
Pria itu mengantar Vania menuju toilet karena istana itu sangat besar sehingga seseorang yang baru saja datang bisa saja tersesat, Vania melewati beberapa lorong dan melihat banyak sekali ruangan sehingga ia terlihat bingung sampai kesal karena semua ruangan itu tidak ada gunanya, ketika ia melewati lorong lainnya, ia bisa melihat jendela besar yang menunjukkan Lavia sedang berlatih bersama Vampir yang menggunakan baju mewah, terlihat seperti seorang kepala pelayan.
Vania melihat banyak sekali Vampir yang memakai pakaian yang sama seperti kepala pelayan, apa yang ia harapkan dari istana para bangsawan. Pria itu berhasil mengantarkan Vania menuju toilet dan ia langsung menunggu dirinya di luar sambil membaca buku seperti biasanya, tidak menghabiskan waktu yang lama karena ia hanya ingin buang air kecil saja, "Bagaimana, apakah keperluanmu di kamar mandi sudah kau selesaikan?"
"Keperluan apa yang kau maksud itu, yahhh... semuanya sudah beres dan terasa lega." Vania dan pria itu pergi meninggalkan toilet untuk menghampiri kembali kamarnya, "Kau tidak pernah memberitahu diriku tentang dirimu dan tujuanku sebagai keluarga yang bernama... Came... Cameli... Carme---"
"Camellia. Sepertinya aku lupa untuk menunjukkan sikapku sebagai kepala pelayan juga..." Pria itu berhenti di hadapan Vania lalu ia menundukkan kepalanya sambil menunjukkan rasa penuh kehormatan kepada Vania, Vania sempat terlihat kebingungan tetapi ia hanya bisa diam dan mengikuti alur saja karena ia tidak terlalu mengerti tentang cara bekerja para bangsawan, "Biarkan aku mulai dari awal, Nona Vania Von Camellia..."
"...Namaku adalah Elvano El Adavanio, aku berasal dari bangsawan Adavanio tetapi ditugaskan untuk menjadi seorang pelayan demi melayani semua bangsawan Camellia. Sepertinya aku baru saja mendapatkan tugas dari kepala pelayan untuk melayani dirimu untuk selama-lamanya karena itu adalah tugas sebagai pelayan, mulai dari sekarang kau akan aku bimbing sampai menjadi seorang Vampir yang hebat." Pria itu memperkenalkan dirinya dengan nama Elvano, mereka berdua terus berbicara sambil melewati beberapa lorong dan menyambut beberapa bangsawan dan pelayan yang lewat.
"Setiap bangsawan, bukan hanya bangsawan Vampir saja, pasti memiliki gelar pelayan dimana gelar itu bertujuan untuk membantu tuannya melaksanakan beberapa tugas dan mengajarkan dirinya tentang berbagai hal. Peraturan itu tidak dilaksanakan di semesta Zuutouri saja melainkan di seluruh alam semesta, bangsawan dan pelayan pasti ada karena kedua itu adalah pasangan yang sangat pas." Perkataan itu terus Vania dengar karena itu dapat membantu dirinya beradaptasi, setidaknya ia bisa tinggal di tempat yang lebih nyaman dan aman sekarang dibandingkan desa sebelumnya yang sangat ketat.
"Sekarang aku sedikit mengerti, setidaknya biarkan aku beradaptasi untuk beberapa waktu karena pikiranku masih sedikit terganggu dan bahkan aku tidak pernah merasakan sesuatu yang terlihat mewah seperti ini." Kata Vania sambil menatap beberapa ruangan, Elvano bersedia untuk mengantar dirinya ke berbagai tempat agar ia bisa terbiasa dengan istana ini.
Elvano menjelaskan tentang desa besar seperti ini yang memiliki peraturan cukup logis jadi ia tidak perlu merasakan trauma dan keburukan seperti desa yang sebelumnya, setiap ruangan mulai mereka kunjungi sehingga Vania dipenuhi dengan kejutan karena ia pertama kali melihat banyak sekali tempat yang terlihat indah bahkan terdapat ruangan pelatihan yang dipenuhi dengan berbagai monster dan Eldritch yang bisa dipelihara.
Mereka pergi keluar dan istana itu untuk menyambut beberapa Vampir di desa itu, Vania merasakan sesuatu yang berbeda di dalam dirinya karena semua Vampir yang ia lihat dan sapa benar-benar berbeda karena mereka terlihat ramah, disiplin, dan sangat sopan terhadap satu sama lain. Ini adalah sesuatu yang Vania inginkan sehingga ia tidak bisa menunjukkan perasaannya melainkan senyuman yang dapat membuat dirinya lega.
Elvano melihat Vania tersenyum dan itu bisa disebut sebagai tugas yang sudah ia laksanakan dengan berhasil karena kepala pelayan menyuruh dirinya untuk membuat Vania menjadi seorang Vampir yang berbeda, seorang Vampir yang benar-benar baru agar rasa sakitnya bisa tertutup dengan cepat. Setelah mengunjungi berbagai tempat di desa dan istana itu, mereka pergi untuk mengunjungi ruang pelatihan dimana ia melihat Lavia saat ini sedang bertarung dengan seorang gadis yang terlihat seperti pelayan juga.
"Lavia..." Panggil Vania, Lavia melebarkan matanya lalu ia mengalihkan pandangannya kepada sahabatnya sehingga ia tersenyum lebar dan meneteskan beberapa air mata yang dipenuhi dengan syukur. Lavia menghampiri Vania lalu ia memeluk dirinya dengan sangat erat sehingga Vania terkejut, "Syukurlah, Vania... syukurlah, kamu sekarang terlihat baik-baik dan terlihat seperti seorang Vampir yang hebat..."
Vania dan Lavia kembali bertemu, mereka menunjukkan senyuman mereka karena bersyukur untuk memiliki kesempatan hidup. Lavia sendiri bahkan tidak menyangka bahwa sahabatnya lah yang akan mengalahkan Eldritch yang mengerikan itu, Lavia awalnya mencoba untuk memberitahu Vania tentang bangsawan dan pelayan tetapi Vania sudah mengetahuinya sehingga mereka kembali tertawa dan Lavia kembali berlatih dengan pelayannya yang sedang melambaikan tangannya pelan kepada Vania.
"Selamat siang, kamu ini... eeemmmm... Nona Vani'a Von Camellia 'kan?" Tanya pelayan itu sehingga Elvano menepuk wajahnya sendiri, "Pelayan bodoh dan pelupa ini bernama Gienka El Adavanio, dia adalah adikku yang baru saja di angkat sebagai seorang pahlawan, sepertinya dia melayani temanmu yang bernama Nona Lavia Von Camellia ya."
"Kejam sekali, kakak... aku bukan bodoh atau pelupa, aku hanya kurang tidur." Kata Gienka sambil mengembungkan pipinya, ia masih bisa bicara dan menunjukkan ekspresi-nya selagi menghindari beberapa serangan dari Lavia. Vania cukup terkejut melihat Gienka memiliki refleks yang sangat hebat karena ia dapat menghindari semua serangan Lavia sambil setengah tertidur.
"Adikmu hebat juga ya, refleks-nya itu..."
"Jika kau memikirkan sesuatu tentang berlatih dan bertambah kuat maka hari ini kau tidak akan aku izinkan dulu, tubuhmu membutuhkan istirahat dan asupan darah yang berbeda-beda sebagai obat. Bila kondisimu sudah kembali pulih maka aku bersedih untuk melatih dirimu dan menjalani kontrak pelayan denganmu."
"Menjalani kontrak?" Vania menatap Elvano dengan ekspresi yang bingung sehingga seorang pelayan yang memiliki tubuh kekar dan rambut putih keluar dari dalam pintu yang sangat besar di atas mereka sehingga pelayan itu menunjukkan wajah yang terlihat terharu karena bisa melihat Vania yang akhirnya bangun dan kembali pulih, "Ternyata anda sudah bangun ya...!!! Nona Vania!!!"
Vania melebarkan matanya sehingga ia terlihat kebingungan ketika pria itu melompat ke atas dan mendarat di atas daratan sehingga menyebabkan getaran besar yang mampu menjatuhkan mereka semua, Vania bisa merasakan kekuatan yang sangat mengerikan di dalam dirinya itu sehingga pelayan itu mulai mengangkat tubuh Vania yang benar-benar kecil lalu memeluk dirinya dengan sangat erat sambil mengeluarkan air mata deras melalui kedua matanya.
"A-Apa... kekuatan yang sangat besar... aku tidak... bisa bergerak..." Ungkap Vania, tubuhnya terasa seperti hancur karena dipeluk oleh pria tua itu, "Huuuwaaaaahhhhhhh...!!! Senang sekali untuk melihat nona muda yang sudah bangun dari tidur panjang dan istirahat panjangnya, huwaaaahhhh!!!"
Pria itu terlihat seperti mudah emosional bahkan Vania sendiri tidak bisa berkata apa-apa lagi, pria itu melepas Vania sehingga Elvano membantu dirinya untuk bangkit karena ia lupa untuk memberitahu Vania tentang pelayan tua satu ini yang memiliki gelar paling tinggi terhadap apapun, ia juga bahkan dikenal dari berbagai alam semesta yang berbeda karena sudah melakukan seluruh pekerjaan pelayan bangsawan yang sangat hebat.
"Aldebaron, kau seharusnya memperkenalkan dirimu terlebih dahulu sebelum menyambut Vania... kau bahkan membuat dirinya ketakutan." Kata Elvano, ia menghela nafasnya panjang dan pria tua yang bernama Aldebaron itu mulai tertawa terbahak-bahak karena ia melupakan sesuatu yang penting menjadi seorang kepala pelayan yaitu memperkenalkan dirinya kepada seorang bangsawan baru seperti Vania.
"K-Kekuatan apa tadi... sangat mengerikan dan kuat bahkan sampai menggetarkan ruangan ini..." Kata Lavia sambil menunjukkan ekspresi yang terkejut karena ia pertama kalinya ia melihat Aldebaron menunjukkan sedikit kekuatannya itu.
Vania menatap Aldebaron yang sedang tersenyum, ia mulai menundukkan kepalanya lalu menepuk dadanya sendiri beberapa kali untuk menunjukkan rasa hormat yang besar kepada bangsawan yang baru seperti Vania, "Perkenalkan diriku adalah pria tua tampan yang memiliki nama Aldebaron Voin Zan, bisa dipanggil dengan sebutan Alde atau baron bahkan pria tua tampan saja boleh."
Entah kenapa cara Aldebaron memperkenalkan dirinya sendiri membuat Vania tersenyum dan terkekeh pelan karena ia terlihat cukup menarik sebagai seorang pria yang tua, tubuhnya masih kekar tetapi ia memiliki jenggot dan kumis putih dengan rambut yang di tata cukup baik juga, "Untuk nona Vania mungkin di panggil Aldebaron atau apapun itu, intinya saya menerima panggilan apapun itu."
"Sungguh penuh kehormatan untuk bisa melihat Nona sehat dan kembali pulih seperti biasanya... ucckkk..."
"...HUWAAAAAHHHHH!!!" Aldebaron kembali merasa emosional bahkan ia menangis sampai membasahi lantai dengan air matanya itu, Vania terkekeh pelan sehingga ia menerima pelukan lainnya dari Aldebaron karena ia merasa sangat bersyukur melihat gadis sekecil dirinya bisa selamat dan menyelamatkan umat Vampir dari Eldritch Abomination, sungguh berita yang sangat membuat dirinya emosional.
"Lagi-lagi..."
"...dia menangis seperti akhir dunia sudah dimulai."