
Vania dan Lavia baru saja selesai memakan semua daging yang tersisa itu, mereka merasa kenyang dan kuat sekarang sehingga satu pukulan Vania ke arah tembok di sebelah-nya mampu menimbulkan lubang yang cukup besar, kekuatannya saat ini mulai melampaui di atas biasa karena semua Vampir dewasa memiliki kekuatan yang jauh lebih hebat dan Bloodlust yang mungkin lebih agresif dari Vania.
"Apakah kamu lelah, Vania?"
"Tidak... aku baru saja dimulai." Vania mengambil kapak-nya lalu ia mengubahnya menjadi kecil, pertarungan tadi berjalan cukup memuaskan bersama Lavia karena mereka bekerja sama cukup baik dan menggunakan pengalaman mereka untuk mengalahkan Eldritch itu.
"Mari kita masuk lebih dalam lagi.
"Tentu, ayo---"
Terdengar suara ledakan yang berasal dari permukaan tanah, mereka terkejut ketika mendengarnya karena ruangan bawah tanah itu mulai bergetar seperti ingin runtuh, jika mereka diam terlalu lama di sana maka mereka saja tertimpa. Pendengaran Vania dan Lavia yang begitu tajam-nya bisa mendengarkan pergerakan para Eldritch itu yang melakukan pengungsian keluar.
Sepertinya Eldritch tadi mengulur waktu untuk mereka berdua bahwa hari ini adalah hari gelombang Eldritch yang paling besar, mereka semua akan keluar dari sarangnya setiap dua minggu sekali dan aku melakukan penyerangan secara bersamaan untuk membasmi seluruh Vampir yang tinggal di desa terdekat, semua Eldritch berhasil melarikan diri dan Vania tidak memilih pilihan lain selain membuat jalan sendiri yaitu menciptakan lubang di atas.
Vania memegang erat kapak-nya lalu ia berputar dan melemparnya ke atas, Vania dan Lavia segera terbang keluar melalui lubang itu dan melihat desa tempat tinggal mereka yang dipenuhi dengan api bahkan sebagai rumah serta bangunan sudah hancur begitu saja karena Eldritch yang memiliki penampilan mengerikan dengan ukuran tubuh yang sangat besar.
"A-Apa yang terjadi...?!" Vania sendiri terlihat ketakutan ketika menatap Eldritch yang menyebabkan semua kehancuran itu, Eldritch satu ini cukup berbahaya bahwa Vania pernah membaca sejarahnya di bab 19. Tubuhnya yang begitu besar dan terlihat seperti seorang Vampir, kepalanya yang besar terlihat seperti otak dan mulutnya yang terletak secara vertikal.
Tubuhnya begitu besar ketika kakinya yang terlihat seperti tentakel dan akar yang digabung menjadi satu, semua akar itu menusuk Vampir dan menyedot mereka sampai kering sehingga ukuran dari Eldritch itu mulai bertambah besar lagi dan lagi. Lavia dan Vania gemetar ketakutan karena kekuatan jauh dengan kekuatan yang dimiliki oleh Eldritch itu sehingga mereka dari jauh bisa melihat beberapa Vampir yang mencoba untuk mengungsi tetapi berakhir mati dengan cara yang sadis.
Penampilannya mulai berubah, sekarang kepalanya terlihat seperti kepala jamur yang terbuka di bagian depannya, bagian depan yang terbuka itu melambang mulutnya karena mereka bisa melihat taring yang mengecil dan membesar secara bergantian seperti gergaji. Kepala itu sangat besar bahkan sudah tidak memiliki tubuh lagi, tubuhnya diganti dengan tentakel besar yang melebihi ukuran gedung yang terdapat di desa.
"Vania... apa yang harus kita lakukan... i-itu... itu Eldritch yang benar-benar berada di tingkat paling atas... d-dimana datangnya itu..." Lavia terlihat ketakutan, ia hampir menangis karena desa tempat tinggalnya berada di ambang kehancuran, semua Vampir itu bertarung demi menyingkirkan Eldritch yang mengerikan itu. Lavia merasa sedikit tenang ketika orang tuanya sudah pergi karena ia sekarang hanya perlu mengkhawatirkan dirinya dan umat Vampir yang tinggal di desa Ventazaur.
"Kita sebagai anggota The Black Messiah harus bisa bertarung, demi melindungi bangsa Vampir dan desa tempat tinggal kita!"
Vania mencoba untuk menyemangati Lavia walaupun kedua kakinya bergetar ketakutan, mereka harus bisa melawan ketakutan saat ini karena desa itu sekarang dipenuhi dengan Eldritch yang keluar melalui lubang-lubang di sekitar mereka. Vania memberanikan dirinya dengan membunuh semua Eldritch yang sedang dalam perjalanan menuju desa itu, Lavia melakukan hal yang sama agar masalah mereka bisa berkurang sedikit demi sedikit.
Mereka tidak memiliki banyak waktu karena pendengaran mereka sangat sensitif sehingga mendengar bangunan yang runtuh disertai dengan jeritan para Vampir, rata-rata semua Vampir gadis yang dibunuh terlebih dahulu agar mereka tidak bisa berkembang biak dan menciptakan lebih banyak bangsa Vampir. Vania dan Lavia menatap satu sama lain lalu mereka memikirkan sebuah rencana, Lavia sempat terkejut ketika Vania merencanakan sesuatu yang gegabah.
"K-Kamu serius...? Apakah semuanya akan berjalan dengan lancar?"
"Jika tidak maka aku serahkan The Black Messiah kepadamu."
"Jangan mengatakan itu...! Jangan memikirkan sesuatu yang dapat membahayakan hidupmu jika kau tidak mengetahui hasilnya."
"Jawabannya mudah... tidak akan tahu jika aku tidak mencoba."
Kepala desa itu melihat Vania yang melakukan aksi yang cukup hebat karena ia berhasil menarik perhatian semua Eldritch itu dengan meneteskan beberapa luka dari kedua tapak tangannya yang ia gigit. Vania tidak bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama karena semua Eldritch itu mulai mengepung dirinya bahkan Eldritch yang paling besar itu menggerakkan tentakel-nya dan mencoba untuk menghantam Vania.
Vania menahan serangan itu tetapi ia terlempar ke belakang, daya kekuatan yang dimiliki tentakel itu benar-benar kuat sehingga Vania menyesal karena mencoba untuk menahannya, menghindarinya saja tidak bisa karena ukuran yang besar dan kecepatan yang setara dengan suara.
"Tidak buruk... apa yang aku harapkan dari Eldritch yang memiliki julukan [Abomination I]." Vania kembali bangkit lalu ia terbang ke atas tetapi ia tidak memiliki celah untuk melarikan diri, situasi mulai bertambah buruk untuk dirinya tetapi Vania masih memiliki rencana di balik pundaknya dimana ia memotong lehernya sendiri lalu meninggalkan tubuhnya, Vania masih hidup tetapi ia mengalami pendarahan besar.
Vania mengorbankan tubuhnya untuk di makan oleh para Eldritch itu, kepalanya mulai melesat maju ke depan dan melewati mereka semua. Vampir yang memiliki Bloodlust dan sering menyedot darah maka mereka akan mendapatkan kemampuan setengah abadi, contohnya seperti organ atau anggota tubuh yang hilang maka tidak akan membunuh Vampir itu melainkan hanya membuatnya lelah perlahan-lahan.
Vania menumbuhkan kembali tubuhnya, ia juga menciptakan pakaian sementara menggunakanndarah yang mengalir daei tubuhnua. Resiko dari kelelahan itu mulai hilang ketika seluruh tubuhnya kembali, ia benar-benar tidak percaya apa yang baru saja ia lakukan ternyata berhasil. Menarik perhatian mereka adalah ide yang buruk sehingga ia mendarat tepat di hadapan kepala desa, Vampir itu memberitahu semua Vampir untuk melarikan diri dan mengungsi menuju desa terdekat karena para Eldritch tidak akan bergerak asalkan desa itu sudah hancur.
"Percuma saja jika kita lari... pergerakan mereka cukup cepat dan desa ini sekarang sudah dikepung oleh para Eldritch---"
Eldritch yang memiliki julukan Abomination pertama itu mendarat di pusat desa dan menggerakkan seluruh tentakel-nya untuk membeli semua bangunan dan perumahan. Semua Vampir terpaksa harus bertarung sehingga kepala desa memberitahu mereka semua untuk bertahan sampai bala bantuan dari desa [Zentire] datang. Vania menatap semua Eldritch itu lalu ia menoleh kepada Lavia yang kesulitan menghancurkan tentakel besar itu.
"Lavia, jangan menghabiskan waktu dengan menghancurkan tentakel itu..."
"Kita membutuhkan kekuatan hebat untuk bisa meninggalkan beberapa luka di tentakel itu." Lavia menghampiri Vania dan mereka mulai bersatu kembali untuk melakukan serangan kerja sama ke arah kelompok Eldritch. Pertarungan bangsa Vampir melawan kelompok Eldritch terjadi, walaupun pasukan Eldritch terus berkurang tetapi Eldritch yang besar itu bisa dibilang sebagai bos kelompok mulai menjerit keras.
Jeritan keras itu mampu membuat semua Vampir mengalami gangguan di pendengar mereka untuk sementara dan Eldritch itu menggerakkan seluruh tentakel-nya, pergerakan itu sungguh cepat bahkan mengenai beberapa Vampir termasuk Vania, untungnya Lavia menahan dirinya menggunakan tubuhnya sendiri agar Vania tidak terlempar beberapa meter ke belakang.
"Vania! Kamu baik-baik saja---"
Daratan bergetar cukup dahsyat sehingga Lavia bisa melihat retakan besar di atas daratan itu, Eldritch itu terus menghantam daratan menggunakan tentakel-nya sehingga desa itu hancur secara total karena daratan menciptakan lubang yang cukup dalam dan menjatuhkan mereka ke bawah, Lavia memegang erat tembok di sebelahnya lalu ia berhasil menyelamatkan Vania.
Lavia bisa melihat lubang itu sangat dalam, satu menit kemudian terdengar hantaman yang mengartikan mereka semua mendarat sampai ujung, Vania bisa melihatnya dari jauh bahkan ia sontak kaget ketika melihat satu tentakel yang mengarah ke arah dirinya. Vania mendorong Lavia mundur lalu ia menggenggam erat kapak-nya.
"MATI!MATI!MATI!MATI!MATI!MATI!MATI!MATI!MATI!"
"MAATTIII!!!"
Vania berhasil memotong tentakel itu menggunakan kekuatan penuh dari serangan kapak itu, "Hah... hah... hah... satu tentakel saja membutuhkan serangan kekuatan penuh-ku."
"Tadi itu hampir saja, Vania..."
"Kita harus menyelamatkan mereka semua, ayo."