
"Aldebaron, apakah aku boleh menanyakan sesuatu?" Tanya Vania sambil mengangkat lengan kanannya, Aldebaron tersenyum dan bertambah emosional ketika bangsawan baru satu ini baru saja memanggil namanya dengan lengkap, "Hmm... Ada apa, Nona? Silahkan keluarkan pertanyaan sebanyak-banyaknya dan aku akan menjawabnya!"
"Apakah Vampir seperti Aldebaron dapat mengontrol nafsu untuk meminum darah ketika bertemu dengan ras lain...? Aku sendiri bahkan tidak begitu yakin untuk bisa bertemu dengan ras lain jika kondisiku seperti ini." Kata Vania karena ia sendiri tidak akan bisa mengontrol dirinya sendiri karena [Bloodlust], para pelayan yang berada di dalam ruangan itu mengerti dengan kondisi tersebut bahkan Aldebaron sampai menghampiri Vania dengan ekspresi yang terlihat sedih dan bangga juga.
"Semua Vampir itu pasti akan memiliki kekurangan dan keuntungannya sendiri, Vania. Aku lahir dari zaman yang sangat kuno dan aku sudah sepenuh terlatih oleh orang tuaku sendiri bahkan aku sendiri sudah terbiasa memiliki banyak teman yang berbeda-beda sehingga menjadikan diriku sebagai Vampir yang dibilang aman kata mereka, setiap ras pasti akan memiliki sikap yang sama seperti Vampir yang lainnya, mereka terkadang akan merasa ragu untuk bertemu dengan seseorang yang berbeda terutama Manusia... makhluk penakut yang terkadang salah sangka sehingga membunuh apapun yang terlihat jahat di pandangan mereka sendiri."
"Walaupun begitu, aku menerima apa adanya dari dunia ini kecuali sesuatu yang benar-benar mengancam kehidupan kita semua! Aku tidak menerima siapapun menghancurkan dunia atau semua ras yang sangat aku cintai! Tugas saya sebagai pelayan tentunya melindungi dan menjalankan tugas, Hm! Karena aku sudah berada di Zuutouri sekarang, aku hanya perlu menghabisi semua Eldritch tersisa karena sekarang musim perkembangan bagi mereka." Kata Aldebaron sehingga ia mulai menepuk bahu Vania beberapa kali sampai dirinya merasakan kekuatan besar di tepukan itu.
"Baiklah, kita akhiri ceritanya sekarang juga! Sudah saatnya kita bergegas dan melaksanakan tugas kita, anak muda. Wahahaha! Mari aku antar kalian menuju kepala bangsawan Camellia, beliau ingin mengatakan sesuatu kepada kalian berdua." Kata Aldebaron, ia pergi meninggalkan ruangan itu dan mereka mulai mengikuti dirinya. Vania menanyakan pertanyaan yang penasaran seperti biasanya, kemana mereka akan pergi dan Elvano menjawab bahwa ia harus bertemu dengan kepala bangsawan terlebih dahulu.
Beberapa menit kemudian, mereka tiba di hadapan pintu emas yang sangat besar dan Aldebaron mulai membukanya dengan satu sentuhan sehingga pintu itu terbuka lebar dan mengeluarkan beberapa asap. Vania tidak bisa merasakan apapun di dalam tetapi ia bisa merasakan sebuah kehidupan yang berada di dalam tahap menuju kematian, Aldebaron masuk ke dalam dan mereka langsung mengikuti dirinya sehingga Vania melebarkan matanya ketika melihat banyak sekali peti yang menempel di setiap tembok.
"Biarkan aku menjelaskan semua peti yang kau lihat itu, Vania, Lavia... Peti yang menempel di tembok itu memiliki isi setiap bangsawan yang sudah gugur demi melindungi semesta ini terutama ancaman dari para Eldritch itu yang setiap harinya bertambah dan berkembang menjadi semakin kuat sehingga memiliki sebuah julukan sebagai [Abomination], Eldritch yang sangat kuat dan tidak mudah untuk dikalahkan." Kata Aldebaron, ia sendiri bahkan kesulitan ketika mencoba untuk melawan Eldritch.
Vania melihat banyak sekali gambar yang menunjukkan wajah di setiap peti, mereka gugur karena mencoba untuk melawan Eldritch bahkan sebagiannya juga sama seperti Vania yaitu seorang Vampir yang memiliki Bloodlust kuat dan sebuah Bloodyoku. Sayangnya mereka semua gugur ketika mencoba untuk melawan Eldritch Abomination yang memiliki angka berbeda.
Mereka akhirnya tiba di sebuah ruangan yang cukup luas, mereka bisa mencium aroma yang cukup wangi bahkan ini pertama kalinya Vania bisa menciumnya karena ia melihat banyak sekali bunga dan juga seorang Vampir yang sedang berbaring di dalam sebuah peti, Vania terkejut ketika melihatnya dan ketiga pelayan itu mulai berlutut lalu menundukkan kepalanya untuk menunjukkan rasa penuh kehormatan.
"Selamat datang, anak-anak baruku... sepertinya kalian sudah bangun dan merasakan kondisi yang benar-benar baik ya, itu sangat menguntungkan karena aku tidak mau melihat Vampir berpotensi terbunuh begitu saja." Vampir itu mulai berbicara, Vania dan Lavia mendengar suara seorang gadis yang lemah lembut dan suara itu berasal di dalam peti sehingga Vampir itu meminta mereka berdua untuk mendekati peti tersebut agar mereka bisa melihat kepala bangsawan dari Camellia.
Vania dan Lavia melebarkan mata mereka ketika melihat Vampir itu, ia terlihat sangat tidak sehat karena kulitnya yang sudah keriput dan mengering itu bahkan kedua matanya tertutup dengan sebuah kain, sebagian dari tubuhnya berubah menjadi debu dan tengkorak. Mungkin ini yang dimaksud dari seorang Vampir yang akan punah karena mereka tidak meminum cukup banyak darah karena Vampir juga terkadang akan mengalami fase menuju kematian dan keguguran karena suatu hal yang berbahaya.
"Aku adalah kepala bangsawan Camellia yang mengangkat kalian berdua sebagai anak angkat ku juga... itu artinya kalian sekarang sudah menjadi salah satu dari kami semua yaitu bangsawan Camellia, tubuhku dan kondisi saat ini sudah tidak menjamin akan bisa bertarung seperti biasanya... melindungi Vampir dari serangan para Eldritch itu." Kata Vampir.
"Tubuh dan kondisi yang aku dapatkan ini disebabkan oleh sebuah kemampuan terlarang yang dapat menghentikan serangan Eldritch dengan menyegel kekuatan dan kemampuan mereka sebelum bertambah semakin kuat... sebenarnya aku memiliki sebuah mimpi untuk melindungi umat Vampir tetapi mimpi itu tidak akan bisa bisa dilaksanakan tanpa sebuah pengorbanan, pengorbanan ini sudah cukup untuk menghentikan serangan Eldritch yang terus berdatangan terutama bos itu sendiri yang memiliki julukan [Eldritch Abomination]." Camellia menggerakkan kedua lengannya untuk menyentuh Vania dan Lavia tetapi mereka langsung menggenggam erat tangan Camellia sehingga Vania bisa melihat tapaknya yang mengeluarkan beberapa debu.
"Waktu kehidupanku sekarang terbatas... menyegel seekor Eldritch Abomination II, aku mengorbankan tubuh ini demi melindungi bangsa Vampir dan seluruh bangsa yang tinggal di alam semesta berbeda. Aku yakin pilihan ini adalah yang terbaik karena kita semua masih kekurangan terhadap kekuatan untuk melawan para Eldritch itu, mereka yang terus bertarung hanya akan memiliki takdir yang sama seperti peti yang kau lihat di lorong tadi... Vania... Lavia..."
Lavia dan Vania tidak bisa mengatakan apapun tentang Eldritch ini, mereka semua benar-benar makhluk hidup yang sangat mengerikan karena memiliki kecerdasan dan potensi di dalam diri mereka masing-masing. Mereka berdua bisa mendengar Aldebaron yang menangis karena melihat tuannya memiliki waktu kehidupan yang terbatas. Vania tidak bisa melihat ekspresi apapun dari wajah Camellia, ia terlihat mati tetapi masih bisa berbicara.
"Sepertinya aku sudah puas untuk melihat kalian berdua sebagai anak angkat bangsawan Camellia yang baru, tidak ada salahnya... aku memiliki seseorang yang benar dengan teliti, sudah saatnya kalian menjalani sebuah kontrak dengan pelayan kalian masing-masing untuk bertambah kuat bersama pelayan yang sudah aku sediakan." Kata Camellia, mereka berdua mengangguk lalu menghampiri pelayan mereka masing-masing.
"Kontrak yang kamu maksud itu seperti apa, Nona Camellia?" Tanya Lavia.
"Ahh, sepertinya saya lupa untuk menjelaskan sesuatu yang penting ya. Kontrak itu adalah sesuatu yang wajib kita laksanakan sebagai pelayan dan untuk kalian para bangsawan juga wajib untuk menjalani kontrak demi memperlihatkan kesetiaan pelayan kalian. Cara melakukannya mudah, kalian hanya memerlukan darah dan gunakan darah tersebut untuk menjalankan kontrak..." Aldebaron menunjukkan caranya dengan mengambil darah Vania dan Elvano sedikit menggunakan jari kelingking-nya yang tajam.
Darah itu langsung ia tuangkan kepada tapak mereka sehingga ia meminta mereka untuk memejamkan kedua mata mereka masing-masing lalu mengatakan sebuah janji demi menjalankan kontrak [Aku berjanji untukĀ melayani tuan/pelayanku dengan penuh kehormatan dan kesetiaan di dalam diriku, menjalankan kontrak sampai mati dan setia untuk melakukan tugas bersama demi mencapai sesuatu yang sangat penting. Laksanakan kontrak sekarang juga dan layani/hormati aku!], itu adalah perkataan yang harus mereka ucapakan.
Setelah mereka mengucapkannya, darah itu langsung melayang dan bersatu menjadi satu sehingga melayang menuju pelayan lalu menyelimuti lengan kanan mereka sehingga muncul sebuah simbol aura yang bersinar di lengan kanan mereka, seperti aura dan pangkat karena Elvano memiliki 7 bintang di lambang tersebut sedangkan Gienka memiliki 5 bintang. Itu adalah bintang yang menunjuk pangkat mereka.
"Kontrak berhasil, sekarang kalian sudah memiliki sebuah pangkat [Crest] yang akan terus muncul di lengan kanan kalian untuk menunjukkan diri kalian sebagai seorang pelayan yang sudah menjalani kontrak dengan seseorang." Kata Aldebaron.
"Baiklah... mohon kerja sama-nya, Vania..."
"Ya, tolong bimbing diriku menjadi seorang bangsawan yang hebat..."