The Black Messiah

The Black Messiah
TBM 35 - Balas Budi



"Yusa...! Selvia...! Lama sekali aku tidak bertemu dengan kalian." Kata Elvano dengan sebuah senyuman harapan di wajahnya, ia bangkit dari atas tanah dengan semangat yang kembali terbakar karena ia akhirnya bisa bertemu dengan teman lama seperti mereka, bisa dibilang mereka juga adalah rekan yang pernah berjuang bersama ketika melawan berbagai ancaman.


Yusa adalah seorang iblis yang pernah Elvano bantu ketika berada di dunia iblis dimana mereka semua melawan sebuah ancaman yang sangat membahayakan bernama [Giblis], Yusa memiliki penampilan layaknya seperti seorang dewasa dengan tanduk panjang di bagian kening-nya serta selendang yang menutup mulutnya serta rambut yang berwarna putih juga sedangkan satunya lagi adalah Selvia, seorang putri raja iblis yang di angkat menjadi ratu iblis untuk melindungi dunianya sendiri.


Sekarang Selvia akan membalas kembali semua kebaikan yang pernah dibuat oleh Elvano bersama Vania, ancaman Eldritch bisa saja membahayakan jika tidak dicegah dari awal jadi gadis yang memiliki warna rambut putih itu dengan tanduk panjang di kening-nya ingin sekali membantu, mereka bisa mengetahui ancaman Eldritch ini karena Vania yang menghubungi mereka dengan bantuan dari Aldebaron.


Kedatangan pasukan Iblis dan Vampir itu membuat Carmilla tersenyum dan di balik senyuman itu terdapat perasaan kesal yang berlebihan karena ia tidak menyangka ras Iblis akan ikut campur dengan urusan umat Vampir. Elvano menepuk wajahnya beberapa kali, mencoba untuk menyemangati dirinya bahwa harapan pasti akan muncul kapanpun sehingga sekarang dia dikelilingi dengan pasukan kuat terutama Yusa seorang iblis takdir dan Selvia seorang ratu iblis yang memiliki kekuatan setara dengan dewi.


"Baiklah, apakah kita mulai sekarang juga?" Tanya Selvia, ia mulai memerintah seluruh pasukan iblisnya mengerahkan seluruh kemampuan dan kekuatan mereka demi mengalahkan Eldritch, lebih baik mencegah dari sekarang sebelum makhluk hidup seperti mereka bertambah menjadi mematikan sehingga berpindah ke alam semesta lainnya.


Seluruh pasukan Iblis dan Vampir mengerang penuh semangat untuk bertarung melawan Eldritch, mereka juga sudah mengenal banyak tentang Eldritch karena sebuah buku yang ditulis oleh seorang Elf yang bernama Yuffie, Elvano menghela nafas lega karena sekarang terdapat seorang pemimpin yang benar-benar dapat diandalkan dalam pertempuran ini. Elvano mempersiapkan kembali dirinya untuk melepaskan beberapa sihir menggunakan tongkatnya itu.


Pertempuran besar-besar baru saja terjadi dimana wilayah itu sekarang dipenuhi dengan kehancuran dan ledakan, kedua belah pihak bertarung sampai rela mengorbankan diri mereka dengan terluka dan menumpahkan beberapa darah. Yusa melesat ke atas dimana ia mengincar Eldritch yang mencoba untuk menyerang dari jauh, ia memegang erat pedangnya lalu mengayunkan-nya sekali sehingga menyebabkan Eldritch yang berada di hadapannya mulai terkena tebasan karena seni berpedangnya itu.


Satu ayunan pedang saja sudah cukup untuk mengubah Eldritch yang berada di hadapannya menjadi potongan kecil tetapi potongan itu kembali menciptakan tubuh yang baru, Yusa menunjukkan ekspresi yang terlihat serius lalu ia melakukan beberapa ayunan dan melanjutkan serangannya itu dengan membakar mereka dengan [Nightmare Flames] api mimpi buruk, ia juga dapat menggunakan sihir tulang untuk memperlambat Eldritch yang berada di atas daratan.


Selvia bisa merasakan goncangan besar di sebelah-nya, ternyata itu seekor Eldritch dengan ukuran yang sangat besar, Selvia mulai menunggu Eldritch tersebut mengarah dirinya karena ia tidak sabar ingin melihat kemampuan yang dimiliki oleh Eldritch itu. Eldritch itu melepaskan beberapa getah dan lendir yang beracun serta mengandung sihir, Selvia menghapus semua itu menggunakan rantai yang muncul dari dalam tanah dan punggungnya.


Rantai itu adalah sebuah kemampuan tingkat dewa yang dimiliki oleh Selvia bernama [Chains of Void], bisa dibilang ini juga adalah sihir yang bernama [Void] dimana ia dapat menyerap apapun dan mendapatkan kekuatan itu untuk beberapa detik. Selvia menodongkan dua rantai yang muncul di sebelah kiri dan kanannya karena sebuah celah yang ia buka menggunakan sihirnya, celah itu terlihat seperti lubang hitam.


Secara bersamaan, Eldritch itu melepaskan tentakel panjang yang melesat menuju arah Selvia tetapi ia hanya bisa berdiri tegak sambil menyilangkan kedua lengannya, ia menarik sedikit katana yang tersimpan di dalam sarung pinggangnya lalu ia memasukkan-nya kembali sehingga tentakel itu berubah menjadi potongan daging yang kecil, Selvia segara meluncurkan kedua rantai itu ke arah Eldritch tersebut sehingga kedua rantai itu masuk ke dalam tubuh Eldritch tersebut.


Serangannya bisa di bilang tidak mempan tapi ia terus melanjutkan-nya dengan membiarkan kedua rantai itu bergerak di dalam tubuh Eldritch tersebut, ia menyerap seluruh darah yang ada di dalam tubuh Eldritch sehingga Selvia menatap kedua tapaknya karena ia bisa merasakan energi sihir yang mengalir di seluruh tubuhnya, sepertinya Eldritch yang ia lawan bukan Eldritch murni melainkan suatu makhluk hidup yang dihasilkan dari sebuah ciptaan yang melanggar hukum.


Setidaknya ia bisa merasakan pertarungan yang cukup membuat dirinya tertarik karena masalah Eldritch ini cukup berbahaya dan mengerikan jika dibiarkan begitu saja, Carmilla sendiri bahkan menarik perhatian Selvia dari jauh, mungkin ia akan membantu mereka ketika pekerjaannya selesai. Ia juga tidak menyangka akan melihat seorang Legenda yang terlihat tidak asing, "Hehhhh... ternyata teman sang pahlawan Touriverse juga mengetahui permasalahan Eldritch ini ya."


Eldritch yang berada di hadapan Selvia mengerang keras sehingga melepaskan beberapa taring melalui mulutnya, sudah saatnya ia serius agar bisa membantu Haruki dan Lavia. Ia mengeluarkan katananya dari dalam sarung lalu menggerakkan dengan pelan sehingga menghancurkan seluruh taring tersebut lalu ia maju dan mengelilingi tubuh Eldritch tersebut untuk melepaskan beberapa serangan yang mampu mencincang tubuh mereka jadi potongan kecil.


"A-Apa ini...?!" Selvia menutup hidungnya lalu ia menatap ke depan dan melihat beberapa pasukan yang terbunuh karena terkena nanah itu, ia baru saja mengetahui kemampuan yang sangat mematikan. Bukan penampilannya saja yang mengerikan tetapi secara keseluruhan, makhluk yang bernama Eldritch ini harus segara dicegah.


Eldritch itu melepaskan mata besar di keningnya untuk melepaskan gelombang kegelapan tetapi Selvia berhasil menyerap-nya menggunakan rantai yang muncul di belakang punggungnya lalu ia melepaskan gelombang yang ia serap kembali ke arah Eldritch tersebut sehingga ia menghancurkan seluruh daging kecil itu menggunakan rantainya tanpa menyisakan sedikitpun, "... ...!!!"


Dada Selvia tiba-tiba memiliki luka silang besar yang mengeluarkan darah deras, ia melebarkan matanya lalu memuntahkan darah hitam, seketika ia terjatuh di atas tanah sambil menutup luka tersebut dengan ekspresi yang mencoba untuk menahan kesakitan, "A-Apa itu tadi...?" Ungkap Selvia, ia melihat Haruki dan Lavia terbaring di atas tanah dengan darah yang mengotori tubuh mereka sehingga telinganya mulai di jilat oleh seseorang.


Selvia secara refleks menyerang sekitarnya menggunakan rantainya sehingga rantai itu melukai seseorang yang baru saja menjilat telinganya, ia melompat ke belakang lalu menatap gadis yang baru saja menyerangnya secara tiba-tiba. Ternyata Carmilla, sepertinya cara bertarung Selvia menarik perhatian dirinya sehingga ia tidak sadar bahwa kedipan membuat kecepatannya terlihat mengerikan, "Ternyata kau... kau pengecut juga ketika mencoba untuk menyerangku."


Selvia menggunakan seluruh energi yang ia serap menjadi sihir pemulihan untuk menyembuhkan luka di dadanya kembali sehingga Haruki dan Lavia menghampiri Selvia dengan ekspresi yang terlihat serius, mereka dipenuhi dengan luka dan darah tetapi sihir pemulihan mereka saat ini sedang dalam proses untuk menyembuhkan mereka, "Apakah musuh satu ini sulit, Haruki...? Lebih sulit dari musuh yang dihadapi oleh Shira?"


"Mungkin jika Shira ada di sini, ia sudah pasti akan berubah menjadi debu karena disinari dengan sihir cahayanya." Kata Haruki, sepertinya Vampir benar-benar memiliki kelemahan besar dengan cahaya, untungnya Selvia sudah menyiapkan-nya karena sihir Void yang ia miliki menyimpan beberapa sihir untuk ia keluarkan kepada musuh tertentu seperti Carmilla karena ia memiliki sihir cahaya di dalam penyimpanan sihir Void itu.


"Kalau begitu, kalian tetap diam dan saksikan ini...!!!" Selvia mengedipkan matanya lalu ia berhasil mengikat tubuh Carmilla yang berada di belakang Selvia, ia melebarkan matanya ketika Selvia mengetahui kemampuan tentang mata yang mengedip, percakapan pendek tadi Haruki diam-diam melakukan telepati kepada Selvia untuk memperingati kemampuan yang ia miliki.


"T-Tidak mungkin... b-bagaimana kau bisa mengetahuinya...!?"


"Aku tidak ingin banyak bicara, kau adalah virus muncul yang bisa saja menyebar ke alam semesta lain, lebih baik aku membakar dirimu sekarang juga!!!" Selvia mengepalkan tinjunya sehingga rantai yang mengikat tubuh Carmilla mulai memancarkan cahaya emas, Carmilla mulai menjerit kesakitan bahkan tubuhnya melepaskan asap hitam yang perlahan-lahan berubah menjadi emas, "Sayang sekali ya... walaupun seorang Vampir itu kuat, kelemahanmu sangat menyedihkan." Kata Lavia.


"Ahhhhhhhhhhhh!!! Agggggghhhhhhh!!! T-Tubuhku... tubuhku meleleh...!!! Uwaaaggghhhh... ini... ini tidak menakjubkan....!!!" Carmilla menjerit keras sehingga setengah dari wajahnya mulai meleleh sehingga ia menunjukkan senyuman penuh nikmat karena ia baru saja mendapatkan apa yang ia inginkan sejak dulu, "Tapi bohong~"


"Apa---" Selvia melebarkan matanya ketika dadanya tertembus dengan sebuah gelombang emas dengan kepanasan matahari yang menyengat tubuhnya bahkan kepanasan itu bisa terasa oleh Haruki dan Lavia, ketika menerima serangan tersebut Selvia langsung terjatuh di atas tanah dengan luka lubang bakar besar di dadanya.


"Menakjubkan!!! Benar-benar menakjubkan...!!!"