
Selvia mencoba untuk menangkap Carmilla menggunakan rantainya tetapi ia terus menghindarinya sehingga Selvia menarik katananya lalu berkedip dan memasukkan kembali katananya sehingga serangan yang ia lakukan mampu melukai Carmilla sampai darah itu mengenai kulitnya dan membakarnya, Selvia menahan rasa sakit itu lalu ia mencoba untuk melakukan serangan bertubi-tubi menggunakan rantai yang muncul di kedua celah langit.
"Kamu iblis yang menarik dan imut, aku juga mungkin tertarik dengan dirimu karena kamu memiliki rasa yang lezat~" Carmilla menjilat bibirnya, Selvia melebarkan matanya karena jantungnya berdetak cepat ketika ia merasakan hawa membunuh besar, Carmilla mencoba untuk melakukan pantulan masuk ke dalam mata Selvia tetapi ia menutupnya sehingga punggungnya langsung melepaskan gelombang darah karena ia terluka cukup parah.
"Ahaaggghhhh!!!" Selvia terjatuh di atas tanah dan semua darah itu langsung Carmilla minum, Selvia baru saja melupakan satu hal untuk tidak menutup matanya tetapi sangat beresiko jika Carmilla masuk ke dalam matanya karena ia dapat melakukan pantulan kepada mata dan semua hal yang bersinar, itu sangat mematikan sehingga ia tidak mengetahui cara mengalahkannya kecuali menyerap seluruh kekuatan dan cahaya yang terdapat di dalam dirinya.
"A-Apakah... tidak ada harapan untuk menang...?" Ungkap Haruki, saat ini sedang dipulihkan kembali oleh Lavia. Jika Carmilla menatap mereka maka semuanya berakhir dengan cepat, ia mulai menatap mereka lalu disambut dengan kalong berapi yang mengenai tubuhnya, terjadi sebuah ledakan yang mendorong mereka semua ke belakang. Carmilla merasakan api itu di tangannya dan itu sempat membuat dirinya tersenyum penuh dengan kesenangan.
Ia sangat menantikan lawan baru yang akan bermain dengan dirinya, Selvia kembali bangkit dengan ekspresi yang terlihat kesal, sekarang ia mencoba untuk bertarung serius menggunakan katana-nya. Elvano membantu dari belakang dengan melepaskan beberapa sihir kalong yang menciptakan beberapa ledakan di sekitar Carmilla, Selvia maju ke depan untuk melepaskan beberapa serangan yang mengelilingi Carmilla.
Serangan itu menjebak dirinya karena ia bisa melihat angin yang bergerak tidak beraturan di sekitarnya, ia mencoba untuk menyentuhnya menggunakan jari sehingga jari itu langsung berubah menjadi potongan daging kecil, Haruki perlahan-lahan pulih dan ia akan membantu mereka semua untuk mengalahkan Carmilla, satu-satunya cara agar mereka bisa menang yaitu bekerja sama.
Carmilla mencoba untuk berpindah tempat tetapi jaraknya sangat jauh sehingga ia tidak bisa mencapai-nya, ia tidak melihat Selvia yang berada di jarak dekat mengedipkan matanya karena ia memiliki niat seperti itu, menjebak musuh di dalam serangan mematikannya itu. Carmilla hanya bisa diam untuk melihat keadaan karena Elvano saat ini sedang mengumpulkan energi sihir besar untuk dilepaskan ke arah-nya, "Sekarang permainan yang kalian maksud itu dimulai ya...? Akhirnya."
Selvia melirik sebentar ke arah Haruki dan Lavia untuk memperingati mereka bahwa sekarang sudah saatnya untuk serius dan bekerja sama, dengan kekuatan dari kerja sama dan rencana yang dirancang selama beberapa detik, Selvia bisa memprediksi bahwa kesempatan menang-nya tidak jauh dari 50%. Haruki kembali bangkit dan ia memegang erat kedua pedangnya untuk menyambut Carmilla jika ia bergerak atau berpindah tempat karena cahayanya itu.
"Wings of Dark Flames!!!" Seru Elvano keras, ia melepaskan sayap kalong terbakar ke arah Carmilla tetapi ia menghindarinya dan melompat ke atas sehingga tubuhnya terbelah menjadi daging kecil, Selvia melebarkan matanya karena semua daging itu berubah menjadi cahaya bahkan sampai mengejutkan dirinya, rantai yang muncul di belakang punggungnya mencoba untuk menangkapnya tetapi gagal sehingga Carmilla berada di Selvia lalu ia menendang wajahnya sampai tulang kepalanya hancur.
"A-Aghhh!!!" Carmilla melancarkan satu serangan tetapi serangan itu langsung terikat dengan rantai sehingga Carmilla tersenyum dan melepaskan asap emas di sekitarnya, Selvia tidak merasakan apapun tetapi ia dalam proses untuk menyerap seluruh kekuatan dan cahayanya itu. Jantung Elvano mulai berdetak sangat cepat karena tadi itu hampir saja, Carmilla benar-benar mengerikan saking mengerikan dirinya... tubuh Elvano langsung dipenuhi dengan luka karena Carmilla muncul di sekitarnya sambil mengerahkan beberapa serangan.
Selvia melotot ketika melihat Carmilla menghilang begitu saja di hadapannya, Lavia memperingati mereka bahwa Elvano terjatuh dengan luka tebas di sekitar tubuhnya, darahnya mulai bergenang dimana-mana bahkan mereka tidak bisa melihat Carmilla yang menghilang begitu saja, Haruki sempat mengukur jarak Carmilla dengan Elvano dan itu sangat jauh tetapi ia dapat bergerak atau berpindah tempat dekat dengan Elvano begitu saja.
Carmilla menghilang karena ia melakukan pantulan lagi dan berhasil masuk ke dalam mata kiri Haruki sehingga ia mencoba segala cara untuk menyingkirkan dirinya dari dalam mata itu tetapi tidak bisa sehingga ia menatap Lavia dan Carmilla langsung menyerang sehingga tubuh Lavia menerima banyak serangan dari tebasan kuku yang mematikan, serangan itu cukup untuk melumpuhkan Lavia dan membuat dirinya terjatuh sampai pingsan, ia bertahan karena tubuhnya diselimuti dengan darah yang sudah ia siapkan.
Selvia mencoba untuk menghindari tetapi tidak bisa karena mata kiri Haruki yang Haruki lihat itu dipenuhi dengan keputihan tetapi Selvia sempat melihat pupil kirinya yang menunjukkan Carmilla sedang mengejar dirinya sambil melakukan beberapa serangan fatal, satu serangan yang mengenai lehernya sudah cukup untuk membuat Selvia terjatuh, Carmilla tidak sempat untuk menghabiskan dirinya karena tubuhnya diselimuti dengan rantai.
"Tadi itu hampir saja... aku benar-benar menjadi satu dengan cinta pertamaku, hyahhh~ Memalukan~" Carmilla menyentuh pipinya sendiri, Haruki mencoba sekuat mungkin untuk melawan Carmilla tetapi ia tidak mengetahui caranya sehingga ia mendapatkan beberapa informasi dari serangan yang baru saja ia lakukan kepada Lavia dan Selvia sehingga Yusa mendarat di atas tanah lalu memegang erat pedang Luz Demonio.
"Luz Demonio---" Yusa melebarkan matanya ketika melihat Carmilla melakukan pantulan lagi ke arah matanya, kedua mata Yusa yang sangat fokus bisa melihat cahaya yang mencoba untuk masuk ke salah satu matanya sehingga ia mengayunkan pedangnya secara tepat dengan bantuan Luz juga sehingga cahaya itu berbelah menjadi dua, "Bodoh~ Kamu tidak ingat aku bisa melepaskan tubuhku semaunya~?"
Carmilla masuk ke dalam mata kanan Yusa sehingga ia tidak bisa melihat sementara di mata kanannya, Haruki melebarkan matanya ketika melihat Yusa menatap dirinya sehingga ia bisa merasakan pipinya mengeluarkan darah dan bahkan perutnya memiliki lubang yang besar, lubang itu mengeluarkan darah yang cukup besar bahkan Haruki sampai berlutut, "Jangan menatapku, Yusa!!!" Seru Haruki keras.
Yusa segera menatap ke atas lalu ia menutup kedua matanya sehingga Carmilla tertawa karena ia melakukan dua kesalahan yang sangat fatal, ia menutup kedua matanya yang bisa terhitung sebagai satu kedipan mata dan jika ia menutup kedua matanya maka Carmilla terpaksa untuk keluar, walaupun ia keluar dari tubuhnya... Yusa mendapatkan luka yang besar karena ia mengedipkan matanya sehingga luka yang ia terima cukup fatal bahkan sampai membuat ia terjatuh dengan kedua matanya yang terlihat mati.
"Awwww... begitu saja... padahal kesenangan baru saja di mulai..." Carmilla tersenyum lalu ia mendengar beberapa pasukan iblis dan Vampir mencoba untuk mendekati dirinya, ia menatap mereka lalu sudah merasa tidak sabar untuk melanjutkan kesenangan itu sehingga seorang pria datang dan mendarat di atas tanah sampai tanah itu menciptakan lubang yang besar bahkan sampai mengguncangkan wilayah dan desa itu seperti gempa bumi yang besar.
"... ...!" Carmilla tercengang ketika melihat kedatangan seorang pelayan Legendaris yang bernama Aldebaron, ia mengepalkan tinjunya lalu melepaskan satu dorongan penuh sampai Carmilla terlempar ke belakang dengan tubuh yang tidak bisa ia gerakan, "Sial... kenapa Aldebaron ada di sini!? Kemampuan yang sama bertentangan... sama seperti ratu iblis itu!"
Carmilla tercengang melihat Aldebaron menginjak perutnya sehingga mereka terjatuh di atas daratan dan menciptakan lubang yang sangat besar, Aldebaron mengepalkan kedua tinju lalu ia menarik nafas dalam-dalam dan menahannya sehingga tubuhnya melepaskan asap panas, "Sekarang aku mendapatkan dirimu... Evil Containment Ca---"
"Daaahhhhhh!!!" Carmilla melepas kepalanya lalu ia melarikan diri bersama Eldritch yang bertahan hidup, Aldebaron menghancurkan lubang itu sehingga ia menciptakan ruangan bawah tanah yang sangat luas bahkan luasnya bisa dihitung dan dibangun untuk menciptakan desa bawah tanah, ketika ia menggunakan kemampuan tadi... tubuhnya terasa lemas bahkan keringat mulai berjatuhan.
"Hah... hah... hah..." Tubuh Aldebaron mulai dipenuhi dengan darah bahkan darah mengalir deras melalui mulut sampai kedua lubang hidungnya.
"...tadi itu hampir saja."