
Carmilla mencoba untuk melepaskan serangan cahaya tetapi Vania menahannya menggunakan kedua tapaknya sehingga ia menatap dirinya dengan iris mata yang memancarkan cahaya merah, tubuhnya saat ini diselimuti dengan darah yang berkumpul di atas langit sehingga Carmilla merapatkan giginya dan mencoba untuk melakukan kemampuan pantulan ke arah anggota The Black Messiah yang menonton dari belakang.
Pantulan itu gagal ketika punggung Vania mengeluarkan banyak sekali darah di sekitarnya bahkan sampai mengeluarkan sayap untuk sementara agar ia tidak bisa pergi kemana-mana, Carmilla bisa melihat mulut bertaring yang berbentuk seperti bayang di atas kepala Vania dan bahkan kedua tapak tangan di tangan kanan dan kirinya. Diam-diam Vania dibantu oleh seluruh anggota dan hanya dirinya yang dapat menahan beberapa serangan dari Carmilla.
Hanya mengandalkan satu kesempatan, Bloodlust, dan keberuntungan. Semoga saja semua rencana yang akan mereka lakukan berjalan dengan lancar, Vania sempat menarik nafas dalam-dalam lalu menghembus-nya pelan karena pertarungan terakhir akan di mulai sekarang. Jika ia kalah maka semuanya berakhir sekarang juga, Carmilla mengepalkan kedua tinjunya bahkan mulutnya dipenuhi dengan taring tajam dan wajahnya terlihat mengerikan sekarang.
Vania tidak merasa takut karena semua perasaan itu tidak pernah ada ketika ia tinggal dengan keluarga yang terus menyiksa dirinya, ia tidak pernah takut dengan apapun karena sudah terbiasa. Vania hanya menakutkan satu hal yaitu kalah dan Carmilla tidak terlihat meyakinkan dan mencoba untuk menakuti dirinya dengan mencoba untuk menang. Carmilla melesat menuju arah Vania lalu ia melancarkan beberapa serangan tetapi ia menahannya menggunakan kapaknya.
Carmilla mencoba untuk melakukan pantulan ke dalam mata Vania tetapi ia langsung menghancurkan kedua matanya, "Dasar bodoh!!! Kau tidak akan bisa melihatku sekarang... serangan-mu tidak akan bisa mengenai diriku!!!" Carmilla melancarkan beberapa serangan yang berhasil untuk melukai dirinya tetapi Vania masih bertahan sehingga ia menangkap tubuh Carmilla menggunakan [Torturing Arms], ia melemparnya ke atas langit agar ia tidak melakukan sesuatu yang aneh di sekitarnya.
Haruki mengalihkan pandangannya ke arah Yuffie dan Yuffie mengangguk karena ia membatalkan rencana untuk mengeluarkan semua alatnya itu karena Vania merencanakan sesuatu yang lebih baik. Diam-diam Carmilla tidak sadar bahwa rencana sudah berjalan secara langsung dan hanya Vania yang akan menyerang sampai situasi sudah aman, Yuffie mengalihkan pandangannya ke arah Selvia dan Selvia mengangguk lalu mengangkat jempol-nya.
Selvia menatap Lavia dan ia langsung mengangguk, ia menunjuk ke atas dan memperlihatkan gumpalan darah besar yang akan ia berikan kepada Vania. Vania berusaha keras untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Mereka bertarung di atas langit dan Vania terus menerima serangan Carmilla, ia tidak bisa melayangkan beberapa serangan karena tidak bisa melihat sehingga perutnya tertusuk dengan lengan kanan Carmilla yang diselimuti dengan cahaya suci.
Cahaya itu benar-benar melukai Vania bahkan ia memuntahkan darah yang banyak melalui mulutnya, wajah Carmilla dipenuhi dengan darah Vania dan ia langsung menghisap semuanya sampai habis. Setelah itu Carmilla terus menebas tubuhnya menggunakan jari-jari yang bersinar biru itu, ia mencekik leher dirinya dengan sangat erat lalu mengangkatnya ke atas, "Percuma saja, Vania... tidak ada yang bisa mengalahkan diriku, aku berada di tingkatan yang sangat berbeda darimu."
"Kesenangan yang aku sudah rencanakan sejak dulu hancur karena ulahmu benar-benar membuat diriku kesal sehingga aku benar-benar ingin menyiksa dirimu... teriakan yang akan kau keluarkan mungkin sesuatu yang cukup melegakan bagi diriku!!!" Carmilla menghajar Vania beberapa kali sehingga darah yang menyelimuti tubuhnya mulai terserap oleh Carmilla, rencana yang ia lakukan sepertinya tidak berhasil bahkan sampai membuat Lavia bersama yang lainnya khawatir ketika melihat Vania tersiksa seperti itu.
Carmilla mengangkat lengan kanannya ke atas untuk membakar wajah Vania dengan cahaya suci, cahaya itu tidak melukai Vania hanya saja kesucian itu masuk ke dalam tubuhnya sehingga ia mengerang kesakitan, Vania menjerit keras dan itu sudah cukup untuk membuat Carmilla tersenyum lebar sehingga ia terus menghajar tubuhnya beberapa kali dan tubuh Vania dipenuhi dengan luka bakar suci yang membuat dirinya terus merasakan kesakitan.
"INI ADALAH PENGAKHIRAN!!!" Carmilla mengepalkan tinju kanannya lalu ia menghantam dada Vania sambil tinjunya menembus dan keluar melalui punggung Vania, melihat kejadian seperti itu membuat semua orang terkejut sampai Carmilla yakin bahwa Vania benar-benar lemah karena tidak bisa melakukan apapun ketika menerima serangan suci itu. Tidak lama kemudian, Carmilla mencoba untuk menarik keluar lengannya tetapi ia merasakan sesuatu seperti besi yang menusuk lengannya lalu masuk.
"A-Apa!?" Carmilla melebarkan matanya ketika ia melihat lengan kanannya di ikat dengan rantai Void milik Selvia, melihat itu Selvia langsung mengepalkan kedua lengannya sampai seluruh cahaya dan kesucian yang ia miliki mulai terserap, "Kau... sudah masuk ke dalam perangkap abadi, Carmilla..." Kata Vania dengan senyuman yang terlihat serius.
Carmilla sontak kaget melihat tubuh Vania bagian leher sampai keseluruhan berubah menjadi darah yang menyelimuti dirinya sampai menciptakan gumpalan darah agar ia tidak bisa melakukan pergerakan apapun, yang tersisa sekarang hanya kepala Vania yang melayang di atas langit dengan tubuh yang kembali terbentuk karena kumpulan darah yang Lavia persiapkan di atas langit sehingga ia mengangkat kapaknya yang menyerap semua darah itu secara bertahap.
"T-Tidak... tidak mungkin...!? Bagaimana bisa kau...!?"
"Lucu sekali ya, aku merencanakan semuanya dari awal... aku sebenarnya berpura-pura bersikap bodoh agar kau bisa dipenuhi dengan keyakinan bahwa aku tidak memiliki rencana di belakang punggungku. Selama ini, ketika kau menerima seranganku sejak itu, kami sudah mempersiapkan rencana itu..."
"Selvia yang menyembunyikan rantai Void secara diam-diam di dalam tubuhku, untungnya kau tidak menyentuh dan menyadarinya. Bukan hanya itu saja tetapi mata yang aku hancurkan itu sengaja dan aku masih bisa melihat berkat mata yang diberikan oleh Yuffie, semua orang melihat kita bertarung terutama diriku sehingga mata ini menyerap seluruh pertahanan dan ketebalan dirimu agar aku bisa menghajarmu secara habis-habisan!!!" Vania terbang ke atas sehingga Carmilla tercengang ketika melihat kalong besar yang menghantam dirinya sampai membawa dirinya menuju daratan dengan cepat.
Carmilla juga sempat melihat Haruki yang terbang menuju arah dirinya dengan tatapan yang terlihat serius, "Ini yang kau dapatkan, Carmilla!!! Aku akan mengambil sisa darah yang kau serap itu...!!! Dan jawaban terhadap pernyataan cintamu adalah tidak!!!" Seru Haruki keras sehingga ia melancarkan beberapa serangan dan serangan itu langsung menyerap beberapa darah milik Carmilla, setelah itu ia berputar dan melakukan satu tendangan yang mengenai wajahnya.
Carmilla terjatuh menuju daratan, ia tidak bisa melakukan apapun karena kekuatan dan tenaga yang ia miliki terus terserap oleh rantai Void itu yang sudah masuk ke dalam tubuhnya, ia mencoba untuk memisahkan tubuhnya tetapi gumpalan darah di sekitarnya terus menahannya dan bertambah semakin lengket seperti tebal. Tidak ada jalan keluar baginya sehingga Yusa menghantam daratan dan menciptakan tulang tajam yang menusuk punggung Carmilla beberapa kali.
"Kau meremehkan anggota dari organisasi yang bernama The Black Messiah!!!" Seru Yusa sehingga Yuffie mulai bersiul, "Show Time~~~" Satu bola mata besar muncul di belakang tubuhnya untuk menyinari tubuh Carmilla dan menyerap seluruh pertahanan-nya sampai habis sehingga semua pertahanan itu pindah ke dalam tubuh Vania.
Tubuh dan fisik Vania sekarang terasa lebih kuat sehingga kapak yang ia pegang mengumpulkan darah yang banyak dengan menyerap semua darah yang dikumpulkan oleh Vania. Carmilla benar-benar melakukan pergerakan yang salah bahkan ia sendiri sudah tidak bisa melakukan apapun karena penyerapan rantai yang begitu cepat, Carmilla berada di atas daratan dengan ekspresi yang terlihat sangat kesal, ia mencoba sekuat mungkin untuk memulihkan dirinya dan melepaskan semua sihir itu.
"Carmilla!!! Semua ini... kau pantas untuk menerima semua hukuman ini!!! Kau tidak akan bisa lagi mempermainkan Eldritch...!!! Kau tidak akan lagi lepas dan tidak akan melakukan sesuautu yang tidak pantas... aku tidak akan membiarkan dirimu merasakan apa arti dari keabadian dan pemulihan terhadap tubuh Vampir-mu itu!!!" Tatapan Vania terlihat menyeramkan bahkan kedua iris matanya memancarkan cahaya merah sampai tubuhnya dipenuhi dengan gumpalan darah yang mengelilingi tubuhnya.
Seluruh anggota The Black Messiah mulai melayang lalu mengumpulkan semua kekuatan sihir untuk meluncurkan serangan sihir secara bersamaan, Vania melesat cepat menuju arah Carmilla sehingga ia melepaskan gelombang cahaya suci ke arah Vania tetapi ia berhasil menahannya berkat bantuan dari dukungan Yuffie dalam peningkatan pertahanan dan darah milik Lavia sehingga ia mengangkat kapak-nya lalu menghantam tubuhnya dengan penuh tenaga.
"MATI!!!" Vania mulai mengerahkan serangan bertubi-tubi menggunakan kapak-nya itu.
"UAGGHHHHHH!!!"
"MATI!MATI!MATI!MATI!MATI!MATI!MATI!MATI!"
"MATI!MATI!MATI!MATI!MATI!MATI!MATI!MATI!"
"HARRRGGGGHHHHH!!! MAAAATI!!!!"
Seluruh anggota The Black Messiah diminta oleh Vania untuk mengerahkan seluruh sihirnya karena tubuh Vania dapat menahan semua serangan itu berkat bantuan Lavia dan Yuffie, semua gelombang sihir itu mereka melepaskan secara bersamaan sehingga mengenai tubuh Carmilla dan Vania secara bersamaan lalu membakar tubuh mereka secara bertahap, Vania tidak bisa merasakan apapun karena tubuhnya itu sehingga ia terbang ke atas lalu memutarkan kapaknya.
"INI ADALAH KEKUATAN TEKAD KAMI, CARMILLA!!!"
""THE BLACK MESSIAH!!!"" Seru semua anggota The Black Messiah sehingga Vania melempar kapak itu ke arah Carmilla sehingga kapak itu memancarkan cahaya merah yang menyelimuti tubuh Carmilla, setelah itu Vania melepaskan kepalanya lalu ia melemparnya ke arah tempat yang aman untuk melakukan pemulihan dengan damai.
Terjadilah ledakan besar yang tercipta dari semua gelombang yang bergabung menjadi satu itu, Yuffie melindungi planet itu dengan mengeluarkan sihir tanaman dan meminta bantuan peri untuk menyelimuti planet ini dengan tanaman yang memperbaiki semua kehancuran yang ada. Pertarungan berakhir begitu saja, kemenangan berada di tangan The Black Messiah dan takdir Carmilla sungguh buruk saat ini karena mereka bisa melihat dirinya yang membeku dengan darah di atas daratan.
"Hah... hah... hah... apakah kita berhasil...?" Tanya Vania.
"Semuanya aman, aku tidak merasakan keberadaan Carmilla dimana-mana... nyawanya sudah pergi tetapi tubuhnya membeku karena kemampuan dari kapakmu itu... ini benar-benar kemenangan yang harus kita rayakan." Ucap Haruki sehingga ia berlutut di atas tanah karena semua yang ia lakukan berhasil, berkat bantuan dari kebersamaan The Black Messiah, ia tidak menyangka bekerja sama dengan seseorang yang berbeda dengan dirinya memiliki hasil yang cukup baik.
"Wah, sepertinya dia pantas juga menjadi patung di rumah yang aku miliki loh... aku bawa pulang ya." Kata Yuffie sambil memegang erat patung itu dan ia langsung menghancurkan-nya dengan mengubahnya menjadi tanaman, mereka semua menatap dirinya dengan tatapan suram mungkin ia melampiaskan amarahnya tadi.
"Ini benar-benar kemenangan yang harus kita rayakan ya, The Black Messiah!" Kata Lavia.
"Hm, benar sekali." Jawab Vania dengan sebuah senyuman sehingga ia mengingat Aldebaron, mereka semua juga sempat terkejut ketika Vania memanggil namanya itu. Yuffie menunjuk Aldebaron yang berada dekat dengan tanaman tinggi yang ia ciptakan, mereka semua segera menghampiri dirinya yang terlihat baik-baik saja tetapi tubuhnya dipenuhi garis hitam bahkan ia tidak akan bisa selamat karena segel itu yang mencoba untuk menyegel dirinya.
Aldebaron menunjukkan senyuman terakhirnya kepada mereka semua karena ia masih bisa bertahan hidup sama sekarang, "Kerja bagus... ini adalah hasilnya... hasil yang sudah kalian lakukan... rencana yang sudah kita rancang bersama-sama... walaupun membutuhkan revisi milik Vania..."
"Rayakan semua kerja keras ini... semuanya benar-benar melakukan yang terbaik... untuk sekarang planet--- tidak, dunia ini dipeluk... dengan kedamaian yang berarti... kalian... tidak perlu bertarung lagi... beristirahatlah untuk mempersiapkan diri dengan ancaman selanjutnya..."
"...sekarang, rayakan... bersenang-senanglah... ini... adalah..."
"...hasilnya." Tubuh Aldebaron berubah menjadi debu hitam sehingga membuat mereka semua terkejut sampai sebagiannya menangis, Yusa dan Haruki mencoba sekuat mungkin untuk tidak menangis dengan mengalihkan pandangan mereka sehingga mereka bisa melihat seluruh wilayah dan desa terbangun kembali berkat tanaman yang Yuffie panggil.
Kematian Aldebaron benar-benar tidak bisa diubah, takdir adalah takdir, walaupun takdir itu menyakitkan setidaknya di balik takdir kesakitan terdapat kemenangan dan hasil agar mereka bisa menghentikan ancaman yang bisa disebut besar jika tidak dicegah dari awal. Carmilla sudah mati, arwah-nya menghilang ketika ia menerima semua serangan dahsyat dan hanya menyisakan tubuhnya itu yang membeku karena darah yang dikeluarkan oleh kapak Vania.
Sekarang Aldebaron harus gugur karena segel mematikan yang ia gunakan, dengan tubuh yang terluka dan lemah semua itu harus terjadi. Hari ini juga, di hari spesial untuk seluruh bangsawan Camellia. Dua Vampir yang benar-benar bermakna dengan memiliki sejarah yang mendalam, kedua arwah itu menampakkan diri mereka masing-masing di hadapan seluruh anggota The Black Messiah bahkan semua mengejutkan mereka semua.
"A-Aldebaron...?" Yuffie terkejut ketika melihat arwah putih Aldebaron yang sedang menatap mereka semua selagi bergandengan tangan dengan arwah lainnya yaitu Camellia.
"C-Camellia..." Kata Vania dengan ekspresi yang tidak bisa mengeluarkan satupun kata.
Kedua arwah itu mengangguk dan mencoba untuk memberi mereka motivasi untuk ancaman yang akan mereka lawan nanti, saat ini dunia Vampir masih berada di situasi yang belum begitu damai karena masih terdapat beberapa Eldritch yang harus mereka basmi. Itulah kenapa The Black Messiah lahir, hanya untuk membasmi mereka semua. Kedua arwah itu perlahan-lahan melayang ke atas langit sehingga menghilang menjadi udara.
"A-Apakah itu tadi semacam ilusi...?" Tanya Haruki.
"Itu adalah wujud Astral yang hidup bahagia... karena sudah mencapai seluruh tujuannya." Jawab Yuffie dengan senyuman yang tertera di wajahnya. Mereka semua merapatkan kedua tapak mereka lalu menundukkan kepala mereka masing-masing untuk menunjukkan kehormatan besar kepada seorang kepala pelayan dan kepala bangsawan yang sudah memulai segalanya dari awal tanpa mereka maka semuanya bisa berubah menjadi buruk.
[Camellia Gugur - Aldebaron Voin Zan Gugur.]
Hari ini adalah hari yang begitu panjang karena di hari yang seharusnya menyenangkan dan dipenuhi dengan perasaan damai berubah menjadi hari yang dipenuhi dengan rasa sedih karena sudah kehilangan dua anggota hebat, seorang kepala bangsawan yang memulai bangsawan dengan memberi nama Camellia, tujuannya adalah untuk mengadopsi beberapa orang lalu memberi mereka dengan nama Von Camellia, aku bisa disebut salah satunya.
Seorang kepala pelayan, sejarah mengatakan banyak tentang beliau bahwa beliau sudah mencapai banyak hal sejak kecil. Lahir dengan harga diri sebagai seorang pelayan yang siap untuk melayani siapapun, dirinya hanya bisa loyal kepada satu orang gadis yang sangat ia cintai yaitu Camellia. Mereka hidup bahagia sejak dulu karena dapat mengatasi semua tujuan dan tugas mereka dengan mudah sehingga semuanya berakhir disini, cerita dan sejarah yang mereka harus tulis berakhir hari ini dan sekarang juga.
Semua orang yang mengenal Aldebaron dan Camellia datang hanya untuk mengunjungi pemakaman yang sangat besar, aku tidak menyangka akan melihat banyak bangsawan Camellia yang berbeda-beda bahkan setiap ras datang hanya untuk memberi rasa kehormatan besar kepada dua pasangan itu yang sekarang mungkin hidup bahagia di atas sana. Aku juga melihat banyak sekali pelayan datang dan mengenakan pakaian mereka untuk menunjukkan rasa hormat dan harga diri sebagai seorang pelayan yang sudah dilatih oleh Aldebaron.
Aku mengenal banyak orang disitu bahkan aku sempat melihat seorang pahlawan Touriverse yang bernama Shiratori Shira datang hanya untuk mengunjungi Haruki, mungkin Haruki sempat memberitahu mereka bahwa ia berhasil mengalahkan Carmilla dan Aldebaron sepertinya harus mati sekarang. Walaupun Shira tidak mengenal Aldebaron dan Camellia, setidaknya mereka datang untuk menunjukkan rasa hormat kepada seseorang yang sudah berperan penting sejak dulu.
Haruki sempat menghubungi seorang gadis yang memiliki julukan Ratu Touriverse, sayang sekali ia tidak bisa datang karena Shira memberitahu dirinya ratu pergi merantau untuk melakukan tugas yang penting. Semua ini berjalan begitu lambat ketika terjadinya pemakaman terhadap orang-orang yang begitu penting, aku juga melihat beberapa pelayan kuat dan terlihat seperti mengenal Aldebaron dekat, tidak disangka manusia juga berani untuk mengunjungi dunia Vampir, kemungkinan besar karena kedamaian yang sudah terjadi di seluruh dunia dan ras.
Pemakaman berjalan dengan lancar dan perlahan-lahan semua orang pergi untuk melanjutkan aktivitas mereka kembali, beberapa hari sudah berlalu dan The Black Messiah masih bisa dibilang berlanjut. Tujuan utama kita tidak jauh lagi selain mengalahkan seluruh Eldritch yang masih ada, masih terdapat banyak sekali Eldritch Abomination dan Yuffie sendiri yang memberitahu karena ia mengetahui semua informasi itu dari buku yang ia selalu bawa.
Hari-hari ketika aku mengunjungi kuburan Camellia yang aku anggap sebagai ibuku sendiri, tiba-tiba Elvano datang kepadaku hanya untuk melamar diriku. Tentu saja aku akan menerimanya karena kita sudah melakukan kontrak dengan berbagai cara, pernikahan kami diadakan di esok hari dan semua teman yang aku kenal datang terutama anggota The Black Messiah. Istana milik Camellia sudah menjadi milikku dan itu sekarang adalah tempat tinggalku dicampur dengan markas The Black Messiah.
Lima hari mengalami waktu yang panjang dengan membasmi beberapa Eldritch dan menikah dengan Elvano, Yuffie sepertinya biasanya melakukan sesuatu yang diluar kepala seseorang. Seorang Elf cerdas seperti dirinya mengetahui aku yang sedang mengandung seorang anak, ia memberitahu diriku bahwa aku mengandung dua anak kembali yaitu laki-laki dan perempuan.
Yuffie melakukan eksperimen menggunakan kristal waktunya itu, kristal yang dapat melakukan sihir waktu. Ia menggunakan kristal yang ia bawa di rumahnya itu hanya untuk mempercepat proses kelahiran dari kedua anakku. Aku tidak menyangka semuanya akan berjalan dengan lancar dan cepat sehingga lima hari setelah pertarungan yang panjang melawan Carmilla, aku sudah menggendong kedua anakku yang tumbuh begitu cepat karena mereka Vampir.
Lagi-lagi Yuffie tidak sabar untuk mempercepat proses pertumbuhan anakku sehingga Elvano menghentikan dirinya dan menyarankan Yuffie untuk mempercepat proses tumbuhnya dengan mengubah kedua anaknya menjadi seorang anak-anak yang berusia 6 tahun. Semua itu aku setuju karena aku dan Elvano bisa melakukan pekerjaan kami sebagai anggota The Black Messiah sedangkan anak-anak bisa menunggu dan berlatih di rumah agar mereka bisa menjadi anggota juga.
Aku lupa memperkenalkan anakku, yang pertama adalah seorang laki-laki yang keluar duluan bernama [Zein Von Camellia] dan seorang perempuan yang bernama [Victoria Von Camellia]. Kehidupan kami benar-benar berjalan sangat damai dan menyenangkan sehingga satu hari ini kami berencana untuk beristirahat dan menghabiskan waktu bersama anak-anak.
***
Normal's POV
Elvano dan Vania saat ini sedang menatap Zein dan Victoria yang sedang memberikan rasa hormat tinggi kepada kuburan milik Camellia dan Carmilla yang berada di hadapannya, setelah itu mereka menoleh kepada orang tuanya.
""Mama! Papa!"" Mereka menghampiri Vania dan memeluk perutnya sehingga Elvano merasa iri melihat kedua anaknya merebut istrinya darinya.
"Apakah kedua kuburan itu adalah orang yang penting...? Orang yang selalu Mama ceritakan di buku cerita." Tanya Victoria.
"Benar sekali, di dekat kuburan ini juga terdapat banyak sejarah yang terjadi dalam waktu dekat. Mama berhasil mengalahkan seorang Vampir karena bantuan seluruh anggota The Black Messiah." Vania tersenyum.
"Vampir kuat? Seperti apa?" Tanya Zein dan Vania hanya mengelus kepalanya karena ia tidak perlu tahu tentang Vampir yang benar-benar mematikan dan berbahaya.
"Hehehe, Elvano, apakah kita sudah membuat kehidupan itu bahagia?"
"Tentu saja, lihat wajah mereka yang begitu bahagia dan ceria."
"Terima kasih karena sudah mengabulkan semuanya, suamiku." Vania memberi sebuah kecupan di pipinya sehingga membuat Victoria dan Zein cemburu.
""Ahh! Tidak adil, kami juga ingin ciuman Mama!""
"Ahahaha... Iya, kalian juga dapat."
""Yey~""
~The Black Messiah - Arc I~
~Tamat~
"Kamu yakin akan pulang?" Tanya Vania kepada Yusa dan Selvia, mereka memutuskan untuk pulang dan meliburkan diri dalam melaksanakan tugas sebagai anggota The Black Messiah, Yuffie juga sama dan Haruki masih memutuskan akan membasmi Eldritch, ia sekarang tidak bersama mereka karena sedang sibuk mengunjungi sarang Eldritch.
"Ayolah, Vania, jangan sedih seperti itu... Kami tidak akan lama kok, aku baru saja mendapatkan kabar bahwa dunia iblis membutuhkan ratu sepertiku dan iblis takdir seperti Yusa." Selvia menepuk punggung Vania beberapa kali.
"Aku juga sama, Vania. Aku mungkin akan lama karena teman-temanku baru saja memberitahuku bahwa kejadian aneh terus terjadi di tempat tinggalku, mungkin saja ancaman muncul di dunia Elf." Kata Yuffie dengan wajah yang khawatir.
"Kalau begitu aku akan---"
"Jangan repot-repot. Semua ini kewajiban diriku dan kamu hanya perlu tinggal disini bersama anak-anakmu."
"Baiklah, kalau ada apa-apa kalian bisa menghubungi diriku dan Elvano. Kami siap membantu kapan saja." Vania tersenyum kepada mereka.
"Entah kenapa aku sudah merindukan waktu bersama kita, Vania.... Enaknya ya Yusa dan Selvia hanya pergi sebentar." Ucap Yuffie sehingga wajah mereka mulai bersedih karena harus berpisah untuk sementara.
"Banyak sekali yang terjadi ya, kebersamaan kita benar-benar menyenangkan." Kata Lavia.
"Benar sekali, sangat menyenangkan. Walaupun sulit dan menyakitkan, terdapat rasa senang karena kebersamaan ini." Kata Elvano.
Mereka mulai berpelukan, entah kenapa perpisahan pendek ini cukup menyedihkan bagi mereka. Selvia dan Yusa akan kembali beberapa hari tetapi Yuffie akan kembali jika situasi membaik di dunia elf, mungkin kebersamaan mereka benar-benar tidak bisa dipisahkan.
"Jangan sampai kalian melupakan diriki juga ya." Haruki datang dalam waktu yang tepat sehingga mereka tersenyum, "Tidak akan lah."
"Kalau begitu, sampai jumpa semuanya." Yuffie melambaikan tangannya.
"Kita akan bertemu lagi nanti." Kata Yusa.
"Hm! Sampai jump---"
GROAAAAAAAGGGGGHHHHHH!!!
Terdengar suara auman keras yang berasal dari segala arah, planet yang mereka tempati mulai bergetar dahsyat sehingga langit-langit memperlihatkan sesuatu yang besar dengan tubuh berwarna hijau, ukuran yang sangat mengerikan bahlan mereka tidak bisa melihat langit hitam.
"A-A-Apa... itu...?!" Tanya Lavia dengan ekspresi yang terlihat takut.
"T-Tidak mungkin... si-siapa..." Yuffie tercengang ketika melihatnya.
"...yang membangkitkan naga legendaris Oath...?"
~Bersambung - Hanya di Yuusuatouri (Arc selanjutnya tidak menceritakan naga hijau itu, khusus novel sebelah)~
~Arc 2 Dracula - Coming Soon (Nanti diceritakan apa yang terjadi dengan Vania dan naga legendaris Oath itu)~