The Black Messiah

The Black Messiah
TBM 31 - Gelombang Eldritch yang Berkembang



Haruki menahan beberapa Eldritch di hadapannya seperti mereka yang bersembunyi di barisan belakang benar-benar memiliki kekuatan dan kemampuan yang sangat tersembunyi. Ia mulai menghindari serangan sekecil apapun dari para Eldritch itu karena ia takut bahwa serangan kecil itu bisa saja memiliki efek mematikan seperti Eldritch sekecil semut tadi yang dapat meledak di dalam tubuh musuh.


Haruki melihat Eldritch di barisan belakang itu mencoba untuk melepaskan serangan area yang mematikan tetapi ia berhasil menghentikan mereka semua dengan menebas tubuh mereka sampai mengeluarkan darah dan nanah, semua darah dan nanah itu Lavia ubah menjadi lebih berkualitas agar ia bisa menciptakan berbagai pedang yang menusuk tubuh para Eldritch yang berada di barisan belakang itu. Haruki menoleh ke sebelah kiri dan kanan karena ia melihat para Vampir itu terbunuh begitu saja.


"Keparat... dia disini... tapi itu bagus..." Haruki mengedipkan matanya sehingga beberapa darah mulai mengotori tubuh dan wajahnya karena ia berhasil melakukan rencananya dengan benar sehingga ia mendarat di atas tanah lalu membuka kedua matanya untuk melihat Carmilla yang berdiri tepat di hadapannya dengan beberapa luka tebas besar di tubuh dan lehernya, "Wah, wah, ternyata cinta pandangan pertamaku benar-benar menakjubkan... bisa-bisanya kau menghindari serangan mematikanku ya."


"Sekarang aku mengerti cara kecepatanmu bekerja, aku hanya perlu menipumu seperti biasanya, mataku yang berkedip akan memberi dirimu hukuman!" Seru Haruki, ia melepaskan kekuatan yang sangat besar di sekitarnya, Carmilla tersenyum lalu ia menjilat bibirnya karena tidak sabar untuk bertarung melawan Haruki lagi, ia sekarang akan mencoba untuk mempelajari dirinya lebih dalam lagi agar bisa mendapatkan tubuh dan darahnya secara keseluruhan.


Gienka bersama Lavia mencoba untuk menahan Eldritch yang bergerak di barisan depan, mereka semua mencoba untuk menerobos masuk, Gienka tidak bisa menahan kekuatan dan tenaga yang dimiliki kelompok Eldritch itu bahkan perisai besar yang ia pegang mulai retak sampai menumpahkan beberapa darah yang mencoba untuk memperkuat perisai tersebut. Gienka tidak bisa menahan lebih lanjut karena jeritan beberapa pasukannya yang terbuka karena tertangkap dengan tentakel itu.


"Gienka, percayalah... kau adalah seorang pelayan dengan jiwa Vampir yang ingin melindungi pasukanmu sendiri... mari bersama-sama kita berjuang!!!" Seru Lavia dengan ekspresi yang terlihat serius, Lavia dan Gienka mencoba sekuat mungkin untuk melindungi seluruh rekannya menggunakan kemampuan mereka tersendiri tetapi pertahanan yang sudah diciptakan dengan penuh tenaga dan kekuatan hancur begitu saja ketika menerima beberapa serangan tentakel dan taring yang keluar melalui mulut mereka.


Gienka mulai dipenuhi keringat ketika mendengar jeritan yang terdengar keras bahwa ia telah gagal menjadi seorang pelayan perlindungan untuk teman-temannya, ia tidak ingin lagi melihat keluarga mereka merasakan kesedihan karena kehilangan salah satu anggota keluarga yang penting. Gienka melihat beberapa Vampir di sebelah barat dan timur dipenuhi dengan Eldritch yang mencoba untuk membunuh seluruh bangsawan itu dengan memperbesar lidahnya untuk menangkap mereka semua.


Lavia melihat Gienka pergi begitu saja untuk melindungi para bangsawan yang terlihat kesusahan, mereka berada di kondisi yang sekarat, sepertinya Gienka secara tidak langsung meminta Lavia untuk berpencar demi melindungi para Vampir yang terluka dan tidak berdaya. Lavia terbang menuju arah yang berlawanan dengan Gienka yaitu arah timur agar ia bisa menghentikan Eldritch itu dengan mengubah darah di sekitarnya menjadi sebuah palu besar lalu ia menghantam Eldritch tersebut ke belakang.


Gienka memiliki batasannya tersendiri karena ia terlalu memaksa untuk mencoba melindungi seluruh rekannya dari serangan mematikan Eldritch tetapi ia selalu gagal sehingga harga dirinya sebagai seorang pelayan pelindung hancur begitu saja ketika melihat banyak korban yang berjatuhan, gelombang Eldritch satu ini bukan main karena mereka sangat mematikan dan berbahaya dibandingkan Eldritch Abomination I.


Gienka bisa melihat Lavia yang baik-baik saja disana karena kemampuan Vampir yang cukup baik dan berguna, sekarang ia tidak perlu mengkhawatirkan tentang Lavia karena tujuan utamanya adalah menjadi seorang pelindung untuk mereka semua. Gienka berhasil melindungi seluruh rekan yang terluka dan sekarat menggunakan perisai yang muncul di kedua lengannya itu, ia meningkatkan pertahanan-nya dengan sangat besar sehingga serangan yang dilakukan oleh para Eldritch itu mampu membuat mereka terlempar ke belakang.


Gienka memperbesar perisai-nya dengan menggigit kedua bahunya agar darah yang mengalir deras itu bisa membentuk perisai yang lebih besar, ia menancapkan kedua perisai itu ke atas tanah untuk meningkatkan pertahanan menjadi lebih kuat lagi, seluruh Vampir yang mengalami luka kritis dan tidak berdaya itu merasa bersyukur karena mereka bisa melihat banyak sekali perisai darah di sekitar mereka. 


"Sial...! Semuanya bersiap-siap dan jangan sampai lengah dengan Eldritch di hadapan kita! Jangan sampai mereka semua masuk ke dalam desa karena penduduk desa Camel bisa saja menjadi punah dengan cepat!!!" Seru Elvano keras sehingga ia melepaskan beberapa kalong berapi hitam yang mengenai tubuh Eldritch di hadapannya, ia mengeluarkan beberapa sihir yang cukup berguna untuk dirinya bertarung sehingga Eldritch itu menjerit keras dan melepaskan beberap lendir tetapi semua lendir itu berhasil di tahan oleh Vampir yang berada di hadapan Elvano.


Gienka hanya bisa diam dan berlutut sambil meraba perisai di hadapannya karena tubuhnya terasa lelah dan darahnya terus terkuras sehingga tidak memiliki tenaga untuk berdiri, ia hanya bisa menahan semua Eldritch itu sampai bala bantuan datang untuk menyelamatkan pasukan Vampir yang berlindung di belakangnya, seluruh Vampir sibuk dengan lawan mereka bahkan Lavia sendiri sempat khawatir dengan pelayannya karena ia tidak memiliki bantuan apapun.


"Gienka!!!" Lavia mencoba untuk mendekati pelayannya tetapi beberapa Eldritch mulai menghalang dirinya dan mengubah lengan kanannya menjadi kerangka karena lendir yang mengenai bahu kanannya itu, "Aggghhh!!! Dasar makhluk rendahan!!!" Seru Lavia keras sehingga ia berhasil memulihkan diri lalu mengubah darah di sekitarnya menjadi senjata yang melesat cepat ke arah mereka semua.


Elvano melebarkan matanya ketika melihat Eldritch di hadapannya mulai melayang ke atas langit dan mengambil beberapa bagian tubuh Eldritch yang berserakan dimana-mana, Haruki bisa melihatnya dan ia mencoba untuk memperingati mereka semua bahwa makhluk itu mencoba untuk mengerahkan serangan mematikan dengan daya ledakan yang sangat besar tetapi ia terus dibuat sibuk oleh Carmilla, "S-Sial..."


"Ayolah, sayang, jangan selingkuh denganku dong..." Carmilla terus mendekati Haruki tetapi ia mulai melarikan diri untuk menjaga jaraknya karena jantungnya saat ini berdetak cukup cepat ketika melihat Eldritch itu bukan Eldritch murni melainkan Eldritch gabungan dan ciptaan yang dibuat oleh Carmilla karena jantung hitam itu.


Elvano mengerang keras untuk memerintah seluruh pasukan menyerang Eldritch yang sedang melayang itu tetapi serangan yang mereka lakukan hanya memperbesar bola mata yang menempel di kening-nya sehingga Haruki merasakan kekuatan yang besar terkandung di dalam bola mata tersebut, ia mencoba untuk menghampiri mereka tetapi Carmilla terus menghalang-nya sehingga Gienka menatap ke atas dan melihat Eldritch itu akan menghancurkan desa Camel bersama seluruh penduduk menggunakan sihir gelombang kegelapan yang mematikan.


"Ingatlah, Gienka! Percaya dan terus cari jawaban yang berada di dalam jiwa dan harga diri pelayanmu... aku yakin kau akan bisa menemukan harga diri yang kau sembunyikan itu, harga diri seorang pelayan lebih penting dibandingkan kekuatan dan potensi karena kita lebih mementingkan keselamatan untuk melayani mereka yang kita percayai dan cintai...!" Gienka mendengar jelas suara Aldebaron di kedua telinganya sehingga ia melebarkan matanya lalu mengerang keras bahkan sampai melepaskan gelombang merah pekat ke atas langit.


Seluruh Eldritch itu berhenti menyerang seketika sehingga Gienka menggunakan kesempatan itu untuk memindahkan seluruh Vampir yang terluka kritis ke tempat yang lebih aman agar mereka dapat memulihkan tubuh mereka itu, Gienka melompat ke atas lalu berdiri tegak tepat di hadapan seluruh pasukan karena ia akan melindungi seluruh nyawa menggunakan perisai yang ditambah dengan kemampuan Vampir untuk meningkatkan pertahanan-nya sendiri.


"Hah... hah... aku mohon... berikan diriku kekuatan dan tekad terakhir untuk melindungi seluruh umat Vampir dari Eldritch..." 


"...akan aku tunjukkan tekad dan harga diriku sebagai seorang pelayan!!!"