
Carmilla menghabiskan dua hari ini untuk mengumpulkan seluruh peliharaannya, ternyata hasil menunggu selama 2 hari benar-benar cukup menguntungkan bagi dirinya karena ia berhasil mengumpulkan banyak sekali Eldritch yang siap untuk menghabiskan seluruh makhluk hidup tinggal di planet ini. Ia sendiri bahkan sudah menjinakkan beberapa Eldritch Abomination tingkat dua dan tiga. Semua itu dapat ia lakukan dengan kesabarannya serta bantuan dari jantung hitam yang masih ia genggam di tangan kanannya.
"Dengan ini semuanya akan berjalan dengan lancar... lancar yang aku maksud adalah kesenangan! Ya~ Kesenangan yang benar-benar membuatku tidak sabar untuk menantikannya sekarang juga, rencana terakhir! Terakhir yang aku maksud adalah benar-benar terakhir, Camellia... aku akan memberi dirimu hadiah ulang tahun yang sangat spesial sekarang juga!!!" Carmilla melebarkan matanya lalu ia tertawa dengan sangat jahat bahkan kedua Eldritch Abomination itu tersedot masuk ke dalam jantung hitam tersebut.
Jantung hitam itu memancarkan cahaya hitam, cahaya itu saja sudah cukup untuk membuat Carmilla menggila karena tidak sabar untuk melakukan kesenangan itu dengan cepat. Ia menjilat jantung hitam itu beberapa kali sehingga ia berubah menjadi cahaya lalu pergi meninggalkan markas-nya untuk mengunjungi tempat yang sangat spesial bagi dirinya, semua peliharaannya itu lepas dan pergi bergerak menuju desa Camel yang saat ini dipenuhi dengan penduduk dari desa yang berbeda.
Aldebaron sudah menyiapkan semuanya, ia hanya berjaga-jaga agar mereka sudah bersiap untuk menerima serangan apapun dari Carmilla. Tidak lama kemudian pesta itu masih terus berjalan dan tidak ada tanda bahaya apapun yang muncul, Aldebaron sudah memeriksa seluruh tempat dan wilayah sehingga matanya bisa melihat Eldritch kecil dari jauh yang sedang dalam perjalanan menuju desa ini.
Aldebaron mendarat di atas tembok besar itu lalu ia bersiul untuk memanggil sebuah elang peliharaan milik Yuffie, elang itu mendarat di atas bahu milik Yuffie lalu Aldebaron mulai memberi kata isyarat untuk mencoba memanggil Yuffie yang mungkin saat ini sedang menikmati sebuah pesta di dalam istana, "Kamu tidak perlu memanggil diriku, Baron. Aku bisa mendengar suara apapun dari elang itu."
"Ahh, maaf, sepertinya aku lupa dengan dirimu yang serba bisa dalam melakukan apapun. Sepertinya para Eldritch mulai bergerak menuju desa ini, apakah kau sudah mempersiapkan semuanya?" Tanya Aldebaron, ia meminta Yuffie untuk mengaktifkan seluruh alat pertempuran yang sudah terpasang di sekitar tembok itu, "Hokeh~ Sudah saatnya untuk melakukan Show Time, baiklah! Di mulai saja!"
Semua tebok dan bahkan daratan yang berada dekat dengan wilayah desa itu mengeluarkan banyak sekali senjata seperti mesin yang langsung menyerah ke arah Eldritch kecil itu, serangan yang dapat menempuh jarak jauh. Aldebaron tersenyum melihat semua itu teratasi dengan mudah oleh Yuffie, tidak salah lagi bahwa ia benar-benar merasa beruntung untuk bisa membawa dirinya bekerja sama dengan The Black Messiah.
Hari ini memang gelombang Eldritch seharusnya terjadi tetapi setidaknya masalah bisa diatasi begitu cepat, Aldebaron hanya perlu memastikan kedatangan Eldritch yang terlihat aneh, jika itu terjadi maka Carmilla dekat dan ia yakin bahwa dirinya pasti akan datang karena hari ini adalah ulang tahun Camellia. Aldebaron pergi melakukan penyelidikan lagi untuk menanyakan beberapa penduduk untuk bersiap bertarung dan berlindung.
***
"Vania, kemana ya? Lama sekali... aku ingin berbicara dengannya padahal." Kata Selvia yang sedang duduk di atas sofa sambil menatap pakaian yang diberikan oleh Yuffie, sepertinya Yuffie memberi mereka semua hadiah pertemanan yaitu sebuah pakaian yang terlihat cocok dan menguntungkan karena pakaian itu memiliki efek tersendiri. Sangat berguna juga untuk dipakai ketika bertarung nanti.
Mereka semua beristirahat di ruang tamu, ruang itu seperti tempat perkumpulan semua anggota The Black Messiah, pesta meriah seperti ini mengundang banyak sekali Vampir yang ingin berpesta dan mencicipi makanan yang tersedih. Yusa dan Haruki saat ini sedang membicarakan seseorang, tidak jauh lagi dari topik pahlawan yaitu Shiratori Shira. Haruki tidak bisa fokus dalam berbicara dengan dirinya karena ia khawatir dengan Vania dan Elvano yang menghabiskan waktu lama di dalam kamar tidur.
Mereka mencoba untuk bersenang-senang lagi dan mengistirahatkan pikiran mereka, berbeda dengan Elvano dan Vania yang sudah beristirahat penuh karena melakukan sesuatu. Mereka berakhir dengan tertidur selama beberapa jam dan Vania terbangun karena mendengar suara teriakan Vampir karena menikmati pesta yang cukup menyenangkan ini, Vania duduk di atas kasur sambil memegang erat selimut yang menutupi tubuhnya, "... ..."
Tidak lama kemudian wajah Vania memerah karena ia tidak menyangka akan melakukannya dengan cepat, padahal baru saja saling mencintai tetapi sudah melewati batasan yang sangat tinggi. Tidak terlalu berpengaruh juga karena mereka adalah Vampir, mereka dapat melakukan apapun yang mereka ingin sehingga Vania tersenyum melihat tanda hisap yang tertera di lahar Elvano, tanda cinta yang ia berikan kepada dirinya.
"Elvano... terima kasih... aku mencintaimu... kita hanya membutuhkan proses sekarang..." Kata Vania, ia memberi dirinya sebuah ciuman di pipi lalu turun dari kasur untuk memakai pakaian biasanya, masih ada waktu untuk bersenang-senang dengan anggotanya. Ia berjalan pergi meninggalkan kamarnya dengan senyuman yang terus tertera di wajahnya, entah kenapa ia terus memikirkan masa depan sambil meraba perutnya itu, "Aku akan berusaha, Elvano... tenang saja, aku mencoba sekuat mungkin untuk menghentikan Carmilla."
Beberapa menit kemudian, Vania di sambut oleh seluruh anggota dengan senyuman dan kesenangan yang sama. Entah kenapa hari ini cukup menyenangkan dan bermakna bagi Vania sehingga ia berjanji untuk terus berusaha keras ketika pertarungan terakhir di mulai. Mereka semua menatap Vania dimana wajahnya terlihat merah dan ia masih berkeringat, ia terlihat berbeda dari sebelumnya.
"Kita baru saja berpisah beberapa jam loh, Vania... tetapi entah kenapa kamu terlihat sangat berbeda." Kata Lavia sambil menatap wajah sahabatnya yang terlihat berbeda, ia melihat banyak sekali perubahan ketika ia beristirahat sebentar di dalam kamarnya. Haruki menghela nafasnya, setidaknya mereka bisa menjelaskan-nya dengan bahasa mereka sendiri, "Kau terlihat lebih dewasa sekarang, Vania." Kata Haruki.
Yuffie meminta Vania untuk menerima hadiah pertemanan, Vania tentunya akan menerima hadiah itu dengan senang hati sehingga ia mulai tersenyum lalu mengambil pakaian tersebut. Mereka meminta Vania untuk menggunakannya dan ia setuju lalu pergi meninggalkan sebentar, setelah selesai menggunakan pakaian itu ia kembali untuk menunjukkannya kepada mereka semua. Entah kenapa pakaian gothic itu sangat pas untuk dirinya.
"Wahhhh!!! Imut sekali!!! Vania, itu sangat pas untuk dirimu~" Kata Lavia.
"Benar-benar pas... kau terlihat lebih-lebih dewasa sekarang." Kata Haruki.
"Ternyata Vania yang selalu aku kenal dulu, berubah menjadi sesuatu yang menggemaskan ya." Kata Selvia.
"Tidak lagi dengan keganasan dalam bertarung melainkan keimutan dalam bertarung." Kata Yusa.
"G-G-Gadis kecil benar-benar terbaik..." Ucap Yuffie dengan hidung yang mengeluarkan sedikit darah dan mulut yang dipenuhi air liur.
"Huhh... Kalian ini, jangan mengatakan sesuatu yang tidak pantas untuk diriku..." Kata Vania, mereka semua mulai terkekeh dan Vania mulai mendekati Yuffie untuk meminta sesuatu yang penting kepada dirinya, "Yuffie... maukah kamu membuatku pakaian seperti ini lagi? Tetapi dengan ukuran yang lumayan kecil?"
"Hokeh~ Serahkan kepada kakak Yuffie!"
***
Camellia yang sedang berada di dalam kamarnya mulai merasa tidak enak karena nafasnya terasa sesak, waktu kehidupan yang ia miliki sebentar lagi akan menghilang. Hari ini adalah hari ulang tahunnya dan ia tidak bisa bertemu dengan semua orang yang sudah mau datang, setidaknya ia bisa beristirahat dengan tenang di dalam peti sambil memikirkan tentang masa depan yang akan dimiliki oleh Vania, penerus dirinya yang cukup bermakna karena masih bertahan sampai sekarang.
Ia masih bisa dengar dan suara yang ia dengar saat ini suara pintu yang terbuka pelan, Camellia sudah menyangka bahwa Aldebaron datang untuk melihat kondisinya yang bertambah semakin parah, "Aldebaron... entah kenapa... peti ini... terasa sangat nyaman... aku terasa seperti tidur di atas sesuatu yang empuk... sudah lama sekali... tidak merasakan sesuatu seperti ini..."
Camellia mulai menangis, "Aku tidak pantas untuk memilikinya..."
"...aku merasa... tidak layak... untuk menerima semuanya... terutama peti yang terasa nyaman ini... mungkin waktuku... tidak akan lama lagi... mungkin beberapa menit atau detik di mulai dari sekarang..."
"...semoga semuanya berjalan baik-baik saja disana."