
Semua Vampir bangsawan itu mulai menyerang Eldritch itu dengan semua kemampuan yang mereka miliki, Vania terkesan melihat semua serangan mereka yang berdasarkan sihir bahkan mereka tidak perlu mendekat untuk menyerang walaupun tentakel Eldritch itu mencoba untuk menghantam atau menangkap mereka maka para Vampir itu akan mengubah cara bertarung-nya yaitu bertarung dalam posisi yang cukup dekat.
Mereka tidak bisa diam saja melihat Eldritch itu tersiksa karena [Eldritch Abomination I] itu tidak bisa diremehkan begitu saja, mereka memiliki kemampuan pemulihan yang cukup kuat dan ketika mereka mengamuk maka semuanya berakhir, seluruh Vampir bangsawan itu memerintah seluruh Vampir yang bertahan hidup untuk melarikan diri secepat mungkin, Vania menoleh ke atas dan lubang yang mereka tempati itu cukup dalam sehingga kemampuan melayang mereka tidak akan bisa sampai ujung.
"Vania, kita terbang dulu untuk sementara lalu mencengkeram tembok agar kita bisa memanjat keluar, itu lebih cepat bukan?" Lavia memberi Vania sebuah ide dan Vania langsung setuju dengan ide yang terdengar masuk akal itu, mereka segera berubah menjadi wujud kelelawar mereka lalu melesat ke atas dengan kecepatan maksimal.
Semua Vampir yang bertahan hidup mencoba untuk melarikan diri tetapi para Eldritch termasuk bos-nya sendiri melakukan serangan jarak jauh yang dapat melukai sayap kelelawar mereka, Vania dan Lavia terus terbang selagi mengacuhkan rasa sakitnya itu menuju titik tempat dimana para Vampir bangsawan itu berada, sekian lama Vania merasa lelah ketika mencoba untuk melarikan diri dan mereka menghabiskan waktu yang cukup lama untuk terbang ke atas permukaan.
Kepala desa mulai menjerit keras bahwa Eldritch yang berada di dalam lubang itu membuka mulut mereka lebar-lebar untuk menghisap mereka semua dan menarik mereka masuk menuju mulut mereka, mereka tidak bisa terbang lebih tinggi lagi karena tertarik jadi mereka menggunakan cara yang lain yaitu mencengkeram erat tembok di hadapan mereka. Tubuh mereka terasa berat karena para Eldritch yang sedang menghisap mereka semua.
Semua Vampir bangsawan itu mulai bersiap untuk menyerang semua mulut Eldritch itu agar mereka bisa melarikan diri, semua Vampir bangsawan itu mengangkat tongkat mereka lalu melepaskan beberapa kalong besar yang meledak tepat di dalam mulut Eldritch itu. Vampir yang masih bertahan tidak bisa berubah menjadi kelelawar untuk sementara karena sayap kelelawar mereka yang terluka karena serangan Eldritch tadi.
Vania melihat Lavia yang tidak bertahan terlalu lama karena kekuatannya tidak cukup kuat, ia membantu Lavia dengan mengulurkan lengan kanannya lalu Lavia menggenggam erat tangannya sehingga Vania menggunakan seluruh kekuatannya untuk melempar Lavia ke atas permukaan, ia diselamatkan oleh beberapa Vampir yang sedang memegang perisai. Sekarang Vania hanya perlu melarikan dari tempat itu, ia juga sempat melihat ke bawah dan melihat para Vampir yang sedang memanjat itu tertarik karena lidah Eldritch yang diperpanjang.
Vania terus memanjat ke atas dengan sekuat tenaga agar ia dapat mempercepat pergerakan-nya, ia tidak berani melihat ke bawah lagi karena beberapa Eldritch mulai memanjat juga, pendengarnya juga membantu Vania untuk menghindari beberapa serangan dari tentakel yang besar itu. Vania berhenti bergerak ketika wajahnya terkena batu yang berjatuhan, ia bisa melihat ke atas bahwa Revana mencoba untuk menjadi dirinya sebagai umpan.
"Kau ingin bermain kasar ya..." Kedua lengan Vania diselimuti dengan kegelapan, ia mulai menghantam tembok beberapa kali menggunakan kedua tapak hitam-nya sehingga keseimbangan Revana mulai hilang dan ia terjatuh tetapi berhasil mencengkeram tembok kembali, sekarang ia bersebelahan dengan Vania.
"Aku hanya bercanda... jangan di bawa ke hati seperti itu, Vania."
"Iya, aku tahu kok."
"Baguslah, cepat... kita harus---"
"Boleh aku bercanda juga?" Vania tersenyum sinis dan senyuman itu terlihat menakutkan karena Revana bisa melihat Bloodlust yang kuat di dalam dirinya dan tatapan-nya itu, Vania memotong kedua tapaknya sehingga ia terjatuh menuju lubang itu seekor Eldritch membuka mulutnya lebar lalu memakan Vampir tersebut dengan satu gigitan.
Jumlah Eldritch yang mengikuti para Vampir itu mulai bertambah sehingga Vania sendiri khawatir bahwa ia tidak akan sempat tiba di atas permukaan, para Vampir bangsawan yang sudah berkumpul segera mengikuti aba-aba dari pemimpin mereka dan melepaskan serangan mereka mengikuti serangan dari sang pemimpin. Sihir, pisau berlapis darah, dan panah yang sudah terbakar dengan api merah pekat seperti darah.
Semua serangan itu mulai menutupi langit yang gelap, para Eldritch menyadari bahwa semua serangan itu dapat membunuh mereka semua dan mereka hanya bisa menatap ke arah langit dimana sebentar lagi serangan itu akan sampai kepada mereka semua. Hujan serangan itupun mulai berjatuhan dan menyerang para Eldritch. Semua Vampir yang masih bertahan itu tidak menyia-nyiakan kesempatan mereka untuk melarikan diri.
Ledakan yang disebabkan oleh serangan itu mampu mengeliminasi setengah dari para Eldritch yang berada di dalam lubang, beberapa Eldritch kuat masih bertahan dan mereka mulai menumbuhkan sebuah sayap bahwa bos-nya sendiri menumbuhkan sayap yang besar untuk melarikan diri dari dalam lubang. Vania menggenggam erat tangan Lavia lalu ia menariknya keluar dan dalam waktu yang tepat sebelum bos dari Eldritch itu terbang keluar dan melepaskan beberapa duri tajam yang terbakar dengan api hitam.
Semua Vampir bangsawan itu mengubah formasi mereka menjadi pertahanan, mereka mengeluarkan sebuah perisai yang terpasang di lengan kanan mereka lalu menggunakan kemampuan Vampir yang dapat menyelimuti perisai itu dengan darah sehingga darah itu membentuk perisai yang lebih besar untuk menahan semua serangan itu. Rencana terakhir mereka sekarang melarikan diri bahkan pemimpin dari semua Vampir itu menyarankan untuk melarikan diri karena mereka tidak bisa menyerang Eldritch itu terlalu lama menggunakan serangan jarak jauh.
Mereka semua terlambat untuk melarikan diri karena Eldritch Abomination jika sudah terluka cukup parah maka mereka akan mengamuk dan menghabiskan mangsa mereka tanpa memberi mereka celah untuk melarikan diri, tentakel-nya bertambah panjang dan membuat sebuah penghalang untuk mereka semua. Vania terkejut karena ia bisa melihat sekelilingnya yang dipenuhi dengan tentakel, mereka terpaksa harus melarikan diri.
"Percuma saja jika kita melarikan diri, apakah kau tidak tahu Eldritch Abomination akan membunuh kita semua jika dia sudah terluka parah seperti itu?" Tanya Lavia.
"Aku tahu... menggunakan sihir dan serangan jarak jauh sudah tidak mempan sekarang, serangan yang kami miliki lebih mencolok dalam serangan jarak jauh dan Eldritch itu pasti akan terhambat dengan serangan kami tetapi melihat situasi seperti ini... kita membutuhkan seseorang yang memiliki kekuatan besar untuk menyerang kepalanya." Kata pemimpin itu.
"Ini semua salah-ku, seharusnya aku tidak menghancurkan kepalanya yang keras itu." Kata Vania sambil menundukkan kepalanya.
"Itulah kenapa kita memiliki seorang Vampir yang memiliki Bloodyoku, kau memiliki potensi kekuatan yang besar karena Bloodlust-mu itu, akhiri Eldritch yang disebut kuat itu dengan serangan paling kuat yang kau miliki. Kami akan mendukung dirimu dari belakang..." Pemimpin itu awalnya sudah melihat Vania yang berhasil menghancurkan kepala Eldritch itu, ia mulai mengeluarkan satu botol darah yang terlihat lezat.
Kemampuan Bloodlust-nya sendiri sampai mempengaruhi dirinya, "A-Apa itu...!?"
"Alasan kenapa kau bisa menghancurkan kepala Eldritch itu yang benar-benar keras karena darah yang kau hisap itu setengah dari darah tipe Vampir dan Legenda. Teman-mu ini sebenarnya setengah ras Vampir dan Legenda, Legenda adalah ras yang memiliki kekuatan paling terbesar di seluruh semesta.... kau pasti bisa jika meminum semua darah Legenda murni ini."
Botol yang dipenuhi darah itu ternyata darah murni dari Legenda, Vania tanpa segan langsung mengambil botol itu karena Bloodlust yang mempengaruhi dirinya. Pemimpin itu bisa melihat potensi besar yang dimiliki oleh Vania karena Bloodlust yang ia miliki dapat dikendalikan tanpa harus membunuh dan melakukan sesuatu yang jahat kepada seseorang, ia membuka penutup botol itu lalu menghisap semua darah yang berada di dalam botol itu sampai habis.
Tubuh Vania mulai dipenuhi dengan kekuatan besar bahkan ia sampai berlutut di atas tanah karena kekuatan yang ia rasakan benar-benar nikmat, darah Legenda mungkin bisa menjadi kesukaannya. Pemimpin itu lalu memerintah Vania untuk terbang ke atas dan menyerang Eldritch itu dengan semua tenaga dan kekuatan yang ia miliki.
Vania melesat ke atas langit dengan kecepatan maksimal lalu ia menarik kapak-nya dan memperbesarnya sampai ukuran maksimal, "Aku...!!! Aku akan mengubah-mu menjadi..."
"...daging cincang!!!"