tulis kalau itu tidak bisa menetas kecuali ada yang mengeraminya. Mirip dengan Telur Senka dulu. Dierami Demon dan diteteskan oleh darahku, itu yang Senka mungkin rasakan(?)


[ C Rank Magic Monster Eggs (8) ]


[ Telur berisi Monster sihir Rank C dengan Level awal Level 30 - 39 setelah menetas. Berisi beragam Monster, namun paling menonjol adalah spesies kadal dan Burung. Belum bisa menetas, kecuali ada yang mengerami Telur dan diberi darah sang ibu (siapa saja bisa). ]


Aku ingin tahu, apa semua monster sihir unggas atau reptil perlu melakukan ini untuk menetaskan telurnya? Begitu merepotkan.


"Lalu.. Cursed Ring.. Hmm.." ucapku menatap layar.


[ Cursed Ring (Monster Transformation) ]


[ Cincin terkutuk, membuat Pengguna bisa berubah menjadi Monster yang telah masuk ke dalam cincin terkutuk. Saat ini : Rock lizard. ]


[ Dibutuhkan bagian tubuh Monster, hanya bisa digunakan satu spesies saja setiap cincin. ]


[ Cincin pasangan. ]


Hmm..?


Kadal batu? Spesies Monster sihir Rank C?


Sepertinya perubahannya membuat pemakainya menjadi seekor Lizardman atau sejenisnya, ya..


Terus..


Apa maksud Cincin pasangan ini? Mungkinkah aku bisa menemukan yang lainnya juga??


Terakhir dan yang terdengar keren.


[ Nostradamus Book ]


[ Buku sihir milik Pahlawan Kuno, Nostradamus. Memiliki kemampuan untuk meramalkan sesuatu yang di masa depan, dengan harga yang tergantung persembahan yang diberikan. ]


[ Masa depan yang tertulis : 10 ]


Sudah ada isinya? Kurasa karena sebelumnya ada yang menggunakannya sampai akhirnya diambil oleh Senka.


Hmm... Coba kulihat..


Aku membuka buku Nostradamus dan melihat apa isinya.


Halaman pertama berisi 3 kalimat.


[ Hujan meteor terjadi di Kota Asbia ; 783.03.12 ]


[ Penyakit kegelapan menutupi Benua Timur ; 788.11.26 ]


[ Bangkitnya Pemberontakan di Kerajaan Yestes ; 812.01.13 ]


Wow.. Ini semua pernah terjadi?


Tahun, tanggal dan harinya lengkap seakan buku ini berasal dari waktu itu.


Walaupun aku tidak terlalu yakin dengan ramalan ini, tapi Buku ini benar adanya.


Pahlawan peramal abad ke-7, Nostradamus.


Kurasa aku bisa melihat apa yang terjadi di tahun 879 ini, jika aku memberi buku ini persembahan.


Tapi persembahan apa? Benda? Makanan? Atau sesuatu yang berkaitan? Aku tidak tahu, sampai aku mencobanya.


Lalu aku membalik ke halaman kedua, ada 3 ramalan tertulis di halaman itu dan di halaman ketiga ada 3 ramalan juga yang berbaris.


Halaman 2


[ Runtuhnya Kerajaan Osona ; 813.02.11 ]


[ Naga Merah bersarang di Kota Diagoros ; 814.12.12 ]


[ Tanah subur di kota Raffon ; 816.08.09 ]


Hmm..


Halaman 3


[ Raja Kerajaan Allano berselingkuh dengan Pelayannya ; 820.01.02 ]


[ Babi pak Sorka laku terjual murah ; 821.12.05 ]


[ Makanan hari ini tidak enak ; 824.08.09 ]


Err.. Apa ini?


Dengan agak heran, aku membalikkan ke halaman keempat di mana ada satu ramalan dan ini baru.


[ Bangsawan kaya kerajaan Yu Deila membawa Barang berharga di hutan Alta ; 879.02.11 ]


Dua hari lalu? Jadi..


"Mungkinkah, pemilik sebelumnya adalah Bandit atau Penjahat di hutan ini??" ucapku menebak.


Hutan yang sedang kami lewati adalah Hutan Alta, di sekitaran Kota Magna yang sebentar lagi kami sampai.


"..." Aku menatap ke Gadis kecilku.


Senka menemukannya di gua tidak jauh dari sini, tapi di mana itu?


Aku mencoba berdiri perlahan untuk tidak membangunkan Senka.


"Umyu? Papa?"


Tapi, tetap saja Senka terbangun dan menggosok matanya mengantuk.


Dia melihatku dengan mengantuk, aku tersenyum lembut dan menepuk kepalanya.


"Ah, maaf membangunkanmu," ucapku mengelus kepalanya.


"Myu~ Uu, Papa mau kemana?" Tanya Senka mengusap matanya.


"Tidak kemana-mana, hanya mau keluar. Senka bisa tidur di bayangan Papa kok," ucapku tersenyum.


"Baik!" ucapnya langsung menyelam ke dalam bayanganku.


Lalu, karena aku senggang. Lebih baik sekarang aku bertemu dengan para bandit itu dulu.


Aku membuka pintu dan turun dari kereta, para ksatria melihat kearahku.


"Joseph." Panggilku.


"Iya, Tuan?" ucap Joseph mendekat.


"Aku ingin menemui Pemimpin Bandit," ucapku dengan serius.


"Baik," ucapnya tegas, lalu dia membawaku ke para bandit.


Para bandit diikat hingga hanya kakinya saja yang bisa digerakkan, mereka semua duduk di atas gerobak dengan wajah kelam.


Salah satu orang yang familiar terlihat melotot kearah kami, namanya Jason.


'Ah, pria ini.. Salah satu bawahan dari pria itu, kupikir mereka tidak akan berbuat jahat lagi.'


Aku mendekatinya, Aura Teror telah aktif.


Joseph tertegun dan melihat padaku bertanya dengan ngeri.


"Tu-Tuan, a-apa yang.."


"Tenang saja, mendekatlah," ucapku santai.


Joseph menelan ludah dan mendekatiku.


Aku memberinya sihir Teror 'Buff in Terror Magic' yang seketika dia ternetralkan dari debuff ketakutan.


"Apa.. tadi itu.." Dia tampak heran, tapi sepertinya sudah tidak apa-apa.


Jadi aku mendekati pria bernama Jason itu.


Dia awalnya tidak menyadarinya, tapi saat aku ada di depannya. Wajah angkuhnya menjadi pucat dan ketakutan menyelimutinya.


"Ka-Kau..." Dia tampak sangat ketakutan, sampai-sampai mengompol di celana.


"Halo, sudah lama ya.." ucapku perlahan mencoba menyentuh dahinya.


.........


[ Terror Magic naik level 3 ]


[ Tier 1 -> Tier 2 : Nightmare (baru) ]


Hoo..


"Jadi aku melakukan hal benar, ya.." ucapku tersenyum menatap layar yang muncul.


Aku menatap ke Jason yang runtuh dengan wajah penuh ketakutan dan Teror. Lalu anak buahnya menjadi histeris dan ketakutan, sampai mereka sukarela memberitahu markas dan semua yang aku tanyakan.


Seringai lebar terbentuk di wajahku.


'Mudah sekali..' ucapku dalam batin.


Semua orang selain aku berkeringat dingin melihat apa yang terjadi. Lalu, Joseph datang ke sampingku.


"Tuan Ren.." Joseph di sampingku agak bingung untuk takut atau tidak saat melihatku.


"Tenang saja, aku tidak melukainya kok," ucapku dengan tersenyum.


'Benar, aku tidak melukainya, tapi mentalnya,' ucapku dalam hati.


Karena sudah seperti ini, aku akan menanyainya beberapa hal lain.


"Beritahu aku semuanya, atau ingin melihat mimpi buruk?" ucapku menarik rambut Jason.


Matanya penuh ketakutan dan seakan ingin sekali menangis, wajahnya memucat dan dia terkencing di celana.


Aku hanya menatapnya tanpa berkedip.


"Tidak menjawab?" ucapku melotot padanya.


Tetap dia tampak ketakutan dan tak bicara selain memohon melepaskannya.


"Begitu.. Nightmare," ucapku singkat.


"Hiiiiiiii?!?" Teror menghantuinya.


.........


"Jadi seperti itulah, ada bandit lain di sekitar sini. Joseph," ucapku mengakhiri interogasi.


Joseph mengangguk dan berbalik memandang Para Ksatria di belakang.


"Kalian! Selesaikan ini dengan cepat!" Teriak Joseph.


"Iya!!" Para ksatria bergegas mempersiapkan diri.


Aku tersenyum dan menatap ke Para bandit yang sangat ketakutan. Mereka seakan melihat Mimpi buruk di depannya.


Aku mendekati mereka.


"Mumpung begini, beritahu aku. Apa artefak gelang dan bola yang di makan ketua kalian itu?" ucapku pada para bandit dan menunjuk pria yang terbaring dengan menyedihkan itu.


Mereka mengangguk dengan cepat.


"Bagus. Katakan semuanya," ucapku tersenyum.


Lalu mereka mengatakan apa yang mereka tahu.


Artefak bernama Alisco, sebuah artefak sekali pakai dengan menggunakan darah para Giant dalam menggunakannya.


Lalu permen berbentuk kelereng yang dimakan Jason adalah Inti Para Giant.


Artinya, dengan Artefak Alisco yang membuat mereka menjadi Giant untuk sementara, lalu jika memakan Inti Giant akan membuatmu menjadi Giant seutuhnya.


Jadi Artefak ini lebih rendah dari Cursed Ring milikku.


Aku mengambil pecahan Artefak Alisco.


[ Keberadaan Fragmen Giant ditemukan. ]


[ Ingin menggunakannya sebagai Makanan Senka? ]


Hah?


Apa maksudnya ini??


"Makanan?" ucapku spontan.


"Hiii??!" Bandit di dekatku menjerit ketakutan, seakan aku membicarakannya.


Aku mengabaikannya dan pergi memasuki Kereta kuda, Para ksatria dan Joseph pergi menuju ke arah gua berada dan meninggalkan aku dengan bawahannya yang menjaga kereta.


"Hmm.. Lakukan," ucapku menatap layar yang masih mengambang itu.


[ Diterima ]


Lalu beberapa artefak itu lenyap dan berubah menjadi sekantung berisi batu berwarna merah.


[ Giant Blood Stone ]


[ Batu yang berisi darah para Giant. ]


Apa ini bisa dimakan??


"Lebih baik, aku menyimpannya dulu untuk sekarang," ucapku memasukkan Batu darah itu ke Storage Shadow Senka.


Lalu, aku hanya perlu menunggu kabar baik dari Joseph.


.........


...《POV Joseph Magia》...


Di Pintu Masuk Gua.


Kami sampai di depan Gua yang para Bandit itu katakan dan memasukinya.


Tapi, tidak ada yang hidup di dalam sana.


"..." Aku terkejut dengan yang terjadi di dalam gua.


"Tidak mungkin.." Rekanku menatap gua dengan heran.


Begitu aneh dan misterius.


Setiap kali kami masuk lebih dalam, mereka yang tersisa sudah mati dan seakan sudah dimakan oleh sesuatu.


'Apa yang terjadi?'


Perlahan kami sampai di ujung gua.


Banyak mayat dan di sebuah tahta batu, terlihat seseorang di sana.


Kami melihatnya.


Seorang Gadis muda berambut perak, dia memeluk seseorang dan kemudian menjatuhkannya.


Pria itu mati.


'Apa ini semua??'


"Semua bersiap!!" Teriakku dengan keras.


Para ksatria mulai bersiap melawan.


"Are, ada tamu?" Suara itu terdengar dekat sekali.


Aku langsung menebas ke samping kananku.


"Hmm?" Gadis itu berdiri di depanku dan menatapku.


Aku membuat kuda-kuda dan menarik pedangku ke arahnya.


Namun, Dia hanya tersenyum dan mata merahnya menatap kami dengan agresif.


"Aku lapar.." ucapnya dengan tersenyum lembut.


"Semuanya-.."


Gigit. Sluurp.


Dia seketika menggigit rekan di sampingku.


Taringnya menembus jirahnya dan dengan leluasa menghisap darah rekanku.


"Serang!" Teriakku dengan sigap maju ke arah Gadis, tidak Monster itu.


Ksatria yang dia gigit jatuh dan terlihat masih hidup. Tapi kondisinya mengerikan.


"Sial!!" ucapku kesal.


Kami melawan, tapi beberapa tumbang.


'Apa yang terjadi?! Kenapa?!'


Dia tidak menargetkanku, tapi semakin lama. Kondisi kami semakin tidak menguntungkan.


Semakin lama, aku terdesak dan meminta yang tersisa keluar dari gua.


Lalu, ketika sudah di pintu keluar gua.


Vampir itu terhenti, tapi wajahnya berubah.


Cakar tajamnya memanjang dan dia menjadi lebih buas dari sebelumnya.


'Tidak mungkin..' Aku tertegun melihatnya mengalahkan semua rekanku dalam sekejap.


Namun, ketika dia menyisakan aku sendiri.


Dia terlihat bingung.


"Bau ini?" Dia menatap ke utara, itu tempat Tuan Ren berada.


"Tidak akan kubiarkan!" Melihat kesempatan, Aku langsung melompat menyerang ke arahnya.


Tapi..


Jleeeeb!


"!?" Aku tertusuk di perutku.


"Buagh!" Aku memuntahkan darah dan menatap ke Monster yang menusuk perutku dengan tangannya itu.


"Kau beruntung." ucapnya yang melepaskan tangannya dariku dan melemparkanku menjauh.


Dia seketika melompat ke atas pohon dan melompat lagi ke pohon lain hingga menghilang ke dalam hutan.


"Buaaghh.." Aku memuntahkan darah lebih banyak, rasanya sakit..


Perutku panas..


"Tuan Ren.. maafkan.. aku.." ucapku perlahan penglihatanku memudar.


Saat aku akan pingsan, aku samar-samar mendengar suara anak kecil.


"Myu?"


.........


...[ Continued ]...