
Elvano bersama pasukannya pergi melewati hutan yang cukup lebat juga, hutan itu dipenuhi dengan Eldritch kecil tetapi bisa saja mengancam ketika mereka bertumbuh besar, tugas mereka saat ini cukup berat karena Aldebaron menemukan seekor Eldritch yang setara dengan [Eldritch Abomination I] yang pernah dikalahkan oleh Vania, mencari tingkat Abomination kedua saja sudah sulit tetapi mereka terus saja menghadapi tingkatan Eldritch rendah yang sudah berevolusi.
Beberapa menit kemudian, mereka masuk ke dalam hutan yang cukup dalam dengan penuh labirin yang dapat membawa mereka menuju sarang Eldritch itu, mereka bisa mencium aroma darah dan nanah di kedua lubang hidung mereka. Elvano sebagai pemimpin pasukan mulai melihat keadaan karena Aldebaron memberi sebuah foto yang menunjukkan gambar dari Eldritch yang mengalami evolusi itu, penampilan dan bentuk yang terlihat mengerikan karena itu terlihat seperti kepala yang melayang.
Kepala yang mirip dengan gurita tetapi memiliki mulut besar bertaring di bagian tengah di tambah lagi kepalanya memiliki banyak tentakel yang mengandung racun untuk melumpuhkan musuh terutama nanah yang dapat membunuh mereka memuntahkan isi perut mereka, semua bagian tubuhnya berbahaya bahkan mata besar di bagian keningnya itu yang dapat menyebabkan daya kehancuran yang begitu besar. Aldebaron menamakan Eldritch itu dengan sebutan [Eldritch Abomination Evolution I].
Seluruh pasukan terus memeriksa ruangan dan Elvano mengubah rencana dimana mereka harus berpencar untuk bisa mencari Eldritch itu dengan aman, "Disini benar-benar gelap... hawa yang aku rasakan bahkan lebih mengerikan dari apapun..." Kata Lavia yang sedang waspada sambil menoleh kesana kemari, ia sudah mempersiapkan sihir dan kemampuannya untuk mengubah Eldritch itu menjadi gumpalan darah yang bisa diserap oleh mereka semua.
Tidak ada satupun dari mereka melihat Eldritch itu, ruangan itu bertambah gelap dan hawa yang mereka rasakan mulai menusuk kulit sampai tulang mereka sehingga jantung mereka berdetak cukup cepat, Elvano mulai berkeringat dingin karena suhu yang ia rasakan terus berubah di mulai dari dingin sampai panas. Suara yang ia dengar juga terasa sepi, Elvano melebarkan kedua matanya lalu ia mundur dengan perlahan dan memperingati anggota yang dekat.
Gienka yang sudah mempersiapkan perisai serba gunanya melihat kakaknya yang terlihat ketakutan, Elvano dengan pelan mundur ke belakang karena ia sudah mengerti, seluruh ruangan ini bisa disebut perangkap dan mereka sudah masuk ke dalam perangkap itu sendiri. Elvano tidak bisa mengeluarkan suara yang keras karena itu adalah cara untuk perangkap itu bekerja, ia menepuk bahu Lavia dan Gienka sehingga mereka bisa merasakan bahaya yang sangat dekat.
"Ssshhh..." Elvano menyuruh mereka untuk membuat pergerakan pelan dan kecil agar mereka bisa berlindung di dalam semak itu, Lavia dan Gienka mencoba untuk tidak menginjak ranting atau membuat sedikit pergerakan yang menciptakan suara cukup keras. Kedua mata mereka tajam terus melihat sekitar untuk mencari sesuatu yang mencurigakan, tidak ada satupun Eldritch yang muncul karena mereka pergi untuk bersembunyi di dalam sarang labirin itu.
Elvano melebarkan matanya ketika mendengar beberapa anggota di belakangnya membuat suara yang cukup keras karena mereka terus bercanda agar mood yang mereka rasakan bisa membaik, kedua telinga tajam Elvano bisa mendengar suara samar dimana pergerakan yang ia dengar itu terasa sangat pelan seperti siput yang sedang bergerak, terasa licin dan ia bisa menebak bahwa kelicinan itu adalah nanah dari Eldritch yang ia lihat di gambar.
Mereka semua dipenuhi dengan keringat dingin bahkan Elvano takut untuk melakukan pergerakan apapun sehingga ia memilih untuk diam, pasukan lainnya mulai terjatuh dan mengenai semak-semak yang menciptakan suara yang cukup besar. Elvano menoleh ke belakang dan melihat anggotanya baik-baik saja, suara yang ia dengar samar tadi menghilang begitu saja.
Suara samar itu sekarang terdengar secara terang-terangan dimana Elvano bisa mendengar jelas suara itu mendekati anggota di belakangnya, "KALIAN!!! CEPAT SELAMATKAN DIRI KALIAN!!!" Teriak Elvano keras sehingga anggota yang terjatuh itu mendengar suara yang cukup keras sehingga ia melihat Eldritch itu yang menampakkan dirinya dalam kegelapan sehingga mengejutkan seluruh anggota.
"D-Dia bisa menghilang...?! Atau berkamuflase...!?"
"AAAAHHHHHHHHH---" Anggota itu menjerit keras sehingga memuntahkan isi perutnya ketika terkena nanah yang baru saja menetes melalui lidah Eldritch tersebut, Eldritch itu tidak memandang siapapun karena apa yang ia pandang hanyalah makan malam bagi dirinya sehingga ia melahap anggota yang menciptakan suara keras itu lalu kembali menghilang, seluruh anggota panik dan secara bersamaan menyerang ke segala arah.
"Elvano... sepertinya Eldritch ini bisa menghilang dan sangat sensitif dengan suara...!" Seru Lavia, ia melihat di hadapannya terdapat anggota yang baru saja kehilangan setengah dari tubuhnya karena dilahap oleh Eldritch yang menghilang, bentuknya sangat besar tetapi mereka tidak bisa melihatnya karena Eldritch tersebut dapat menghilang di dalam kegelapan sehingga Elvano mengangkat tongkatnya ke atas.
"Bat of Wings' Dark Flames!" Tongkat sihirnya melepaskan beberapa sayap berapi hitam di sekitarnya sehingga membakar hutan itu karena situasi darurat seperti ini, ia harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan pasukannya sendiri. Semua api hitam itu mampu menerangkan ruangan sehingga menunjuk Eldritch yang berada di atas sambil melepaskan beberapa nanah melalui kepalanya itu.
Lavia mengubah semua nanah itu menjadi darah berkualitas yang cukup baik, mereka yang terkena dengan darah itu mendapatkan kekuatan tambah sehingga secara bersamaan mereka mencoba untuk menyerang Eldritch itu dengan mendekatinya dan menyerang dari jauh bagi Vampir yang memiliki serangan sihir. Semua anggota itu terpecah belah untuk menyerang Eldritch itu dari arah yang berbeda sehingga mata besar di keningnya itu memancarkan sinar merah yang cukup terang.
Tubuh Vampir itu mulai terbakar dengan pelan karena cahaya itu seperti matahari, Lavia segera membantu dengan menyelimuti kulit anggota terdekatnya dengan darah untuk menyelimuti luka tersebut, Eldritch itu melepaskan gelombang hitam yang cukup besar ke arah kelompok anggota yang sedang berkumpul sehingga Elvano melebarkan matanya karena serangan gelombang itu benar-benar mematikan, satu serangan sudah mampu mengubah mereka menjadi debu.
Eldritch itu yang hampir saja memakan anggota di hadapannya menghilang seketika sehingga Elvano sekarang mengerti, Eldritch itu lebih tertarik kepada mangsa yang memiliki suara bising dan keras, Eldritch itu muncul di hadapan Elvano untuk mencoba melahapnya tetapi Gienka menahan semua serangan Eldritch itu menggunakan perisai yang ia miliki serta tubuh yang diselimuti dengan darah berkualitas milik Lavia.
"Sekarang...!!! [Wings of Corrupted Blood]" Seru Elvano keras sehingga kristal tongkatnya memancarkan kegelapan yang pekat dan mengeluarkan sayap kelelawar yang berputar ke arah Eldritch itu sehingga mengenai tubuhnya dan menimbulkan ledakan yang cukup besar, Lavia mengepalkan kedua tinjunya untuk mengubah semua darah yang baru saja keluar dari Eldritch itu sebagai serangan seperti duri yang menusuk tubuhnya.
"ROOOARRRRINNNNNNGGGGGG!!!" Eldritch itu terluka tetapi ia berhasil melarikan diri dengan menghilang, beberapa bola mata keluar dari dalam tanah lalu terbang ke arah yang berbeda dan menghilang begitu saja, seorang anggota berhasil menghancurkan satu bola mata tetapi bola mata itu menimbulkan ledakan besar yang mampu menghapus seluruh tubuhnya sehingga memunculkan Eldritch itu kembali di atas langit dengan kondisi pulih.
"A-Apa...?!" Elvano melebarkan matanya.
"Sepertinya mata yang kita lihat tadi itu seperti serangan mematikan tetapi memiliki efek pemulihan untuk Eldritch itu sendiri... sungguh mengerikan, bagaimana caranya kita menghentikan makhluk berdarah dingin ini..." Kata Lavia, ia bersiap untuk melindungi pasukannya tetapi ia sudah hampir menginjak batasan karena Eldritch itu membuka mulutnya lebar dan bola mata besar di bagian kening-nya melayang ke atas.
"SEMUANYA BERLINDUNG!!!" Seru Gienka keras sehingga ia menyelimuti perisai besarnya menggunakan darahnya sendiri lalu ia menghantamnya ke atas daratan sehingga menciptakan darah yang mulai membentuk perisai berlapis-lapis, semua anggota itu mencoba untuk berlindung di belakang Gienka dan Eldritch itu langsung melepaskan dua gelombang kegelapan pekat melalui mulut dan bola matanya itu.
Gelombang itu berhasil menghancurkan beberapa lapisan perisai milik Gienka tetapi ia masih bisa bertahan untuk menahannya karena Lavia menyentuh punggungnya untuk meningkatkan ketahanan dari perisai itu sehingga suara gelombang itu bertambah keras dan mengganggu gendang telinga mereka sehingga gelombang itu menyentuh perisai milik Lavia lalu menimbulkan ledakan besar yang mampu melempar mereka semua ke arah yang berbeda dan menciptakan api yang besar di hutan lebat itu.
Baaaaammmmmm...!!!
"... ..." Elvano perlahan-lahan membuka kedua matanya lalu ia menatap kedua tapaknya yang dipenuhi dengan darah, tubuhnya bahkan dikotori dengan darahnya sendiri, ia bisa mendengar seluruh anggotanya menjerit keras karena dimakan oleh Eldritch itu. Elvano mencoba untuk bergerak selagi memulihkan diri dan melihat Lavia bersama Gienka berbaring di atas tanah dipenuhi dengan luka karena mereka menerima semua serangan itu dalam jarak yang dekat sehingga Gienka memiliki lubang yang besar di perutnya.
"Sial... tidak ada akhirnya---" Elvano melebarkan kedua matanya ketika ia mendengar suara lendir yang dekat, ia menoleh ke belakang dan melihat Eldritch itu berada tepat di hadapannya, ia mengerang keras dan Elvano hanya bisa tersenyum sambil memejamkan kedua matanya, "Mungkin ini adalah pengakhiran... maaf, Vania---"
Baaaammmmmm!!!
Elvano melebarkan matanya ketika setengah dari Eldritch itu mulai hilang, Eldritch tersebut mengerang keras lalu menghilang sehingga ia bisa melihat seorang pria yang mendarat tepat di sebelah-nya sambil memegang kedua pedangnya dengan erat, "Sihir lubang hitam yang aku miliki sepertinya tidak cukup untuk mengalahkan Eldritch satu ini."
"K-Kau...? Siapa..."
"...kau?"