
Aku menyukai darah... cairan yang berwarna merah dengan tekstur cair dan kenyal, asalkan itu cairan darah aku menyukainya, sangat-sangat menyukainya. Apakah kamu akan ketakutan ketika berhadapan dengan seorang gadis kecil yang meminum darah di hadapanmu...? Mungkin aku akan menghisapmu sampai kering, tehehehe~ bercanda kok.
Tidak ada yang lebih nikmat dan menyenangkan selain meminum darah, jika aku membicarakan tentang cairan merah ini pasti kalian tahu bahwa aku bukanlah ras biasa, ya... aku adalah Vampir. Vampir adalah tokoh dalam mitologi dan legenda yang hidup dengan memakan intisari kehidupan biasanya dalam bentuk darah, daging juga terkadang kami menyukai-nya asalkan terdapat darah.
Vania, itu adalah nama Vampir kecil sepertiku, tubuhku sangat kecil bahkan aku tidak mampu bertahan dalam kondisi yang ekstrim seperti Vampir yang sudah dewasa dan banyak meminum darah yang berbeda-beda, setiap darah makhluk hidup memiliki efek yang berbeda untuk kami para Vampir dan aku masih belum mencicipi semuanya tetapi aku ingin sekali mencobanya satu-satu terutama darah yang dapat membuatku kuat.
Aku berusia delapan tahun tetapi tubuhku terlihat seperti anak kecil, itu bukanlah hal yang seharusnya dipermalukan, aku tinggal bersama dengan Ibuku dan Ayah-Ayahku yang selalu menghilang setiap hari, itu karena Ibu menyukai pekerjaan yang tidak pantas. Ibu menyukai pria dan ia rela bersenang-senang dengan mereka semua, aku sendiri selalu tidak bisa tidur ketika di rumah karena Ibu selalu saja berisik di kamarnya.
Sebenarnya aku cukup kecewa, lahir di dunia Vampir ini yang bernama [Zuutouri] tetapi memiliki seorang orang tua yang benar-benar mengecewakan, hal itu membuatku sedih bahkan aku sendiri ingin sekali melarikan diri tetapi Ibu akan terus menangkap sehingga ia rela menghajarku dan mengikat diriku seharian, tidak ada belas kasihan untuknya karena rumahku juga dipenuhi dengan adik dan kakak yang egois, mereka semua sering bertengkar dan aku yakin mencoba untuk menghindari selalu saja terkena.
Intinya hidup di dunia Vampir itu, kau harus bisa menahan dengan semua kegilaan dan kegelapan yang ada... walaupun aku sudah lahir, setidaknya aku bersyukur untuk bisa hidup dan merasakan darah yang lezat. Aku ingin mencari darah tetapi aku harus menunggu sampai Ibu tidak memperhatikan diriku, terkadang aku melarikan diri dan berkunjung kota serta desa untuk menghisap darah makhluk hidup termasuk sesama Vampir yang sedang tidur.
Darah itu seperti obat bagiku agar aku bisa melupakan semua beban yang terkandung dipikirkan-ku, seluruh Vampir dapat melakukan apapun yang mereka mau karena kami bersikap netral, tidak ada yang mengatur dan tidak ada yang menyebabkan konflik terhadap satu sama lain. Peperangan Vampir saja, itu sangat dilarang karena perang dengan bangsa yang sama akan menyebabkan ras ini punah dengan cepat.
Menjadi seorang Vampir, kau harus bisa bertahan dan meminum darah... dunia ini cukup mengerikan bahkan aku ingin menangis tetapi tidak bisa karena menangis adalah kunci menuju hukuman bagi ibuku sendiri, Vampir juga memiliki beberapa kelemahan terutama bawang dan sinar matahari, kedua itu dapat membuat kita lemah sehingga kekuatan yang kita miliki tidak akan bisa digunakan untuk sementara.
***
~Zuutouri - Desa Ventazaur~
Seorang gadis yang memiliki fisik seperti gadis di bawah umur lima tahun duduk di atas kursinya sambil memegang sebuah apel busuk, hari ini ia tidak bisa menikmati makan malam bersama keluarganya karena ia tidak mendapatkan kursi. Gadis itu memiliki rambut putih panjang, keputihan itu menunjukkan dirinya yang benar-benar lelah ketika menghadapi dunia yang kejam ini tetapi ia mencoba sekuat mungkin untuk bertahan dan hidup seperti Vampir biasa.
Kulitnya terlihat lembut dan kenyal sehingga warnanya juga sama putihnya dengan susu, kedua matanya tajam seperti Vampir biasa dan memiliki iris berwarna merah darah. Rata-rata semua Vampir memiliki mata seperti itu hanya saja gadis itu memiliki mata yang sangat merah karena sangat menyukai darah apapun, maupun itu darah segar atau darah busuk... semuanya terasa lezat dan segar bagi dirinya. Kedua telinganya terlihat seperti ras [Elf] yaitu runcing dan cukup panjang
Gadis itu memakai pakaian rusak dan robek bahkan kotor karena itu adalah baju yang ia dapatkan sejak Ayahnya hilang entah kemana, semua teman-temannya yang belajar di akademi yang sama menertawakan dirinya karena dia terlihat seperti orang miskin dan Vampir yang tidak mampu. Rata-rata semua Vampir itu kaya dan memiliki keluarga bangsawan yang cukup hebat, berbeda dengan ibunya yang selalu saja memancing pria dan menjadikan dirinya sebagai budak pria yang ia temukan.
Vania menghampiri pintunya sambil menyentuh perutnya yang terasa nyeri, ia mengintip melalui lubang pintunya dan bisa melihat semua adik dan kakaknya sedang menikmati makan malam mereka, ia juga bisa melihat kakaknya yang paling tua mencoba untuk meminta makanan yang lezat tetapi Ibu Vania yang bernama [Zintania]. Seharusnya peraturan yang sudah disediakan oleh Zintania tidak boleh di langgar begitu saja karena hukumannya yang sangat berat dan mengerikan.
Pada akhirnya, kakak tertua Vania yang meminta makanan lezat selama berhari-hari mendapatkan hukuman yang paling berat, Zintania tanpa segan membawa dirinya menuju ruangan pemotong untuk melaksanakan hukuman terakhir, kakak tertua-nya sudah melanggar banyak hukum sehingga ia menginjak hukuman paling tinggi yaitu mati.
Vania terkejut ketika melihat kakak tertua-nya yang baik itu sudah tidak bisa diselamatkan, ia tidak akan mendapatkan kesempatan lainnya selain dipotong hidup-hidup oleh Zintania untuk dijadikan makan malam untuk nanti atau dijual ke pasar gelap agar bisa mendapatkan mata uang Vampir yaitu [Bludy Z]. Vania diam-diam menggunakan kemampuan Vampir-nya yang dapat berubah menjadi kelelawar, ia keluar melawati jendela lalu terbang menuju jendela ruangan pemotongan itu.
Vania terkejut ketika melihat Zintania melakukan mutilasi terhadap tubuh kakak tertua-nya itu menggunakan gergaji dan kapak, untungnya ia mengintip secara diam-diam agar Zintania tidak melihatnya, jika dia ketahuan maka Vania akan mendapatkan hukuman juga. Setelah pelaksanaan mutilasi itu selesai, Zintania memasukkan organ-organ tubuhnya ke dalam kantung hitam sedangkan anggota tubuhnya ia masukkan ke dalam kantung berwarna coklat.
"Ibu... sudah berapa kali... kamu melakukan hal sekejam ini... kamu membunuh anak-mu sendiri bahkan menjual mereka hanya untuk uang, uang itu kau gunakan hanya untuk mencari pria baru lagi..." Kata Vania pelan.
Zintania membawa kedua karung itu pergi meninggalkan ruangan pemotong, Vania melihat darah merah itu mengalir menuju saluran pembuangan tetapi ia masuk ke dalam ruangan itu lalu berubah kembali menjadi wujud biasanya hanya untuk menutup saluran pembuangan itu. Tubuh Vania bergerak dengan sendirinya karena kutukan yang ia dapatkan di kedua matanya yang bernama [Bloodlust], dia akan merasa nafsu melihat darah apapun sehingga ia langsung meminumnya sampai habis.
[Bloodlust] tidak hanya memberi Vania efek negatif seperti nafsu untuk meminum darah melainkan fisiknya akan mendapatkan peningkatan ditambah lagi ia juga bisa membuka sebuah kemampuan yang berkaitan dengan Vampir, intinya kutukan yang ia dapatkan itu karena sudah satu bulan ia tidak pernah memakan sesuatu yang lezat dan sehat sehingga yang hanya ia makan adalah darah busuk dan sesuatu yang busuk.
Ketika Vania meminum darah itu untuk pertama kalinya, ia kembali sadar bahwa ia baru saja meminum darah kakak-nya sendiri. Tentu saja dia menyesal tetapi tidak bisa berhenti karena dia benar-benar lapar, hanya darah yang dapat menggantikan makanan lezat apapun bagi dirinya.
Air mata mulai berjatuhan melalui kedua matanya, entah kenapa hatinya dan perasaannya terasa hancur ketika sudah beberapa kali meminum darah adik dan kakaknya sampai habis, ketika melihat saudaranya di bunuh oleh Zintania juga ia hanya bisa diam karena rasa takut yang ia rasakan ketika di hukum oleh dirinya. Vania hanya bisa menangis sambil meminum darah itu sampai habis sehingga tubuhnya mengeluarkan gumpalan asap berwarna merah.
"Maafkan aku..."
"...Kakak."