The Black Messiah

The Black Messiah
TBM 26 - Menakjubkan



"Apa... Apa yang kau maksud dengan menciptakan Eldritch itu!?" Seru Elvano karena ia tidak menyangka untuk melihat seorang Vampir yang sangat mematikan seperti dirinya, satu kedipan saja sudah cukup untuk menghabiskan seluruh pasukannya yang selamat dari serangan Eldritch tadi. Haruki sendiri bahkan sempat lengah ketika ia mengedipkan matanya, pergerakan-nya sangat cepat sehingga ia tidak sempat untuk menghindari serangannya itu.


"Ya, itu benar! Bukannya sangat menakjubkan!? Aku, Carmilla dapat menciptakan Eldritch dan berteman dengan mereka, terutama jantung hitam ini sangat spesial bagiku..." Kata Carmilla sambil menjilat jantung hitam itu lalu mengusapnya beberapa kali sehingga tidak ada satupun dari mereka berani untuk menyerang bahkan Haruki hanya bisa diam dan mencari tahu kekuatan dan kemampuan apa yang ia miliki.


"Sebenarnya... kalian benar-benar menarik perhatianku loh~! Jika saja pertarungan ini tidak terjadi maka aku sedang sibuk berteman dengan seekor Eldritch tetapi setidaknya semua ini benar-benar menakjubkan! Aku sangat senang untuk bisa bertemu dengan kalian semua~ Terutama seorang Legenda masuk ke dalam dunia Vampir, langka sekali ya~" Carmilla tersenyum kepada Haruki dan senyumannya itu sudah cukup membuat Haruki yakin bahwa musuh yang ia hadapi ini benar-benar kuat, tidak seperti musuh yang pernah ia hadapi sebelumnya dimana ia masih bisa merasakan keberadaan normalnya.


Carmilla yang sekarang memiliki rambut putih panjang dengan kedua iris merah serta tubuh langsing yang terlihat seperti tubuh gadis ideal, ia memiliki kuku merah tetapi tidak terlalu tajam, tidak ada satupun teka-teki kekuatan dan kemampuan yang keluar dari dalam tubuhnya karena ia terlihat sangat misterius. Haruki sempat melihat tato merah di wajah bagian kirinya dan tubuh kirinya juga memiliki tato yang sama ditambah dengan kaki dan lengan kirinya.


Haruki bisa melihatnya dengan jelas karena pakaian kurang bahan yang Carmilla kenakan, "Kalian cukup membuatku tertarik, menakjubkan-menakjubkan! Sepertinya aku akan bermain dengan kalian sebelum menikmati makan malam lainnya... wah, wah, aku tidak sabar... ini semua benar-benar menakjubkan! Hidup panjang itu benar-benar perasaan yang sangat nikmat~ Hyahhh~" Carmilla memeluk tubuhnya sendiri sehingga tidak ada satupun dari mereka berani untuk menyerang karena tubuh mereka mengalami penolakan untuk sementara.


"Kau... Kau pasti Legenda yang pernah berurusan dengan masalah besar alam semesta bukan? Untungnya masalah itu tidak bertambah ya? Jika saja aku ikut... hmm~ hmm~ pasti semuanya akan berakhir cukup menakjubkan untuk mereka, tidak ada yang selamat dan kalian tidak akan bisa bertahan...! Sayang sekali, sayang sekali, aku tidak tertarik untuk bekerja dengan siapapun karena aku hanya ingin melakukan kesenanganku sendiri." Carmilla tersenyum, Haruki mulai berkeringat karena Vampir satu ini benar-benar setara dengan musuh yang pernah Shira hadapi.


Ancaman yang pernah menghancurkan alam semesta itu sepertinya diketahui oleh Carmilla tetapi ia tidak melihatnya, mungkin saja dia bersembunyi dan selamat karena kemampuan Vampir yaitu tubuh setengah abadi dan pemulihan yang cepat. Banyak pertanyaan muncul di dalam pikirannya sehingga ia terus menatap Carmilla yang sedang menjilat jantung hitam itu seperti es krim.


Gienka menyentuh tangan Elvano dan ia langsung menatap adiknya yang terlihat ketakutan, "B-Bagaimana ini...?" 


Haruki bisa melihat semua Vampir di sekitarnya terlihat ketakutan dan tidak memiliki harapan apapun untuk selamat, ia hanya perlu menahan musuh satu ini dengan seluruh kemampuan yang ia miliki dan meminta mereka semua untuk segera melarikan diri karena masih sempat. Carmilla memasukkan jantung itu ke dalam tubuhnya lalu ia memegang dagunya sambil memperhatikan Haruki dengan tatapan yang dipenuhi dengan ketertarikan, "Hei... sepertinya aku tertarik denganmu, Legenda~ Aku mulai menyukai dan mencintai pada pandangan pertama ini!"


"Maaf sekali untuk memberitahu berita yang cukup buruk, aku sudah menikah dan mempunyai anak jadi aku tidak menerima apapun dari gadis sepertimu." Jawab Haruki, Elvano bersama yang lainnya mulai melarikan diri karena Haruki memberi mereka kesempatan. Semua Vampir yang melarikan diri itu tidak bisa membalas kebaikan Haruki karena ia ingin mengorbankan dirinya untuk melawan Carmilla.


"Awww... tidak menakjubkan tetapi masih menarik karena aku dapat bermain denganmu~! Baiklah, hatiku yang patah ini sepertinya dapat diperbaiki dengan bermain dan menghisap dirimu, aku dapat merebut dirimu kapanpun~" Carmilla mengedipkan matanya sehingga Haruki melebarkan matanya karena ia bisa merasakan pergerakan cepat di sebelahnya, ia sempat untuk menundukkan kepalanya dan berhasil menghindari serangan mematikan yang menghancurkan pohon dan gunung di belakangnya.


"A-Apa itu...!?" Ungkap Haruki, bukan hanya pergerakan Carmilla yang cepat tetapi serangan yang tadi ia lihat bergerak begitu cepat sehingga ia mulai mengayunkan kedua pedangnya ke arah Carmilla tetapi ia berhasil menghindari semua serangan itu lalu ia melompat ke atas dan tubuhnya perlahan-lahan menghilang seperti dilahap dengan kegelapan itu sendiri, ia mencoba sekuat mungkin untuk tidak berkedip tetapi matanya mulai terasa perih.


"Aku tahu kekuatanmu berkaitan dengan kedipan mata... aku tidak akan tertipu lagi...!" Haruki menoleh ke belakang lalu ia menebas Carmilla yang berdiri belakangnya sehingga pedang itu menusuk dadanya dan bilah pedang itu keluar melalui punggungnya tetapi ia langsung berubah menjadi darah, ia sendiri bahkan memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang sama persis seperti dirinya.


Haruki melepaskan lubang hitam ke atas dan Carmilla yang hampir saja menebas leher Haruki mulai tersedot ke dalam lubang hitam itu, ia bisa melihat Carmilla yang tersenyum selagi tersedot ke dalam lubang hitam itu sehingga kepalanya lepas lalu melesat menuju arah Haruki dan menghilang begitu saja, lubang hitam yang ia lepaskan menghilang begitu saja dan melepaskan asap merah yang membuat Haruki mengedipkan matanya dua kali sehingga ia menerima luka cukup parah di bagian punggung dan pinggangnya.


"Ack..." Haruki melihat Carmilla berdiri di hadapannya dan ia berhasil melakukan serangan kombinasi yang mampu melukai dirinya, Carmilla masih bisa tersenyum karena ia melepaskan kepalanya kembali dan Haruki langsung menusuk kepala Carmilla menggunakan kedua pedangnya sehingga gigi taring yang ada di dalam mulutnya lepas dan menusuk bahu Haruki sehingga menyerap darah yang cukup banyak sampai melumpuhkan lengan kanannya.


"Bersatulah denganku... Le-gen-da~ Bloody Maiden!" Carmilla mulai menggigit udara sehingga Haruki yang berada di dalam bisa melihat beberapa taring tajam di sekitarnya dan patung itu mulai bertambah sepit lalu mengecil begitu saja. Carmilla tersenyum lebar dan menjilat bibirnya sendiri karena ia baru saja mendapatkan mangsa yang cukup lezat, ia menarik patung itu lalu ia membukanya sehingga ia tidak melihat apapun di dalamnya.


"A-Apa...?" Carmilla melebarkan matanya karena Haruki berhasil melarikan diri begitu saja, "Ternyata dia melarikan diri ya... aku mengalami patah hati lagi... tetapi bermain dengannya tadi itu benar-benar perasaan yang cukup menakjubkan! Ahahaha~"


Carmilla melihat patung itu mengeluarkan lubang putih yang mendorongnya ke belakang sampai ia terjatuh, ia tidak terkejut karena serangan seperti itu sudah ia lihat beberapa kali sejak dulu. Carmilla kembali bangkit dan kehilangan jejak terhadap Haruki, telinganya hanya bisa mendengar dirinya yang sedang berlari di dalam hutan lalu terbang ke atas langit dengan kecepatan tinggi, ia tidak bisa mengikuti dirinya karena jaraknya yang sangat jauh.


"Mungkin takdir akan mempertemukan kita nanti, hyahh~ Aku tidak sabar untuk memiliki dirinya secara keseluruhan!" Carmilla memeluk tubuhnya sendiri lalu ia melompat dan tersedot kembali oleh kegelapan.


***


Haruki bersyukur karena ia selamat ketika melawan Carmilla, jika saja ia lengah dan tidak waspada maka pertarungan tadi bertahan selama beberapa detik karena Carmilla bukan lawan yang bisa disebut lemah bahkan teman yang ia miliki saja masih belum cukup untuk mengalahkan Vampir mengerikan seperti dirinya.


"Kecepatan berdasarkan mata yang mengedip... Aku bisa melihat tadi, satu detik... Ia seperti bersatu dengan kegelapan tetapi kecepatan yang ia miliki itu lebih cepat dibandingkan kecepatan cahaya, Vampir tidak mungkin memiliki kecepatan seperti itu karena mereka memiliki kelemahan tersendiri dengan cahaya." Ungkap Haruki sambil memulihkan luka-lukanya itu.


"Sepertinya aku tidak bisa mengandalkan teman-temanku... Mereka sedang sibuk dengan aktivitas yang mereka lakukan sebagai seorang Legenda yang sudah masuk dunia pekerjaan, baiklah..."


"...sepertinya aku akan menghubungi dia untuk mencari informasi lebih dalam lagi tentang Carmilla, aku yakin gadis cerdas seperti dirinya akan mengetahui informasi tentang Carmilla." Haruki memejamkan kedua matanya untuk melakukan telepati dengan seorang gadis yamg memiliki julukan sebagai [Ratu Touriverse].


"Ya... Siapa ini yang menghubungiku melalui telepati?" Tanya gadis itu, ia langsung mengetahuinya.


"Ini aku, Haruki..."


"Ehh? Haruki... Kenapa di saat-saat aku sedang sibuk seperti ini?"


"Maaf, aku membutuhkan bantuan informasi penting dan darurat, bisakah kau membantuku tentang itu..."


"...Korrina?"