
Joseon dan Zhabos melebarkan matanya mereka ketika Carmilla baru saja membaca pikiran mereka dan memberitahu mereka bahwa ia tidak akan membantu sampai ia bisa merasakan kesenangannya terlebih dahulu. Carmilla juga memberitahu mereka bahwa ia akan membantu jika kesenangan yang ia rasakan sudah selesai, Joseon dan Zhabos tidak merasa menyesal karena Carmilla sendiri memberi mereka hadiah yang dapat membantu mereka untuk melaksanakan kesenangan mereka.
Carmilla menghisap darah mereka lalu menukarkan darah yang ia miliki ke dalam tubuh mereka agar mereka memiliki darah dari seorang Vampir berdarah dingin seperti dirinya, ia langsung memberitahu Zhabos dan Joseon bahwa mereka aman untuk melakukan kesenangan mereka secara bertahap, ujian yang harus mereka hadapi hanyalah kesabaran dan nafsu mereka karena setiap kesenangan harus dilaksanakan secara proses dan bertahap.
Joseon dan Zhabos tidak merasa untung atau menyesal melainkan mereka merasakan sesuatu yang cukup adil, Carmilla tersenyum karena ia menantikan hal-hal menarik lainnya dari mereka sehingga ia mulai menghilang untuk melatih tubuhnya itu karena berteman dengan seekor Eldritch itu pasti akan memakan waktu yang cukup panjang. Zhabos tidak memiliki urusan apapun lagi dengan Carmilla karena ia sudah mendapatkan apa yang ia inginkan sehingga ia membiarkan Carmilla sendiri agar ia bisa bertambah kuat.
"Apakah kau yakin...? Melepaskan dirinya seperti itu?" Tanya Joseon.
"Tentu saja, tugas kita sudah selesai disini. Setelah aku mengalahkan sang penemu maka tugasku yang lainnya pasti sudah selesai oleh Carmillla, kita hanya perlu melaksanakan kesenangan yang dimaksud oleh Carmilla itu. Ayo, kita pergi... kita bahkan mendapatkan hadiah yang cukup hebat dari gadis itu." Kata Zhabos, Joseon mengangguk lalu menyentuh punggung Zhabos sehingga tubuh mereka diselimuti dengan gelombang emas dan mereka langsung melesat ke atas langit dan meninggalkan alam semesta Zuutouri.
Carmilla yang sedang duduk di atas kepala Eldritch besar mulai tersenyum karena ia merasa tertarik dengan tujuan mereka yang cukup menarik juga, "Aku tidak menyangka bahwa di era ini... Goblin sendiri menjadi seorang dewa dan seorang Manusia dikutuk menjadi seorang Vampir, menakjubkan-menakjubkan! Baiklah, mungkin sudah saatnya aku membiasakan tubuh ini!"
Carmilla langsung melaksanakan kesenangannya dengan melakukan proses, ia ingin berteman dengan semua Eldritch dan menjadikan mereka sebagai peliharaannya agar ia bisa melakukan kesenangan yang sama dengan mereka, tubuhnya yang masih terasa kaku juga ia terus latih agar ia bisa menjadi seorang Vampir selamat dan satu-satunya Vampir yang tidak terpengaruh dengan kepunahan karena ia sendiri yang akan menjadi inti dari semua Vampir, membuat mereka semua punah dan membiarkan satu yaitu dirinya hidup.
Carmilla yang kembali bergerak mampu membuat Camellia sempat khawatir sehingga ia merasakan sesuatu yang mengerikan di dalam dirinya, hari terus berlalu sehingga Aldebaron sempat terkejut dan mengetahui tentang Carmilla yang sudah bangkit dari tidurnya. Ia segera melapor kepada Camellia tentang Carmilla tetapi ia sudah mengetahuinya karena firasat yang selalu ia rasakan itu tidak pernah salah.
Aldebaron berlutut kepada peti di hadapannya sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Bagaimana, nona...? Apa yang harus aku lakukan untuk melayani dirimu, apakah sudah saatnya aku bergerak dan memberi Vampir itu sebuah pelajaran yang kasar?"
"Kau tidak akan bisa menang, Aldebaron... Carmilla adalah Vampir yang sangat kuat, bukan sekedar Vampir biasa melainkan ia mesin pembunuh yang bergerak. Ia melakukan apapun demi memenuhi kesenangan sendiri dan itu benar-benar berbahaya untukmu, lebih baik kita semua berusaha mulai dari sekarang dengan menjalankan tugas kita untuk mengalahkan para Eldritch dan terus berlatih." Kata Camellia, Aldebaron hanya bisa diam karena ia merasa tidak berguna karena tidak bisa membantu untuk mengalahkan Carmilla.
"Percuma saja jika kau diam-diam mencari dirinya, dia sangat hebat dalam bersembunyi dan melarikan diri... tetapi ketika ia mengubah semua itu menjadi agresif maka tidak ada satupun orang yang bisa selamat. Semua ras pernah ia lawan dan tidak ada satupun dari mereka bisa selamat, Carmilla hanya bisa bergerak ketika malam hari dan ia sendiri pernah melawan beberapa orang yang memiliki sihir cahaya tetapi ia masih menang." Perkataan itu membuat Aldebaron kesal sehingga ia bersumpah kepada Camellia bahwa ia akan melindungi dirinya dan menyelamatkan seluruh umat Vampir dari kepenuhan karena ia sudah mendengar beberapa Vampir yang tinggal di desa berbeda sudah terhisap habis sampai menyisakan tulang saja.
"Carmilla... tidak pernah berubah ya, tiga hari ini ia sudah mengorbankan banyak jiwa dengan menyisakan tulang mereka seperti biasanya. Kakakmu benar-benar tidak ada tandingan, seharusnya kita bersyukur dan terus berlatih keras ketika ia sedang tidur." Kata Aldebaron, ia baru saja mengatakan Carmilla adalah Kakak dari Camellia sehingga Camellia hanya bisa diam lalu tersenyum.
"Lebih baik kita menyerahkan seluruh ini... semua ini kepada takdir yang sudah tersedia sejak awal... melihat Vania dan Lavia, aku merasakan potensi yang besar di dalam diri mereka masing-masing, kita hanya perlu menunggu mereka berkembang dan memiliki pengalaman dalam menghadapi apapun itu." Kata Camellia sehingga ia menyarankan Aldebaron untuk memberi mereka semua tugas bersama pelayannya untuk pergi menuju dunia Iblis yang bernama [Zuusuatouri].
"Aldebaron, mungkin mereka sekarang sudah sepenuh pulih dan siap untuk melaksanakan tugas ini... Zuusuatouri saat ini sedang dalam masa kritis dan perang karena iblis yang dapat beradaptasi dan melakukan fragmentasi, Giblis... mungkin sedikit bantuan dari mereka dapat membantu [Truce Order] aliansi bangsa Iblis untuk menghentikan peperangan apapun." Kata Camellia, Aldebaron menyetujui itu dan ia langsung menundukkan kepalanya lalu pergi untuk menemui Vania bersama yang lainnya.
Setelah itu, Aldebaron menjelaskan tentang tugas yang harus mereka laksanakan yaitu membantu bangsa Iblis yaitu aliansi bernama [Truce Order] untuk menyelesaikan ancaman yang sedang mereka hadapi. Vania sedikit bingung dan tidak mengerti kenapa ia harus membantu bangsa Iblis, bukannya inti tugasnya yang sebenarnya itu mengalahkan Eldritch tetapi Aldebaron memberitahu mereka bahwa tugas ini dapat memberi mereka pengalaman dan bantuan ketika menghadapi Eldritch nanti.
Penjelasan Aldebaron sudah cukup kuat untuk membuat mereka melaksanakan tugas itu, keempat Vampir itu akan pergi besok dan Aldebaron tidak akan ikut karena ia harus menjaga Camellia sampai waktu kehidupannya habis. Aldebaron hanya perlu menunggu kedatangan mereka dan memberitahu dirinya bahwa tugas yang sedang mereka laksanakan itu sudah selesai dengan baik.
"Baiklah... mungkin aku juga akan mengikuti takdir yang tersedia saat ini, lebih baik aku memperkuat diri saja." Aldebaron pergi meninggalkan ruang tamu karena ia ingin berlatih dengan memburu beberapa Eldritch.
***
Vania's POV
Aldebaron baru saja memberi diriku tugas yang sangat penting untuk masa depan umat Vampir bersama dengan alam semesta lainnya, tugas yang aku laksanakan satu ini memberi diriku beberapa pengalaman dan pelajaran bahwa setiap ras memiliki keunikan dan kemampuan mereka sendiri sehingga aku tidak terlalu kuat untuk melawan seorang Iblis yang memiliki julukan sebagai raja, setidaknya aku dapat membantu aliansi iblis yaitu [Truce Order] untuk menghentikan terjadinya perang.
Aku bahkan melihat pelayanku yang bernama Elvano memiliki karisma besar ketika menjadi seorang pemimpin pasukan, dia bukan sekedar pelayan biasa melainkan dirinya memiliki kekuatan untuk memimpin banyak sekali pasukan. Setelah tugas ini selesai, aku bersama yang lainnya melapor kepada Aldebaron tetapi semuanya berlalu begitu cepat sehingga iblis yang pernah aku lindungi sebelumnya menyerang seluruh alam semesta hanya demi menciptakan sesuautu yang baru.
Raja Rxeonal, dia adalah raja yang dulunya membantu kita untuk mengalahkan bangsa Giblis tetapi semua itu berubah ketika ia menjadi seorang pengkhianat yang benar-benar kejam. Semua masalahnya tidak dapat kami urus karena bangsa Giblis menyerang setiap semesta terutama dunia Vampir sehingga sebagian dari mereka bekerja sama dengan Eldritch tipe lemah. Tetapi aku merasakan sesuatu yang aneh, seluruh Eldritch kuat itu tidak berani menampakkan diri mereka.
Tidak menghabiskan beberapa hari atau tahun sebelum raja itu terkalahkan oleh seorang Legenda yang bernama Shiratori Shira, seluruh alam semesta kembali aman dan damai seperti biasanya sehingga aku mendapatkan pengalaman dan pelajaran yang lebih besar sampai aku ingin terus bertambah kuat karena Eldritch masih berkeliaran dimana-mana. Aku sudah tumbuh beberapa tahun ini bahkan aku tidak bisa dipanggil anak kecil lagi melainkan sekarang aku adalah seorang remaja yang menjelang menuju kedewasaan, aku tidak menyangka bahwa kehidupanku ini akan dipenuhi dengan hal gila yang dapat membuatku senang dan sedih juga.
Aku kira semuanya akan berjalan dengan baik tetapi ancaman yang sangat besar untuk seluruh alam semesta kembali muncul dimana seorang dewi yang bernama Komi berhasil membangkitkan dewa segalanya yang bernama Zangetsu, ia berhasil menghancurkan seluruh alam semesta bahkan aku sendiri terutama Aldebaron tidak bisa bertahan hidup. Semua kehancuran itu terasa sangat cepat dan aku sendiri bahkan tidak bisa mengetahui arti dari kematian yang aku rasakan.
Semua itu berakhir dengan cepat karena lagi-lagi seorang Legenda yang bernama Shiratori Shira berhasil menghentikan Zangetsu dan meraih kembali kedamaian yang seharusnya muncul, 20 tahun sudah terlewati dan aku sekarang menjadi seorang dewasa dan bangsawan yang bisa disebut layak karena aku sudah mendapatkan banyak pengalaman yang aku butuhkan tetapi tujuan utamaku sebagai seorang Vampir masih belum selesai, kali ini aku akan melaksanakannya dengan benar.
Aku juga merasa beruntung dan bersyukur bahwa Ibu angkatku Camellia masih hidup tetapi kondisinya bertambah semakin buruk dimana suaranya sudah terdengar tidak jelas sekarang, Aldebaron sepertinya bertambah lebih kuat dan ia masih bersikap emosional seperti biasanya. Kita semua hidup seperti biasanya dan kembali untuk menjalankan tugas sebagai seorang Vampir, bangsawan Camellia sudah besar sekarang bahkan populasi Vampir bertambah cukup besar.
***
Normal's POV
Vania menghela nafasnya pelan lalu ia menatap keluar dan melihat beberapa penduduk yang terlihat sedang melakukan aktivitas mereka masing-masing, "Aku hanya bisa berharap bahwa semua alam semesta yang bernama Touriverse ini tidak terancam kembali... aku masih harus melaksanakan tugasku sebagai pemimpin The Black Messiah untuk menyingkirkan Eldritch."
"Vania." Panggil Elvano yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu.
"Ada apa?"
"Aldebaron membutuhkan dirimu di ruang Camellia."