
Carmilla mendarat di atas istana kuno untuk memberi makanan peliharaannya yang sudah tidak sabar, banyak sekali Eldritch yang berkumpul di tempat tersebut dan mereka sangat jinak kepada Carmilla tetapi mereka itu memiliki darah yang sangat dingin, ia mengumpulkan semua Eldritch itu untuk melakukan kesenangannya nanti ketika ia berhasil memelihara satu Eldritch yang sangat menarik perhatiannya itu. Eldritch yang menarik perhatiannya itu terjebak di dalam tanah.
"Sudah ya anak-anak, ibu akan memberi mempererat hubungan ini dengan anak kalian ya baru~" Carmilla berubah menjadi asap lalu ia masuk ke dalam daratan untuk menyambut seekor Eldritch yang berada di dalam kurungan tepat di hadapannya, kurungan itu sungguh ketat karena segel yang melindunginya sehingga Eldritch itu terus mengamuk karena mencoba untuk melarikan diri tetapi tidak bisa karena Carmilla terus memberi makhluk itu makanan yang lezat.
"Sini... ibu kasih kepala Vampir mau?" Tanya Carmilla sambil mengulurkan lengan kanannya, mencoba untuk memberi kepala itu tetapi Eldritch itu langsung melahap kepala Vampir tersebut dan lengan kanannya sendiri. Carmilla hanya bisa tertawa karena Eldritch satu ini selalu bermain kasar dan permainan kasar itu adalah permainan yang sangat disukai oleh dirinya, "Wah, wah, menakjubkan, ternyata kamu suka main kasar ya dengan ibu~"
Carmilla masuk ke dalam ruangan itu lalu ia memukul tinjunya sendiri untuk bermain kasar dengan Eldritch tersebut, hari ini adalah hari yang sangat buruk bagi Eldritch yang terjebak di dalam ruangan itu karena ia harus bermain kasar dengan Carmilla, bermain kasar yang ia maksud tentunya sesuatu yang menyakitkan bagi Eldritch tersebut tetapi bagi Carmilla itu kesenangan dan sesuatu yang sangat nikmat karena ia sudah lama tidak melakukannya.
"Tunggu saja... aku baru saja menemukan seseorang yang menarik loh~ Tiga Vampir dan satu Legenda, mungkin kamu akan menyukai mereka juga, nak... Ibu bahkan tidak sabar untuk bertemu dengan mereka lagi bahkan salah satunya ibu mencintainya~ Ibu ingin bermain dengan mereka... kapan ya bisa bertemu dengan mereka lagi..." Tanya Carmilla sambil memegang erat tentakel besar yang dimiliki oleh Eldritch tersebut.
Eldritch yang ditangkap oleh Carmilla adalah Eldritch kuat yang memiliki julukan [Eldritch Abomination II] penampilan yang sangat mengerikan dengan ukuran tubuh besar dan bahkan ukurannya bisa bertambah lebih besar lagi, tubuhnya mirip seperti tentakel gurita besar dengan mata yang terletak dimana-mana terutama mulut besar di bagian puncak dari kepala tentakel itu. Kemampuan yang dimilikinya bahkan mengerikan sampai sempat membuat Carmilla merasakan sesuatu yang menakjubkan.
"Aku tidak sabar..."
"...melakukan suatu kesenangan kepada makhluk malang sepertimu."
***
Haruki melompat pepohonan di sekitarnya karena ia masih waspada dengan keberadaan Carmilla karena ia dapat menyembunyikan keberadaannya sendiri seperti keberadaan yang ia miliki itu terhapus begitu saja. Haruki melihat beberapa Eldritch yang berkeliaran dan ia tidak bisa menolong dirinya sendiri kecuali mengubah mereka semua menjadi daging cincang kecil menggunakan satu pedang yang ia pegang di tangan kirinya.
Lengan kanannya terasa kaku sekarang, mungkin sihir yang ia miliki dapat memulihkan-nya dengan pelan tetapi sekarang ia yakin bahwa semuanya berjalan dengan aman karena ia sudah berada di lokasi yang sangat jauh dari tempat tadi, tidak mungkin ia mengikuti dirinya sejauh itu. Haruki merasa keberadaan Elvano yang dekat dan Elvano sendiri mendengar sebuah pergerakan serta suara pedang yang menebas beberapa Eldritch.
"I-Itu! Haruki...?" Kata Elvano sehingga Haruki mendarat di hadapan mereka semua dengan luka di lengan kanannya, ia meminta siapapun untuk segera menyembuhkannya sehingga Lavia menghampiri Haruki untuk menggunakan kemampuan darahnya agar ia bisa menyembuhkan luka Haruki.
"Aku akan mengikuti kalian mulai dari sekarang untuk sementara sampai tujuanku selesai, apakah kalian tidak keberatan?" Tanya Haruki karena ia membutuhkan rekan seperti mereka yang dapat diandalkan, tidak ada satupun dari mereka yang menolak melainkan mereka merasa senang bahwa Haruki adalah seorang Legenda yang cukup hebat dalam menghadapi Eldritch.
Elvano menyarankan dirinya untuk tinggal di kediaman bangsawan Camellia karena dia aman dan pantas disana agar ia juga bisa berlatih bersama dan mencari informasi penting tentang Eldritch. Haruki awalnya tidak tertarik tetapi ia langsung tertarik dan menerimanya ketika Elvano memberitahu seorang kepala pelayan yang selalu memberi tugas untuk menghabisi Eldritch yang sangat berbahaya, dengan perkataan seperti itu saja sudah cukup untuk membuat Haruki ingin ikut.
Mereka sekarang dalam perjalanan pulang karena tugas untuk mengalahkan Eldritch evolusi itu sudah selesai begitu saja, hari ini mereka bisa beristirahat dengan tenang sedangkan Haruki terus mencari informasi lebih dalam lagi tentang Carmilla agar ia bisa sepenuhnya siap untuk melawan dirinya nanti bersama rekan Vampirnya itu.
Vania bisa melihat ruangan itu dipenuhi dengan warna perak, ia menoleh ke atas dan melihat sebuah lubang besar yang tertutup, sesuatu yang menutupnya itu memiliki lambang matahari, itu artinya latihan satu ini benar-benar melawan hukuman dan kelemahan mutlak seorang Vampir. Jika ia tidak serius dan mudah untuk menyerang maka cahaya yang akan ia rasakan itu bisa saja membunuh dirinya.
"Ini adalah latihan spesial yang akan kau mulai sekarang juga, Nona Vania. Kau harus mempercayai dirimu dan hatimu untuk menjalani latihan ini dengan benar, kau harus menghadapi semua hal di sekitarmu dengan serius dan tegas sekarang karena cahaya sekecil apapun itu sudah cukup untuk membuat Vampir menjadi lemah." Kata Aldebaron, ia mempercayai sepenuhnya di dalam hatinya bahwa Vania pasti akan menahan semua cahaya dengan benar jika ia berlatih dengan giat dan pantang menyerah karena Aldebaron sendiri membutuhkan banyak waktu untuk menahan cahaya yang mengenai tubuhnya.
Beberapa Vampir tidak bisa mengalahkan kelemahan mutlaknya tetapi sebagian Vampir bisa, latihan satu ini sangat pantas untuk seorang Vampir yang memiliki kemampuan Bloodlust tinggi sedangkan Aldebaron hanya Vampir biasa yang lebih mengandalkan kecerdasan dan pengalamannya sendiri, ia juga dapat melindungi dirinya dengan sebuah jubah yang menyerap cahaya lalu mengubahnya menjadi sumber kekuatan bagi Aldebaron.
Vania berdiri di tengah ruangan selagi memejamkan kedua matanya karena ia mencoba untuk fokus dan konsentrasi, ia juga tidak ingin rasa takut yang rasakan saat ini mendominasi tubuhnya. Tujuan utamanya adalah membawa nama The Black Messiah kepada seluruh umat Vampir bahwa umat Vampir bisa bertahan dan bekerja sama untuk mengalahkan para Eldritch itu sebelum mereka berkembang biak lebih banyak lagi dan mengalami evolusi mengerikan.
"Jangan biarkan rasa takut dan trauma yang kau rasakan itu mengendalikan tubuhmu... lakukan dengan pelan dan bertahap karena proses itu dibutuhkan, sekarang aku akan menyalam cahaya tingkat rendah untuk kau tahan, biarkan tubuh dan jiwamu membiasakan rasa kehangatan dan cahaya yang menyentuh dirimu itu..." Aldebaron mundur beberapa langka lalu ia memegang sebuah tuas di sebelah-nya untuk membuka atap ruangan itu.
"Apakah kau sudah siap, Nona?!" Seru Aldebaron dengan penuh semangat.
"Baiklah!!! Aku sudah siap...!" Kata Vania dengan ekspresi yang dipenuhi dengan tekad, Aldebaron menarik tuas itu sehingga atap ruangan itu mulai terbuka dan menyinari ruangan paling tengah dan cahaya matahari yang bersinar di pagi hari, Vania melebarkan kedua matanya karena tubuhnya tersengat dengan cahaya itu tetapi ia terus menahannya sambil memejamkan kedua matanya lalu melakukan beberapa pergerakan ilmu bela diri agar tubuhnya dapat beradaptasi.
"Ya, seperti itu... percayalah dengan tubuh dan jiwa yang kau miliki, jangan sampai kau lengah dan hilang terhadap fokusmu itu...!" Seru Aldebaron, ia melihat kulit Vania melepuh tetapi ia berhasil memulihkan luka itu dengan cepat, cahaya yang ia rasakan sepertinya sudah ia sempurnakan karena Aldebaron tidak melihat Vania menunjukkan gejala kesakitan atau rasa nyeri apapun.
"Aldebaron... lanjutkan latihan ini..." Kata Vania sambil menatap Aldebaron, ia mulai mengangguk lalu menarik tuas yang lainnya sehingga cahaya itu bertambah terang seperti cahaya matahari menjelang siang hari tetapi Vania dapat menahannya, ia bisa melihat Vania merapatkan giginya dan mencoba untuk mengontrol nafas serta pikiran yang terganggu karena kesakitan dari cahaya yang membakar tubuhnya itu.
"Sekali kau menginjak proses latihan ini maka tidak ada jalan untuk kembali, jika kau menyerah dengan proses latihan untuk menahan sinar matahari maka kau akan memiliki takdir yang sama dengan Camellia... dia menyerah dengan proses latihan ini sehingga ia memilih jalan pintas yaitu menyegel Eldritch mematikan yang pernah ia lawan dengan mengorbankan Bloodlust dan Bloodyoku yang ia miliki..." Kata Aldebaron.
"Sekarang...!!! Teriaklah seperti seorang Vampir yang sudah untuk menampung semua kesakitan dari cahaya!!!" Seru Aldebaron keras, mencoba untuk menyemangati dirinya.
"Haaaaaahhhhhhh...!!!"
"Huwaaaahhhhh...!!! Benar-benar semangat seorang pemuda, hebat sekali! Hebat!"