
Sebuah ruangan yang begitu gelap, istana yang sangat kuno dengan bangunan yang runtuh karena tempat itu sekarang menjadi sarang yang dipenuhi dengan Eldritch, para Eldritch memiliki tempat berlindung untuk berkembang biak dan berkembang dengan mencari mangsa lalu membaginya bersama Eldritch yang lainnya. Beberapa makhluk asing masuk ke dalam ruangan itu untuk menyalakan ruangan gelap tersebut menggunakan api obor yang mereka pegang.
"Bos, kita sudah menemukan peti sang Vampir mengerikan berdarah dingin, apakah sudah saatnya untuk membangunkan dirinya dari tidur yang sangat panjang?" Tanya seorang Vampir yang menerangi sebuah peti yang berada di tengah ruangan tersebut, bos yang ia maksud adalah seorang monster yang memiliki penampilan seperti seorang Goblin tetapi tubuhnya sangat besar dan kekar, bukan sekedar Goblin biasa karena ia bisa mengunjungi wilayah Vampir.
"Tahan dulu... jika dia bangun dari tidurnya maka semua rencana kita akan berakhir, Vampir seperti dirinya bukanlah sekedar makhluk penghisap darah biasa karena ia tidak memandang bulu apapun untuk menyerang dan membunuh lawannya sendiri, ia lakukan apapun demi mendapatkan kekuatan dan sesuatu yang ia inginkan. Bisa dibilang tidurnya ini adalah sesuatu yang menguntungkan untuk umat Vampir yang pernah mengenal dirinya." Goblin itu menghampiri peti tersebut lalu menyentuhnya, ia bisa merasakan kehidupan yang sedikit di dalam peti tersebut karena Vampir yang berada di dalam peti itu menghabiskan waktu dengan tidur dan tidur.
"Baiklah, kita sudah merancang semua rencana ini untuk mengajak dirinya... membantu dirinya mencapai apa yang ia inginkan dengan para Edritch yang berkeliaran di istana kuno ini. Kau persiapkan dirimu sendiri, Joseon, dia bisa membunuhmu kapanpun karena kau memiliki penampilan yang cukup lezat bagi Vampir ini." Kata Goblin itu sehingga Vampir yang bernama Joseon itu menelan ludahnya lalu mundur beberapa langkah dan berlindung di belakang pasukan Vampirnya.
Goblin itu mulai meraba peti itu beberapa kali sambil memejamkan kedua matanya, peti itu tiba-tiba memancarkan sinar putih yang dapat membunuh Vampir sekaligus karena mereka tidak akan bisa bertahan ketika merasakan cahaya di tubuh mereka, untungnya pasukan Vampir yang saat ini sedang melindungi dirinya memiliki tubuh yang kebal dengan kelemahan Vampir itu sendiri yaitu sinar berkat seorang Goblin yang membantu mereka semua.
Goblin itu memotong lengan kanannya sendiri lalu mengambilnya untuk menuangkannya ke atas peti itu sehingga cahaya itu bertambah semakin terang bahkan sampai mengguncangkan ruangan tersebut dan mendorong mereka mundur sampai terjatuh. Goblin itu melebarkan matanya ketika merasakan kekuatan dan keberadaan yang mengerikan dari dalam peti itu sehingga peti tersebut terbuka dan menunjukkan kedua tangan yang memegang erat peti tersebut.
Mereka melebarkan kedua matanya ketika melihat seorang Vampir yang baru saja mengalami istirahat yang panjang akhirnya bangkit karena Goblin itu melakukan sebuah ritual kecil kepadanya, Vampir itu bangkit dari dalam peti lalu mengalihkan pandangannya kepada seluruh pasukan itu sambil menunjukkan tatapan yang sangat tajam, mereka semua langsung merasakan ketakutan yang sangat besar di dalam tubuh mereka masing-masing sehingga sebagian dari mereka tidak bisa bergerak karena ketukan yang sudah mendominasi.
"Siapa yang berani-beraninya... mengganggu tidur panjang ini, hah...?" Kata Vampir itu sambil menggerakkan tubuhnya yang terasa kaku sekarang karena ia sudah lama tidak pernah bergerak seperti biasanya, suara tulang dan bahkan dagingnya mulai terbuka lalu meregenerasi kembali sehingga ia merasakan sesuatu yang berbeda di dalam dirinya.
"Hehh... Tubuh ini sepertinya terasa lebih baru dan hebat, menakjubkan sekali. Sepertinya seseorang yang begitu nekat dan hebatnya mampu membangunkan diriku hanya demi memberi hadiah yang sangat menakjubkan." Vampir itu menatap Goblin yang berdiri tepat di hadapannya, ia tidak kenal takut kepada makhluk apapun sehingga Vampir tersebut langsung tersenyum serius karena ia melihat seorang Goblin yang benar-benar berbeda.
"Kau adalah Goblin yang terlihat menarik... aku memiliki banyak kehormatan di dalam diriku yang harus aku berikan kepadamu karena sudah berani membangunkan tidur panjangku, kau sendiri bahkan memberikan tubuh hebat ini... jangan-jangan sekarang aku sudah dapat mengakses sesuatu yang sakral di dalam diriku, hahaha... menakjubkan, aku sudah menunggu hari ini tiba." Kata Vampir itu sambil menatap kedua tapaknya selagi menunjukkan ekspresi yang dipenuhi dengan kesenangan.
"Perkenalkan, nona Carmilla. Namaku adalah Zhabos, seorang Goblin yang sudah membangkitkan dirimu dari tidur yang panjang bahkan aku sendiri sudah memberi dirimu beberapa hadiah agar kau bisa bergerak seperti biasanya, orang bodoh apa yang tidak mengenal sejarah tentang dirimu... seorang Vampir berdarah dingin yang sangat kuat tetapi memiliki kelemahan seperti Vampir." Goblin itu memiliki nama Zhabos sedangkan Vampir yang baru saja bangun itu adalah Carmilla.
Carmilla sempat tersenyum dan terkejut ketika ia mendengar nama yang terdengar tidak asing, nama yang sudah tertera di zaman yang dulu sekali bahkan ia tidak begitu mengenal apapun karena ia tidak memandang apapun, yang ia lakukan hanya menyerang dan menghancurkannya dengan cepat tanpa memberi sedikit ampunan apapun, "Zhabos ya... Hahahahahaha, menakjubkan sekali ya, kau benar-benar Goblin yang berbeda sampai membuatku tertarik seperti ini!"
"Hmph, sepertinya kau sendiri sudah mengenal diriku ya."
Joseon melebarkan kedua matanya karena satu detik yang ia rasakan ini begitu mengerikan karena rekan di sebelahnya baru saja berubah menjadi sebuah tengkorak, ia tidak melihat apapun bahkan ia sendiri tidak bisa merasakan angin yang menghembus dirinya. Keberadaannya menghilang begitu saja di dalam dirinya dan itu membuat Joseon dipenuhi dengan keringat sehingga mulutnya tertutup oleh Carmilla yang berdiri tepat di hadapannya sambil meraba tubuhnya.
"Kamu... cukup menarik juga ya... seorang Vampir yang sangat berbeda, menakjubkan-menakjubkan... aku harap kau tidak mengecewakan diriku nanti ya, sekarang kamu bebas." Carmilla memberi Joseon sebuah hisap kecil di bagian lehernya sehingga ia terjatuh sambil menutup bekas hisapnya itu, ia tidak menyangka bahwa Vampir mengerikan seperti Carmilla akan memberi dirinya kesempatan untuk hidup.
"Kenapa kau membunuh mereka semua?" Tanya Zhabos.
"Hmmm... Kenapa ya...? Hahahahaha, mungkin aku hanya ingin melakukan beberapa kesenangan seperti biasanya, apakah kau melupakan tentang diriku? Kesenangan yang menarik perhatianku tidak akan bisa selesai begitu saja... aku akan menyelesaikannya dengan pelan dan cepat." Carmilla mulai mendekati Zhabos dan ia bisa merasakan hawa membunuh yang besar di dalam dirinya bahwa ia benar-benar Vampir yang sangat mengerikan.
"Hei... kenapa kamu ketakutan seperti itu...? Ini adalah hawa dingin ketakutan yang kau lepaskan dari dalam tubuhmu itu, sepertinya kau memberi diriku perkembangan yang sangat besar sehingga aku dapat melakukan semua kesenangan yang aku mau terutama istana kuno yang sudah menjadi tempat tinggalku selama bertahun-tahun ini yang sekarang dipenuhi dengan Eldritch yang lezat dan menakjubkan!" Carmilla menghilang dan Zhabos melebarkan kedua matanya ketika ia mendengar suara tulang yang berserakan dimana-mana.
Carmilla kembali muncul dengan ekspresi yang senang karena ia menikmati dirinya yang baru, "Tidur yang panjang... mendapatkan tubuh baru dan rekan yang terlihat menakjubkan, ahhh~ Ini benar-benar kesenangan yang aku maksud, kalian berdua membuatku sangat tertarik bahkan aku tidak bisa melihat hal menakjubkan lain selain tubuh ini~"
"Kau adalah Goblin yang memiliki julukan sebagai Dewa matahari bukan? Sayang sekali, aku tidak mempercayai dewa atau sesuatu yang berada di tingkat tinggi karena semuanya itu sama... aku tidak memandang apapun kecuali kesenanganku sendiri, jadi... apa yang kau butuhkan dariku, domba yang tersesat?" Tanya Carmilla sambil menepuk punggung Zhabos, Zhabos melebarkan kedua matanya ketika organ tubuhnya merasa nyeri dan jantungnya yang berdetak sangat cepat.
"A-Apakah ini kesalahan...? Apakah membangkitkan sebuah monster berdarah dingin seperti dirinya adalah pilihan yang terbaik untuk membasmi seluruh Vampir dan Elf... aku membangkitkan dirinya dan memberi dirinya kekuatan hanya untuk membuat dirinya yakin kepadaku sampai ia sendiri ingin berteman atau bekerja sama denganku..." Ungkap Zhabos sehingga Carmilla tersenyum karena ia bisa mengetahui apa yang Zhabos pikirkan sampai ia mulai bertepuk tangan dan tertawa terbahak-bahak.
"Menakjubkan! Menakjubkan! Menakjubkan! Kalau begitu aku menerima tawaran yang akan kau tawarkan nanti jika kau sudah mengumpulkan keberanianmu, Zhabos... sepertinya kau memiliki kesenangan yang menakjubkan ya, aku juga ingin sekali melakukan sesuatu yang dapat membuat kesenanganku meledak begitu saja!" Kata Carmilla sambil memeluk dirinya sendiri, Joseon ingin sekali pergi dari tempat itu karena rasa takutnya terus mendominasi tubuhnya itu.
"K-Kau bisa membaca pikiranku...?"
"Tentu saja... aku mengetahui banyak rencana menakjubkan kalian, ternyata itu adalah kesenangan kalian ya... mengalahkan seorang penemu bernama Yuffie dan meminta semua manusia untuk mengabdikan uang sebagai dewa mereka, sayang sekali ya... sayang sekali, aku hanya akan melanjutkan kesenanganku dulu..."
"...berteman dengan Eldritch dan menghisap seluruh darah makhluk hidup sampai tidak ada yang tersisa satupun." Carmilla menjilat bibirnya sendiri.